Cambodia

Angkor Wat Tempat Yang Selalu Dirindukan

Angkor wat Kamboja

Angkor wat merupakan tempat tujuan pertama yang harus kami kunjungi ketika sampai di Seam Reap.

Sebelum sampai di Siem Reap, kami terlebih dahulu mengunjungi Phnom Penh. Perjalanan ini kami lakukan Oktober 2018 lalu dengan misi 3 Negara dalam waktu 10 hari saja. Ada saya dan Archa, 2 wanita yang tertantang untuk melakukan perjalanan ini. Dan kami setuju bahwa Kamboja adalah Negara yang akan kami kenang seumur hidup kami.

Kali ini saya putuskan untuk memosting tulisan perjalanan kami di Angkor Wat, Siem Reap. Karena ini menjadi pembuka untuk blog saya yang harus ke reset dari awal karena kena suspence entah karena apa. Baiklah, mari kita mulai menjelajahi Angkor Wat.

***

Selamat Pagi, Angkor Wat.

Setelah semalaman naik sleeping bus dari Phnom Penh kami tiba di Siem Reap jam 5.30. Di tempat penurunan Bus Giant Ibis sudah banyak tuk-tuk menunggu kami untuk menawarkan tour ke kawasan Angkor Wat. Kalau dipaksakan bisa saja kami mengejar sunrise yang ada di Angkor Wat, tetapi kami lebih memilih untuk membersihan diri di toilet yang ada daripada harus terburu-buru. Setelah selesai matahari pagi mulai menyapa kami, tanpa koneksi internet kami berjalan menjauhi pos bus tersebut dan akhirnya mendapati tuk-tuk untuk mengantar kami keliling kawasan Angkor Wat dan mengantarkan kami ke hotel.

Sunrise di Angkor Wat Kamboja

Akan ada banyak tuk-tuk yang bisa kalian temui walaupun dijalanan, jadi sepintar-pintar kalian menggunakan feeling dan nawar. Bersyukur saya bersama Archa, dia penawar ter-Afgan yang pernah saya kenal. Dia pemberani di manapun, bahkan dia juga orang yang mengingat sejarah dengan baik.

Menikmati Angkor Wat tidak harus pada saat sunrise atau sunset, karena saya pernah baca artikel bahwa untuk mendapatkan spot foto terbaik pada saat jam-jam tersebut butuh usaha lebih karena sudah banyak orang yang menunggu. Dan juga hasil fotonya kurang maksimal karena terkadang realita tidak sesuai dengan harapan. Jadi, berfoto setelah itu juga cahayanya masih cantik dan masih mendapatkan icon dari Angkor Wat.

  1. Mata Uang di Kamboja

Negara Kamboja ini mata uangnya USD dan Riel Kamboja. Selama disana kami menggunakan USD untuk bertransaksi.

Perhitungannya adalah 4.000 Riel = 1 USD. Contohnya kalau harga minuman 2.000 Riel = 0,5 USD kalau di konversi ke IDR = 7.750,-

Pada saat kami kesana Oktober 2018 lalu nilai tukar Dollar di angka Rp. 15.500,- / 1 USD. Saat itu rupiah lagi terperosok sampai angka Rp. 15 ribu sekian. Mudah-mudahan kalau ada kesempatan kesana lagi Dollar turun seperti saat ini atau bisa lebih baik lagi yakni bisa stabil di angka Rp. 10 ribu sekian saja.

  1. Biaya keliling Angkor

Sebelum kamu memulai pertualangan seru untuk mengenal candi ini, berikut budget yang perlu kamu siapkan.

  • Sewa tuk-tuk sampai ke hotel = USD 11 (USD 22 dibagi berdua dengan Archa)
  • 1 day pass keliling Angkor = USD 37 (ini bisa masuk candi mana saja sampai jam 17.30)
  • Sarapan di depan Angkor Wat = USD 6

Totalnya USD 54.

Untuk berkeliling kawasan Angkor memang tidak cukup 1 hari saja. Disana kalian akan menemui banyak banget Angkor dengan bentuk dan sejarah yang sama-sama uniknya. Seharian kami hanya kuat 3 candi saja, karena kondisi saat itu panas banget dan kami memilih menyimpan tenaga untuk perjalanan beberapa hari di Thailand.

Dan Angkor yang berhasil kami kunjungi adalah Angkor Wat, Angkor Bayon dan Angkor Thom.

Morning in Angkor Wat

Untuk saya yang mengagumi segala bentuk peninggalan sejarah membayar USD 37 adalah hal yang wajar. Kalau ada pilihan wisata yang mana lebih saya sukai? Saya dengan pasti menjawab wisata bersejarah. Selalu mengagumi bahkan sampai merinding membayangkan dahulu ada kehidupan sebelum dunia berubah seperti ini. Dan peninggalan-peninggalan ini yang membuktikan dan meyakinkan saya bahwa semua itu benar-benar ada dan nyata.

Untuk kalian yang punya waktu lebih, ada pilihan pembelian tiket masuk untuk berkeliling dikawasan Angkor ini.

1 day pass           = USD 37

3 day pass           = USD 62

7 day pass           = USD 72

Dan tiket masuknya itu ada foto kita, beginilah wajah kami setelah 2 hari tidak mandi dan bermalam di bus, masih tetap kece, kan?

Harga dan Tiket Masuk ke Angkor Wat

  1. Sejarah Angkor Wat

Patung yang dirusak pada saat penjajahan di Kamboja

Siapa disini yang beranggapan kalau di Siem Reap hanya ada Angkor Wat saja? Kalian gak perlu khawatir, saya dulu juga berpikir demikian. Ternyata Angkor Wat itu adalah icon atau candi terbesar yang ada di kawasan ini.

Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, Angkor Wat berarti Kota Candi. Candi ini juga yang menjadi simbol dari bendera Negara Kamboja dan sudah ditampilkan sekitar tahun 1863.  Pembangunan candi ini dimulai pada pemerintahan raja Suryawarman II (memerintah pada 1113 – sekitar 1150). Dipersembahkan untuk memuliakan Wisnu, candi ini dibangun sebagai candi agung negara milik raja sekaligus sebagai ibu kota. Menjelang akhir abad ke-13, Angkor Wat perlahan-lahan dialihfungsikan dari candi Hindu menjadi candi Buddha Theravada, dan candi ini masih difungsikan seperti ini hingga kini.

Angkor Wat menjalani pemugaran besar pada abad ke-20, kebanyakan di antaranya adalah pembersihan jeratan tumbuhan dan tumpukan tanah yang menutupi bangunan. Proyek pemugaran sempat terhenti akibat perang saudara dan kendali rezim Khmer Merah atas Kamboja pada dasawarsa 1970-an dan 1980-an, akan tetapi sangat sedikit kerusakan yang ditimbulkan pada periode ini, yang kebanyakan adalah penjarahan dan pencurian serta perusakan pada arca setelah era Angkor.

Sudut Angkor Wat

Jadi jangan keliru yang teman-teman, di Siem Reap ini Angkor Wat itu hanya 1 tempat bukan mencakup semuanya. Karena di awal menawar tuk-tuk saya salah pengertian. Menurut saya yang masih kurang informasi dan gambaran ini Angkor Wat itu yah hanya 1 tempat yang bisa dikunjungi di Siem Reap, ternyata saya salah. Angkor Wat itu baru pembuka dari perjalanan kami hari itu.

  1. Ada apa saja di Angkor Wat?

Setelah melewati jembatan di seberang Angkor dan memasuki gerbang Angkor kami disambut oleh sekumpulan monyet yang super duper lucu. Mereka seolah-olah mengucapkan selamat pagi dan selamat datang di Angkor Wat.

Penghuni Angkor Wat

Jalan pagi di kawasan Angkor Wat ini menyenangkan, selain cuacanya belum begitu panas, pantulan cahayanya menghangatkan. Dari semua foto-foto yang kami ambil di Angkor Wat tidak ada satupun yang gagal semua bagus.

Ada tempat di dalam Angkor Wat yang setiap sudutnya sama. Saya baru menyadari ketika Archa mengamati dengan seksama. Jadi, setiap sudut Angkor Wat itu sama kiri dan kanannya. Ketika saya berfoto di sisi sebelah kiri, Archa bilang kalau di kanan bentuknya juga sama. Dan benar, semua keajaiban ini membuat saya merinding kagum. Dan saya baru menyadari kalau tempat itu bernama 4 elemen keseimbangan yang ada di Angkor Wat. Benar-benar keren!

Elemen Keseimbangan di Angkor Wat

Setelah melewati 4 elemen tersebut masuklah kami di bagian inti dari Angkor Wat. Sayangnya, saat itu tangga bangunan untuk naik ke tempat yang konon katanya puncak menuju surga tersebut lagi di renovasi. Jadi menurut mitos, bahwa bangunan ini disebut tangga menuju surga dimana siapa saja yang bisa mencapai tempat ini akan mencapai surga. Saya gak kebayang, karena tangganya kecil-kecil banget. Jadi kami tidak mencoba naik keatas selain takut, tangga tersebut dalam renovasi.

Relief Angkor Wat

  1. Do’a Biksu dan gelang keberuntungan

Sebelum keluar dari Angkor Wat, kami melihat orang-orang minta di do’akan oleh Biksu dan kemudian diberikan gelang keberuntungan dan memberikan uang seikhlasnya di kotak yang tersedia di depan biksu tersebut. Kami pun mencobanya, karena kami langsung berdua di do’akan jadi tidak bisa berfoto satu persatu.

Biksu di Angkor Wat

Setelah itu, Biksu memilihkan kami gelang yang sama. Entah kenapa, padahal ada banyak warna disana, jadi warna Merah muda dan Kuning yang disematkan untuk kami. Mungkin, supaya hidup kami lebih berwarna lagi. *ciye!

Gelang tersebut masih ada saya simpan sampai sekarang. 🙂

Gelang keberuntungan dari biksu di Angkor Wat

  1. Memorable of Angkor Wat

Ada apa saja di Angkor Wat

Buat saya mengunjungi Angkor Wat adalah kesempatan terbaik dalam hidup saya. Terlebih saya bisa kesana dengan Archa. Sejak kecil saya mengidoalkan Tante Angelina Jolie, dimana ada 1 scene di film Tomb Raider mengambil lokasi di Angkor Wat dan Angkor Thom. Jadi saya selalu mengingat dan mensuggesti diri saya untuk bisa bekerja keras dan menghasilkan uang untuk bisa ke Negara ini. Makanya obsesi saya hanya Angkor Wat, dan tidak memahami sejarah dari tempat ini.

Sampai akhirnya bisa menginjakkan kaki ditempat yang mana impian saya dari dulu, dan itu terjadi dikehidupan saya sebelum genap usia 30 tahun adalah hal yang benar-benar saya syukuri. Bahkan, ada moment dimana saya benar-benar sentimental, saya menangis di dalam candi ini. Entah apa yang saya rasakan. Antara terharu dan bahagia. Bisa ketempat yang berjarak ribuan kilometer dari tempat saya dilahirkan adalah berkah yang harus saya syukuri sepanjang perjalanan saya di Angkor Wat ini.

Setiap candi itu punya ciri khas masing-masing. Kalau di Indonesia ada Prambanan dan Borobudur, di Kamboja punya banyak candi juga. Jadi perasaan itu pasti berbeda. Sebaik-baiknya hidup adalah dimana kalian selalu merasa bersyukur akan kesempatan yang ada. Mengunjungi tempat ini benar-benar membuat saya sentimental.

Kalau kalian gimana?

Ini saya kasih bonus foto Archa lagi kepanasan di tuk-tuk dan kami bertemu pasangan yang mau prewed di Angkor Wat.

Prewedding di Angkor Wat

Tuktuk di Angkor Wat

-ndueisndue-

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.