Kegalauan Lavina

Setelah hampir 2 tahun lamanya Lavina menemani saya berlibur ke beberapa Negara tetangga dan tentunya juga Indonesia, saya memutuskan untuk mengupgrade keadaannya. Lavina saya ibaratkan teman baik atau sahabat saya. Lavina juga butuh di perbaiki atau didandani supaya lebih elok lagi. Setelah juga harapan yang pernah saya tuliskan ketika menutup tahun 2017 lalu, dimana impian saya tahun ini diberikan rezeki yang tidak disangka untuk menambah kecantikan Lavina, maka saya putuskan hari ini untuk bertanya atau check up Lavina di tempat yang seharusnya.

Perasaannya gimana? Yah galau sama gundah. Sama halnya ketika saya harus pergi ke dokter rasanya gak karuan. Bedanya, Lavina adalah barang yang mudah tergerus oleh waktu. Tergantung kuatan mana yang membayar. Sedangkan untuk menggantikan Lavina adalah hal yang tidak mungkin untuk saya.

Continue reading “Kegalauan Lavina”

Berbicara Resolusi 2018

Semoga juga bisa punya sawah. Amin 😀 😀

Apa kabar 10 hari pertama di tahun 2018? Bagaimana kehidupan awal tahun 2018? Menyenangkan, kah? Bahagia, kah?

Kalau cerita saya di 10 hari pertama ini luar biasa seperti permen bermacam-macam rasanya. Yah, namanya juga hidup. Kalau dilanda perasaan dan cerita yang ngedatar bisa dikatakan ada yang salah dengan kehidupan kalian. Maka, carilah kebahagiaan dan kesedihan lainnya. Eh!

Tahun 2018 saya awali dengan berangkat ke kantor sangat telat. Salah perhitungan membuat saya akhirnya kalah dalam waktu yang disiplin. Bagaimana tidak, alih-alih berharap penumpangnya sepi, malah ada antrean mengular untuk masuk ke dalam halte dan beberapa delay dari transportasi kesayangan saya yang biasanya selalu ada dalam hitungan menit, kini jadi menjadi puluhan menit. Karuan saja, 2018 saya buka dengan luar biasa payah untuk kedisiplinan saya sendiri.

Continue reading “Berbicara Resolusi 2018”

There’s Always Hello for 2017

Hello 2017,

Saya luar biasa berbahagia bisa terus beriringan dan bersama denganmu. Terima kasih, ya! Kalau saja kamu menanyakan kenapa saya harus berterima kasih? Karena banyak hal luar biasa yang terjadi selama saya dan kamu bersama setahun kemarin. Tiga ratus enam puluh lima hari lamanya akhirnya saya bisa membuka dan menutup tahun bersamamu. Dan banyak kenangan dan kebahagiaan yang tercipta selama kita beriringan setahun ini.

Continue reading “There’s Always Hello for 2017”

Ndue’s Journey to Desa Wisata Cibuntu (Kuningan) and Cirebon (August, 2017)

Pada saat saya berkunjung ke Cirebon, saya masih belum berhijab. Jadi harap dimaklumi lihat saja isi ceritanya. Sebagian foto sudah saya putuskan untuk tidak diposting. Karena bagaimanapun setiap manusia memiliki kehidupan masa lalunya. Dan mungkin tulisan pembuka ini akan saya gunakan beberapa kali untuk penulisan perjalanan saya yang lain.

Panorama Cibuntu – Kuningan Jawa Barat. * * Sabtu, 26 Agustus 2017. Saya dan rekan-rekan 1 team accounting berkesempatan mengunjungi desa wisata Cibuntu. * * Menginap di salah satu homestay terbaik yang ada di Cibuntu bernama Teratai dari kakeknya @rizqa_melia selain homestaynya bersih dan cantik, lokasinya juga sangat strategis. * * Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apa yang menarik dari desa ini sehingga banyak homestay yang disini. Dan terjawab sudah ketika pagi hari kami menelusuri tempat-tempat yang ada di kawasan desa ini. * * Penduduknya ramah dan luar bergotong-royong, banyak hasil olahan yang bisa dijual. Suasana pegunungan yang sejuk, kawasan purbakala, mata air kahuripan, dan air terjunnya. * * Sejuk dan suasananya candu untuk saya datang kembali. Semoga ada kesempatan lain waktu untuk saya berkunjung kembali. * * #kuningan #cibuntu #traveler #traveling #panorama #mountain #holiday #traveling #traveler #jalanjalan #trip #likeforlike #sunrise #green #trip

A post shared by NDue 'Rini Astuti Handayani' (@ndueisndue) on

Cirebon adalah tempat ke empat dalam urutan tempat yang paling saya rindukan untuk kembali. Yang pertama tentulah Klaten, kemudian Yogyakarta, Bali, dan Cirebon. Berkunjung ke Cirebon saya seperti kembali ke kampung halaman sendiri. Kota dimana semua akses transportasi bisa masuk dan kota dimana semua makanan untuk berkuliner dengan rasa yang nikmat dan harga yang sangat-sangat wajar dikantong.

Continue reading “Ndue’s Journey to Desa Wisata Cibuntu (Kuningan) and Cirebon (August, 2017)”

Ndue’s Visit to Ragunan Zoo (Jakarta) with The Trips.

Libur telah tiba, Libur telah tiba, hatiku gembira!

Bulan Desember tahun ini dibuka dengan long weekend dan diakhiri dengan long weekend juga di akhir bulan. Semua orang pasti bersuka cita karena aktivitas yang biasanya dikerjakan akan mengalami off pada hari libur tersebut. Sebutlah saya tanpa inisial apapun. Saya yang bekerja sebagai buruh sangat menikmati setiap yang namanya libur panjang. Biasanya saya habiskan waktunya untuk menonton film-film yang siap di tonton, atau membaca beberapa novel yang sudah saya koleksi dari beberapa waktu yang lalu. Dan harapan saya beberapa waktu kedepan semoga saya menjadi seorang blogger yang kece untuk selalu bisa menulis di halaman blog ini.

Kemarin, hari Jum’at tanggal 1 Desember 2017 bertepatan dengan Maulid Nabi saya dan beberapa rekan saya menyusun liburan hemat dan sehat untuk menghabiskan seharian bersama. Rasanya kalau sudah berkumpul dengan sahabat waktu itu berjalan begitu saja. Cepat sekali. Rasanya baru bertemu pagi ini, tetapi tahu-tahu sudah jam 9 malam dan waktunya pulang kemudian berpisah lagi.

Continue reading “Ndue’s Visit to Ragunan Zoo (Jakarta) with The Trips.”

Jalan-Jalan Ke Banyuwangi, Kamu Harus Main Ke Tempat Ini.

Beberapa tahun belakangan, pariwisata Banyuwangi menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Jika dulu dikenal sebagai kota persinggahan dari Jawa menuju ke Bali, sekarang Banyuwangi sudah menjadi tujuan wisata utama para wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Ada banyak tempat liburan yang bisa kamu datangi di Banyuwangi. Lokasi-lokasi yang dulu belum dieksplore dengan baik, sekarang sudah dipercantik dan sangat layak untuk dikunjungi. Serunya, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah tidak perlu menempuh perjalanan darat yang lama lagi dari Surabaya.

Sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi. Kamu tinggal membeli tiket pesawat Sriwijaya Air jurusan Banyuwangi, dan liburan pun dimulai.

Nah, beberapa tempat yang wajib kamu datangi di Banyuwangi bisa kamu kulik di bawah ini.

Gunung Ijen

source:nationalgeographic.co.id

Gunung ini memiliki kawah dengan air yang menghijau cantik di puncaknya. Di siang hari, pemandangan kawah dan para penambang belerang sungguh menarik untuk dinikmati. Dan ketika matahari sudah terbenam, api biru yang ada di sekitar kawah menjadi pemandangan luar biasa yang tidak akan kamu temui di tempat lain.

Pantai G-Land

source:@jungleroombali – instagram

Pantai ini dikenal penduduk sekitar dengan nama Pantai Plengkung, dan tenar karena ombaknya yang amat besar. Pada bulan-bulan tertentu, Pantai Plengkung ramai dengan para peselancar yang mengasah kemampuan mereka.

Kamu bisa menikmati aksi para peselancar kelas dunia ketika ada pertandingan internasional di sana. Pertandingan selancar ini rutin digelar, dan biasanya diikuti para peselancar papan atas yang sudah terkenal.

Pantai Teluk Ijo

source:@muse_nugroho – instagran

Atau yang juga dikenal dengan nama Green Bay, adalah sebuah pantai yang memiliki air jernih kehijauan yang amat cantik. Pasir di pantai ini pun bersih, dengan pepohonan rindang di tepiannya, tempat sempurna untuk melepaskan lelah setelah sibuk dengan berbagai aktivitas.

Baca juga : Ndue’s Journey to Gumuk Pasir Parang Tritis – Jogjakarta

 Pulau Tabuhan

Menyeberang dari Banyuwangi, sebuah pulau kecil dengan pasir putih yang amat cantik sudah menunggumu. Semua pantai di Pulau Tabuhan punya karakter yang senada, pasir putih bersih dengan air laut yang amat jernih. Ombaknya pun tenang, cocok buat berenang atau melakukan snorkeling.

Jawatan Benculuk

source:reresapan.com

Ingin menghirup udara segar dari pepohonan rindang dan berusia ratusan tahun, Jawatan Benculuk adalah tempat yang sempurna. Hutan ini sangat rindang, dengan pepohonan yang dijaga kelestariannya sampai sekarang. Dan begitu masuk ke sana, kamu akan merasa seolah sedang berada di negeri dongeng, dengan pepohonan raksasa disekitarmu.

Perkebunan Kopi Kalibendo

source:wisatajatim.info

Tidak hanya sekedar kebun kopi yang menghampar luas, perkebunan ini juga memiliki sungai dengan air super jernih yang mengalir deras di tengah-tengahnya. Sungai ini diapit dengan batu-batuan raksasa dan dihias dengan taman-taman indah di sekitarnya. Kamu bisa bermain dan berenang di sungainya, selama mau menjaga kebersihan sekitar.

Baca juga : Ndue’s Journey to Danau Biru Cisoka – Tangerang

Taman Nasional Baluran

source;balurannationalpark.web.id

Mulai dari padang savana yang mirip seperti di Afrika, sampai pantai dengan pasir putih dan lautan yang cantik dengan pemandangan alam luar biasa. Semuanya ada di Taman Nasional Baluran dan wajib banget dikunjungi kalau jalan-jalan di Banyuwangi.

Dengan kemudahan akses transportasi, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah bukan hal yang susah lagi. Tiket pesawat Sriwijaya Air pun mudah dicari, dan tak jarang memberikan diskon untuk penerbangan ke Kota Osing ini.

Masih ada banyak lagi tempat liburan di Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi. Jadi tunggu apa lagi, pesan tiket pesawat Sriwijaya Air mu sekarang, dan yuk berangkat ke Banyuwangi.

 

Regards,

 

Ndue 🙂

Sebuah Pertanyaan Tentang Ndue Berhijab..

Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam hidup ini..

Its a new look for me…

Entah saya harus bercerita atau menulis dari mana perihal postingan ini. Bukan perihal perjalanan liburan yang menyenangkan. Tetapi tulisan ini bercerita tentang perjalanan kehidupan saya untuk menghabiskan sisa umur saya di dunia ini. sound so akward, yes? Percayalah, semua terjadi begitu saja atau bisa dibilang saya sudah memikirkan dari jauh-jauh hari. Saya sendiri bingung bagaimana mengatakannya apabila ada pertanyaan, Kok bisa?

Okay.Kali ini saya akan menuliskan dari banyak pertanyaan yang pernah ditanyakan ke saya perihal perubahan ini.

 

–Sejak kapan mulai berubah menjadi berhijab?

Pertanyaan yang sering sekali di tanyakan ke saya. Saya bahagia luar biasa atas pertanyaan ini. Karena bagaimanapun nada yang tersirat dari lontaran pertanyaan ini semua menjadi bentuk perhatian yang luar biasa berharga buat saya. Semua mencinta saya. Saya menganggapnya seperti itu. Terima kasih yah semuanya!

Tetapi, saya baru saja menggunakan hijab ini. Baru seminggu yang lalu. Hari Sabtu saya sudah mencoba menggunakannya seharian dan Alhamdulillah kendala tidak ditemui. Dan saya merasakan betapa saya berubah menjadi lebih tenang. Minggu saya lepas kembali ketika menghadiri salah satu undangan acara ulang tahun. Ketika melepasnya saya merasakan kehilangan. Seperti halnya saya melepaskan seseorang, itu yang saya rasakan. Dan saya patah hati.

Lalu, saya memantapkan hati untuk menggunakannya kembali. Kali ini bukan untuk percobaan. Tetapi saya harus meyakini untuk menggunakannya permanen. Dan saya harus berkomitment akan hal itu. Karuan saja, Senin saya menggunakan ke kantor semua orang memandangi saya, menanyakan hal ini, dan yang membuat saya terharu adalah beberapa rekan saya menyalami dan memeluk saya sebagaimana mereka menyayangi saya lebih dan mereka berbahagia karena saya akhirnya berubah untuk menutup sebagian aurat di kepala saya. Dan saya menangis bukan karena saya sedih. Tetapi, saya menangis karena lingkungan dimana saya berada mereka mendukung saya dengan segala keputusan saya ini. Terima kasih ya sekali lagi semuanya!

 

–Kenapa kok memutuskan berhijab?

Walau saya bukan seorang aktris papan atas yang menjadi panutan penggemarnya. Tetapi saya juga punya banyak alasan untuk menjawab alasan saya berhijab karena apa.

Allah telah menyentuh hati saya paling dalam beberapa tahun ini. Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam kehidupan ini. Semua itu tidak bisa saya jabarkan satu persatu dalam tulisan ini. Tetapi dengan kepergian orang-orang di sekitar saya menjadi hal yang kemudian saya pikirkan. Alangkah bahagianya kalau saya juga menjadi lebih baik untuk kemudian nantinya sudah giliran saya untuk kembali ke rumah Allah untuk selama-lamanya. Walaupun saya tidaklah baik dan tentu saja tidak sempurna, tetapi semoga ketika waktu itu tiba saya sudah menjadi lebih baik lagi.

Bapak saya sudah meninggalkan kami dari tahun 2011. Tahun yang sangat berat untuk saya lalui dan saya sadari bahwa dia sudah tidak ada untuk selama-lamanya. Selama itu juga saya berusaha menghapuskan duka dalam hidup saya dengan perbanyak tertawa dengan orang-orang sekitar saya. Saya melupakannya dengan belajar lagi dan lagi. Sampai saya harus bisa membunuh waktu yang sepi dan saya tidak lagi kepikiran Bapak saya. Semua itu berhasil saya lakukan.

Sampai ketika ada beberapa orang yang mengingatkan saya. Bahwa apa yang saya dapati di dunia ini tidak akan sebanding dengan yang akan kita tinggalkan. Bapak saya pasti bersedih hatinya karena melihat saya di dunia ini tidak lagi berbakti dengan baik. Hidup saya masih urakan gak karuan dan saya juga belum memperbaiki diri saya sendiri. Allah pasti menegur Bapak saya disana. Dan Bapak saya akan makin bersedih hatinya karena semua kecantikan, kesexyan yang ada di dunia ini semua akan sia-sia saja ketika kita menghadap Allah. Karena itu benar adanya. Dan saya kemudian beberapa kali bertemu dengan Bapak saya dalam mimpi yang bermuram durja hatinya. Dan memang ini sudah waktunya untuk saya berubah semoga apa yang saya pilih dan pikirkan bukan hal yang salah. Semoga saja.

 

–Beneran dari hati apa hanya ikutan trend berhijab saja?

Kebetulan saya serumah dengan Susi. Keponakan saya yang sudah berhijab dari dia SMP. Sampai saat ini susi sudah kuliah semester tiga. Perannya dalam kehidupan saya akhir-akhir ini banyak. Selain Mama yang mendukung saya untuk berhijab, Susi juga memiliki peran penting dalam keputusan ini. Dia jadi seksi konsultasi saya perihal hijab apa yang bisa saya gunakan, dan bagaimana yang bagus membentuk hijab di wajah saya. Dan Alhamdulillah dia anak yang baik walau kadang saya akui sikap saya menyebalkan terhadapnya, dia tetap saja baik terhadap saya. Terima kasih banyak yah, Sus..

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Bahwasannya Allah telah menyentuh hati, pikiran, dan jiwa saya dengan sedemikiannya. Allah menyayangi saya dengan caranya yang tidak bisa saya jelaskan. Banyak keajaiban-Nya dan cinta-Nya atas segala kuasa yang ada di dunia saya dan dunia ini.

Terkadang apa yang pernah kita rencanakan dan harapkan bisa saja tidak terjadi. Selama Allah memberikan petunjuk maka ikuti saja. Sejujurnya ada rencana besar untuk kehidupan saya di tahun 2017. Tetapi rencana itu tidak akan terlaksana. Entah dimulai darimana tetapi saya memutuskan dan juga saya merasakan petunjuk Allah kalau di teruskan tidak akan baik kedepannya. Dan sekali lagi, Allah menyayangi saya tanpa batas.

Pertanyaan ini sejujurnya paling susah saya jawab. Karena semua ini waktu yang membuktikan. Semoga saja saya tetap bisa mempertahankan kehormatan diri saya dengan segala apa yang saya kenakan setiap waktunya. Amiin.

Tahun 2017 banyak hal yang saya lalui. Ada kebahagiaan karena banyak mimpi dan target saya bisa dilalui dengan baik dan menyenangkan. Allah memberikan kemudahan dan rezeki yang tidak pernah putus, Alhamdulillah. Dan ada juga kesedihan karena banyak hal yang membuat saya sakit hati entah karena ada kebencian atau apapun itu. Semua sudah berlalu dan akan menjadi penutup yang manis untuk tahun 2017 ini.

 

–Berarti sudah persiapan pakaian dan hijabnya juga dong?

Saya percaya rezeki Allah tidak akan putus apabila kita berbuat kebaikan. Saya spontan saja minggu kemarin. Teman saya mendukung niat saya dengan mengatakan bahwa selama seminggu saya memiliki pakaian dan hijab pasti bisa. Dan karuan saja saya selalu menyiapkan apa yang saya harus kenakan besok dan seterusnya. Karena setelah saya cek lemari pakaian saya, semua pakaian kerja maupun kaos biasa adalah lengan pendek. Jadi saya menggunakan yang seadanya dulu sampai saya harus mengumpulkan satu persatu. Dan saya lagi mencoba dan semangat untuk mengumpulkannya. Sampai nanti saya punya koleksi yang lumayan banyak. Hahahaha.

 

–Beneran udah yakin memangnya?

Dan kalimat ini berulang dipertanyakan. Sejujurnya saya kadang masih suka sedih melihat koleksi pakaian saya, atau rambut saya yang selalu saya warnai. Tetapi, begitu saya menggunakan kembali hijab ini, semua rasanya begitu menenangkan. Saya menjadi pribadi yang berbeda. Ketika saya naik Transjakarta atau transportasi umum sebagai moda transportasi saya kekantor, semua itu terasa aman. Karena tidak lagi dipandang aneh atau dipandang yang gimana-gimana. 🙂

Insya Allah saya yakin atas pilihan saya.

Walau banyak pertanyaan yang harus dijawab. Tetapi, tidak semua pertanyaan itu harus terjawab juga. Karena pertanyaan yang satu terjawab akan menimbulkan banyak pertanyaan lain. Jadi, semoga pertanyaan-pertanyaan yang ada tetaplah menjadi kalimat tanya yang saling menjadi perhatian ungkapan sayang.

Terima kasih tidak terhingga untuk kalian semua yang senantiasa mendukung dan menyayangi saya sedemikiannya. Terima kasih untuk telah menjadi keluarga, sahabat, rekan, musuh, dan saingan yang luar biasa. Percayalah, tanpa kalian hidup saya tidak akan berwarna dan menyenangkan seperti saat ini.

Saya menyayangi kalian semua. 🙂

Regards,

Ndue.

Ndue’s Journey to Jakarta Aquarium Neo Soho (2017)

Ada yang pernah denger atau berencana main ke Jakarta Aquarium? Tadinya saya berpikir ini semacam pameran aquarium yang ada di salah satu mall di Jakarta Barat yaitu Neo Soho. Dari awal tahun 2017 saya sudah mulai mengintip apa saja yang ditawarkan oleh Jakarta Aquarium, tetapi karena di rasa harganya lumayan jadi saya urungkan niat untuk main ke lokasi ini.

Welcome board in Neo Soho

Tetapi, setelah melihat beberapa review yang menarik tentang tempat ini, jadilah akhirnya saya mengunjungi tempat ini dua minggu lalu. Setelah juga melihat review tersebut dengan membandingkan tempat bernuansa yang sama di Sea World Ancol, rasanya tidak adil kalau saya harus mengurungkan niat itu lagi. Jakarta Aquarium itu jelas berbeda dengan yang ada di Sea World walaupun temanya hampir sama.

Untuk tiket masuk yang regular dibandrol dengan harga 175 Ribu dan apabila ingin merasakan pertunjukan 5 Dimensinya maka tiketnya dinamanya menjadi premium dengan harga 225 ribu untuk satu orangnya. Pasti banyak yang bilang, kok harganya lumayan, ya? Yah wajar aja, temans. Karena lokasinya di Mall jadi kalian ndak perlu bayar tiket masuk lainnya lagi seperti kalau ke Sea World ketika masuk kita harus membayar tiket masuk di gerbang ancolnya. Semakin banyak yang masukdalam sekeluarga, maka makin kerasa juga mahalnya siy, ya..

Rasanya mau nyelam di air ini..

Selain itu juga biaya perawatan satwanya membutuhkan biaya yang tidak murah. Terlihat dari ragam satwa yang lumayan lengkap disini dan juga perawatan untuk alat-alatnya bisa dibayangkan biayanya tidak murah. Yang menarik di Jakarta Aquarium ini setiap tempat satwa diberikan ipad untuk menunjukkan informasi hewan apa dan bagaimana cerita dari populasinya. Jadi selain liburan bisa menambah wawasan bagi anak-anak atau juga usia dewasa.

Yang menjadi hal pertama kali menarik perhatian saya adalah Nemo dan Dori. Yap, sebagai penggemar berat mereka saya harus mencari mereka terlebih dahulu baru kemudian saya ingin melihat satwa yang lainnya. Saya lupa kalau di Sea World apakah ada Nemo, tapi disini Nemo dan Dori dari ukuran kecil sampai yang menurut saya besar ada. Lengkap dengan warna yang sesuai dengan filmnya. Dan tentunya mereka gemas-menggemaskan saya luar biasa. Andai saja saya bisa membawa mereka ke rumah, saya mau menjadi anteran yang pertama untuk menjadi orang yang bisa membawa Nemo ataupun Dori kerumah. Yah ampun, they succeed stole my heart. They so cute.

the legend. 🙂

Kemudian yangmenjadi perhatian saya selanjutnya adalah Piranha. Iya ikan yang konon mematikan ini juga mempunyai spot tersendiri untuk dinamai Piranha Spot. Ketika saya mengamati ikan-ikan ini kenapa mereka tenang sekali ya. Saya jadi kepikiran bagaimana mereka bisa menjadi brutal bahkan mematikan? Apakah Piranha ini akan menjadi agresif dengan sesuatu yang pergerakannya juga secara refleks dan spontan, ya? Selama 10 menit saya mengamati, dan saya jadi terhipnotis akan ketenangan yang diberikan oleh Piranha-Piranha ini.

blue woman.

Oh ya, waktu saya membeli tiket di depan petugasnya memberikan informasi kalau weekend di jam 13, 15 dan 17, ada pertunjukkan yang menggabungkan aksi panggung dengan trik ilusi dan tarian bawah air berjudul Pearl Of The South Sea. Karena saya datang di jam 13.30 maka saya terlambat untuk pertunjukan yang pertama. Jadi saya menyaksikan yang di jam 15 saja. Lokasi pertunjukkannya sendiri ada di depan teater 5 Dimensi dekat dengan pintu keluar. Pertunjukkan ini aman untuk anak kecil, lho. Jangan khawatir karena sebelum pertunjukkannya petugasnya memberikan semacam informasi bahwa akan ada suara yang keras dan asap yang keluar sehingga para orang tua wajib untuk menjaga anak-anaknya. Dan ketika pertunjukkannya berlangsung saya sangat siap menyaksikannya. Jujur, saya aja yang udah segede ini masih kagum akan si putri duyungnya atau mermaid gimana mereka yang masih anak-anak, ya? Pertunjukkan ini keren! Beneran deh, kalian harus menyempatkan untuk melihatnya.

Very nice perform and its a honour for me to took a picture with all cast in this show 🙂

Kalau mengenai cerita theater 5 Dimensinya saya tidak mau cerita, ya. :p takutnya nanti saya spoiler. Intinya seru dan juga kerasa dingin luar biasa. Deg-degan juga, siy. Tapi menyaksikan pemandangan bawah laut yang sangat luar biasa itu rasanya kalau tidak sekalian membeli tiket yang premium rugi juga. Jadi sekalian saja beli tiket yang terusan.

Area Jakarta Aquarium dibagi menjadi 2 lantai. Ketika masuk itu saya namakan lantai atas. Di lantai ini satwanya beragam dari yang hidup di air maupun yang hidup di darat seperti ular, bunglon, katak, kura-kura dan banyak lagi. Dan ada yang menggemaskan yakni berang-berang. Ada yang pernah atau menjadi fansnya Narnia? Pasti kalian makin kesengsem sama hewan lincah ini. Dan dibawah kandang berang-berang bisa buat foto karena semacam ada lorong kacanya. Dan yang membuat saya makin bahagia lorongnya muat atau bahkan saya bisa bergerak bebas, itu tandanya badan saya gak gede-gede banget, kok. Hahahaha!

Di lorong berang-berang..

Turun ke lantai bawah langsung di sambut dengan aquarium raksasa yang instagramable. Buat saya di lantai bawah ini semua tempat bisa menjadi lokasi apik untuk diambil fotonya. Dan saya paling suka mengambil foto dengan backlight. Walaupun mungkin bagi sebagian orang gelap gak kelihatan wajahnya atau gimana. Tapi, buat saya itu semacam refleksi wajah yang eksotik. Makanya stock foto saya banyak di lokasi ini dan belum banyak yang saya upload di Instagram. Jadi sabar saja yah semua my fans, Hahaha.

looking at you, Nemo…

Kalau ada yang bilang ada batasan waktu ketika main di lokasi ini, saya tidak merasakan adanya peraturan itu. Karena ketika saya membeli tiket, saya pastikan kepada petugas yang didepan apakah benar? Ternyata tidak ada batasan waktu saya bisa leluasa bermain di dalam hingga Jakarta Aquarium tutup jam 22. Jadinya saya kemarin puas-puasin disana saja. Mungkin kalau ada ide foto prewed disana juga keren, kok. Tapi prewednya pakai hape saja jangan pakai flash jadi hasilnya nanti backlight and exotic. Seriously im being fan of backlight photos. Entah sejak kapan karena menurut saya memang keren.

M for your intial and Me.

Akhirnya setelah menunjukkan hampir jam 6 sore, saya memutuskan untuk menyudahi kebersamaan dan perjalanan saya bersama Jakarta Aquarium. Karena saya ada jadwal acara selanjutnya. Rasanya sedih juga berpisah dengan seluruh satwa yang ada disana. Semuanya keren-keren banget. Ubur-ubur yang mengingatkan saya dengan Patrick dan Spongebob dan semua hewan yang saya pernah lihat ketika saya memainkan game mancing di handphone saya dulu. Akan ada waktunya untuk berpisah juga. Suatu saat saya pasti kembali untuk mengunjungi kalian kembali. 🙂

Jadi sudah ada rencana untuk ke Jakarta Aquarium?

Regards,

Ndue.

Red Jellyfish. And i took this pic with my phone only. Instagramble 🙂
I still can see you…
backlight blue..
youre totally stole my heart~
Aquarium di lantai bawah

Ndue’s Journey to Danau Biru Cisoka – Tangerang (2017)

Postingan perihal perjalanan saya ke Hong Kong saya postponed dulu, ya. Karena saya lagi kepikiran untuk menulis acara weekend list saya untuk sekedar kuliner atau menjelajahi tempat-tempat disekitaran domisili saya. Karena saya memiliki target baru bahwasannya saya harus pergi keluar untuk menghibur diri setelah seminggu bertempur dengan hiruk-pikuk Jakarta. Duh, luar biasa sekali bahasa saya kali ini, ya!

Baiklah, postingan kali ini saya bermain disekitaran tempat yang kemungkinan beberapa tahun kedepan saya singgahi. Setelah juga berdiskusi sama Dia, akhirnya mencapai kesepakatan untuk menjelajahi Tangerang. Dari dulu, saya kepengennya pergi ke Planetarium, hanya saja Planetarium masih dalam perbaikan yang entah harus berapa lama lagi dibuka secara umum.

Perjalanan ini ke lokasi bernama Danau Biru Cisoka. Atau bisa juga bernama lain Danau Biru Cigaru, Telaga Biru Cisoka, dan bisa juga menjadi Danau Cisoka Cigaru. Apapun namanya, lokasinya selalu sama ketika kalian mengetikkan petunjuk ke Danau Cisoka.

Cuaca saat itu mendung cenderung hujan. Setelah meyakinkan diri bahwa   harus berangkat karena tergiur sepanjang jalanan berwarna biru alias tidak ditemukan tanda-tanda macet, jadilah kami berangkat ke tempat yang ngehits ini.

Perjalanan ditempuh menggunakan sepeda motor selama 1 jam 10 menit untuk jarak tempuh dari rumah saya 40KM. Luar biasa, perjalanan kali ini menyebrang Provinsi. *oke kali ini lebay*

Benar kalau lokasinya memang masuk kedalam seperti harus masuk ke gang perumahan warga sekitar. Jadi, jangan berharap lokasinya benar-benar dipinggir jalan raya. Kalau bingung, tinggal ikuti saja GPS mengarahkan. Jalanan tadi masih bisa dilalui mobil simpangan kok, jadi jangan paranoid dulu mendengar berita kalau jalanan sempit atau apalah. Semua itu harus dibuktikan dengan jejak langkah kaki kita di sana. *ciye~

Sebelum masuk ke danau, ada plang tanda bahwa masuk ke Danau tersebut harus melewati penjaga jalan didepan. Saya katakan penjaga, karena kami membayar Rp. 5.000,- untuk bisa menuju ke arah danau. Disini, tidak ada tiket masuk alias tidak ada bukti pembayarannya. Setelah itu masuk ke gerbang kedua membayar lagi sebesar Rp. 5.000,- kali ini ada tiketnya. Dan untuk parkir sepeda motor kita juga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 5.000,- Jadi total untuk administrasi dua orang dengan satu sepeda motor adalah Rp. 15.000,-

Sampai disana cuaca masih mendung. Air di danau tidak menampakkan warna biru seperti yang sering saya lihat di Instagram. Seketika hati saya sedih dan menciut.

Sambil iseng berfoto-foto dilokasi manapun, semesta mendukung saya kali ini. Awan mendung bergeser menjadi awan yang cerah dan menghasilkan foto-foto yang cantik juga untuk menjadi koleksi dan dibagikan di Instagram saya. Alhamdulillah.

happiness 🙂

Oh ya, di danau ini semua aman. Tidak ada pengamen atau pengemis. Walau terkesan dikelola oleh warga, semuanya bisa sesuai dengan harapan kita. Hanya saja, kalau Pemerintah peduli, akan banyak peluang usaha tercipta disana. Seperti tempat makan permanen atau toilet permanen disekitaran danau-danau ini.

Okeh, saya hanya bisa berpendapat dan membaca dari internet. Itu beneran danau, ya? Sebenarnya dulu ini adalah galian pasir yang kemudian sudah tidak beroperasi lagi. Kemudian hujan menggenangi bagian-bagian yang menjadi galian ini. Jadi genangan air itu kena paparan sinar matahari dan perubahan cuaca sehingga berubah menjadi warna biru atau hijau. Walaupun ini galian, tidak dianjurkan untuk berenang disana. Konon, dalamnya lebih dari 10 Meter. Saya bayanginnya aja merinding, jadi nikmati saja untuk bisa berfoto-foto disana.

Jangan mencoba berenang..

Rekan-rekan saya yang melihat foto saya pada heran. Bahkan sebagian kena tipu oleh saya yang mengaku bahwa lokasi pengambilan foto ini adalah di Belitung yang terdapat danau kaolin. Sebagian percaya, sebagian keukeuh bahwa saya menipu. Ketika saya berkata jujur sebagian yang percaya tadi mencari tahu lokasinya dan ingin berkunjung kesana. Cihui kan saya? Bisa membuat orang penasaran dan semoga benar-benar tertarik untuk berkunjung kesana.

Setelah dua jam saya berkeliling dan mengambil foto dengan berbagai macam gaya juga yang aneh-aneh semua karena kelakuan saya itu, saya memutuskan untuk meminta pulang saja. Karena cuaca mendadak mendung dan takut turun hujan. Semua makanan disana terlihat enak, tetapi saya belum tertarik untuk mencobanya. Saya lebih tertarik dengan Bapak-Bapak penjual cilok yang dibalurin telur kemudian digoreng. Enak betul rasanya dan murah meriah.

candid :p

Mengenai perjalanan kali ini menyenangkan. Dan terima kasih ‘Dia’ yang selalu menemani saya dan berusaha untuk membuat hasil foto-foto saya selalu keren untuk dibagikan di Instagram saya. Kalian bisa langsung mampir ke blog saya, ya!

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.  🙂

 

Regards,

 

Ndue

 

Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 2 – The Peak, Madame Tussauds Bertemu Pak Jokowi, Museum Trick Eye 3D

Bertemu Pak Jokowi di Hong Kong. Bahagia banget!

…Menyambung tulisan sebelumnya bagian – pertama dan kedua. Silahkan di klik masing-masing link untuk membacanya.

Agenda hari kedua di HK akhirnya tersusun secara rapi. Setelah pagi dan siang kami lalui, akhirnya kami siap untuk melanjutkan adegan selanjutnya yakni ke The Peak.

Yiay, our tickets already in my hand. Lets start this journey!

Apa aja yang ada di The Peak?

Di gedung ini kalian bisa mengunjungi patung lilin yang menyerupai aslinya yakni Madame Tussauds, dan tentunya bisa melihat gedung-gedung tersusun rapih dari ketinggian 428 mdpl dengan view 360 derajat yang juga bisa disebut Sky Terrace 428. Tempat ini wajib dikunjungi kalau kalian ke HK, karena selain tempatnya bagus untuk berfoto juga untuk menuju ke gedung ini sendiri di tempuh dengan The Peak Tram.

The Peak Tram already arrived. Ah.. i cant be patient for enjoy this Tram..

Apa itu The Peak Tram?

Saya menyebutnya kereta dengan dua gerbong. Kalau membaca ceritanya, kereta ini konon sudah beroperasi dari dahulu kala. Bisa ratusan tahun usianya. Tetapi, tidak perlu khawatir karena kereta ini aman dan juga selalu diperbarui. Ada sejarahnya ketika kalian memasuki The Peak atau Victoria Peak. Pada saat naik Peak Tram, jangan lupa untuk ambil posisi kanan dari kedatangan keretanya, ya! Karena kalian bisa merasakan naik kereta dengan kecuraman yang hampir miring/vertikal. Perasaan saya campur aduk, dan pastinya bahagia tidak tertandingi. Saya bahagia.

Bagaimana akses ke The Peak?

Gini, dari jauh-jauh hari sebelum sampai di HK, saya selalu berkomunikasi dengan Cory untuk memilih yang terbaik untuk agenda selama kami di HK. Mengingat waktu 5 hari 4 malam disana itu rasanya kurang banget untuk meng-explore Negara ini. Dan ternyata untuk jadwal ke The Peak adalah hari minggu. Yang mana, antreannya pasti mengular. Jadilah kesepakatan kami membeli tiket paketan dari KLOOK. Awalnya rada bingung bagaimana untuk pembayaran, meeting point, dan kesulitan-kesulitan dilapangan.

Tugas ini adalah tanggung jawab saya. Jadi sebelum saya memutuskan membeli paketan yang mana, saya pelajari dulu apa itu KLOOK dan bagaimana prosesnya. Setelah meyakinkan diri bahwa KLOOK bukan hanya sekedar aplikasi, tetapi bisa menjadi sarana mempermudah perjalanan kami, jadilah saya membelinya.

I meet you, KLOOK. *love*

Apa saja yang ada di KLOOK?

Banyak. Tergantung kalian mau memilih paketan mana-mana saja sesuai dengan selera, budget dan jam yang disepakati. Waktu itu saya memilih jam 3, dengan paketan lengkap selama kami di The Peak. Pada saat membeli, saya juga menghafalkan dimana kami harus bertemu. Yap, KLOOK bisa ditemukan di MTR Central dengan pintu keluar K. Kalau belum ada agentnya, kalian harus menunggu sampai mereka membawa bendera kuning bertuliskan KLOOK dan disebutkan jam berapa yang masuk ke jalur antrean. Semuanya tertib dan teratur.

Meeting pointnya.

Yang kami beli :

  1. Return The Peak Tram dengan antrean khusus 1 kali pada saat berangkat.
  2. Entrance Madame Tussauds.
  3. Entrance Trick Eye 3D
  4. Entrance Sky Terrace 428

Dan kami paling gencar jalan di belakang guide kami untuk menanyakan posisi duduk yang nyaman, bagaimana prosedur kami disana, dan juga bertanya seputar The Peak. Oh ya point pertama diatas, apabila kalian membeli untuk weekend itu sangat, sangat berguna. Betapa antreannya mengular dengan jalur umum, tetapi dengan membeli special line from KLOOK, tidak perlu mengantre. Saya, merasakan seperti orang penting karena jalan tertutup pembatas itu terbuka begitu saya lewat. Really really worth it.

Sampai di The Peak, kami langsung melihat lokasi Madame Tussauds. Saat itu jam 4 sore dan karena di rasa masih rame pengunjung, kami memutuskan untuk ke Museum Trick Eye 3D saja dulu. Ternyata, ada di gedung sebelah. Jadi kami keluar menuju gedung bernama The Peak Galleria.

Gedung The Peak Galleria juga sama dengan The Peak. Bentuk bangunannya juga menyerupai Mall dengan 3 lantai saja. Dan lantai paling atas bisa ditemukan Trick Eye 3D. Sebenarnya museum ini banyak banget di Indonesia. Tetapi, rezekinya saya pertama kali justru di HK. Alhamdulillah. Mungkin, saya akan mengunjungi yang ada di Indonesia suatu saat nanti.

Untuk tema di museum ini ada 5 bagian dan terbagi juga menjadi 5 ruangan. Secret Garden di bagian pertama, World of Masterpice di bagian kedua, Great Adventure di bagian ketiga, Neverland di bagian keempat, dan terakhir adalah Hong Kong Discovery.

Tidak perlu mengantre. Because KLOOK have special line. Yiay~

Memasuki ruangan seperti ini menjadikan saya ataupun Cory berasa muda kembali. Suasanya ceria dan berwarna-warni. Dari setiap bagian-bagian itu yang saya suka adalah di bagian pertama. Disana warnanya dominan biru, warna kesukaan saya. Dan yang PR adalah ketika badan besar saya ini memasuki tong untuk bergaya di depan Monalisa. Butuh tenaga ekstra dan bantuan Cory juga pandangan penuh tanya dari beberapa pengunjung kenapa saya nekat terjerembab di tempat itu. Jadi, untuk kalian hati-hati ya karena terjebak dalam tong itu lebih menyakitkan daripada terjebak nostalgia. *eh.

Ini butuh usaha keras buat bisa gelantungan kayak begini…
Full of colour..
Rainbow of me…

Setelah berkeliling, berfoto di museum ini selama 2 jam kami keluar. Tidak langsung memasuki The Peak lagi. Ada 1 jam kami beristirahat dan bercerita ngalor-ngidul tentang kerjaan, kisah percintaan, harapan, atau apapun saja yang bisa kami ceritakan dan dilebur dalam sore dibawah gedung The Peak senja itu.

Favorite spot~
Terjebak di Tong…

Dan langsung kami berjalan kembali ke Madame Tussauds. Sebenarnya pada saat ke Singapore November 2016 lalu, kami berdua sudah mengunjungi museum patung lilin ini. Hanya saja, kali ini istimewa. Kenapa istimewa? Jelas, ada dua Presiden Indonesia di museum tersebut. Dimana, yang terbaru adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena kami berdua ngefans dengan Bapak Jokowi, maka kami harus mengunjungi dan merasakan dekat dengan Bapak walau hanya melalui patungnya. Tetapi, si Bapak benar-benar mirip aslinya. Oh ya, pada saat kami kesana tepatnya mendekati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tema baju dan backgroundnya Pak Jokowi juga berbeda. Saat itu Bapak menggunakan batik dengan berlatar belakang monas, icon of Jakarta, and Indonesia.

Finally i meet you Mr. President. 🙂

Saya penasaran, kenapa harus Bapak Jokowi yang terpilih? Setelah saya baca penjelasannya baru saya mengerti dan setuju. Dituliskan bahwa Pak Jokowi terkenal dengan ‘blusukannya’ dan juga Presiden yang ingin mengembalikan ke-maritiman Indonesia dengan membangun banyak proyek jalanan di Indonesia yang menghubungungkan satu pulau dengan pulau lainnya. Duh Pak, kerennya Bapak kok ya kebangetan. Dan setelah melihat ekspresi Cory yang tidak ingin berpisah dengan Bapak rasanya sedih, Pak. Seperti berpisah dengan kekasih saja, kami harus menemui Bapak di Negara Hong Kong, Negara yang jauh dari Indonesia, Pak. Seandainya saja ada Bapak disana beneran, pasti rasanya kami histeris, Pak. Hahaha.

Setelah bersedih karena berpisah dengan Pak Jokowi, akhirnya saat yang membahagiakan untuk saya, dong! Saya bisa bertemu dengan HULK! Yah ampun saya histeris, saya seperti bertemu dengan seseorang yang saya rindui selalu. Saya ngefans sama superhero ini dari 15 tahun yang lalu dan akhirnya bertemu dengan Hulk adalah sesuatu yang luar biasa mengguncang perasaan saya malam itu. Rasanya, cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan. Cinta itu terbalaskan dengan melihatnya saja. Kemudian saya juga menyadari bahwa saya mulai lebay.

Johny deep.

Setelah mendapatkan beberapa foto dengan artis-artis dan figur mendunia disini, kami memutuskan untuk keluar. Dan ternyata jam sudah menunjukkan angka 9 malam. Saatnya menikmati pemandangan malam di Negara ini.

Karuan saja, walaupun masuk ke Sky Terrace 428 bayar, masih banyak turis yang datang dan menikmati udara sejuk malam di musim panas ini dan melihat lampu gemerlap yang luar biasa indahnya dari jejeran gedung-gedung pencakar langit dibawah sana. Warna-warni menentramkan hati siapapun yang melihatnya. Sebenarnya kita bisa menikmati alam lebih indah lagi di tempat-tempat yang ada di Indonesia dengan julukan Bukit Bintang. Saya pernah merasakan dan melihatnya ketika berkunjung ke Jogja bulan Juli 2017 lalu. Tetapi di HK tetap saja berbeda. Cuaca panas walaupun hari sudah malam masih saja bisa dirasakan. Suasananya benar-benar berbeda dan menyenangkan. Dan kemudian terjadilah dialog yang super lebay dan juga selalu diucapkan setiap harinya.

Ndue : “Cor, gue pengen nangis. Gue bahagia banget, bersyukur liburan yang kita rencanain 8 bulan lamanya akhirnya bisa dirasakan saat ini dan malam ini. Lu bahagia, Cor?”

Cory : “Banget. Jangan lupa selalu bersyukur sama Tuhan.”

Spot foto yang selalu ramai..
Sky Terrace 428. Pic taken by myself.

Dan dialog semacam ini selalu kami ucapkan disetiap kesempatan  yang ada. Setelah dirasa cukup menikmati pemandangan ini, dan juga merasa bahwa antrean pulang naik The Peak Tram makin malam makin mengular, kami putuskan untuk pulang saat itu juga. Jam menunjukkan angka 9 Malam dan kami turun. Sampai diantrean The Peak Tram, kaki sudah mulai kram dan luar biasa panjangnya. Estimasi kami mengantre 1 jam 15 menit dengan bediri. Walhasil, kami menikmati antrean ini dengan suka cita sambil merencanakan perjalanan besok ke Macau dan juga bertemu rekan saya Dimas. Suatu kebetulan ketika akhirnya saya dan Dimas memiliki jadwal liburan dan tujuan yang sama.

Dari stasiun The Peak Tram masih berjalan sekitar 10 menit untuk mencapai MTR Central. Walaupun jam 10.30 malam tetapi masih banyak ditemui antrean turis untuk kembali ke tempatnya masing-masing. Dari Central kami langsung menuju ke MTR Tsim Sha Tsui. Kami mendarat cantik di hotel jam 11.00 Malam. Selama di negara ini saya merasa waktu berjalan begitu cepatnya. Dan di tengah malam gini, kami masih di luar berjalan-jalan di gemerlap lampu Negara ini. Coba kalau di Jakarta, Mama saya pasti sudah sibuk menanyakan lokasi dan kapan saya pulang. But, its okay! Mommy always caring me so much. Thank you very much, Mom. I love you.

Sampai hotel kami masih makan malam dong. Makannya jam 11.15 malam. Dan tidur jam 2 pagi setelah juga berkabar dan mengupdate social media kami. Besok pagi adalah jadwal saya bangun pagi untuk menyebrang ke Macau. Jadi PR luar biasa ketika saya harus bangun pagi, mandi, dan menyiapkan sarapan. Kaki saya pegal luar biasa. Dan saatnya saya tidur karena Cory sudah tertidur dari 1 jam yang lalu.

Perjalanan kami menuju Macau dan keajaiban bertemu dengan Dimas, saya akan ceritakan selanjutnya. Selamat menanti!

Itenary hari kedua adalah :

  1. Causeway Bay
  2. Victoria Park
  3. Dim Sum Halal di Islamic Canteen Center
  4. The Peak Tram
  5. Musuem Trick Eye 3D – The Galeria Peak
  6. Madame Tussauds – The Peak
  7. Sky Terrace 428 – The Peak
  8. Tsim Sha Tsui

Regards,

Ndue.

Sore itu, di bawah Sky Terrace 428.
Mom help me. Mom..
Lepaskan dia Cor…. jangan ketahuan banget jomblonya..
Angel of Cory.
HULK~~~~
Star from HK. Jacky~
the sexiest woman in this world!