Myanmar

Explore Bagan, Kota Seribu Candi di Myanmar

Explore Old Bagan

Explore Bagan kota seribu candi di Myanmar memang tidak cukup dalam sehari atau dua hari. Benar yang saya baca di internet kalau kota ini sangat cantik dan membekas di hati saya. Kota yang membuat saya dan Archa berdecak kagum karena wisatanya benar-benar indah untuk dijaga oleh siapapun. Bahkan, ketika harus meninggalkan Bagan saya menangis. Saya merasa akan meninggalkan kota dimana candi hanya berjarak meter-an saja. Kota dimana saya merasa ini lukisan hidup karena perpaduan antara pepohonan, candi, dan awannya benar-benar indah. Kota dimana saya merasakan paru-paru Negara Asia terbesar ada di Bagan. Kota dimana saya berjanji untuk mengunjunginya kembali untuk melepas rindu yang semakin membuncah setiap kali saya mengingat Bagan. Ah, Bagan kamu terlalu cantik untuk dilupakan.

Painting world in Bagan

Menyambung tulisan saya sebelumnya bahwa pertama kali kami sampai di Bagan sudah ada perseteruan antara Bapak pengemudi Taksi dengan kami yang hanya terlihat sebagai turis asing. Hal ini disebabkan karena kami naik Bus Lokal bukan seperti JJ express yang sudah terkenal oleh turis mancanegara. Kami bersyukurnya bertemu dengan Pak Min yang dari semalam satu-satunya orang yang membantu kami berbicara dengan Bahasa Inggris.

Baca juga tulisan saya untuk : Transportasi selama di Yangon

Kami bertemu dengan Pak Min di Bus Mandalay Min Express. Kursi kami bersebelahan dengan Pak Min dan Kakak iparnya. Selama di Bus, Pak Min yang membantu kami berkomunikasi dengan pramugara bus tersebut. Karena ternyata Mas Pramugaranya tidak fasih berbahasa inggris. Setelah perdebatan antara kami dengan Ibu-Ibu yang ada di kursi depan kami, kami berhasil dipindah di kursi paling belakang. Perselisihan tersebut karena kursi Ibunya di atur sampai seperti flat kebelakang, itu membuat gerak kami menjadi sempit dan terbatas. Sebenarnya tidak ada yang salah, tetapi saya selalu bilang ke Archa bahwa kita harus ada etika juga, jadilah Pak Min yang membantu bicara ke Mas Pramugaranya untuk memindahkan kami. Dasar ya… Kami ini. Karena posisinya Bus sepi jadi yasudahlah kami dipindah ke belakang.

***

Bagan, 22 Oktober 2019

Hidden Temple in Bagan

Kami sampai di terminal Bagan Shwe Pyi hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tas kami di bagasi bus, kemudian menyiapkan mental kembali untuk mencari moda transportasi yang bisa mengantarkan kami menuju lokasi sunrise di Bagan. Kami sampai jam 05.00, suasana masih gelap gulita. Setelah diskusi dengan Pak Min, kami mau diantarkan menggunakan mobil yang menjemput Pak Min di Terminal untuk karena kami sudah lelah berdebat dengan pengemudi Taksi. Kami menolak tawaran Pak Min, karena kami yakin di luar sudah ada andong atau tuk-tuk yang mengantarkan kami. Perdebatan ini terjadi karena Pengemudi Taksi bilang bahwa tidak ada andong atau tuk-tuk yang beroperasi segelap ini, padahal saya baca ada beberapa artikel yang menyatakan mereka sudah standby untuk bisa di sewa. Hanya saja kami kurang percaya diri dan salahnya kami ketiduran di Bus sampai dengan Bus berhenti. Hal ini menyulitkan kami untuk tidak melihat kondisi sekitar terminal sebelum bus berhenti di dalam.

Petugas taksi tersebut memaksa kami untuk menggunakan moda transportasinya. Ketika kami menanyakan ke Pak Min untuk bertanya lokasi tuk-tuk atau andong, Archa kena semprotan nada tinggi. Akhirnya kami putuskan makin pura-pura tidak mendengar. Saya melihat ada pasangan bule yang membeli tiket di loket bus kami, kemudian saya tanya apakah memungkinkan kami share cost dengan mereka, dan rasanya tidak mungkin. Saya tahu Bahasa isyarat dari perempuannya, dan karena pengemudi taksi tersebut membututi kami, bule prianya memberikan isyarat kami keluar saja, disana ada tuk-tuk yang menunggu mereka tidak bisa masuk ke dalam terminal karena aturannya begitu. Ah, memang ya kalau sudah bertemu dengan bule-bule itu mereka udah mentalnya memang luar biasa. Mereka selalu menyelamatkan kami dari biaya yang mungkin lebih besar untuk kami keluarkan.

With Archa for explore Bagan

Kami berpamitan dengan Pak Min dan Kakak Iparnya. Kami berjalan keluar dengan pasti walau masih saja dirayu dan harganya diturunkan. Kami menemui barisan tuk-tuk dan negosiasi harga yang membuat kami bahagia, perjalanan untuk explore kota Bagan resmi dimulai.

  • Mata uang Negara Myanmar 
Secret Temple in Bagan

Nama mata uang di Myanmar adalah Myanmar Kyat (MMK) dibacanya Cyat. Uang kyat kalian bisa tukar dari USD yang ada di Bandara. Karena kemungkinan di Indonesia tidak ditemukan money changer yang menyediakan kyat. Baiknya membawa USD dan ditukar di Bandara Yangon. Ratenya juga bagus, jadi tidak perlu khawatir.

1 Cyat = 10 Rupiah. Konversi yang tidak membuat saya migrain karena mudahnya. 1 USD = 1.527 kyat.

Sebagai contohnya harga jus disana 1.000 kyat, kalau di konversi ke mata uang rupiah adalah Rp. 10.000,- murah, kan?

  • Transportasi di Bagan
Ebike and Secret Place in Bagan

Selama di Bagan kami menyewa E-Bike, atau motor dengan tenaga listrik. Biasanya di hotel sudah menyediakan E-Bike yang bisa disewa dengan tarif tertentu dan durasi tertentu. Harga untuk satu hari itu bisa dihitung dari pagi sampai sore atau dari berburu sunrise sampai dengan sore. Tergantung kebutuhan kalian.

Kami menyewa 2 hari, untuk hari pertama kami menyewa dari pagi sampai dengan jam 7 malam, besoknya kami menyewa dari jam 5 pagi sampai jam 1 siang. Harganya ada di bagian bawah postingan ini, ya!

Sebelum menemukan hotel dan E-Bike, dari terminal kami menggunakan tuk-tuk harganya juga murah-meriah. Dan dari Hotel menuju terminal untuk menuju Mandalay kami menggunakan bus yang menjemput kami dari JJ express. Karena kami memesan secara online jadi ada tambahan biaya sebesar 1.500 kyat/orang. Kalau membeli tiket via hotel ada fasiltas jemput secara gratis, tetapi kami tidak tahu berapa tiketnya karena tidak menanyakan ke resepsionisnya.

  • Tiket masuk di Bagan
entrance ticket in Bagan

Pada saat memasuki kota Bagan, kami membayar tiket masuk yang berlaku untuk 5 hari explore kota Bagan. Pilihan membayarnya ada 2 opsi, yakni 19 USD atau 25.000 kyat. Karena perhitungannya si Archa lebih murah menggunakan kyat, maka kami membayar 25.000 kyat.

Setelah dilapangan kami bertemu dengan beberapa orang yang tidak membayar tiket masuk tersebut. Rasanya sedih banget. Bagaimana bisa para turis tersebut tidak membayar tiket ini? Padahal, dengan harga segitu ikut membantu perbaikan dengan pengembangan candi-candi yang ada di Bagan. Ternyata, pembahasan turis gelap ini banyak juga. Ketika saya membaca beberapa artikel, ada saja caranya untuk bebas masuk ke Bagan. Dengan uang segitu kalian bisa merasakan keajaiban dunia yang secara nyata adanya. Jadi jangan pernah ditiru yah pembaca blog ini. 

Dengan membayar hanya 25.000 kyat, kalian sudah membantu pariwisata di Bagan, terlebih dari itu, kalian sudah melaksanakan kewajiban kalian sebagai turis yang ada di Bagan. Turis yang baik. Gak akan rugi, kok. Saya jamin dengan uang segitu kalian tidak akan pernah menyesal memasuki Bagan. Jadi jadilah turis yang baik dimanapun kalian berada, ya!

  • Hotel di Bagan
Breakfast with temple view in Bagan

Menurut Pak Min beberapa hotel di Bagan bisa menerima tamu dengan early checkin atau masuk ke kamar sebelum waktu yang ditentukan. Karena hotel-hotel ini memahami bahwa sebagian turis sampai di Bagan pagi hari. Setelah mensurvey lokasi sunrise untuk kami berburu esok hari, kami diantarkan oleh Bapak tuk-tuk ke hotel kami yaitu Hotel Temple View Bagan.

Harga untuk hotel ini menurut kami murah kisaran 200 ribuan per orang untuk semalamnya dan sudah termasuk sarapan pagi. Begitu sampai, kami tanyakan apakah memungkinkan kami memasuki kamar sebelum jam 2 siang, karena saat itu baru jam 7.30 pagi. Kalaupun tidak boleh masuk setidaknya saya mau pinjam toilet untuk ganti baju setelah seharian tidak mandi kemarin. Dan kami diperbolehkan masuk jam 08.00 pagi! Menyenangkan akhirnya kami bisa merasakan kasur, mandi, dan bebenah untuk seharian explore Kota Old Bagan.

  • Kemana saja di Bagan?
between temple in Bagan

Explore Kota Old Bagan ini benar-benar mengasyikan. Dengan E-Bike yang kecepatan maksimalnya hanya 20KM/Jam membuat tangan saya gosong dan berkoyo dimalam hari. Di Bagan ini kalian bisa menemukan ribuan candi, mereka hanya berjarak meteran saja. Candinya mudah ditemukan di pinggir jalan ataupun harus masuk kedalam jalanan kecil.

Candi tersebut kita namakan hidden temple.

Kalau untuk candi-candi yang terkenal seperti Candi Ananda yang juga menjadi icon dari Kota Bagan tersebut menjadi tempat yang wajib kalian kunjungi. Untuk masuk ke Candi Ananda diperlukan tiket masuk yang kami bayar 25.000 kyat tersebut. Disinilah baru ketahuan turis yang benar-benar membayar atau turis gelap. Memasuki Candi Ananda seperti memasuki kerajaan yang ada di India. Bangunannya unik dan cantik banget.

Beberapa candi terkenal memang ada di maps yang kami temukan dari hotel. Tetapi namanya juga Ndue dan Archa, nyarinya yang aneh-aneh. Kami nekat jalan ke sawah-sawah atau jalanan kecil untuk menemukan candi-candi yang jarang ditemui dan difoto. Walau beberapa kali saya merasakan sedikit ketakutan saking jauhnya dari jalan raya dan sepinya suasana disana.

Ananda Temple in Bagan

Kami selalu bahagia kalau menemukan turis-turis yang mengikuti jejak kami atau kami mengikuti mereka karena tandanya kami tidak sendirian. Explore candi yang ada di Bagan ini memang dibutuhkan keahlian mencari jalan dan insting berburu yang baik. Semua candinya bagus banget, dan yang uniknya setiap candi baik berukuran kecil maupun besar, ada patung Buddha didalamnya. Selalu jaga etika dan lepas sandal juga kaus kaki kalian, ya!

  • Lokasi sunrise dan sunset di Bagan
Sunrise in Bagan

Beberapa artikel bahkan postingan di Instagram menuliskan bahwa untuk mendapatkan foto yang bagus saat matahari terbit di Bagan, kalian bisa memanjat candi yang ada di Bagan. Guys, saya sangat menyayangkan akan hal tersebut. Memang beberapa tahun yang lalu masih ada beberapa candi yang bisa dipanjat, juga karena luasnya wilayah dan banyaknya candi yang ada di Bagan, itu adalah hal yang mustahil untuk penjaga candi mengecek satu persatu.

Wonderful Sunset in Bagan

Menikmati atau mencari lokasi foto terbaik itu tidak harus memanjat candi. Saya selalu prihatin karena bagaimanapun ini bangunan yang harus kita jaga. Tempat yang harus kita hormatin. Tidak harus menghalalkan banyak cara untuk sebuah foto. Candi-candi tersebut lebih pentingnya daripada sebuah eskistensi. Jadi sangat tidak disarankan memanjat candi, karena banyak candi yang sudah runtuh akibat gempa yang melanda Bagan beberapa tahun yang lalu.

Pada saat kami kesana, masih saja ada turis yang memanjat candi di pagi hari. Warga lokal atau pelukis yang kami temui hanya bisa marah dalam hati, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk meluapkannya, Bagan lagi sepi dengan pengunjung jadilah mereka hanya melihat tanpa bisa berbuat apa-apa. 

Sunset in Bagan

Turis berdatangan ke Bagan sesekali, tetapi bisa saja merusak apa yang ada di Bagan untuk selamanya. Bangunan yang ada di Bagan itu asli dan peninggalan yang wajib harus dijaga oleh siapapun baik warga Bagan ataupun turis yang berdatangan. Jadilah turis yang baik dengan tidak merusak apa yang ada.

Kecuali memang ada beberapa candi besar yang diperbolehkan oleh petugas disana, hal yang diperlukan adalah menyediakan tiket yang sudah kami bayar. Karena memang ada lokasi tertentu untuk berburu sunrise ataupun sunset di tempat tersebut.

Untuk yang berencana ke Bagan harus diperhatikan etika yang ada, ya!

  • Tips untuk explore Kota Old Bagan
Backpacker ke Bagan

Kalian wajib menjadi turis yang baik dengan membayar tiket masuk di Bagan dan menjaga untuk tidak memanjat candi yang tidak dibuka untuk umum. 

Untuk makan siang kami jalan ke daerah yang banyak turisnya. Saya lupa restaurantnya namanya apa, tetapi makanannya enak dan jusnya luar biasa segar. Hanya 6.000 kyat kami menikmati makanan enak dan segar.

Untuk makan malam kami makan disekitaran hotel saja, karena Bagan suasana malam hari itu sangat sepi di lokasi hotel kami. Ada warung lokal yang mana masakannya terenak untuk nasi goreng yang saya makan selama di Myanmar. Hanya dengan membayar 3.000 kyat saya bisa makan dan minum jus enak.

Lokasi tersembunyi di Bagan

Jangan lupa untuk melepas alas kaki baik itu sepatu, sandal, dan kaus kaki ketika kalian memasuki candi-candi yang ada di Bagan. Jadi bersiap-siaplah kepanasan seperti yang saya rasakan sama Archa ketika memasuki Candi Ananda tepat jam 12 siang. Kaki rasanya perih banget, tetapi itu semua sebanding dengan suasana dan hasil foto yang ada. Selalu menghormati warga dan biksu yang beribadah dengan tidak membuat suara gaduh.

Jus yang ada di Bagan semuanya enak dan segar. Harganya juga kisaran 1.000 – 1.200 kyat saja. Jangan lupa di cobain, ya!

Bagan kotanya panas banget, supaya puas explore kota Old dan New Bagan kalian jangan sampai dehidrasi. Harga air mineralnya per 1 liter hanya 500 kyat. Murah meriah.

Spot sunrise in Bagan

Semua candid an pepohonan yang ada di Bagan itu cantik banget. Berkali-kali saya bilang ke Archa ini beneran kayak lukisan. Tetapi nyata di depan pandangan kita. Jadi semua bisa difoto tanpa harus memanjat. Tidak salah kalau kemudian hati saya terpaut di Bagan.

Naik E-Bike jangan takut untuk jatuh. Kecepatannya hanya 20 KM/Jam. Dan untuk mencari lokasi candi, jangan heran kalau jalananya masih ada yang berpasir dan sepanjang jalan kalian akan menemui banyak anjing. Jangan takut, mereka jinak. Tadinya saya sempat ketakutan karena anjingnya benar-benar didepan kaki saya, ternyata mereka tidak ngapa-ngapain juga. Stay cool and take a picture, cheers!

Sunrise View in Bagan

Kalau kalian foto di hidden temple yang mana masih banyak rumputnya, hati-hati ada seperti rumput ilalang tapi mereka bisa menempel di baju dan kemungkinan juga melukai kulit kalian. Menurut Archa ini seperti tanaman yang menjaga candi tersebut tidak dirusak pengunjung. Memang benar, kita harus hati-hati melangkah dan menemukan jalan setapak yang terbebas dari rumput ilalang tersebut.

  • Biaya selama di Bagan

Untuk detail biaya explore kota old dan new Bagan ada dibawah ini, ya! Untuk hal-hal yang kalian mau tanyakan bisa langsung komentar dibawah ini atau cek saya via Instagram. 🙂

Detail cost in Bagan

Pesan saya sekali lagi, jadilah turis yang baik! Selamat berlibur dan menikmati dunia lukisan tersebut yang bernama Bagan.

Beautiful Bagan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.