Menyelusuri City Tour di Ho Chi Minh City

Akhirnya bisa berfoto di Icon Ho Chi Minh City 🙂

Melanjutkan cerita perjalanan ala traveler abal-abal yang kami lakukan di hari ketiga yakni berkeliling city tour di Ho Chi Minh City. Sebelumnya saya minta maaf karena jeda penulisan perjalanan sebelumnya lebih dari satu bulan, bukan karena saya sengaja tidak menulisnya, tetapi karena di Bulan November akhir sampai awal Desember saya cuti panjang karena ibadah Umroh. Setelahnya saya sisipkan satu tulisan perihal beberapa pertanyaan yang tidak terbalas ketika Umroh kemarin.

Dan tulisan itu kalian bisa baca disini : Perjalanan Umroh Ndue-2018

Hari ketiga – Senin 15 Oktober 2018.

Selesai sarapan terakhir di Rosa Hotel kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan mulai dari jam 07.30. Lebih cepat 30 menit dari jadwal yang kami buat sebelumnya. Karena kondisi di jalanan yang tidak menentu dan kami harus sudah ada di loket Bus Mekong Ekspress jam 12.15 untuk persiapan berangkat ke Cambodia. Jarak antara Rosa Hotel dengan loket Bus sebenarnya hanya 400 meter saja, tidak terlalu jauh dan tidak membutuhkan waktu lama. Waktu tempuh untuk berjalan kaki hanya 10 menit saja, tetapi karena saat itu kami membawa tas jadinya sebentar-sebentar istirahat. Waktunya jadi 20 menit, dan kami sampai di loket Bus jam 12.30.

Continue reading “Menyelusuri City Tour di Ho Chi Minh City”

Ngebackpacker ke Chu Chi Tunnel, Yuk!

Gerbang masuk Chu Chi Tunnel.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Minggu pagi di Ho Chi Minh City, adalah waktu yang disepakati untuk kami mengunjungi Museum Chu Chi Tunnel. Museum yang bukan sekedar museum. Di tempat ini kami bisa merasakan langsung bagaimana menjadi tentara Vietnam saat perang melawan Amerika dulu. Dan menurut sejarah tentara Vietnam pintar dalam strategi walau bisa dilihat persenjataan mereka juga tradisional, mereka sukses mengalahkan Amerika. Atas dasar itu juga saya penasaran ingin mengunjungi museum tersebut.

Bersyukur itinerary yang saya susun disetujui oleh Acha. Karena pemikiran kami sama, kami harus mengunjungi museum tersebut. Dan karena saya diberi kewajiban menyusun itinerary selama di Vietnam maka saya membuatnya serinci dan semurah mungkin. Prinsip kami masih teguh untuk backpacker setengah-setengah. Dalam arti setengah berjuang untuk mengecilkan biaya hidup, tetapi setengahnya kami ingin tidur di hotel yang nyaman untuk beristirahat.

Continue reading “Ngebackpacker ke Chu Chi Tunnel, Yuk!”

Bui Vien Night Walking Street – District Vietnam

Bui Vien Night Walking Street.

Menyambung tulisan saya sebelumnya ketika kali pertama sampai di Ho Chi Minh City. Kalian bisa membacanya disini.

Tepat jam 19.30 malam kami memutuskan untuk turun kebawah. Yang pertama dilakukan adalah mengambil paspor kami setelah selesai proses penginputan data kami sebagai tamu di hotel tersebut. Mungkin Mba Resepsionistnya tidak tega melihat kami yang wajahnya udah gak karuan. Saya lagi mabok parah karena jetlag, si Chacha juga udahan kelelahan bawa tas kerilnya. Aduh, Cha.. padahal baru jalan 500 Meter saja lho ya. Hahaha. Jadi si Mbanya meyakinkan bahwa kami lebih baik diantar menuju ruangan kami nanti setelah 30 menit bisa kebawah untuk mengambil paspornya.

Jam 19.30 jalanannya masih lenggang.

Continue reading “Bui Vien Night Walking Street – District Vietnam”

Hello Ho Chi Minh City!

Before depart from Jakarta. Herewith my bestfriend, Archa!

Vietnam adalah Negara pertama untuk memulai Asian Trip saya kali ini. Untuk perjalanan kali ini saya ditemani oleh sahabat saya bernama Archa, atau ChaCha yang mana kalau diartikan dengan bahasa Thailand berarti pelan-pelan. Dan sesuai dengan kesepakatan awal bahwa perjalanan ini kami sepakati dengan tidak terlalu ngoyo. Kalau dirasa lelah, kami memutuskan untuk beristirahat kemudian melanjutkannya lagi.

Karena itu kami resmi menamakan perjalanan ini Backpaker Asian Trip with 3 Countries only in a week. Dibilang nekat kok iya. Dibilang keren kok iya. Dibilang gembel kok iya. Dibilang kere juga iya. Atau pas nanti di Thailand dan Cambodia kami dibilang sok kaya juga iya. Intinya sematan apapun berlaku untuk kami diperjalanan ini.

Continue reading “Hello Ho Chi Minh City!”