Ndue’s Journey To Macau – August (2017)

Spot foto wajib kalau ke Macau.

Perjalanan hari ketiga Summer Holiday ke Hong Kong tahun 2017. Perjalanan setahun yang lalu, tetapi kalau saya tidak menuliskannya di sini, sama saja seperti sebuah cerita yang bisa terlupakan begitu saja. Walaupun terlambat, saya akan menuliskan disini sebagai pengingat bahwa saya pernah dalam suatu perjalanan yang luar biasa menyenangkan.

Perjalanan ini terjadi di Bulan Agustus 2017. Saat dimana saya belum menggunakan hijab. Tak apa, saya yang memutuskan untuk tetap menuliskannya. Manusia pasti punya cerita atau kisah masa lalu. Pun dengan saya. Jadi biarkan saja saya melanjutkan perjalanan saya bersama Cory menikmati Liburan Musim Panas di Hong Kong.

——————————–

Hong Kong, 14 Agustus 2017.

Hari itu Senin. Saat dimana saya dan Cory harus melakukan sebuah misi penting. Penjemputan Dimas di Macau. Suatu kebetulan yang aneh, karena sebelumnya kami tidak janjian untuk liburan bareng ke Negara Hong Kong ataupun Macau. Intinya, iseng dia menanyakan saya mau jalan kemana, dan Bu Okta yang waktu itu semobil saat kami menuju ke tempat kerja mengatakan saya mau ke Hong Kong. Dari kebetulan itu, setelah dicek tanggalnya ternyata sama dengan si Dimas. Jadinya saya konfirmasi ke Cory bahwa ada misi penjemputan ke Macau dihari ketiga.

Paspor and Ticket, ready depart to Macau!

Selalu saya terapkan kalau saat liburan, saya tidak pernah menginginkan waktu yang ada terpakai untuk social media. Jadi saya tidak pernah yang namanya menyewa atau membeli paketan roaming international. Saya dan Cory selalu nyasar dan tidak jarang kami berdebat mau ke-kanan atau ke-kiri. Intinya sampai kaki biru barulah kami menyerah.

Janjian sama Dimas adalah suatu hal yang luar biasa. Dengan tanpa koneksi dia mengirimkan SMS sudah terbang dari Malaysia menuju ke Shenzhen. Baiklah, estimasi Senin siang kami bertemu. Lokasi dan waktu pertemuannya masin TBA, alias To Be Announced. Saya mengabari setelah dapat wifi itu tandanya dia sudah terbang dan posisi koneksi kami benar-benar terputus.

Sampai hari Senin, untuk menemukan Hong Kong China Ferry Terminal adalah suatu hal yang melelahkan. Hampir masuk dan kena tukang tiket disana, akhirnya setelah 1 jam jalan kaki, kami menemukannya. Lokasinya ada disebuah Mall.  Lumayan jauh kalau dari hotel kami menuju port ini. Dan untuk menuju ke Macau dalam jam terdekat hanya tersisa kelas Turbo Super Class (VIP) yang akan berangkat jam 12 siang menuju Macau. Saya cek handphone dan ini firasat buruk.

“Mba, chargeran handphone saya ketinggalan di Bus dari Shenzhen ke Macau pagi ini, Baterei saya tinggal menghitung waktu. Temui saya, please. Saya menunggu di Venetian Macau di Lantai 3 di Restaurant Singapore, saya gak akan kemana-mana kalau Mba Rini belum datang.”

Pesan singkat yang menurut saya ngenes banget. Saya tahu bagaimana rasanya bimbang menunggu kepastian yang gak ada jawaban. Saya mau menjawab tetapi pulsa saya habis. Saya tinggal menunggu keajaiban semoga ada koneksi wifi disaat ini. Sementara kami masih mengantre membeli tiket seharga HKD 326. Gilakkkkkkk mahal banget, bok! Kalau dikalikan per 1 Rupiah 1.730,- itu lebih dari setengah juta untuk sekali berangkat aja. Pedih… sedangkan waktunya sekarang baru menunjukkan jam 11 siang, Dimas bisa mati kutu menunggu estimasi 3 jam lagi.

Kami memasuki gate keberangkatan. Jangan lupa disiapkan Paspor karena perjalanan ini sudah beda Negara. Juga akan ada isian form yang akan diserahkan pada saat nanti ketibaan di Macau juga sebaliknya. Port pelabuhan disini luar biasa pemandangannya bagus banget. Walau menunggu setengah jam didalam rasanya itu deg-degan karena mau ke Macau menyebrangi Negara dan rasanya seperti mimpi ya Allah.

Finally. You came..

Turbo jet berwarna merah datang. Akhirnya kami berangkat tepat jam 12 siang. Ada perbedaan antara kelas VIP dan Ekonomi. Kalau VIP ada dilantai 2 dan kursinya juga berbeda dengan yang Ekonomi. Kemudian kalau yang VIP dapat makan siang dan ternyata ada fasilitas Wifi dan ini yang diperlukan saat ini.

Berasa nyonyah..
Our lunch menu from VIP Class..

Buru-buru saya mengabari Dimas kalau saya baru menuju Macau, jangan beranjak dulu. Dimas secepat kilat membalas bahwa dia sudah menunggu saya dan ini lama sekali. Bawel betul rupanya. Dan Dimas menegaskan kalau batereinya tersisa 1% saja. Daripada membuatnya cemas ada baiknya saya tidur siang setelah lelah mencari port di Kowloon tadi. Perjalanan yang memakan waktu 1 jam ini ternyata terlalu singkat untuk dilewati. Rasanya masih ingin di Turbo Jet yang super nyaman tersebut. Dan sampailah kami di Macau Ferry Terminal. Saatnya keluar imigrasi dan melanjutkan perjalanan ke Venetian Macau.

Bus Shuttle

Di pelabuhan Macau sendiri banyak shuttle bus yang mengantar-jemput gratis ke hotel-hotel yang akan dituju. Kita tinggal mengantre dan menunggu bus datang. Baiklah kami menuju ke shuttle Venetian berwarna ungu busnya.

Didalam Venetian Macau.

Dan begitu takjubnya sepanjang jalan saya melihat negara yang selama ini saya saksikan di film-film terkenal itu. Negara dimana pusat Casino berjejer megah. Subhanallah, saya mau nangis. Hahaha. Dan ketika bus berhenti di Venetian, saya langsung melongo. Gilak ini sih bangunannya bagus dan megah banget. Diluar panas banget ya ampun, sampai didalam rasanya dunia terbalik. Karena langit-langitnya tertutup wallpaper langit. Dan seketika saya lupa sama si Dimas. Langsung saya menuju tempat yang dimaksud, dan akhirnya sesosok Dimas kami temukan.

Icon of Venetian Macau.

Case closed.

Saya tidak akan menuliskan bagaimana keadaan Dimas saat ditemukan. Intinya, lihat foto dibawah ini saja, ya! Hahaha.

Target locked!

Baiklah, tujuan selanjutnya adalah kami ingin berburu makanan yang harus dibeli ketika di Macau. Yap, Egg Tart! Makanan ini kalau beli di Macau ternyata lebih enak, semacam telurnya lebih meleleh gitu. Terlebih kalau belinya di sepanjang jalan dari Senado Square menuju ke Ruins of St. Paul’s kalian tinggal milih mana yang mau dibeli karena setiap outlet biasanya memiliki harga dan promo yang berbeda-beda.

Egg Tart in Macau.

Setelah berfoto di Venetian Macau, kami melanjutkan perjalanan menuju Senado Square. Ternyata kalau dari Venetian tidak ada yang langsung kesana. Jadi kami transit untuk menggunakan bus umum. Di Macau sendiri mata uang yang digunakan bisa MOP atau HKD. nah, kalau naik bus umum kalian harus siapkan uang tunai yah. Karena sistemnya kejujuran pada saat turun kalian bayar ongkosnya sesuai tariff dan itu gak mahal kok.

Berasa fotomodel di Senado Square. Foto banyak yang lihatin.. aduh…
Senado Square.

Ke Macau harus mampir ke Senado Square dan Ruins of St. Paul’s dua tempat ini menjadi iconnya Macau, temans. Dan karena tinggal jalan kaki saja, jadi kalian jangan kalah sama panas yang ada yah.

Untuk menuju ke reruntuhan Gereja Ruins of St. Paul’s kalian tinggal ikutin arah saja. Petunjuk arahnya jelas, kok. Atau kalian bisa ikutin kemana orang melangkah pasti menuju kesana. Nah di ROSP ini kaliah jangan khawatir kehabisan gaya karena disini merupakan area wifi gratis.

Berasa foto model…

Akhirnya, apa yang saya lihat di internet selama ini, bisa jadi kenyataan. Ini yang dinamakan like a dream come true.. Gusti Allah.. Alhamdulillah. Entah saya ini kenapa cengeng bener loh disini saya memilih untuk kemudian diam dan memandangi pemandangan dari atas ROSP. Jauh sekali pandangan saya terlempar. Kisah hidup saya begitu menyenangkan untuk saya keluhkan setiap waktu. Saya kini memahami arti bersyukur yang sejatinya. Saya bisa ditempat ini kalau bukan karena Restunya Gusti Allah, saya tidak akan sampai kesini. Alhamdulillah.

Cory masih tampil prima, dia lebih memilih jalan mengitari belakang ROSP dan saya berterima kasih karena Cory menambahkan beberapa foto cantik di kamera saya. ROSP yang bisa dilihat dari sisi belakang tidak melulu dari sisi depan. Terima kasih, Kakak..

Back of Ruins of St. Paul’s Macau.

Setelah selesai menikmati pemandangan yang ada, saatnya kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke Grand Lisboa dan Casino Lisboa. Gedungnya berwarna keemasan kemudian gagah menjulang tinggi keatas. Semua orang pasti akan terpesona melihat gedung ini. Karena kebanyakan foto, saya sudah update di IG saya saja, ya! Hahaha.

Kami kemudian berjalan menuju ke Wynn Casino untuk melihat Water Fountain Show atau pertunjukkan air mancur menari dengan warna-warni lampu dan gerakan sesuai thema lagu. Pertujukan ini dimulai jam 18.00 dan kami mendapati 2 kesempatan menikmati pertunjukan ini. Kami bisa melihat langsung karena pertunjukannya memang ada di depan Hotel. Siapapun bisa melihat secara gratis.

Happy face!

Setelah lagu kedua habis, kami masih berjalan disekitaran Hotel-Hotel yang mewah luar biasa ini. kemudian saya berpikir, setiap harinya berapa jumlah perputaran uangnya, ya? Atau apakah dengan bangunan sebanyak ini, semewah-mewah ini, semua penuh terisi dengan tamu yang ada, ya? Duh.. karena saya beneran takjub dengan Negara ini. Andai, suatu saat saya menjadi orang kaya (seandainya) dan ada kesempatan itu, Insya Allah saya akan kembali dan menginap disalah satu hotel mewah ini. Amiin.

Kami naik shuttle bus gratis menuju port Macau. Jam 7 malam kami sudah sampai di Macau Ferry Terminal untuk kembali ke Hong Kong. Pasport diperlukan untuk kembali ke Hong Kong. Dan karena tadi kami sudah membeli tiket pada saat berangkat, kami bersyukur mendapati tiket kelas Ekonomi untuk 3 orang dengan tarif HKD 189 dan tidak dapat makan malam. Beda harga beda yang didapat.

Bye Macau!

Turbo Jet berangkat dari Macau jam 8 malam dan sampai di Hong Kong jam 9.30 malam. Kami tiba di Hong Kong dan kemudian membeli makan malam sebelum berpisah di Hotel. Dan secara kebetulan juga Hotelnya si Dimas itu bisa satu gedung yang sama, satu blok yang sama, dan lantai genap yang sama. Aneh, kebetulan yang benar-benar aneh.

Baiklah, perjalanan Hong Kong – Macau berakhir sudah. Kami kembali ke kamar dan siap-siap untuk janjian besok pagi ke Disneyland Hong Kong. Yiayy!

Perjalanan hari itu luar biasa. Saya memahami ikatan sebuah pertemanan. Bukan melulu perihal pekerjaan. Karena walau bisa saja dibatalkan untuk tidak ke Macau tetap saja komitmen harus dijalanin. Kemudian, saya bersyukur karena saya memiliki teman seperti Cory dan Dimas. Perjalanan ke Macau kemarin menjadi lebih berwarna.

Saya akan menuliskan cerita ke Disneyland selanjutnya.

Regards,

ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *