Korea Selatan

Mengejar Bunga Sakura Ke Jinhae, Korea Selatan (2019)

Bunga sakura identik dengan Negara Jepang, begitu pun yang saya percaya selama ini sampai akhirnya sahabat saya Corry mencetuskan untuk ke melihat bunga sakura di Korea Selatan. Jarang sekali Corry mengajak saya pergi ke suatu tempat selama kami berteman, karena racun terbesar dalam perjalanan selama ini adalah saya. Kali ini saya mengikuti keinginan sahabat traveling saya tersebut.

Perjalanan kami ke Korea ini di mulai dengan satu kata yakni ‘niat’. Tadinya kami hanya wacana saja kalau Negara selanjutnya setelah Hong Kong adalah Korea Selatan. Jadi yang bisa kami lakukan selama wacana tersebut adalah saling memantau harga tiket, cuaca disana, bahkan Corry menyogok saya dengan beberapa drama Korea untuk saya tonton dan kemudian memantapkan niat untuk berangkat.

Niat yang saya maksudkan diatas adalah ketika adanya Travel Fair yang diadakan oleh salah satu Bank berwarna merah tersebut dengan pesawat full service sekelas Cathay Pacific. Seperti semesta mendukung bahkan tempat dari acara tersebut di mall kesayangan kami yakni Lippo Mall Puri. Perjuangan 2 hari dan bermalam di Mall adalah suatu hal yang tidak akan saya lupakan sampai dengan saat ini. Ditambah lagi kartu saya sempat di reject karena tidak memperhatikan limit kartu, frustasi dan gak doyan makan pun tidur selama 7 hari pengajuan visa, semua terbayar tuntas dan bahagia dengan keberangkatan kami ke Korea Selatan untuk musim semi April tahun 2019.

Kali ini saya akan menuliskan perjalanan kami ke Jinhae semoga membantu kalian yang merencanakan Cherry Blossom di Negara Korea Selatan.

 

***

Busan, 09 April 2019.

Sesuai dengan itinerary yang direncanakan sebelumnya hari ini kami mengunjungi Jinhae dari Busan. Sebenarnya ada opsi lain dimana adanya bus yang mengantarkan kalian one day trip baik dari Seoul maupun Busan. Tetapi karena kami datang disaat selesainya festival musim semi di Jinhae sehingga untuk opsi diatas tidak bisa dipesan lagi. Juga, kami tidak menyiapkan budget  untuk one day trip ini.

Corry kali ini berperan penting dalam perjalanan ke Jinhae. Saya yang notabene tinggal pesan tiket di terminal bus saja bisa salah. Luar biasa! Saya sefrustasi itu. Mendadak semacam kena syndrome cuaca dingin jadi pikiran saya beku.

Kami pergi ke Seobu Bus Terminal, Busan. Dari sini kami memesan tiket menuju Jinhae, bukan Gimhae. Kejadian salah pembelian tiket ini karena saya baca di salah satu artikel bahwa pengucapannya sama, jadi saya percaya diri saya memesan tiket di loket dengan petugas yang melayani. Kejanggalan tersebut ketika saya bayar tiketnya jauh murah dibandingkan yang seharusnya ke Jinhae. Selanjutnya ketika di bus, Ahjussinya kayak curiga kami salah bus, jadi kami diminta keluar untuk membaca lagi yang bener Gimhae apa Jinhae. Daebak! Saya salah pesan, karena selang satu bus ada yang jurusan ke Jinhae.

Saya gak bisa membayangkan kalau Ahjussinya tidak meminta kami keluar, pasti tujuan kami ke Gimhae. Yang mana saya menyadari itu kampungnya Choi Taek di film Reply 1988, Taek ini satu-satunya aktor Korea yang sukses buat saya ngefans sampai gak bisa tidur berhari-hari. Aigo.. atas dasar kesalahan ini, saya membeli tiket dengan jurusan yang benar dan harganya sesuai dengan artikel yang saya baca.

  1. Mata Uang di Korea Selatan

Korea Won ( KRW ) adalah mata uang yang berlaku untuk transaksi selama di Korea Selatan. Pada saat kami ke Korea bulan April 2019, niai tukar Indonesia Rupiah ke Won stabil di angka Rp. 14 / 1 Won.

 

  1. Transportasi dari Busan Ke Jinhae

Busnya ada di Seobu Bus Terminal Busan. Kalian bisa pesan tiketnya baik di loket maupun di vending machine dengan menggunakan kartu berlogo Visa atau Mastercard harganya sama saja. Jarak antara bus satu dengan yang lain kisaran 30-45 menit saja. Platform tunggunya sudah tertulis di tiket, untuk nomor kursinya kalian bisa memilih sesuka hati.

Jarak dari Busan ke Jinhae sekitar 1 jam. Selama perjalanan ini saya sarankan jangan ketiduran karena sepanjang jalanan ada pemandangan yang tidak ada di Indonesia. Bunga sakura bermekaran disepanjang jalan. Luar biasa cantik!

Harga tiket bus sekali jalan adalah 5.500 Won.

  1. Tempat musim semi di Jinhae

Saat itu kami berpacu pada satu tempat yang selalu menjadi icon festival musim semi di Jinhae yakni Gyeonghwa Station dan Romance Bridge Yeojwa-Cheon.

Untuk memasuki wisata ini gratis tidak dipungut biaya apapun. Hanya saja kalian harus sabar untuk bertanya dimana lokasi dan transportasi bus disana karena semua tertulis dengan bahasa korea yang mana saya sama sekali tidak bisa membacanya. Buta huruf begitulah rasanya.

 

  1. Bertemu teman seperjalanan

Dalam bus menuju Jinhae kami bertemu dua orang yang ternyata dari Indonesia. Adalah Mba Nara dan Mba Juwita yang akhirnya menjadi teman kami menyusuri Jinhae sampai kembali ke Busan. Mba Nara yang membantu kami membaca tulisan bahasa korea tersebut dan bertanya ke Ahjuma disana dimana harus turun dan naik bus apa.

Kami sempat nyasar tetapi bukan perjalanan kalau tidak ada ceritanya. Karena salah bus tersebut, kami justru bertemu dengan orang-orang yang sama kesasarnya. Jadilah kami sekelompok turis yang nyasar untuk menuju Gyeonghwa Station. Tidak perlu khawatir, Ahjuma dan Ahjussi disana baik-baik. Walau mereka tidak fasih Bahasa Inggris, tetapi mereka selalu mencoba membantu kami. Khamsahamnida!

 

  1. Siapkan T-Money

Sama seperti di Seoul, transportasi di Jinhae dan Busan juga menggunakan T-Money. Jadi pastikan saldo kalian mencukupi untuk berkeliling di Jinhae. Walaupun disediakan shuttle bus selama festival musim semi ini, tetap saja lebih baik menyiapkan daripada kehabisan.

Shuttle bus disediakan untuk berkeliling menuju obyek wisata yang ada di Jinhae. Kalau dari awal kami tahu ada fasilitas ini pasti kami memanfaatkan tanpa harus kesasar kesana-kemari. Tetapi semua itu pengalaman yang tidak bisa digantikan apapun.

 

  1. Waktu Mekar Bunga Sakura

Musim sakura tahun 2019 ini maju 1 minggu dari tahun 2018 lalu. Awalnya saya sedih mengetahui hal ini, karena kami berpikir akan sia-sia untuk mengunjungi Jinhae. Ternyata semua itu salah, walau bunga sakuranya sudah tidak mekar dalam kondisi yang sempurna, tetap saja Jinhae menjadi rumah bunga sakura dimana-mana. Sepanjang jalan diwilayah Jinhae penuh dengan bunga sakura. Siapapun yang memandang akan berdecak kagum dan bersyukur akan kesempatan yang pernah ada di dunia ini.

Corry selalu menyemangati saya kalau salah satu kebahagiaan dari perjalanan kami ke Jinhae kemarin bukan terletak di bunga sakuranya, tetapi bisa berfoto dengan icon kepala kereta Korail dengan bunga sakura dibelakangnya adalah hal yang luar biasa. Karena mungkin orang akan pergi ke Seoul belum tentu ke Jinhae, atau bisa saja orang-orang pergi ke Busan belum tentu ke Jinhae.

Kalau kalian berpatokan pada waktu mekar bunga sakura akan ada perbedaan tiap tahunnya, tahun 2019 ini di Jinhae ada di akhir Maret – awal april 2019 (kisaran tanggal 4).  Tiket kapanpun yang kalian dapatkan baik mekar penuh atau tidak, kalian harus mengunjungi Jinhae karena pengalamannya saya yakin menyenangkan dan beda dari yang lain.

Walau ketika kami ke Jembatan romantis tersebut bunga sakuranya berganti dengan daun ada hal baru yang bisa kami temukan disana. Corry berbahagia karena akhirnya dia menemukan Coca Cola dengan botol edisi musim semi. Botol ini dibawa sampai ke Indonesia untuk kenang-kenangan.

Kami bersyukur karena yang selama ini hanya bisa dilihat menggunakan google bisa kami kunjungi secara langsung. Bahkan ada jejak kami ditempat itu. Bahagia!

  1. Total biaya seharian di Jinhae

Tidak banyak uang yang kami keluarkan seharian berkeliling Jinhae. Berikut rinciannya:

  • Tiket PP Busan-Jinhae KRW 11.000
  • Tiket masuk wisata : Free
  • Bus di Jinhae menggunakan T-Money : KRW 5.000
  • Jajan di Jinhae KRW 3.000
  • Strawberry KRW 5.000

Total : KRW 24.000,- strawberrynya sharring cost jadi harganya sudah saya bagi 2. Kalau dirupiahkan menjadi Rp. 336.000,-

Suatu perjalanan yang menyenangkan ketika akhirnya hal yang mustahil bisa terjadi dengan bantuan dari Sang Maha Kuasa. Saya percaya kalau Allah selalu membantu saya dengan cara-Nya yang misterius. Seperti halnya bisa bertemu dengan Mba Nara dan Mba Juwita. Dalam hal ini Mba Nara dan Corry bertugas sebagai navigator kami, hanya mereka yang bisa membaca Naver Maps dan tulisan dalam bahasa Korea. Saya dan Mba Juwita bertugas menjadi seksi hore-hore.

Sebagai informasi saja bahwa di Korea Selatan aplikasi google maps tidak berfungsi, satu-satunya yang bisa digunakan dengan mudah dibaca adalah Naver Maps.

Kalau saja kami tidak ke Jinhae, tidak akan bertemu dengan 2 rekan yang hebat dan mengisi perjalanan kami dengan cerita dan ketawa bahagianya. Seperti yang selalu saya sampaikan kepada mereka kalau pertemuan ini bukanlah yang pertama dan terakhir, saya percaya akan ada waktunya kami bertemu kembali suatu saat, bisa di mana saja, atau bahkan bisa saja disaat kami merencanakan perjalanan ke suatu Negara. Percaya saja. 🙂

Terima kasih untuk kalian bertiga yang membuat masa muda saya makin berwarna. Tidak akan ada lagi penyesalan atas terlambatnya datang ke Jinhae.

Regards,

-ndueisndue-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.