Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 2 – Victoria Park, Causeway Bay, Dim Sum Canteen Islamic Center

Diantara Tram Ding-Ding.. Icon of Hong Kong.

…sambungan dari part 1 sebelumnya. Silahkan bisa di lihat disini.

Hong Kong serasa di Indonesia? Tentu bisa dan ada. Hari kedua saya di HK adalah hari minggu. Rencana pagi dan siang ini random saja, karena belum tersusun secara pasti. Barulah pada sore dan malam hari kami sudah ada jadwal mau kemana-mananya. Jadi karena juga pagi ini kami bangun kesiangan, ikuti saja jejak kaki melangkah. Walaupun masih random kami sudah memiliki beberapa opsi yang bisa diambil untuk tetap disinggahi selama kami di HK.

Continue reading “Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 2 – Victoria Park, Causeway Bay, Dim Sum Canteen Islamic Center”

Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 1 ( August, 2017 )

Welcome greeting in Hong Kong International Airport. Welcome!

Seperti yang pernah saya janjikan sebelumnya bahwa saya akan menuliskan perjalanan saya ke Hong Kong, dan inilah postingan pertama saya. Postingan ini rencananya akan saya buatkan sambung-menyambung untuk  beberapa post dikemudian hari. Jadi tetap saya optimis akan menyelesaikannya.

Kenapa Hong Kong? Dan kenapa pas summer holiday? Kan kalau panas mah di Indonesia juga sering, gak musim dingin aja?

Continue reading “Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 1 ( August, 2017 )”

Semoga, Kelak..

Ada hal yang harus dicoba selama kita hidup di dunia ini. Entah percobaan akan hal apa-apa saja yang ada di dalam kehidupan ini. Tetapi, percobaan itu bisa jadi berhasil ataupun gagal. Kemarin, saya pun mencoba sesuatu yang diimpikan oleh orang tua manapun yang ada di Indonesia atau belahan dunia lainnya. Bukan sesuatu hal yang membanggakan atau menyenangkan untuk saya ceritakan disini. Hasilnya membuat saya patah hati, hancur berkeping-keping.

Saya masih saja belum bisa membanggakan orang tua saya. Walapun Mama saya mengucapkan kalimat penyemangat bahwa saya harus bangkit dan mencoba lagi, tetapi tetap saja ada sesak dan kecewa di relung hati saya. Anak satu-satunya ini masih saja belum bisa membanggakannya. Maafkan saya, Ma…

Andai saja saya diberikan waktu yang lebih banyak lagi, dan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik, saya berjanji dan mengikat janji seumur hidup terhadap diri sendiri bahwa saya harus menjadi seseorang yang mengingat bagaimana orang tua saya akan berbahagia dan bangga melahirkan saya ke dunia ini. Ya, andai saja saya diberikan kesempatan itu. Tetapi, saat ini belum.

Banyak sebenarnya yang bisa dicoba diluar sana dengan tawaran yang lebih baik lagi, tetapi untuk orang tua atau keluarga saya di daerah, bahwa apabila saya berhasil akan memberikan cerita dan kebanggaan sendiri. Saya menyadari umur saya tidak lagi muda atau disamakan dengan-mereka-yang baru saja lulus. Tetapi, saya harus mencoba untuk kemudian mendapati pengalaman yang kelak saya bagikan ke anak dan cucu saya.

Saya menuliskan di blog ini bukan karena saya ingin berkeluh kesah. Tetapi, satu-satunya media dimana menjadi pengingat dari setiap kehidupan saya adalah di blog ini. Sama halnya ketika saya menganggur dan mencari pekerjaan kesana-kemari dua tahun lalu. Saya menuliskan tiap-tiap cerita perjuangan saya interview tetapi tetap saja masih belum mendapati tempat bernama ‘kantor’ yang menaungi saya bekerja. Sampai akhirnya saya diterima di tempat kerja sekarang ini. Sayangnya blog lama saya crash dan banyaknya virus serta blog saya menjadi ajang penjualan alat-alat berbau pornografi. Saya marah dan kecewa sehingga saya harus menghapus dan me-reset blog saya dari awal.

Saya juga menginginkan hal tersebut menjadi abadi dalam tulisan dan kemudian bisa saya baca dikemudian hari. Bahwa saya, pernah merasa terpuruk dengan hancur hatinya, menghancurkan mimpi Mama dan keluarga saya. Saya menjadi sangat sedih dan tak berdaya saat ini. Benar kata Mama saya bisa mencoba dan berusaha dengan belajar dan memperbaiki diri, hanya saja di setiap kalimat yang terlontar dari Mama, saya merasakan pedih dan sedih karena saya tidak juga mengabarkan hasil yang terbaik untuk hari ini. Maafkan saya, Ma..

Saya menyayangi, mencintai, menghormati orang tua saya tanpa batas. Saya menyadari tugas saya dilahirkan di dunia ini selain menjadi pelengkap dari keluarga kecil kami, saya menyadari tugas dan kewajiban yang hakiki. Bahwa saya harus menjadi anak yang selalu membanggakan Mama dan Bapak entah dengan bagaimana caranya. Bahkan sampai Bapak meninggalkan dunia di tahun 2011 lalu pun saya masih saja merasa belum cukup membahagiakan dan membuatnya bangga. Maafkan saya, Pak..

Kalaupun pada akhirnya saya tetap gagal dan dalam kehidupan ini saya tidak lagi mendapatkan kesempatan tersebut. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat orang tua saya bangga dan bahagia pernah melahirkan saya kedunia ini. Karena ada banyak jalan menuju Roma, pun begitu dengan cita-cita saya sampai menua nanti.

Kalau saja ada pertanyaan yang dilontarkan ke saya saat ini, apa cita-cita kamu yang sebenarnya, Ndue? Konsistenkah dari kamu kecil, Ndue?

Jawaban saya kini berubah. Cita-cita saya hanyalah membahagiakan orang tua saya dengan menjadikan diri saya sebaik-baiknya. Tidak perlu menjadi Dokter, Polisi ataupun Presiden. Menjadi diri sendiri dengan hasil pencapaian sendiri pun sudah menjadikan diri saya lebih baik daripada siapaun dan apapun.

Semoga saja satu, dua, tiga, atau lima tahun kedepan ketika saya kembali menemukan tulisan ini, saya sudah berhasil dengan kegagalan saya kemarin. Dan saya akan mengingatkan diri saya untuk tidak berpuas diri, karena saya pernah merasakan terjatuh sesakit ini. Dan semoga saja Mama saya tetap bahagia akan pencapaian saya kelak. Semoga saja.

Seperti kalimat-kalimat mutiara yang saya hafalkan dari Sekolah Dasar dulu, bahwasannya kegagalan adalah sukses yang tertunda. Semoga kalimat mutiara ini berlaku untuk saya. Amin!

 

Jakarta, 17 September 2017.

Ditulis Minggu dini hari jam 01.10

 

Ndue.

Ndue’s Journey to Gumuk Pasir Parang Tritis – Jogjakarta ( Juli 2017 )

Hello, Gumuk Pasir. I Just love you. 🙂

Akhir-akhir ini perhatian dan keinginan saya untuk menulis dan mengisi artikel di blog ini hilang sudah. Entah karena alasan yang selalu ampuh saya pakai yakni tidak sempatnya saya alias sibuk untuk mengurusi blog ini. Tetapi, diluar perkiraan saya, Agustus 2017 ini menjadi bulan yang luar biasa memerdekakan saya dengan liburan yang hampir setiap minggu selama 3 minggu berturut-turut. Alhamdulillah.

Continue reading “Ndue’s Journey to Gumuk Pasir Parang Tritis – Jogjakarta ( Juli 2017 )”

Perpanjang SIM C Beda Domisili dengan Online Mudah dan Murah

Yiayy SIMnya telah selesai dicetak. Alhamdulillah.

Kemarin, saya merasa menjadi perempuan yang luar biasa keren. Bagaimana tidak, saya berhasil memperpanjang masa aktif SIM C saya yang berbeda domisili dengan usaha saya sendiri tanpa bantuan calo ataupun teman yang mendampingi. Intinya saya benar-benar usaha sendiri dari -0- sampai dengan berhasil memperpanjang SIM C tersebut.

SIM C saya sebelumnya dikeluarkan oleh Polres Jawa Tengah, karena domisili saya sebelumnya adalah di Klaten. Dan dengan entah perasaan apa ini namanya, saya harus merelakan SIM saya berpindah domisili menjadi Metro Jaya, karena domisili saya saat ini adalah di Jakarta Barat. Berat hati untuk meninggalkan kependudukan di Klaten yang asri itu, tapi apa daya, kehidupan saya sudah berpindah sedari puluhan tahun di Jakarta. Jadi, nikmati saja lah.

Awalnya saya sempat dilanda perasaan bingung. Bagaimana bisa saya memperpanjang SIM tersebut di SATPAS DAAN MOGOT. Karena minimnya informasi itulah yang membuat saya juga frustasi sedemikiannya memikirkan proses dan biaya yang harus saya keluarkan. Saya sudah mulai berpikir dari bulan Mei kemarin tentang kira-kira proses dan biaya yang harus saya siapkan untuk memperpanjangnya.

 

Sampai pada titik saya mendapati inspirasi dari social media benar memang bahwa selama kita berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya, tidak malas, dan gunakan social media tepat pada kegunaannya, banyak informasi yang bisa saya dapatkan untuk prosedurnya seperti apa dalam hal perpanjang SIM C saya tersebut.

Informasi yang saya peroleh adalah bahwa untuk perpanjang SIM C beda domisili tersebut diperlukan adanya surat mutasi atau pindah domisili yang dikeluarkan dari domisili saya sebelumnya, yakni Klaten ditujukan ke Jakarta Barat. Kemudian baru bisa diperpanjang di Jakarta untuk SIM saya tersebut.

Sampai kemudian, saya menyempatkan mampir ke Polres Klaten pada saat mudik kemarin dengan menyiapkan fotocopy SIM dan KTP yang sudah E-KTP. Dan hasilnya nihil. Karena sistem dari Polri saat ini sudah luar biasa canggih, informasi yang saya peroleh tersebut sudah tidak terupdate. Lantas saya meminta solusi kepada petugas Polres yang sangat baik tersebut, bahwa dengan mendaftar secara langsung di SATPAS DAAN MOGOT, atau dengan cara mendaftarkan diri secara online di website POLRI bisa langsung perpanjang tanpa surat mutasi lagi.

Baiklah, saya mulai mempelajari kembali apa yang namanya daftar online dan mudah tersebut. Usaha yang diperlukan adalah jangan pernah malas membaca dan mencari tahu tentang informasi yang ada di website POLRI tersebut. Jadi saya runutin bagaimana –step by step- yang tertulis disana. Dan tidak ketinggalan dokumen apa-apa saja yang perlu disiapkan. Bersyukurnya, saya langsung gerak cepat, sehingga SIM C bisa diperpanjang online selama masa berlakunya belum habis. Kalau yang sudah habis masa berlakunya gimana? Saya juga kurang paham, coba kalian cari informasinya lagi ya.

ID Card – setiap peserta yang masuk. Wajib digunakan, ya!

Nah, setelah saya mengisi formulir yang ada di website tersebut, dan nomor registrasi online sudah dikirimkan via email yang saya tuliskan pada isian tersebut langkah selanjutnya adalah membayar biaya perpanjang SIM C tersebut. Pembayarannya sendiri bisa dilakukan di ATM BRI, atau teller BRInya langsung, atau juga bisa secara langsung pada saat kalian datang ke SATPASnya. Waktu itu saya coba bayar pakai ATM BRI di luar jam kerja dan datanya tidak ditemukan. Saya sempat curiga apakah ada yang salah atau tidak dalam hal mengisi nomor registrasinya tetapi, paginya saya coba sebelum berangkat ke SATPAS dan dengan ajaibnya ketika saya ketikkan nomor registrasi tersebut langsung muncul nama saya, keterangan perpanjang apa, dan biaya yang harus dibayarkan yakni cukup Rp. 75.000,-

Pada saat mengisi pilihan lokasi pengambilan SIM saya cari informasi dulu apakah SATPAS DAAN MOGOT buka atau tidak di hari sabtu. Bersyukur SATPAS DAAN MOGOT buka di hari sabtu, bergegaslah saya untuk ke lokasi yang dituju. Karena pertimbangannya Sabtu pasti ramai karena banyak pekerja yang memanfaatkan waktunya untuk datang ke lokasi ini. Jadi dari rumah saya berangkat pukul 07.45.

 

Lagi-lagi, saya sarankan untuk memudahkan dan tidak shock melihat antrean mengular yang ada di lokasi baiknya disiapkan dulu dokumen apa-apa saja yang perlu dibawa. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya perihal persiapan yang harus disiapkan. Atau pada saat mendapatkan email registrasi dari Polri, disebutkan juga dokumen yang dibawa. Diantaranya:

  1. Fotocopy KTP dan KTP asli yang sudah E-KTP
  2. Fotocopy SIM dan SIM asli
  3. Surat keterangan Sehat

Untuk point 1 dan 2 mungkin tidak menjadi hal yang membingungkan, tetapi untuk point 3 bagaimana? Di website online Polri juga ada pilihan dokter yang direkomendasikan untuk suratnya menjadi rujukan pada saat perpanjang SIM. Dan saya manfaatkan klinik yang ada di Jakarta Barat tersebut untuk meminta SKSnya. Sebenarnya di SATPAS DAAN MOGOT juga ada dokternya untuk dimintai SKSnya tetapi, kuat-kuatkanlah kekuatan kalian, karena antreannya bikin orang mules duluan, saking panjangnya. Prinsipnya saya adalah, tidak apa-apa mengantre beberapa pasien di Klinik tersebut, karena kan mengantrenya duduk dan dingin ada Acnya. Jadi sampai di SATPAS semua dokumen sudah siap tinggal menuju loket perpanjang SIM.

Saya juga merasa jenius atas prinsip saya tersebut diatas. Karena pada saat datang ke Kantor SATPAS saya diberikan identitas peserta ujian di pintu masuk. Jangan bingung bagaimana selanjutnya, tanyakan petugas yang ada. Bapak-Bapaknya disana banyak yang standby dan ramah juga membantu. Nyatanya saya tidak tersesat diantara banyak orang tadi hanya bermodalkan muka melas dan banyak bertanya. Karena, saya juga tidak mau tersesat dijalan. Hahaha.

Formulir yang harus diisi.

Setelah dicek dokumentnya lengkap, saya dirujuk ke loket No. 21, 22 dan 23. Yang bacaannya Perpanjang SIM diatas loket tersebut. Betapa bahagianya saya dilayani oleh Bapak yang ramah dan baik yang juga tetangga di kampung halaman. Intinya saya bahagia. Dari Bapak ini saya dijelaskan, walaupun sudah daftar online, saya perlu ke bank BRI untuk meminta formulir untuk diisi. Oh ya, siapkan juga alat tulis ya. Kalaupun tidak membawa, di luaran banyak yang jualan 1 setnya kayaknya 5ribuan sudah dapat bulpoint dan pensil.

Selesai mengisi formulir, saya harus mengcopy bukti pembayaran via atm tersebut. Bingung juga rasanya harus dimana saya fotocopynya. Lagi-lagi jangan malu bertanya, ketemu Bapak yang bertugas dikasih tahu petunjuk arahnya. Dan sempat shock ketika tahu harga perlembar copynya adalah Rp. 1.000,- *okeh saya kelihatan pelit ya* hahahaha.

Balik lagi ke Loket 21 dan ketemu Bapak yang baik tadi. Setelah minta izin untuk menyisir rambut saya dipersilahkan. Tidak lama prosesnya saya dirujuk ke bilik untuk pengambilan foto. Kebetulan saat itu tidak antre, jadi saya bebas memilih yang mana saja. Saya masih bahagia dan saya juga berpamitan ke Bapak tetangga tadi, berterima kasih sebesar-besarnya atas kesabarannya melayani saya.

Setelah berfoto, langsung diarahkan ke loket no. 30 diluar gedung. Tidak antre juga disana. Hanya butuh waktu tidak sampai 3 menit nama saya dipanggil. Dan jadilah SIM C atas nama saya dengan keluaran dari POLDA METRO JAYA. Dan lebih bahagia lagi ketika Bapak petugas di loket 30 juga orang Klaten. Wah, intinya saya bahagia luar biasa dan kecemasan-kecemasan akan adanya kesulitan di lapangan tidak terbukti sama sekali. Alhamdulillah. Saya keluar di pintu keluar dan mengembalikan ID Card peserta ujian tadi ke Bapak yang bertugas disana. Saya kemudian bahagia meng-update IG story saya dan menceritakan bahwa semua berjalan dengan sempurna dan tanpa memakan waktu yang lama. Karena total saya di SATPAS hanya kirakira 40 menitan saja sudah selesai. Yiayyyy.

Oh ya, dan ini rincian biayanya, yah.

  1. Surat Keterangan Sehat dari Klinik yang tertera di Web Polri Rp. 15.000,-
  2. Biaya perpanjang SIM C Rp. 75.000,-
  3. Fotocopy struk ATM di SATPAS Rp. 1.000,-
  4. Fotocopy SIM dan KTP saya stock 10 lembar Rp. 5.000,-
  5. Parkir di SATPAS Rp. 2.000,-

Total biaya yang dikeluarkan Rp. 98.000,- saja. Saya bersorak-sorak bahagia.

Intinya, guys. Jangan pernah malas membaca dan mencari informasi. Juga jangan mau jadi generasi yang instant yang apa-apa akan selesai dengan sendirinya dan cepat. Kalian harus berusaha mencoba. Karena kalau tidak pernah mencoba, kalian tidak pernah tahu rasanya berhasil atas usaha yang kalian lakukan. Dan terima kasih kepada POLRI yang sudah mempermudah pelayanan ke masyarakan dengan adanya sistem Online. Semoga POLRI dan Indonesia akan lebih maju dan berjaya.

Sampai jumpa 5 tahun kemudian!

 

Regards,

Ndue.

Ndue’s Journey to Watersport Nusa Lambongan – Bali ( Mei 2017 )

Banana Boat – Nusa Lembongan

Berlibur ke Pulau Dewata adalah mimpi dari kebanyakan orang yang ada di Dunia ini. Tidak terkecuali saya. Bali, menjadi sebuah tempat dimana saya merasakan rileksasi kehidupan yang seyogyanya. Bagaimanapun Bali pernah tercoreng karena dua kali kasus bom yang meneror tempat ini, tetap saja setiap orang ingin mengunjungi Bali sebagai tempat berlibur, menikah, bulan madu, ataupun urusan kantor.

Saya sendiri pernah mengujungi Bali di Tahun 2014 yang lalu. Saat itu adalah liburan keluarga kecil kami. Karena yang berangkat hanyalah saya, Mama, dan Titis. Liburan kali itu menyenangkan sekali, karena itu moment kali pertama keluarga kami bisa mengunjungi tempat di luar kota bersama setelah biasanya Mama jalan sendiri, atau saya berdua dengan Titis yang pergi. Pada saat itu, saya berdo’a di Uluwatu ataupun di Tampak Siring bahwasannya pada usia 3 tahun mendatang saya bisa mengunjungi Bali lagi. Mitos, bisa dipercaya ataupun tidak. Tetapi, saya benar-benar bisa mendarat dan menikmati Bali bersama sahabat-sahabat dari Mercu Caur.

Continue reading “Ndue’s Journey to Watersport Nusa Lambongan – Bali ( Mei 2017 )”

Ndue’s Journey To Melacca – Malaysia (April 2017)

Melaka World Heritage City

Setelah sukses perjalanan ala backpacker ke Singapore November 2016 lalu, baru berselang satu minggu saja saya sukses meracuni teman seperjuangan saya yakni Corry untuk mengajaknya ke Negara Tetangga yakni Malaysia. Tadinya niat iseng tersebut karena banyaknya artikel yang saya baca perihal Malaka atau Melaka atau bisa juga Melacca. Nah, karena saya bisa mengambil hatinya dan meyakinkan si Corry bahwa ini menjadi pengalaman hidup, maka dia mengiyakan dan menyetujui untuk berkunjung ke Negara tersebut.

Dari November 2016 sampai dengan akhir Desember 2016 adalah waktu yang diberikan kepada saya untuk mencari maskapai murah tapi bertaraf Nasional. Rada pusing juga siy sebenarnya, karena kalaupun ada jamnya itu lho yang tidak bersahabat. Karena Semesta Mendukung, akhirnya saya mendapatkan tiket Malaysia Airlines dengan harga yang sangat-sangat terjangkau, Alhamdulillah.

Continue reading “Ndue’s Journey To Melacca – Malaysia (April 2017)”

A new life already begun..

This blog maybe same with previous. With same domain but the entry already gone. I don’t know what happened with my last blog. There’s alway error since half years ago. I and team already fixed with the problem or virus, but still can’t solved the problem.

I think this time same with before. We still can handle this problem and I still can write article and publish in my blog. But, unfortunetelly, we can’t fix it. Feel so sad when know that the one way for bring my blog back is uninstall my last blog, and install with new blog with same domain.

It’s OK. No big problem for me. I already spent for two years wrote in my blog. And if I should start with new entry its not big deal for me. I think if I still stand with my last blog with many problem because virus suspend my blog, that’s not good for me. And i realized if I should delete my blog, its better choice for me. 🙂

Thank you everyone for help and waiting story in my blog. With this article, I Proudly present my new blog. My new life, my new entry.

Because today, I have big experience for my life too. But I can’t share what my experience with all of you in this blog, because its my personal problem.

Please always stay in my blog. And I will write my best journey for you.

 

Regards,

 

Ndue. 🙂