Posted on

Sebuah Pertanyaan Tentang Ndue Berhijab..

Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam hidup ini..

Its a new look for me…

Entah saya harus bercerita atau menulis dari mana perihal postingan ini. Bukan perihal perjalanan liburan yang menyenangkan. Tetapi tulisan ini bercerita tentang perjalanan kehidupan saya untuk menghabiskan sisa umur saya di dunia ini. sound so akward, yes? Percayalah, semua terjadi begitu saja atau bisa dibilang saya sudah memikirkan dari jauh-jauh hari. Saya sendiri bingung bagaimana mengatakannya apabila ada pertanyaan, Kok bisa?

Okay.Kali ini saya akan menuliskan dari banyak pertanyaan yang pernah ditanyakan ke saya perihal perubahan ini.

 

–Sejak kapan mulai berubah menjadi berhijab?

Pertanyaan yang sering sekali di tanyakan ke saya. Saya bahagia luar biasa atas pertanyaan ini. Karena bagaimanapun nada yang tersirat dari lontaran pertanyaan ini semua menjadi bentuk perhatian yang luar biasa berharga buat saya. Semua mencinta saya. Saya menganggapnya seperti itu. Terima kasih yah semuanya!

Tetapi, saya baru saja menggunakan hijab ini. Baru seminggu yang lalu. Hari Sabtu saya sudah mencoba menggunakannya seharian dan Alhamdulillah kendala tidak ditemui. Dan saya merasakan betapa saya berubah menjadi lebih tenang. Minggu saya lepas kembali ketika menghadiri salah satu undangan acara ulang tahun. Ketika melepasnya saya merasakan kehilangan. Seperti halnya saya melepaskan seseorang, itu yang saya rasakan. Dan saya patah hati.

Lalu, saya memantapkan hati untuk menggunakannya kembali. Kali ini bukan untuk percobaan. Tetapi saya harus meyakini untuk menggunakannya permanen. Dan saya harus berkomitment akan hal itu. Karuan saja, Senin saya menggunakan ke kantor semua orang memandangi saya, menanyakan hal ini, dan yang membuat saya terharu adalah beberapa rekan saya menyalami dan memeluk saya sebagaimana mereka menyayangi saya lebih dan mereka berbahagia karena saya akhirnya berubah untuk menutup sebagian aurat di kepala saya. Dan saya menangis bukan karena saya sedih. Tetapi, saya menangis karena lingkungan dimana saya berada mereka mendukung saya dengan segala keputusan saya ini. Terima kasih ya sekali lagi semuanya!

 

–Kenapa kok memutuskan berhijab?

Walau saya bukan seorang aktris papan atas yang menjadi panutan penggemarnya. Tetapi saya juga punya banyak alasan untuk menjawab alasan saya berhijab karena apa.

Allah telah menyentuh hati saya paling dalam beberapa tahun ini. Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam kehidupan ini. Semua itu tidak bisa saya jabarkan satu persatu dalam tulisan ini. Tetapi dengan kepergian orang-orang di sekitar saya menjadi hal yang kemudian saya pikirkan. Alangkah bahagianya kalau saya juga menjadi lebih baik untuk kemudian nantinya sudah giliran saya untuk kembali ke rumah Allah untuk selama-lamanya. Walaupun saya tidaklah baik dan tentu saja tidak sempurna, tetapi semoga ketika waktu itu tiba saya sudah menjadi lebih baik lagi.

Bapak saya sudah meninggalkan kami dari tahun 2011. Tahun yang sangat berat untuk saya lalui dan saya sadari bahwa dia sudah tidak ada untuk selama-lamanya. Selama itu juga saya berusaha menghapuskan duka dalam hidup saya dengan perbanyak tertawa dengan orang-orang sekitar saya. Saya melupakannya dengan belajar lagi dan lagi. Sampai saya harus bisa membunuh waktu yang sepi dan saya tidak lagi kepikiran Bapak saya. Semua itu berhasil saya lakukan.

Sampai ketika ada beberapa orang yang mengingatkan saya. Bahwa apa yang saya dapati di dunia ini tidak akan sebanding dengan yang akan kita tinggalkan. Bapak saya pasti bersedih hatinya karena melihat saya di dunia ini tidak lagi berbakti dengan baik. Hidup saya masih urakan gak karuan dan saya juga belum memperbaiki diri saya sendiri. Allah pasti menegur Bapak saya disana. Dan Bapak saya akan makin bersedih hatinya karena semua kecantikan, kesexyan yang ada di dunia ini semua akan sia-sia saja ketika kita menghadap Allah. Karena itu benar adanya. Dan saya kemudian beberapa kali bertemu dengan Bapak saya dalam mimpi yang bermuram durja hatinya. Dan memang ini sudah waktunya untuk saya berubah semoga apa yang saya pilih dan pikirkan bukan hal yang salah. Semoga saja.

 

–Beneran dari hati apa hanya ikutan trend berhijab saja?

Kebetulan saya serumah dengan Susi. Keponakan saya yang sudah berhijab dari dia SMP. Sampai saat ini susi sudah kuliah semester tiga. Perannya dalam kehidupan saya akhir-akhir ini banyak. Selain Mama yang mendukung saya untuk berhijab, Susi juga memiliki peran penting dalam keputusan ini. Dia jadi seksi konsultasi saya perihal hijab apa yang bisa saya gunakan, dan bagaimana yang bagus membentuk hijab di wajah saya. Dan Alhamdulillah dia anak yang baik walau kadang saya akui sikap saya menyebalkan terhadapnya, dia tetap saja baik terhadap saya. Terima kasih banyak yah, Sus..

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Bahwasannya Allah telah menyentuh hati, pikiran, dan jiwa saya dengan sedemikiannya. Allah menyayangi saya dengan caranya yang tidak bisa saya jelaskan. Banyak keajaiban-Nya dan cinta-Nya atas segala kuasa yang ada di dunia saya dan dunia ini.

Terkadang apa yang pernah kita rencanakan dan harapkan bisa saja tidak terjadi. Selama Allah memberikan petunjuk maka ikuti saja. Sejujurnya ada rencana besar untuk kehidupan saya di tahun 2017. Tetapi rencana itu tidak akan terlaksana. Entah dimulai darimana tetapi saya memutuskan dan juga saya merasakan petunjuk Allah kalau di teruskan tidak akan baik kedepannya. Dan sekali lagi, Allah menyayangi saya tanpa batas.

Pertanyaan ini sejujurnya paling susah saya jawab. Karena semua ini waktu yang membuktikan. Semoga saja saya tetap bisa mempertahankan kehormatan diri saya dengan segala apa yang saya kenakan setiap waktunya. Amiin.

Tahun 2017 banyak hal yang saya lalui. Ada kebahagiaan karena banyak mimpi dan target saya bisa dilalui dengan baik dan menyenangkan. Allah memberikan kemudahan dan rezeki yang tidak pernah putus, Alhamdulillah. Dan ada juga kesedihan karena banyak hal yang membuat saya sakit hati entah karena ada kebencian atau apapun itu. Semua sudah berlalu dan akan menjadi penutup yang manis untuk tahun 2017 ini.

 

–Berarti sudah persiapan pakaian dan hijabnya juga dong?

Saya percaya rezeki Allah tidak akan putus apabila kita berbuat kebaikan. Saya spontan saja minggu kemarin. Teman saya mendukung niat saya dengan mengatakan bahwa selama seminggu saya memiliki pakaian dan hijab pasti bisa. Dan karuan saja saya selalu menyiapkan apa yang saya harus kenakan besok dan seterusnya. Karena setelah saya cek lemari pakaian saya, semua pakaian kerja maupun kaos biasa adalah lengan pendek. Jadi saya menggunakan yang seadanya dulu sampai saya harus mengumpulkan satu persatu. Dan saya lagi mencoba dan semangat untuk mengumpulkannya. Sampai nanti saya punya koleksi yang lumayan banyak. Hahahaha.

 

–Beneran udah yakin memangnya?

Dan kalimat ini berulang dipertanyakan. Sejujurnya saya kadang masih suka sedih melihat koleksi pakaian saya, atau rambut saya yang selalu saya warnai. Tetapi, begitu saya menggunakan kembali hijab ini, semua rasanya begitu menenangkan. Saya menjadi pribadi yang berbeda. Ketika saya naik Transjakarta atau transportasi umum sebagai moda transportasi saya kekantor, semua itu terasa aman. Karena tidak lagi dipandang aneh atau dipandang yang gimana-gimana. 🙂

Insya Allah saya yakin atas pilihan saya.

Walau banyak pertanyaan yang harus dijawab. Tetapi, tidak semua pertanyaan itu harus terjawab juga. Karena pertanyaan yang satu terjawab akan menimbulkan banyak pertanyaan lain. Jadi, semoga pertanyaan-pertanyaan yang ada tetaplah menjadi kalimat tanya yang saling menjadi perhatian ungkapan sayang.

Terima kasih tidak terhingga untuk kalian semua yang senantiasa mendukung dan menyayangi saya sedemikiannya. Terima kasih untuk telah menjadi keluarga, sahabat, rekan, musuh, dan saingan yang luar biasa. Percayalah, tanpa kalian hidup saya tidak akan berwarna dan menyenangkan seperti saat ini.

Saya menyayangi kalian semua. 🙂

Regards,

Ndue.