Sunrise di Punthuk Setumbu-Magelang (Agustus, 2018)

Sunrise di Punthuk Setumbu – ndueisndue.com

Ketika mendengar tempat bernama Punthuk Setumbu pastilah langsung teringat film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Tempat ini menjadi saksi antara Cinta dan Rangga menikmati matahari terbit diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kalau saja di film tersebut Rangga dan Cinta begadang semalaman untuk menunggu matahari terbit, berbeda dengan perjalanan kami minggu lalu. Kami adalah manusia-manusia yang rentan terhadap angin malam, makanya kami perlu tidur untuk kemudian bangun tepat jam 3 pagi.

Baca Juga tulisan saya disini :  Menikmati Sunrise di Puncak Borobudur (Feb, 2018)

Perjalanan dengan jarak tempuh 43 KM, dari penginapan kami menuju desa Ngadiharjo-Magelang. Kami harus berangkat tepat jam 03.30 karena matahari terbit tepat jam 05.40. Kami harus sampai sebelum terlambat. Sejujurnya perlu suatu perjuangan berat untuk bisa bangun pagi dan mengendari motor menuju lokasi ini. Bahkan untuk Hafiz dan Hulman harus berhenti beberapa kali untuk kemudian menggunakan jas hujan walau tidak hujan. Tujuannya satu, supaya angin pagi yang sangat menusuk tulang itu bisa terhalang oleh jas hujan tersebut. Alhasil ide tersebut berhasil dan kami sampai di Punthuk Setumbu jam 05.00 pagi. Perjalanan pagi yang luar biasa.

Tiket dan pos masuk ke Punthuk Setumbu. 300 meter keatas.

Punthuk Setumbu sendiri berjarak hampir 5 Km dari Candi Borobudur. Kalau bukan februari 2018 kemarin saya mendapati kesempatan untuk bisa menikmati matahari terbit di Candi tersebut, kali ini saya akan menikmati saat-saat indah dan sakral tersebut dari Punthuk Setumbu.

Beautifull Sunrise..

Menurut saya, hal yang menyenangkan di dunia ini adalah saat dimana akhirnya saya bisa merasakan moment dimana matahari terbit dan terbenam. Perubahan suasana alam ini mengingatkan saya bahwa Allah itu maha sempurna dengan segala Ciptaan-Nya. Kalau menurut mitos yang ada memang tidak baik apabila disaat subuh ataupun maghrib diluar rumah, karena saat-saat tersebut dinyatakan sakral. Tetapi, untuk saya pribadi mitos tersebut bisa menjadi pengingat bahwa jangan sering-sering diluar rumah. Walaupun menyenangkan, tetapi tidak boleh dilakukan terlalu sering.

Gerbang sebelum memasuki area Sunrise Nirwana di Punthuk Setumbu. in frame : Hafiz.

Kalau masuk di Candi Borobudur untuk paket tour sunrise dibandrol seharga Rp. 325.000,- untuk pengunjung domestik per Februari 2018 kemarin saya kesana, maka untuk Punthuk Setumbu cukup membayar Rp. 15.000,- saja. Dan setelah mengunjungi Punthuk Setumbu pilihannya bisa ke Gereja Ayam atau langsung ke Candi Borobudur untuk tiket biasa seharga Rp. 40.000,- tergantung kebutuhan dan saat-saat moment tersebut.

Moment berharga di Punthuk Setumbu. Semburat fajar di Gunung Merbabu dan Merapi. Subhanallah.

Saya akui, Mba Mira Lesmana ataupun Mas Riri Riza terlalu jenius untuk menjadikan tempat-tempat menjadi viral. Contoh, ketika saya mengunjungi Belitung terutama di daerah Manggar, Bang Ajat tour guide kami bercerita, bahwa sebelum adanya Laskar Pelangi Belitung tidak setenar saat ini. Setelah Laskar Pelangi sukses, bahkan ada replika sekolah Laskar Pelangi yang dijadikan tempat yang wajib dikunjungi ketika ke Belitung. Dan contoh lainnya, Buaya muara yang menakut-nakuti Lintang, itu beneran nyata dan disimpan di Tanjung Pandan. Mungkin saya bisa menuliskan di postingan selanjutnya. Kemudian sama halnya dengan Punthuk Setumbu, ketika kami mampir di warung pas kami turun, saya berbicara dengan Mba yang jaga, beliau menuturkan bahwa dulu sebelum ada AADC, kebanyakan pengunjungnya bule bahkan pada saat shooting AADC pun belum banyak yang tahu tempat ini. Kalau sekarang? Datang jam 05.00 pagi pun terasa sudah kesiangan karena sudah banyak orang menanti.

AADC – Ada Apa Dengan Cory? in frame; Me and Cory.

Kalian gak perlu khawatir bagaimana jalanan menuju lokasi ini. Saya tinggal ikuti saja petunjuk yang ada di GPS dan akhirnya sampai. Kebetulan pada saat belokan menuju desa Ngadiharjo ini sudah banyak mas-mas yang menunjukkan arahnya, jalanannya nanti sedikit nanjak ketika sudah belok ke arah Punthuk Setumbu. Tetapi jalanannya sudah halus dan bisa dilewati Motor ataupun Mobil. Kalau bus mungkin minibus bisa masuk, ya? Saya juga kurang memahami, karena kemarin pengunjungnya kebanyakan Motor dan Mobilan saja.

Dari parkir motor, kami langsung membeli tiket masuk, dan dari pos tersebut menuju ke atas tinggal berjalan 300 meter saja. Eh apa??? 300 meter? Iya.. dan itu lumayan bikin saya ditinggal sama Cory dan Hulman karena saya udah ngap bener rasanya nafas ini. Bersyukur Hafiz sabar sama saya. Dia nungguin dan nyemangatin kalau didepan sudah mendekati puncaknya.

Two is mean peace. in frame; Me and Hafiz.

Setiap menyaksikan moment matahari terbit ini selalu deh rasa haru yang ada. Rasa yang sedemikian membuncah kemudian pengen nangis. Indah banget! Walau kemarin sempat tertutup kabut, tetapi akhirnya tepat jam 06.05 matahari menunjukkan semburatnya untuk kemudian menjadi cerah. Ketika kena sinar matahari rasanya langsung nyes.. hangat dan sinarnya seperti memberikan vitamin D seperti yang pernah saya pelajari sewaktu di sekolah dasar dulu.

Dari Punthuk Setumbu ini kalian juga bisa melihat Candi Borobudur yang walau terlihat kecil dari jarak disini, tetapi rasanya jelas berbeda antara ketika saya di Borobudurnya ataupun di Punthuk Setumbunya. Saat-saat seperti ini yang bisa menghilangkan lelah dan kantuk karena harus berjuang untuk bisa ditempat ini.

In between Cinta and Rangga. * EH. in frame; Me, Hulman and Cory.

Jelas saja Cinta kemudian trenyuh dan senyam-senyum terus sama si Rangga pas ditempat ini. Eh ini beneran tempat romantis lho. Dan menurut saya semua orang bisa menuju tempat ini asalkan itu tadi niat dan usaha untuk mencapai tempat ini. Kalau hanya wacana dan rencana yah tidak akan pernah terlaksana. Benar, kan?

Tepat jam 07.00 setelah kami menikmati sinar matahari pagi, kami beranjak turun. Kami tidak mampir ke Gereja Ayam karena dirasa tidak cukup waktunya. Masih ada beberapa Itenerary yang harus kami kunjungi hari ini. Karena juga kami mengunjungi pas liburan panjang, jadi kami harus berunding untuk mana yang harus di lewati dan dikunjungi. Jadi kami memutuskan untuk Ke Candi Borobudur saja.

Baiklah, kami akhirnya menuju ke Candi Borobudur, dan perjalanan menikmati sunrise tahun 2018 ini sempurna untuk saya. Alhamdulillah saya mendapati kesempatan di Candi Borobudur dan Punthuk Setumbu. Nikmat Allah mana lagi yang hendak saya dustakan?

Salam metal from ndueisndue.com.

Regards,

Ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *