BPJS Ketenagakerjaan dicairkan atau diteruskan, ya?

Proses pencairan BPJS Online – ndueisndue.com

Judul ini menjadi pertanyaan untuk beberapa karyawan yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari suatu perusahaan. Sebenarnya saya ingin menuliskannya dari beberapa waktu yang lalu. Tetapi, entah kenapa ide ini kemudian tenggelam begitu saja. Barulah sore ini tercetus kembali ketika seseorang menanyakan kepada saya perihal BPJS Ketenagakerjaan setelah resign baiknya di cairkan atau diteruskan saja?

Kalau menurut saya jawaban dari petanyaan tersebut adalah tergantung dari kebutuhan kalian. Pada dasarnya BPJS itu untuk seorang karyawan ada dua.

  1. BPJS atas kesehatan yang mana menjadi tanggungan pribadi dan perusahaan.
  2. BPJS atas ketenagakerjaan yang isinya ada Iuran Jaminan Hari Tua ( JHT ), Iuran Kecelakaan Kerja ( JKK ), Iuran kematian (JKM), dan iuran Pensiun (JP) dimana untuk jenis ini menjadi tanggungan pribadi dan perusahaan juga.

Jadi kalian harus bisa membedakan dulu apa itu kesehatan dan ketenagakerjaan. Karena kalau kesehatan bersifat iuran, jadi tidak bisa di tarik kembali. Tetapi kalau ketenagakerjaan disitu ada yang namanya iuran Jaminan Hari Tua yang kita bisa cek saldonya di internet. Dan nilai ini yang bisa dicairkan atau diteruskan.

Beberapa orang menanyakan, bagaimana BPJS Ketenagakerjaan saya setelah resign? Mendengar pengalaman dari teman saya bernama Septian, kalau diteruskan harus sering-sering follow-up dengan telepon ke BPJS ketenagakerjaan untuk di lanjutkan saldonya. Apabila kita lengang ada kemungkinan saldonya tidak ikut ke perusahaan yang baru. Dan atas saran Kakak Corry bahwa baiknya dicairkan saja tanpa peduli nominalnya. Nanti kalau sudah kerja lagi baru saya daftar dengan kartu yang baru.

Setelah saya pikirkan beberapa saat, jadilah saya mantapkan niat saya untuk mencairkan saja BPJS tersebut. Dan saya sudah alokasikan untuk sama-sama tabungan hari tua saya nanti. Jadi dari nominal uang yang ada di cek saldo online di internet saya bisa tambahkan di tabungan saya untuk membayar pelunasan sebagian hutang KPR saya di bank. Jadi uang yang ada bukan untuk saya foya-foya, karena bagaimana perencanaan keuangan saya harus tetap sesuai schedule dan target yang ada. Alhamdulillah proses pencairan BPJS dan pembayaran sebagian kredit saya berjalan sesuai rencana.

Kemudian pertanyaan selanjutnya. Ribet gak? Susah gak? Prosedurnya gimana?

Baiklah.. saya akan jelaskan. Banyak banget informasi yang kalian bisa peroleh di internet. Tentang prosedur dan sebagainya. Tetapi saya akan menuliskan versi saya, ya. Semoga membantu.

Yang harus diperhatikan adalah status kepesertaan kalian di BPJS ketenagakerjaan itu sudah harus tidak aktif. Kalian bisa cek status ini di internet. Kalau dalam waktu sebulan dari kalian resign statusnya masih aktif, silahkan tanyakan ke PIC yang ada dikantor lama kalian. Masa penon-aktifan ini biasanya 1 bulan dari kalian resign. Baiknya dipantau terus supaya prosesnya gak membutuhkan waktu lama.

Kemudian dokumen-dokumen ini harus kalian siapkan ya. Pertama kalian siapkan scan dokumennya dulu. Dokumen aslinya juga akan di minta nanti pada saat validasi data. Jadi si petugas BPJSnya akan mengecek apakah dokumen yang di upload di sistem BPJS sama dengan aslinya atau tidak. Jadi disiapkan supaya menghemat waktu dan bisa di proses.

  1. Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ( Asli dan Scan )
  2. KTP (Asli dan Scan)
  3. Kartu Keluarga (Asli dan Scan)
  4. Buku Tabungan ( Asli, dan Scan di bagian covernya )
  5. Surat keterangan kerja/paklaring ( Asli dan Scan )

Dokumen diatas disiapkan apabila kalian mengundurkan diri ya. Karena ada beberapa alasan untuk pencairan BPJS ketenagakerjaan. Pastinya kalian bisa cek di website saja ya.

Kemudian dari dokumen ini diupload di sistem online BPJS ketenagakerjaan. Dan tinggal menunggu 2×24 jam maksimal BPJS akan membalas dengan menyatakan bahwa dokumen lengkap dan bisa diproses di kantor cabang BPJS yang kita pilih saat upload dokumen tersebut.

Tahu gak? Saya berkali-kali loh gagal ditolak terus sama BPJS. Alasannya simple banget sebenarnya. Karena saya belibet PAKLARING. Kalimat ini sungguh membingungkan. Karena ternyata dulu entah sebelum tahun 2018 mungkin masih diperlukan surat keterangan kerja ini untuk kemudian di legalisir ke Disnaker. Dan karena teman-teman saya yang lain bilang harus di legalisir jadi saya udah bolak-balik tetap saja di tolak.

Ternyata suratnya cukup surat keterangan kerja yang menyatakan saya megundurkan diri atau lainnya. Dan didalam surat tersebut dinyatakan saya keluar pertanggal berapa dan intinya seperti surat keterangan kerja biasanya. Ndak perlu ribet ngikutin si anu-itu. Kalau bingung kalian bisa langsung datang ke kantor BPJS saja untuk diskusi. Mereka sangat-sangat welcome dan membantu.

Setelah proses upload dinyatakan berhasil, saatnya saya diberi waktu 7 hari setelah email tersebut saya terima. Dan, di email tersebut ada form F-5. Kalian bisa print warna dan sesuai instruksi saya print 2 kali. Kemudian langsung datang besok pagi-pagi ke kantor BPJS yang sudah saya tentukan. Jam 07.20 saya berangkat dari rumah. Kemudian saya sampai jam 07.50 karena jalanan masih bersahabat tidak macet seperti biasanya.

Saya naik ke lantai 3, kemudian bertanya ke Bapak Satpam disana. Saya mau ambil antrean online claim BPJS. Bapaknya akan nanya mana email dari BPJS perihal pengajuan saya sudah disetujui dan dicabang yang dimaksud. Setelah saya berikan print emailnya untuk dicek dan sudah di confirm barulah nomor antrean keluar dari mesin. Baiklah, antrean saya nomor 6.

Menunggu setengah jam untuk kemudian saya dipanggil. Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan di Grogol ini beneran menyenangkan. Tidak perlu bertele-tele dan mereka melayani betul dengan sepenuh hati. Kalau kalian baca artikel yang masih dipersulit, ada baiknya jangan takut duluan. Kalian harus buktikan kalau itu semua bisa saja tidak benar adanya.

Setelah data asli saya berikan, ada sesi tanya-jawab. Intinya pertanyaan seputar data pribadi yang mana kalian pasti bisa jawab. Kemudian alasan saya kenapa mencairkan? Saya ingin fokus untuk meneruskan study S-2 saya. Jawaban ini seperti impian saya, entah kapan bisa terlaksana. Tetapi Mba penjaganya meng-aminkan dan mendo’akan saya. Alhamdulillah semoga terlaksana.

Tidak sampai 10 menit proses selesai. Saya diberikan tanda terima di form F-5 yang sudah saya print 2 kali. 1 untuk mereka, 1 untuk tanda terima kita. Setelah juga Mbanya menjelaskan bahwa uangnya akan masuk ke rekening yang saya tuliskan dipengajuan saya tersebut. Saya berterima kasih sebanyak-banyaknya dan kemudian pulang.

Hanya menunggu waktu 3 hari dan 7 hari yang dijanjikan. Pas saya cek di saldo rekening saya sudah bertambah senilai yang di website BPJS. Alhamdulillah. Prosesnya sangat mudah dan cepat. Dari tanggal diterimanya uang tersebut saya langsung budgetkan untuk pembayaran rumah di bulan selanjutnya. Semua berjalan lancar. 🙂

Anyway mohon maaf itu foto saya diatas bukan meng-isyaratkan sebagai kode-kode tertentu. Itu murni tangan saya dengan jari yang guedhe-guedhe tenan. Hahaha. Karena saya lupa mengabadikan foto saya di kantor BPJS. Lagi juga kan malu ya… bergaya dibanyak orang gitu. Jadi intinya itu saya dan cerita ini nyata bukan fiktif. :p

Kalau ada pertanyaan silahkan meninggalkan komentar dibawah sini, ya.

Semangat!

 

Regards,

Ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.