Kegalauan Lavina

Setelah hampir 2 tahun lamanya Lavina menemani saya berlibur ke beberapa Negara tetangga dan tentunya juga Indonesia, saya memutuskan untuk mengupgrade keadaannya. Lavina saya ibaratkan teman baik atau sahabat saya. Lavina juga butuh di perbaiki atau didandani supaya lebih elok lagi. Setelah juga harapan yang pernah saya tuliskan ketika menutup tahun 2017 lalu, dimana impian saya tahun ini diberikan rezeki yang tidak disangka untuk menambah kecantikan Lavina, maka saya putuskan hari ini untuk bertanya atau check up Lavina di tempat yang seharusnya.

Perasaannya gimana? Yah galau sama gundah. Sama halnya ketika saya harus pergi ke dokter rasanya gak karuan. Bedanya, Lavina adalah barang yang mudah tergerus oleh waktu. Tergantung kuatan mana yang membayar. Sedangkan untuk menggantikan Lavina adalah hal yang tidak mungkin untuk saya.

Continue reading “Kegalauan Lavina”

Berbicara Resolusi 2018

Semoga juga bisa punya sawah. Amin 😀 😀

Apa kabar 10 hari pertama di tahun 2018? Bagaimana kehidupan awal tahun 2018? Menyenangkan, kah? Bahagia, kah?

Kalau cerita saya di 10 hari pertama ini luar biasa seperti permen bermacam-macam rasanya. Yah, namanya juga hidup. Kalau dilanda perasaan dan cerita yang ngedatar bisa dikatakan ada yang salah dengan kehidupan kalian. Maka, carilah kebahagiaan dan kesedihan lainnya. Eh!

Tahun 2018 saya awali dengan berangkat ke kantor sangat telat. Salah perhitungan membuat saya akhirnya kalah dalam waktu yang disiplin. Bagaimana tidak, alih-alih berharap penumpangnya sepi, malah ada antrean mengular untuk masuk ke dalam halte dan beberapa delay dari transportasi kesayangan saya yang biasanya selalu ada dalam hitungan menit, kini jadi menjadi puluhan menit. Karuan saja, 2018 saya buka dengan luar biasa payah untuk kedisiplinan saya sendiri.

Continue reading “Berbicara Resolusi 2018”

There’s Always Hello for 2017

Hello 2017,

Saya luar biasa berbahagia bisa terus beriringan dan bersama denganmu. Terima kasih, ya! Kalau saja kamu menanyakan kenapa saya harus berterima kasih? Karena banyak hal luar biasa yang terjadi selama saya dan kamu bersama setahun kemarin. Tiga ratus enam puluh lima hari lamanya akhirnya saya bisa membuka dan menutup tahun bersamamu. Dan banyak kenangan dan kebahagiaan yang tercipta selama kita beriringan setahun ini.

Continue reading “There’s Always Hello for 2017”

Jalan-Jalan Ke Banyuwangi, Kamu Harus Main Ke Tempat Ini.

Beberapa tahun belakangan, pariwisata Banyuwangi menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Jika dulu dikenal sebagai kota persinggahan dari Jawa menuju ke Bali, sekarang Banyuwangi sudah menjadi tujuan wisata utama para wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Ada banyak tempat liburan yang bisa kamu datangi di Banyuwangi. Lokasi-lokasi yang dulu belum dieksplore dengan baik, sekarang sudah dipercantik dan sangat layak untuk dikunjungi. Serunya, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah tidak perlu menempuh perjalanan darat yang lama lagi dari Surabaya.

Sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi. Kamu tinggal membeli tiket pesawat Sriwijaya Air jurusan Banyuwangi, dan liburan pun dimulai.

Nah, beberapa tempat yang wajib kamu datangi di Banyuwangi bisa kamu kulik di bawah ini.

Gunung Ijen

source:nationalgeographic.co.id

Gunung ini memiliki kawah dengan air yang menghijau cantik di puncaknya. Di siang hari, pemandangan kawah dan para penambang belerang sungguh menarik untuk dinikmati. Dan ketika matahari sudah terbenam, api biru yang ada di sekitar kawah menjadi pemandangan luar biasa yang tidak akan kamu temui di tempat lain.

Pantai G-Land

source:@jungleroombali – instagram

Pantai ini dikenal penduduk sekitar dengan nama Pantai Plengkung, dan tenar karena ombaknya yang amat besar. Pada bulan-bulan tertentu, Pantai Plengkung ramai dengan para peselancar yang mengasah kemampuan mereka.

Kamu bisa menikmati aksi para peselancar kelas dunia ketika ada pertandingan internasional di sana. Pertandingan selancar ini rutin digelar, dan biasanya diikuti para peselancar papan atas yang sudah terkenal.

Pantai Teluk Ijo

source:@muse_nugroho – instagran

Atau yang juga dikenal dengan nama Green Bay, adalah sebuah pantai yang memiliki air jernih kehijauan yang amat cantik. Pasir di pantai ini pun bersih, dengan pepohonan rindang di tepiannya, tempat sempurna untuk melepaskan lelah setelah sibuk dengan berbagai aktivitas.

Baca juga : Ndue’s Journey to Gumuk Pasir Parang Tritis – Jogjakarta

 Pulau Tabuhan

Menyeberang dari Banyuwangi, sebuah pulau kecil dengan pasir putih yang amat cantik sudah menunggumu. Semua pantai di Pulau Tabuhan punya karakter yang senada, pasir putih bersih dengan air laut yang amat jernih. Ombaknya pun tenang, cocok buat berenang atau melakukan snorkeling.

Jawatan Benculuk

source:reresapan.com

Ingin menghirup udara segar dari pepohonan rindang dan berusia ratusan tahun, Jawatan Benculuk adalah tempat yang sempurna. Hutan ini sangat rindang, dengan pepohonan yang dijaga kelestariannya sampai sekarang. Dan begitu masuk ke sana, kamu akan merasa seolah sedang berada di negeri dongeng, dengan pepohonan raksasa disekitarmu.

Perkebunan Kopi Kalibendo

source:wisatajatim.info

Tidak hanya sekedar kebun kopi yang menghampar luas, perkebunan ini juga memiliki sungai dengan air super jernih yang mengalir deras di tengah-tengahnya. Sungai ini diapit dengan batu-batuan raksasa dan dihias dengan taman-taman indah di sekitarnya. Kamu bisa bermain dan berenang di sungainya, selama mau menjaga kebersihan sekitar.

Baca juga : Ndue’s Journey to Danau Biru Cisoka – Tangerang

Taman Nasional Baluran

source;balurannationalpark.web.id

Mulai dari padang savana yang mirip seperti di Afrika, sampai pantai dengan pasir putih dan lautan yang cantik dengan pemandangan alam luar biasa. Semuanya ada di Taman Nasional Baluran dan wajib banget dikunjungi kalau jalan-jalan di Banyuwangi.

Dengan kemudahan akses transportasi, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah bukan hal yang susah lagi. Tiket pesawat Sriwijaya Air pun mudah dicari, dan tak jarang memberikan diskon untuk penerbangan ke Kota Osing ini.

Masih ada banyak lagi tempat liburan di Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi. Jadi tunggu apa lagi, pesan tiket pesawat Sriwijaya Air mu sekarang, dan yuk berangkat ke Banyuwangi.

 

Regards,

 

Ndue 🙂

Sebuah Pertanyaan Tentang Ndue Berhijab..

Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam hidup ini..

Its a new look for me…

Entah saya harus bercerita atau menulis dari mana perihal postingan ini. Bukan perihal perjalanan liburan yang menyenangkan. Tetapi tulisan ini bercerita tentang perjalanan kehidupan saya untuk menghabiskan sisa umur saya di dunia ini. sound so akward, yes? Percayalah, semua terjadi begitu saja atau bisa dibilang saya sudah memikirkan dari jauh-jauh hari. Saya sendiri bingung bagaimana mengatakannya apabila ada pertanyaan, Kok bisa?

Okay.Kali ini saya akan menuliskan dari banyak pertanyaan yang pernah ditanyakan ke saya perihal perubahan ini.

 

–Sejak kapan mulai berubah menjadi berhijab?

Pertanyaan yang sering sekali di tanyakan ke saya. Saya bahagia luar biasa atas pertanyaan ini. Karena bagaimanapun nada yang tersirat dari lontaran pertanyaan ini semua menjadi bentuk perhatian yang luar biasa berharga buat saya. Semua mencinta saya. Saya menganggapnya seperti itu. Terima kasih yah semuanya!

Tetapi, saya baru saja menggunakan hijab ini. Baru seminggu yang lalu. Hari Sabtu saya sudah mencoba menggunakannya seharian dan Alhamdulillah kendala tidak ditemui. Dan saya merasakan betapa saya berubah menjadi lebih tenang. Minggu saya lepas kembali ketika menghadiri salah satu undangan acara ulang tahun. Ketika melepasnya saya merasakan kehilangan. Seperti halnya saya melepaskan seseorang, itu yang saya rasakan. Dan saya patah hati.

Lalu, saya memantapkan hati untuk menggunakannya kembali. Kali ini bukan untuk percobaan. Tetapi saya harus meyakini untuk menggunakannya permanen. Dan saya harus berkomitment akan hal itu. Karuan saja, Senin saya menggunakan ke kantor semua orang memandangi saya, menanyakan hal ini, dan yang membuat saya terharu adalah beberapa rekan saya menyalami dan memeluk saya sebagaimana mereka menyayangi saya lebih dan mereka berbahagia karena saya akhirnya berubah untuk menutup sebagian aurat di kepala saya. Dan saya menangis bukan karena saya sedih. Tetapi, saya menangis karena lingkungan dimana saya berada mereka mendukung saya dengan segala keputusan saya ini. Terima kasih ya sekali lagi semuanya!

 

–Kenapa kok memutuskan berhijab?

Walau saya bukan seorang aktris papan atas yang menjadi panutan penggemarnya. Tetapi saya juga punya banyak alasan untuk menjawab alasan saya berhijab karena apa.

Allah telah menyentuh hati saya paling dalam beberapa tahun ini. Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam kehidupan ini. Semua itu tidak bisa saya jabarkan satu persatu dalam tulisan ini. Tetapi dengan kepergian orang-orang di sekitar saya menjadi hal yang kemudian saya pikirkan. Alangkah bahagianya kalau saya juga menjadi lebih baik untuk kemudian nantinya sudah giliran saya untuk kembali ke rumah Allah untuk selama-lamanya. Walaupun saya tidaklah baik dan tentu saja tidak sempurna, tetapi semoga ketika waktu itu tiba saya sudah menjadi lebih baik lagi.

Bapak saya sudah meninggalkan kami dari tahun 2011. Tahun yang sangat berat untuk saya lalui dan saya sadari bahwa dia sudah tidak ada untuk selama-lamanya. Selama itu juga saya berusaha menghapuskan duka dalam hidup saya dengan perbanyak tertawa dengan orang-orang sekitar saya. Saya melupakannya dengan belajar lagi dan lagi. Sampai saya harus bisa membunuh waktu yang sepi dan saya tidak lagi kepikiran Bapak saya. Semua itu berhasil saya lakukan.

Sampai ketika ada beberapa orang yang mengingatkan saya. Bahwa apa yang saya dapati di dunia ini tidak akan sebanding dengan yang akan kita tinggalkan. Bapak saya pasti bersedih hatinya karena melihat saya di dunia ini tidak lagi berbakti dengan baik. Hidup saya masih urakan gak karuan dan saya juga belum memperbaiki diri saya sendiri. Allah pasti menegur Bapak saya disana. Dan Bapak saya akan makin bersedih hatinya karena semua kecantikan, kesexyan yang ada di dunia ini semua akan sia-sia saja ketika kita menghadap Allah. Karena itu benar adanya. Dan saya kemudian beberapa kali bertemu dengan Bapak saya dalam mimpi yang bermuram durja hatinya. Dan memang ini sudah waktunya untuk saya berubah semoga apa yang saya pilih dan pikirkan bukan hal yang salah. Semoga saja.

 

–Beneran dari hati apa hanya ikutan trend berhijab saja?

Kebetulan saya serumah dengan Susi. Keponakan saya yang sudah berhijab dari dia SMP. Sampai saat ini susi sudah kuliah semester tiga. Perannya dalam kehidupan saya akhir-akhir ini banyak. Selain Mama yang mendukung saya untuk berhijab, Susi juga memiliki peran penting dalam keputusan ini. Dia jadi seksi konsultasi saya perihal hijab apa yang bisa saya gunakan, dan bagaimana yang bagus membentuk hijab di wajah saya. Dan Alhamdulillah dia anak yang baik walau kadang saya akui sikap saya menyebalkan terhadapnya, dia tetap saja baik terhadap saya. Terima kasih banyak yah, Sus..

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Bahwasannya Allah telah menyentuh hati, pikiran, dan jiwa saya dengan sedemikiannya. Allah menyayangi saya dengan caranya yang tidak bisa saya jelaskan. Banyak keajaiban-Nya dan cinta-Nya atas segala kuasa yang ada di dunia saya dan dunia ini.

Terkadang apa yang pernah kita rencanakan dan harapkan bisa saja tidak terjadi. Selama Allah memberikan petunjuk maka ikuti saja. Sejujurnya ada rencana besar untuk kehidupan saya di tahun 2017. Tetapi rencana itu tidak akan terlaksana. Entah dimulai darimana tetapi saya memutuskan dan juga saya merasakan petunjuk Allah kalau di teruskan tidak akan baik kedepannya. Dan sekali lagi, Allah menyayangi saya tanpa batas.

Pertanyaan ini sejujurnya paling susah saya jawab. Karena semua ini waktu yang membuktikan. Semoga saja saya tetap bisa mempertahankan kehormatan diri saya dengan segala apa yang saya kenakan setiap waktunya. Amiin.

Tahun 2017 banyak hal yang saya lalui. Ada kebahagiaan karena banyak mimpi dan target saya bisa dilalui dengan baik dan menyenangkan. Allah memberikan kemudahan dan rezeki yang tidak pernah putus, Alhamdulillah. Dan ada juga kesedihan karena banyak hal yang membuat saya sakit hati entah karena ada kebencian atau apapun itu. Semua sudah berlalu dan akan menjadi penutup yang manis untuk tahun 2017 ini.

 

–Berarti sudah persiapan pakaian dan hijabnya juga dong?

Saya percaya rezeki Allah tidak akan putus apabila kita berbuat kebaikan. Saya spontan saja minggu kemarin. Teman saya mendukung niat saya dengan mengatakan bahwa selama seminggu saya memiliki pakaian dan hijab pasti bisa. Dan karuan saja saya selalu menyiapkan apa yang saya harus kenakan besok dan seterusnya. Karena setelah saya cek lemari pakaian saya, semua pakaian kerja maupun kaos biasa adalah lengan pendek. Jadi saya menggunakan yang seadanya dulu sampai saya harus mengumpulkan satu persatu. Dan saya lagi mencoba dan semangat untuk mengumpulkannya. Sampai nanti saya punya koleksi yang lumayan banyak. Hahahaha.

 

–Beneran udah yakin memangnya?

Dan kalimat ini berulang dipertanyakan. Sejujurnya saya kadang masih suka sedih melihat koleksi pakaian saya, atau rambut saya yang selalu saya warnai. Tetapi, begitu saya menggunakan kembali hijab ini, semua rasanya begitu menenangkan. Saya menjadi pribadi yang berbeda. Ketika saya naik Transjakarta atau transportasi umum sebagai moda transportasi saya kekantor, semua itu terasa aman. Karena tidak lagi dipandang aneh atau dipandang yang gimana-gimana. 🙂

Insya Allah saya yakin atas pilihan saya.

Walau banyak pertanyaan yang harus dijawab. Tetapi, tidak semua pertanyaan itu harus terjawab juga. Karena pertanyaan yang satu terjawab akan menimbulkan banyak pertanyaan lain. Jadi, semoga pertanyaan-pertanyaan yang ada tetaplah menjadi kalimat tanya yang saling menjadi perhatian ungkapan sayang.

Terima kasih tidak terhingga untuk kalian semua yang senantiasa mendukung dan menyayangi saya sedemikiannya. Terima kasih untuk telah menjadi keluarga, sahabat, rekan, musuh, dan saingan yang luar biasa. Percayalah, tanpa kalian hidup saya tidak akan berwarna dan menyenangkan seperti saat ini.

Saya menyayangi kalian semua. 🙂

Regards,

Ndue.

Semoga, Kelak..

Ada hal yang harus dicoba selama kita hidup di dunia ini. Entah percobaan akan hal apa-apa saja yang ada di dalam kehidupan ini. Tetapi, percobaan itu bisa jadi berhasil ataupun gagal. Kemarin, saya pun mencoba sesuatu yang diimpikan oleh orang tua manapun yang ada di Indonesia atau belahan dunia lainnya. Bukan sesuatu hal yang membanggakan atau menyenangkan untuk saya ceritakan disini. Hasilnya membuat saya patah hati, hancur berkeping-keping.

Saya masih saja belum bisa membanggakan orang tua saya. Walapun Mama saya mengucapkan kalimat penyemangat bahwa saya harus bangkit dan mencoba lagi, tetapi tetap saja ada sesak dan kecewa di relung hati saya. Anak satu-satunya ini masih saja belum bisa membanggakannya. Maafkan saya, Ma…

Andai saja saya diberikan waktu yang lebih banyak lagi, dan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik, saya berjanji dan mengikat janji seumur hidup terhadap diri sendiri bahwa saya harus menjadi seseorang yang mengingat bagaimana orang tua saya akan berbahagia dan bangga melahirkan saya ke dunia ini. Ya, andai saja saya diberikan kesempatan itu. Tetapi, saat ini belum.

Banyak sebenarnya yang bisa dicoba diluar sana dengan tawaran yang lebih baik lagi, tetapi untuk orang tua atau keluarga saya di daerah, bahwa apabila saya berhasil akan memberikan cerita dan kebanggaan sendiri. Saya menyadari umur saya tidak lagi muda atau disamakan dengan-mereka-yang baru saja lulus. Tetapi, saya harus mencoba untuk kemudian mendapati pengalaman yang kelak saya bagikan ke anak dan cucu saya.

Saya menuliskan di blog ini bukan karena saya ingin berkeluh kesah. Tetapi, satu-satunya media dimana menjadi pengingat dari setiap kehidupan saya adalah di blog ini. Sama halnya ketika saya menganggur dan mencari pekerjaan kesana-kemari dua tahun lalu. Saya menuliskan tiap-tiap cerita perjuangan saya interview tetapi tetap saja masih belum mendapati tempat bernama ‘kantor’ yang menaungi saya bekerja. Sampai akhirnya saya diterima di tempat kerja sekarang ini. Sayangnya blog lama saya crash dan banyaknya virus serta blog saya menjadi ajang penjualan alat-alat berbau pornografi. Saya marah dan kecewa sehingga saya harus menghapus dan me-reset blog saya dari awal.

Saya juga menginginkan hal tersebut menjadi abadi dalam tulisan dan kemudian bisa saya baca dikemudian hari. Bahwa saya, pernah merasa terpuruk dengan hancur hatinya, menghancurkan mimpi Mama dan keluarga saya. Saya menjadi sangat sedih dan tak berdaya saat ini. Benar kata Mama saya bisa mencoba dan berusaha dengan belajar dan memperbaiki diri, hanya saja di setiap kalimat yang terlontar dari Mama, saya merasakan pedih dan sedih karena saya tidak juga mengabarkan hasil yang terbaik untuk hari ini. Maafkan saya, Ma..

Saya menyayangi, mencintai, menghormati orang tua saya tanpa batas. Saya menyadari tugas saya dilahirkan di dunia ini selain menjadi pelengkap dari keluarga kecil kami, saya menyadari tugas dan kewajiban yang hakiki. Bahwa saya harus menjadi anak yang selalu membanggakan Mama dan Bapak entah dengan bagaimana caranya. Bahkan sampai Bapak meninggalkan dunia di tahun 2011 lalu pun saya masih saja merasa belum cukup membahagiakan dan membuatnya bangga. Maafkan saya, Pak..

Kalaupun pada akhirnya saya tetap gagal dan dalam kehidupan ini saya tidak lagi mendapatkan kesempatan tersebut. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat orang tua saya bangga dan bahagia pernah melahirkan saya kedunia ini. Karena ada banyak jalan menuju Roma, pun begitu dengan cita-cita saya sampai menua nanti.

Kalau saja ada pertanyaan yang dilontarkan ke saya saat ini, apa cita-cita kamu yang sebenarnya, Ndue? Konsistenkah dari kamu kecil, Ndue?

Jawaban saya kini berubah. Cita-cita saya hanyalah membahagiakan orang tua saya dengan menjadikan diri saya sebaik-baiknya. Tidak perlu menjadi Dokter, Polisi ataupun Presiden. Menjadi diri sendiri dengan hasil pencapaian sendiri pun sudah menjadikan diri saya lebih baik daripada siapaun dan apapun.

Semoga saja satu, dua, tiga, atau lima tahun kedepan ketika saya kembali menemukan tulisan ini, saya sudah berhasil dengan kegagalan saya kemarin. Dan saya akan mengingatkan diri saya untuk tidak berpuas diri, karena saya pernah merasakan terjatuh sesakit ini. Dan semoga saja Mama saya tetap bahagia akan pencapaian saya kelak. Semoga saja.

Seperti kalimat-kalimat mutiara yang saya hafalkan dari Sekolah Dasar dulu, bahwasannya kegagalan adalah sukses yang tertunda. Semoga kalimat mutiara ini berlaku untuk saya. Amin!

 

Jakarta, 17 September 2017.

Ditulis Minggu dini hari jam 01.10

 

Ndue.

A new life already begun..

This blog maybe same with previous. With same domain but the entry already gone. I don’t know what happened with my last blog. There’s alway error since half years ago. I and team already fixed with the problem or virus, but still can’t solved the problem.

I think this time same with before. We still can handle this problem and I still can write article and publish in my blog. But, unfortunetelly, we can’t fix it. Feel so sad when know that the one way for bring my blog back is uninstall my last blog, and install with new blog with same domain.

It’s OK. No big problem for me. I already spent for two years wrote in my blog. And if I should start with new entry its not big deal for me. I think if I still stand with my last blog with many problem because virus suspend my blog, that’s not good for me. And i realized if I should delete my blog, its better choice for me. 🙂

Thank you everyone for help and waiting story in my blog. With this article, I Proudly present my new blog. My new life, my new entry.

Because today, I have big experience for my life too. But I can’t share what my experience with all of you in this blog, because its my personal problem.

Please always stay in my blog. And I will write my best journey for you.

 

Regards,

 

Ndue. 🙂