Perjalanan Umroh Ndue – 2018

Selesai umroh wajib Ladima Group. Alhamdulillah.

Penutup perjalanan tahun 2018 ini adalah puncak dari kebahagiaan saya sebagai makhluk hidup di dunia ini. Saya berhasil mewujudkan impian hidup saya atau bahkan seluruh umat Islam di dunia ini untuk bisa singgah melihat dan berdo’a di Makkah. Melihat, berjalan mengelilingi Ka’bah adalah impian setiap umat Islam di dunia ini. Tidak ada kalimat yang bisa menggambarkan betapa saya menjadi manusia seperti butiran debu diantara banyak orang dan maha luasnya dunia ciptaan Allah ini.

Pada saat membuat pasport tahun 2013 lalu, impian saya hanyalah menggunakan buku sakti tersebut untuk mengunjungi Arab Saudi. Yang mana sebenarnya Mama saya sudah merayu dari tahun 2011 kalau saya harus membuat pasport dulu sebagai jaga-jaga. Saya selalu menolak karena itu hanyalah sesuatu yang susah saya capai, tetapi Mama saya selalu menyemangati saya bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita yakin, dan Allah merestui maka tidak ada yang tidak mungkin.

Sepanjang perjalanan saya sebagai travel blogger abal-abal yang kadang menulisnya dalam bentuk tulisan atau membagikan gambar ke media sosial saya masih sangat jarang. Tergantung mood, atau bahkan saya yang terkalahkan dengan para komentator pedas. Akhirnya harus diluluhkan oleh ‘racun’ tiket murah ke Negara ini-itu sampai kemudian tujuan awal dari memiliki pasport lenyap sudah.

Allah menegur saya tahun 2017 lalu dengan cara-Nya yang unik. Saya disadarkan bahwa kalau belajar dewasa dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hidup saya selanjutnya adalah sesuatu yang harus saya lalui. Bersyukur saya memiliki sahabat-sahabat dan banyak orang yang mendukung saya saat itu. Lalu saya memutuskan mengobati sakit dan malu saat itu dengan meluruskan niat untuk pergi umroh tahun 2018. Bersyukur semua rencana yang saya susun berjalan sesuai dengan apik. Semua itu berkahe Gusti Allah wajib kita syukuri dengan mengucap Alhamdulillah.

Perjalanan Ibadah Umroh kali ini tidak banyak saya posted di media sosial saya. Sengaja, karena saya tidak mau menimbulkan banyak persepsi diantara mereka-mereka yang mengikuti saya di sosial media. Sampai akhirnya saya dinasihati kalau sesekali tidak apa-apa pertanggung jawaban sosial media itu ada pada diri saya sendiri bukan orang lain. Barulah saya membagikan satu-persatu dan tidak banyak.

Bahagia melihat gate keberangkatan dari Juanda ini. Saya—Tamu Allah.

Banyak kemudian pertanyaan yang singgah untuk saya. Mohon maaf sebelumnya karena saya tidak bisa membalasnya satu-persatu karena selama saya di Makkah dan Madinah kemarin tidak standby dengan handphone saya. Jadi saya hanya mengecek sesekali itupun untuk pemberitahuan di group whatsapp saja. Mohon maaf sekali lagi.

Mungkin ini beberapa jawaban yang saya jawab di postingan kali ini. Kenapa di blog? Karena tulisan ini nantinya bisa dibaca oleh siapapun dan kapanpun. Selama domain saya masih aktif kalian bisa membacanya berkali-kali.

  1. Pakai agen tour apa umrohnya, Ndue?

Ndue : Kemarin saya pakai Ladima Tour and Travel. Kenapa Ladima? Karena saya sudah kenal oleh pemilik dan melihat program-program yang ditawarkan Ladima ini menarik dan Insya Allah pasti berangkatnya. Kalian bisa cek di Instagram Ladima disini. Kalau mau tanya-tanya juga bisa disana. Mereka supportnya cepat dan sangat-sangat korperatif.

Ini Mba Arie sama Cak Wot pemilik Ladima. Mereka sudah saya anggap orang tua kedua saya. 🙂
  1. Tapi Ladima di Madiun. Kamu beneran ke Madiun Dulu? Kenapa gak nyari yang di Jakarta aja?

Ndue : Iya Ladima memang di Madiun-Jawa Timur. Jadi kami kemarin berangkatnya dari Surabaya. Asyiknya dapat pengalaman baru bisa merasakan Bandara Juanda. Walau ini kali kedua buat saya, tapi berada di tempat baru adalah hal yang menyenangkan. Gak ada masalah dengan jarak Jakarta ke Madiun. Karena point pertama itu tadi, dimana saya sudah yakin dan banyak review di media dan instagramnya Ladima kalau di Makkah dan Madinah diutamakan kenyamanan dari Jamaah dan Kekompakan dari Jamaahnya jadinya saya tidak perlu mencemaskan jarak ini.

Kalau bisa mendapatkan ibadah dan perjalanan hati begini kenapa enggak?
  1. Berapa biayanya umroh kemarin, Ndue?

Ndue : Kalau masalah biaya relatif. Kalian ndak perlu resah masalah harganya. Di Ladima banyak pilihan paketnya yang sesuai dengan budget kalian. Kalau saya bersyukur banget, Alhamdulillah saya kemarin berhasil nabung selama setahun dan bisa mendapatkan Paket Anti Capek. Bukannya apa, impian Mama saya adalah bisa menginap di Hotel Pullman Zam-Zam. Saya aja tadinya gak paham Zam-Zam hotel itu apaan. Pas dijelasin si Mama jadinya ketawa aja. Karena diniatin dari awal maunya disana jadinya saya menabung setahun dari uang gaji, uang jajan dan uang yang bisa ditabung. Atau kalian bisa coba hubungi nomor yang di Instagram Ladima perihal biayanya.

Alhamdulillah keinginan Mama tercapai. Dibelakang saya bangunan tinggi itu tempat kami menginap 🙂
Didepan lobby Pullman Zam-Zsm Hotel
  1. Ndue, itu lucu banget seragam umrohnya. Ngepink gitu, itu beneran?

Ndue : Iya. Emang pemiliknya idola banget sama warna Pink. Dan pas foto pada saat Tawaf dari atas terlihat kompak dan selalu merinding ngebayangin saya ada disitu. Kenangan yang tidak mungkin terlupakan selama saya hidup didunia ini.

Begini kompaknya. Merinding gak kalian melihatnya?
  1. Kemarin bisa umroh berapa kali, Ndue?

Ndue : Alhamdulillah, Ladima memberikan kesempatan kami umroh dua kali. Umroh wajib ketika kami kali pertama sampai di Makkah, kemudian umroh sunnah ketika kami menyelesaikan city tour. Alhamdulillah.

Alhamdulillah bisa umroh dua kali.
  1. Di Makkah lagi panas yah, Ndue?

Ndue : Tidak sama sekali. Makkah lagi musim dingin. Dari awal saya sudah request ke Ladima kalau bisa pemberangkatan saya November tahun depan gakpapa. Karena memang saya mendengar banyak cerita dari yang pernah ke Makkah di Bulan November dan Desember adalah hal yang menyenangkan karena suhunya dingin. Benar saja, di Makkah pada saat siang hari 28 derajat, dan malam bisa mencapai 25derajat.

  1. Kemarin Jadwalnya gimana, Ndue?

Ndue : Wah… ini siy yang bikin saya bersyukur dan bahagia. Program November 2018 kemarin Makkah dulu baru ke Madinah. Dan memang saya bahagia karena bisa melaksanakan ibadah Umrohnya dulu baru kemudian ke Madinah. Karena kebanyakan sister yang kami temui programnya di Madinah dulu baru ke Makkah. Jadi saya benar-benar bersyukur karena jadwal programnya mendahulukan yang inti dulu.

Selesai Tawaf. Nangis gak bisa dibendung. Bahagia dan Haru jadi satu..
  1. Gimana beribadah disana, Ndue?

Ndue : Tidak bisa diungkapkan. Tidak ada hari tanpa menangis. Disana saya merasakan diri saya rapuh-serapuh-rapuhnya, cengeng-secengeng-cengengnya. Udah gak ada lagi kalimat jaim atau malu. Saya rapuh kemudian saya menangis sambil terisak. Ingat dosa, ingat saya manusia butiran debu. Kemudian saya melihat Ka’bah didepan mata, Ka’bah yang selama ini saya lihat di Sajadah dan lukisan-lukisan. Saya bisa menatapnya sepuas saya disana. Ibadah disana menyenangkan. Tidak ada rasa lelah untuk kemudian menyantai di Hotel. Baru kali ini saya merasakan badan saya enteng banget untuk beribadah. Saya bertahan di Masjidil Haram seharian. Pulang hanya untuk sarapan, Makan Siang, dan Makan Malam. Sisanya saya habiskan untuk Sholat dan mengaji. Bertemu saudara-saudara seiman dari seluruh dunia adalah hal yang menyenangkan. Perempuannya baik-baik saling membagikan makanan ke kami. Belum apa-apa saya sudah merindukan suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Belum lagi perasaan dimana ketika memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka’bah selalu merinding, selalu takjub, dan selalu menangis haru. Beneran saya cengeng dan mudah sekali nangis.

Bisa melihat Ka’bah sedekat ini dan menyentuhnya adalah hal terindah dalam hidup saya.
  1. Disana belanjanya dimana, Ndue?

Ndue : Walau kita sedang di Arab Saudi, tetapi kita tetap saja ingat sanak-saudara kita di Indonesia. Jadi saran saya di Makkah fokus ibadah dulu, baru di Madinah kalian bisa berbelanja. Karena di Madinah itu belanjaan banyak di outlet-outlet bawah hotel dan murah-murah.

  1. Enakkan di Makkah atau Madinah, Ndue?

Ndue : dua-duanya.

Kangen bisa menatap Ka’bah langsung.
  1. Yang paling dirindukan dari umroh kemarin apa, Ndue?

Ndue : Semuanya. Terutama dengan Ka’bah dan sholat di Raudhoh Masjid Nabawi. Kalau ingat moment-moment itu, saya masih suka nangis sendiri. Kadang berpikir apakah masih ada kesempatan untuk bisa kesana lagi? Kalaupun umurnya tidak mengizinkan, setidaknya saya bersyukur selama di dunia ini, sudah diberikan kesempatan untuk ke Rumah Allah dan Masjid Nabi.

  1. Penerbangannya kemarin berapa lama, Ndue?

Ndue : Dari Juanda ke Aceh untuk pengisian bahan bakar 2,5 jam. Di dalam pesawat 45 menit untuk pengisian bahan bakar. Bukan transit bahasanya, tapi stopover untuk pengisian bahan bakar. Tidak boleh menyalakan handphone,ya! Kemudian dilanjutkan Aceh ke Jeddah 10 Jam. Total 13 jam penerbangan. Luar biasa penerbangan terjauh selama saya hidup, setelah sebelumnya rekor saya ke Hong Kong.

Wajah bahagia mau bertemu Rumah Allah.
  1. Ngapain aja selama di pesawat, Ndue?

Ndue : Makan. Minum. Dan Tidur. Kalian harus dan wajib untuk stock antimo. Ini membantu menghilangkan penat selama penerbangan.

Makan dari Juanda ke Aceh.
Makan dari Aceh ke Jeddah.
  1. Perbedaan waktunya berapa lama, Ndue? Kena jetlag, gak?

Ndue : 4 Jam lebih cepat di Jakarta. Contoh di Jakarta jam 10 pagi, di Makkah baru jam 6 pagi. Nah, saya tuh sebenarnya paling payah masalah jetlag pergi ke suatu tempat kalau waktu Jakarta lebih cepat biasanya suka lebay bisa gak bangun seharian. Tetapi karena niatnya kemarin di Makkah mau ibadah jadi jetlag gak terasa sama sekali. Barulah pas sampai di Klaten saya KO seharian gak bangun. *haish.

Saya masih bahagia begini. Tandanya saya ndak kena Jetlag..
  1. Gimana perasaan sepulang dari Umroh, Ndue?

Ndue : Ini pertanyaan gampang tapi saya susah menjawabnya. Yang bisa saya jawab adalah hidup ini hanya sementara waktu saja. Sepulang dari Umroh saya mendapati nilai positif menjalar ke setiap nadi saya. Hati dan pikiran saya entah kenapa sekarang mudah saja menjalani kehidupan ini. Tidak lagi kepancing untuk mencemaskan segala hutang dunia, segala hal-hal yang memancing orang untuk mencibir saya, atau mereka yang sudah terlanjur mencibir saya. Benar adanya, kewajiban kita sebagai manusia adalah berbuat sebaik-baiknya, kalau masih saja ada yang kurang menurut orang tidak usah di dengar. Pertanggung jawaban kita adalah diri kita sendiri bukan mereka. Betul?

Berusaha menjadi manusia yang selalu berbahagia.
  1. Selama umroh kemarin teman-temannya gimana? Asyik, gak?

Ndue : Wah.. kita kompak dong! Bersyukur saya mendapati group dengan perhatian yang tercurah banyak ke saya, Mama dan Simbah. Terutama Simbah Kakung yang sempat drop karena penyesuaian antara Arab Saudi dengan Indonesia. Jadi selama kami Umroh, Ziarah, Sholat, City tour, kami selalu kompak. Tidak hanyak group dari hotel kami, tapi semua group Ladima yang terpisah hotelnya. Kami mudah menemukan satu sama lainnya. Dan kami saling menjaga satu-sama lainnya. Alhamdulillah berkah sekali perjalanan saya kali ini. Dan gak berhenti ketawa karena Tour Leader kami itu luar biasa memberikan ilmu dan kadang-kadang bercanda dengan kami. Kami semua seperti keluarga.

Selalu bahagia wis. Aku bersyukur banget Punya Mba Arie dan Ladima.

Kira-kira adalagi kah pertanyaan yang belum saja jawab? Kalau ada boleh ditinggalkan komentar dibawah ini ya.

Bahagia juga bisa bersama Mama saya di Makkah dan Madinah.

Saya akan menuliskan perjalanan ke Madinah selanjutnya dan beberapa tips untuk kalian yang ingin berangkat Umroh. Semoga saja, saya bisa konsisten. Karena perjalanan ketiga Negara kemarin belum saya lanjutkan.

Salam,

 

Ndueisndue

 

One thought on “Perjalanan Umroh Ndue – 2018”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.