Cirebon

Short Escape to Cirebon and Kuningan, West Java (2019)

Apakah kalian punya teman seperjuangan atau bahasa gaulnya ‘Genks’ dan merencanakan semacam perjalanan singkat di akhir weekend? Untuk sebagian kawula muda yang ada di Jakarta pasti mempertimbangkan Bandung dan Kawasan Puncak. Tetapi, ada satu tempat lagi yang tidak begitu jauh dari Jakarta, transportasinya mudah dan banyak pilihan, makanannya enak, ada tempat buat belanja sepuasnya dengan harga istimewa, kota tersebut bernama Cirebon dan Kuningan.

Kalau perginya barengan teman se-Genks untuk masalah sharing budget itu udah paling aman. Makin banyak orang yang ikut, makin sedikit kamu bayar patungannya. Tapi, kalau untuk biaya yang sudah pasti yah gak akan bisa dibagi lagi, ya.. contohnya harga tiket kereta api dan penginapannya.

Untuk kalian yang masih sering bertanya ke saya kalau ke Cirebon dan Kuningan itu kemana saja, kali ini saya bagikan beberapa tempat dan budget yang harus dikeluarkan untuk liburan short escape in weekend to Cirebon and Kuningan, here we go..

  • Untuk mengunjungi Cirebon kalau dari Jakarta ada 2 pilihan, kalau kalian ada yang punya mobil bisa langsung lewat tol Cipali kemudian ke arah Cirebon. Untuk alat transportasi ini hanya dibutuhkan biaya bensin dan makan di area peristirahatan. Tetapi, kalau mau sewa mobil dari Jakarta juga bisa, dan biayanya pasti lebih mahal dibandingkan naik kereta. Karena hitungan sewanya dari hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.
  • Pilihan selanjutnya kalian bisa menggunakan Kereta Api. Karena kami Jum’at pagi masih bekerja, jadi area yang enak untuk janjian dan mengejar waktu adalah di Stasiun Gambir dan pulangnya kami memutuskan untuk ke arah stasiun Gambir juga. Kalian bisa PP dari Pasar Senen, biayanya biasanya lebih murah.
  • Kali ini kami menggunakan Tiket kelas Ekonomi Premium Argo Cheribon dan Pulangnya menggunakan kereta Argo Muria.

***

Hari Pertama – Jum’at 30 Agustus 2019.

Membutuhkan waktu 3 jam saja untuk akhirnya kami sampai di Kota yang penuh dengan motif batik mega mendung. Karena kami sampai di Cirebon jam 23.30 hampir tengah malam, kami langsung menuju ke hotel.

Hotel yang kami pilih adalah Amaris. Pengalaman saya sebelum-sebelumnya, saya selalu merekomendasikan hotel ini apabila kalian ke Cirebon. Lokasinya hanya 140 meter dari stasiun bisa ditempuh dengan jalan kaki dan kalau fisik masih memungkinkan, kalian bisa mampir di warung-warung emperan yang masih buka di sekitar jalan dari Stasiun ke Hotel Amaris.

***

Hari Kedua – Sabtu 31 Agustus 2019.

Tujuan kali ini menjelajah kota Cirebon dan ini list yang kalian bisa kunjung:

  1. Goa Sunyaragi

Goa ini memang selalu istimewa untuk saya. Pernah kesini sebelumnya dengan Mama, teman kantor dulu dan kali ini sama teman-teman alumni kampus. Kalian hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 10.000,- untuk membeli tiket masuknya. Kalau kalian perlu penjelasan lebih, kalian bisa menggunakan jasa guide yang ada disana. Goa ini sangat instagramable! Jadi siapin outfit yang bagus supaya gak salah kostum, ya!

 

  1. Pusat Oleh-oleh Batik Trusmi

Puas berfoto di Goa Sunyaragi, kami memutuskan ‘ngadem’ dulu. Karena cuaca di Sunyaragi sangat panas, kami harus menyesuaikan suhu tubuh dulu. Batik Trusmi adalah penyejuk disiang ini. Kalau bingung, minta tolong ke Bapak Drivernya untuk mengantarkan ke pusatnya Trusmi, soalnya di Cirebon itu banyak outlet-outlet cabang Trusmi.

Selama 3,5 jam kami mengelilingi Trusmi, dan tetap saja masih kurang puas. Disini surga belanja murah dengan kualitas batik yang sangat bagus. Saya bahkan mengira kalau di Trusmi ini adalah pusat batik se-Jawa Barat. Saking luasnya tempat ini. Corry, Saya, Lidya dan Hafiz adalah pemecah rekor dalam belanja kali ini. Obed sama Hulman kemana? Ah… lupakanlah pria-pria tersebut. Mereka pasrah main game di handphone masing-masing.

 

  1. Makan Empal Gentong di Haji Apud

Kuliner makan siang kali ini kami pilih Empal Gentong Haji Apud. Di deretan ini banyak banget yang jualan empal gentong dan sate kambing muda. Belum afdol rasanya kalau belum nyobain empal gentongnya Haji Apud. Terbaik dari yang terbaik, menurut saya. Makanannya enak dan murah untuk rasa yang diberikan.

Menu andalannya kami pesan semua, dan saya rasakan kecuali es durian. Bukannya saya tidak menghargai ciptaan sempurna dari Allah, tetapi kalau durian saya beneran menyerah. Selain empal gentong, disini kalian juga bisa pesan banyak menu makanan salah satunya tahu gejrot.

 

  1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Saya lupa berapa harga tiket masuk untuk ke keraton, kisaran Rp. 15.000,- mohon dikoreksi kalau saya salah, ya. Tiket ini hanya untuk berkeliling Keraton Kasepuhan. Kalau tahun 2015 lalu ketika saya mengunjungi Keraton, masih bisa menyaksikan lukisan 3 Dimensi Prabu Siliwangi yang bisa berubah kaki dan matanya sesuai kita yang melihatnya. Juga gratis untuk melihat koleksi benda pusakanya.

Sejak kedatangan saya kedua tahun 2017 lalu, untuk benda pusaka, kereta kencana, dan lukisan Prabu Siliwangi sudah ditempatkan di museum berbeda tetapi masih di dalam satu wilayah Keraton. Dan kalian harus membeli tiket masuknya seharga Rp. 25.000,- atau Rp. 35.000,-

 

  1. Pantai Cirebon

Kali ini permintaan saya ke Bapak Drivernya cukup aneh. Karena penasaran setiap ke Keraton ada tulisannya pelabuhan yang mana artinya dekat dengan dermaga atau pantai. Saking penasaran gak pernah kesampaian akhirnya Bapaknya berbaik hati mengantarkan kami.

Saya lupa nama pantainya apa, intinya dekat dengan Keraton Cirebon. Disana ada perahu nelayan yang nantinya menawarkan jasanya untuk berkeliling di bibir pantai dengan membayar Rp. 15.000,- sampai Rp. 20.000,- saja.

***

Hari Ketiga – Minggu, 01 September 2019.

Kami menginap di Homestay yang ada di Desa Wisata Cibuntu – Kuningan. Homestay yang pernah meraih penghargaan tahun 2017 lalu adalah Homestay Teratai miliknya Simbahnya Mba Riska teman sekantor saya dulu. Untuk mengulang kenangan yang ada, kami memutuskan bermalam di Cibuntu dan besok paginya menjelajahi Desa ini.

  1. Desa Wisata Cibuntu

Kenapa bisa dilabeli Desa Wisata? Kalian harus datang ketempat ini untuk melepas penat pekerjaan di Jakarta. Udara disini sejuk, dan suasananya menentramkan hati. Kalau 2 tahun lalu belum ada signal masuk, kali ini Telkomsel dan XL sudah bisa menjangkau jaringannya. Indosat? Jangan ditanya… gak ada signal.

Jadi dengan pengalaman yang pernah ada, saya memutuskan untuk membawa permainan monopoli untuk mengakrabkan malam kita. Kami diberikan 3 kamar diatas, Simbah kakung dan putri menyiapkan banyak makanan, minuman, dan camilan untuk kami. Kami serasa pulang ke rumah Nenek dan Kakek.

Paginya, kami sedikit tracking di lereng Gunung Ciremai. Ketika membuka pintu pemandangan yang dilihat adalah Gunung Ciremai. Sejuk!

Di Cibuntu ini kalian akan menemukan situs peninggalan bersejarah. Tidak perlu risau, sudah ada papan informasinya untuk peninggalan-peninggalan tersebut. Dan yang istimewanya, di lereng gunung ini ada sumber mata air kahuripan, yang mana airnya bisa langsung diminum dari sumbernya.

Selain itu kalian bisa berfoto-foto di jalur tracking, kemudian di air terjun Curug yang mulai kering karena kemarau, dan berakhir di bumi perkemahan Cibuntu. Ngapain disana? Berenang dan sarapan mie.

Kalian hanya perlu membayar tiket masuk kolam sebesar Rp. 15.000,- untuk dewasa dan jajan aneka mie juga minumannya cukup Rp. 15.000,-

 

  1. Gedung Perjanjian Linggar Jati

Siapa disini yang pernah ingat tentang perjanjian linggar jati? Yap, perjanjian tersebut dilakukan di sebuah Gedung yang ada di Kuningan. Gedung ini sekarang menjadi museum. Saya selalu suka dengan museum dan selalu merinding kalau melihat peninggalan sejarah yang ada.

Cukup Membayar Rp. 2.000,- saja untuk pintu masuknya. Kalau perlu guide disana juga sudah tersedia. Diluar gedung ini kalian akan menemukan bendara Merah Putih yang konon sebanyak seribu bendera.

 

  1. Oleh-Oleh Pangestu, Cirebon

Karena waktu kami yang terburu-buru, kami memutuskan kembali ke kota Cirebon. Pemburuan selanjutnya adalah toko makanan. Gak afdol juga katanya kalau ke Cirebon pulang gak bawa oleh-oleh tape ketan.

 

  1. Nasi Jamblang Bu Nur

Untuk kulineran terakhir di Cirebon, saya ajak rombongan ke Nasi Jamblang Bu Nur. Dulu saya dan Mama pernah kesini dan ketagihan. Jenis lauknya banyak dan harganya juga gak mahal. Kecuali kalian milihnya menu seafood ya untuk lauknya jelas akan mahal. Jadi disesuaikan ada harga ada rasa.

 

  1. Kawasan Pecinan Cirebon

Corry penasaran dengan kue yang hanya bisa ditemukan di Cirebon. Kalau menurut saya kue ini kayak leker yang di Semarang, atau versi Dcreeps untuk yang ada di Mall. Kalau di Cirebon dalamnya dikasih pisang kemudian dilumerkan. Karena di toko yang satunya sudah tutup, kue ini bisa ditemukan di Kawasan Pecinan Cirebon.

 

Setelah itu kami memutuskan kembali ke Stasiun Cirebon untuk kemudian kembali ke Jakarta. Tugas saya sebagai leader tour ini sudah selesai. Ternyata ada beberapa tempat baru yang belum pernah saya kunjungi. Jadi jangan pernah bosan untuk beberapa kali mengunjungi tempat yang sama. Karena, disana kalian akan menemukan kenangan-kenangan baru yang berbeda.

Jadi kapan kalian ke Cirebon?

-ndueisndue-

2 Comments

  • Imas kurniawati

    Ahhh.. Keren abis tulisannya, sukaaaa.. bahagia banget bisa jadi bagian behind the story tentang Cirebon ini, yang aslinya memang Cirebon itu punya sesuatu yang harus dicoba dateng langsung. Ditunggu semuaaahh di Cirebon. TOP Bgt kaka Rini

    • ndueisndue

      Yah ampun ada Mba Imas disini.
      Hai Mba.. ^_^

      Terima kasih yah Mba udah selalu support aku dan geng riwil ini.
      Dikasih transportasi yang luar biasa keren.

      Untuk para reader ndueisndue.com kalau mau tanya seputar Cirebon boleh langsung ke Mba Imas atau saya, ya!
      Jangan ragu-ragu, Hayoook liburan ke Cirebon 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.