Menginap di Chungking Mansion? Kenapa Tidak!

Papan penginapan di Lantai 16 blok D.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri dan Cory, teman terbaik saya menjelajahi Asia belakangan ini. Pengalaman menginap di Chungking Mansion selama kami di Hong Kong setahun yang lalu haruslah saya tuliskan dalam sebuah cerita di Blog saya. Sekedar untuk mengingatkan kami pernah ada di masa-masa tersebut.

_____

Tsim Sha Tsui – Hong Kong, setahun yang lalu.

12 – 16 Agustus 2018.

Pada saat proses deal mencari penginapan untuk kami stay di Hong Kong adalah hal yang benar-benar abu-abu. Tidak ada petunjuk enaknya dimana kami harus menginap. Sampai akhirnya tercetus ide dari temannya Cory dan artikel yang saya baca bahwa salah satu tempat yang masuk untuk dikantong kami adalah di daerah Tsim Sha Tsui.

Continue reading “Menginap di Chungking Mansion? Kenapa Tidak!”

Sunrise di Punthuk Setumbu-Magelang (Agustus, 2018)

Sunrise di Punthuk Setumbu – ndueisndue.com

Ketika mendengar tempat bernama Punthuk Setumbu pastilah langsung teringat film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Tempat ini menjadi saksi antara Cinta dan Rangga menikmati matahari terbit diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kalau saja di film tersebut Rangga dan Cinta begadang semalaman untuk menunggu matahari terbit, berbeda dengan perjalanan kami minggu lalu. Kami adalah manusia-manusia yang rentan terhadap angin malam, makanya kami perlu tidur untuk kemudian bangun tepat jam 3 pagi.

Baca Juga tulisan saya disini :  Menikmati Sunrise di Puncak Borobudur (Feb, 2018)

Perjalanan dengan jarak tempuh 43 KM, dari penginapan kami menuju desa Ngadiharjo-Magelang. Kami harus berangkat tepat jam 03.30 karena matahari terbit tepat jam 05.40. Kami harus sampai sebelum terlambat. Sejujurnya perlu suatu perjuangan berat untuk bisa bangun pagi dan mengendari motor menuju lokasi ini. Bahkan untuk Hafiz dan Hulman harus berhenti beberapa kali untuk kemudian menggunakan jas hujan walau tidak hujan. Tujuannya satu, supaya angin pagi yang sangat menusuk tulang itu bisa terhalang oleh jas hujan tersebut. Alhasil ide tersebut berhasil dan kami sampai di Punthuk Setumbu jam 05.00 pagi. Perjalanan pagi yang luar biasa.

Tiket dan pos masuk ke Punthuk Setumbu. 300 meter keatas.

Continue reading “Sunrise di Punthuk Setumbu-Magelang (Agustus, 2018)”

Ndue’s Journey To Macau – August (2017)

Spot foto wajib kalau ke Macau.

Perjalanan hari ketiga Summer Holiday ke Hong Kong tahun 2017. Perjalanan setahun yang lalu, tetapi kalau saya tidak menuliskannya di sini, sama saja seperti sebuah cerita yang bisa terlupakan begitu saja. Walaupun terlambat, saya akan menuliskan disini sebagai pengingat bahwa saya pernah dalam suatu perjalanan yang luar biasa menyenangkan.

Perjalanan ini terjadi di Bulan Agustus 2017. Saat dimana saya belum menggunakan hijab. Tak apa, saya yang memutuskan untuk tetap menuliskannya. Manusia pasti punya cerita atau kisah masa lalu. Pun dengan saya. Jadi biarkan saja saya melanjutkan perjalanan saya bersama Cory menikmati Liburan Musim Panas di Hong Kong.

——————————–

Hong Kong, 14 Agustus 2017.

Hari itu Senin. Saat dimana saya dan Cory harus melakukan sebuah misi penting. Penjemputan Dimas di Macau. Suatu kebetulan yang aneh, karena sebelumnya kami tidak janjian untuk liburan bareng ke Negara Hong Kong ataupun Macau. Intinya, iseng dia menanyakan saya mau jalan kemana, dan Bu Okta yang waktu itu semobil saat kami menuju ke tempat kerja mengatakan saya mau ke Hong Kong. Dari kebetulan itu, setelah dicek tanggalnya ternyata sama dengan si Dimas. Jadinya saya konfirmasi ke Cory bahwa ada misi penjemputan ke Macau dihari ketiga.

Paspor and Ticket, ready depart to Macau!

Continue reading “Ndue’s Journey To Macau – August (2017)”

Berburu Tiket Ke Korea Di Cathay Pacific Travel Fair – 2018

Finally KOREA we will meet soon!

Baru saja saya kepikiran untuk tahun depan kok ya belum ada nih wishlist atau tiket yang sudah di-issued untuk traveling tahun depan. Rencana sudah ada beberapa, tapi masih belum yakin untuk bisa berangkat atau membelinya. Terlebih kalau memikirikan budget tahun depan. Duh.. apa harus dikalahkan dulu yah impian travelingnya? Oh, No!

Juga kepikiran karena status saya adalah pegawai baru yang belum apa-apa sudah mengajukan cuti di bulan Oktober dan November ini kok ya ndilalah sayanya kepikiran apa iya memungkinkan saya untuk mengambil cuti panjang lagi? Ah, lihat nanti saja deh gimana. Yang penting niat dulu, ya!

Continue reading “Berburu Tiket Ke Korea Di Cathay Pacific Travel Fair – 2018”

Sebuah Penyesuaian :)

Feeling so blessed. 🙂

Seminggu yang lalu saya ingat betul bagaimana rasanya menjadi galau. Galau bukan karena perkara percintaan. Melainkan besok menjadi hari pertama saya bekerja ditempat yang baru. Ternyata, saya sudah melalui selama seminggu. Dan bersyukur saya mulai terbiasa akan beradaptasi di tempat yang baru.

Sahabat saya, Chacha namanya. Kalau cerita dengan dia rasanya gak bisa berhenti tertawa dan tertohok. Dia orang yang saya tanyai, jawabannya itu selalu nyeleneh. Seminggu yang lalu saya menanyakan hal ini:

“Cha, kira-kira aku besok gimana yah? Pasti akan berbeda jauh dengan tempat yang lama. Aku galau dan takut, Cha..”

Kalian tahu jawabannya apa? (Panggilan dia kesaya itu Ces, menandakan panggilan saya Princess ke saya. Hahaha) Okay, begini jawabannya..

“Ces, aku pernah baca dulu waku SD, salah satu ciri makhluk hidup didunia ini adalah bisa beradaptasi. Nah, kamu bisa menilai besok kamu makhluk hidup atau tidak.”

Continue reading “Sebuah Penyesuaian :)”

Sayonara ‘Toray’!

Its not farewell of me, Just see you again 🙂

Didunia kerja perpisahan bernama “Resign´adalah hal yang biasa. Tetapi, tetap saja untuk saya adalah suatu hal yang menyedihkan. Menyedihkan dalam artian, pertemuan yang terjadi di setiap pagi dan berakhir di setiap sore tidak akan lagi terjadi untuk hari-hari selanjutnya. Anggaplah saya lebay. Memang saya ini orang yang termasuk kategori cengeng untuk menghadapi perpisahan dalam bentuk apapun.

Saya turut berbahagia atas setiap perpisahan yang ada. Karena bermacam-macam alasan resign pastilah hal yang harusnya dibanggakan. Entah itu mendapati pekerjaan yang baru dan lebih baik lagi, atau karena ingin fokus menjadi seorang pengusaha atau Ibu Rumah Tangga. Semua harus dirayakan dengan perpisahan yang mengharu-biru dan berbahagia.

Dan perpisahan bernama resign itu juga akhirnya terjadi untuk saya. Saya tidak pernah membayangkan bahwa akhirnya saya harus keluar dari perusahaan yang seperti impian saya telah menjadi kenyataan. Semua kenyamanan saya peroleh disana. Teman-teman yang baik dan saling  support, tempat kerja yang sangat nyaman, Bos yang baik dan selalu membagikan ilmu, bahasa yang akhirnya saya kuasai karena belajar secara lisan dan tulisan disana, juga fasilitas-fasilitas lainnya yang saya terima diperusahaan tersebut. Tetapi, mimpi dan ambisi saya harus tetap diingat dan dicapai.

30.06.2018 Dari dulu saya paling gak suka perpisahan-berpisah. Bentuknya bagaimanapun, apapun, itu menandakan bahwa kebersamaan dan pertemuan itu haruslah berakhir. * * Hal yang tidak pernah saya bayangkan bahwa akhirnya kesempatan itu akhirnya datang untuk saya. Kesempatan yang saya coba ternyata rezeki Ramadhan, Allah memudahkan dan mengizinkan saya untuk berpindah memulai cerita, dan impian baru. * * Dulu, 12 atau 13 tahun lalu omongan menyakitkan pernah ditujukan kepada seorang remaja perempuan yang berambisi akan mimpinya. Menurut mereka, remaja ini tidak pantas bekerja kantoran, menurut mereka remaja ini hanya malu-maluin dirinya sendiri kalau bekerja dikantor. Remaja itu tak ambil hati, ada kakak yang menguatkan bahwa semua itu dijadikan motivasi. Alhamdulillah remaja itu kuat, remaja itu saya. * * Saya selalu berusaha, belajar, ngerjain tugas kuliah sampai jam 3 pagi, jam 7 paginya harus berangkat kerja. Saya sering banget nangis cuma karena hal spele. Saya mengantuk. Dan semua itu hasilnya terlihat ditahun-tahun selanjutnya. * * Terima kasih ‘Toray’ untuk setiap cerita yang ada. Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk saya, seorang cucu petani dari pelosok desa di Klaten untuk bekerja disebuah tempat yang sangat bagus. Gedung pencakar langit di Jakarta, beralamatkan Jenderal Sudirman. Semua cerita yang ada akan selalu saya simpan sampai akhir hayat. Terima kasih banyak! * * Dan, selamat menyongsong cerita baru. Senin nanti saya mendapati cerita baru. Semoga cerita ini menjadi lebih baik lagi. * * #toray #tiin #worker #farewell #story #dream #storyofndue #life

A post shared by NDue 'Rini Astuti Handayani' (@ndueisndue) on

Continue reading “Sayonara ‘Toray’!”

Yuk menabung!

Ini kelebihan 10%, kurangkan saja dari budget life dan fashion..

Malam ini ditengah sakit perih dan memarnya saya karena korban tabrak lari malam jni, saya iseng buat maping untuk bagaimana mengatur pola keuangan. Barangkali, saya bisa menginspirasi untuk para pembaca blog saya untuk lebih sayang dan lebih teliti untuk jajan dan mengeluarkan uang lagi.

Oh ya, saya barusan ditabrak sama orang entah dia mabok atau ngantuk. Ngomongnya ngawur gituh, padahal saya lagi dijalan yang benar terus di orang ini nyebrang dan nabrak saya gitu, dong. Kadang dijalan yang benar aja masih suka salah, gimana di jalan yang salah, ya? Hufets! Resiko dijalan, kalau gak ditabrak yah nabrak udah gitu aja.

Jadi gini, pertanyaan yang sering banget mampir ke saya..

Kamu kok bisa udah KPR, punya Kartu Kredit, dan masih bisa jalan-jalan?

Iyah bisalah, pasti! Selama ada niat. Niat dijalan yang benar itu tadi, bukan dijalan yang salah dengan jadi simpenan om-om. *eh.

Continue reading “Yuk menabung!”

Believer.

Pernah gak kalian merasakan kepasrahan akan kehidupan ini? Pasrah yang sesungguhnya. Pasrah yang kemudian menjadi ikhlas. Ikhlas menerima akan apa yang terjadi dikehidupan ini. Ikhlas yang kemudian menjadi tulus. Tulus berbuat apaapun itu untuk menjadikan diri kita kuat dan menjalani kehidupan ini dengan seyogyanya.

Saya pernah. Saya mencoba akan menjalani rasa itu. Dan kehidupan ini dengan apapun yang ditawarka oleh kehidupan ini.

Continue reading “Believer.”

Thank You For 10 Years Our Togetherness.

10 years our togetherness.

Thank you for our relationship. 10 years and still continue.

I would like to thank you very much for your kindness heart. Your support, your love, your trust, and everything.

I wouldn’t like to tell everyone how I’m happy to be someone in your heart and life. I just want to tell myself that how lucky having you in my life.

Continue reading “Thank You For 10 Years Our Togetherness.”

Sebuah Perjalanan Penuh Arti Ke Suku Baduy Dalam (Mei, 2018)

Septian, Mas Andri, Mas Doni, Ndue, Mas Syarif, Syifa, Acha. Sebelum Berpisah..

Menjadi mimpi saya sedari 4 tahun yang lalu untuk bisa berkunjung ke Suku Baduy Dalam. Kenapa harus ke Baduy? Karena dari beberapa cerita kawan-kawan yang pernah singgah ke sana, menemukan dan bagaimana bertahan tanpa komunikasi dan lampu ditengah hutan adalah suatu perjalanan dimana menemukan siapa dan seberapa kuat diri kita. Semua bertumpu pada kemauan untuk tetap melangkah sehingga bisa mencapai kawasan Desa Baduy Dalam.

Perjalanan kali ini saya tempuh dengan rekan kantor. Sebuah ide yang tercetus begitu saja tanpa suatu kesepakatan. Tahun 2018, sebelum puasa mari kita ke Baduy. Dan kalimat ajakan itu bersambut baik oleh Syifa, Acha, Septian dan seharusnya Mas Didit. Sayangnya, 3 hari sebelum hari H, Mas Didit mengabari bahwa tidak bisa ikut karena ada suatu urusan yang tidak mungkin ditinggalkan.

Continue reading “Sebuah Perjalanan Penuh Arti Ke Suku Baduy Dalam (Mei, 2018)”