Yuk menabung!

Ini kelebihan 10%, kurangkan saja dari budget life dan fashion..

Malam ini ditengah sakit perih dan memarnya saya karena korban tabrak lari malam jni, saya iseng buat maping untuk bagaimana mengatur pola keuangan. Barangkali, saya bisa menginspirasi untuk para pembaca blog saya untuk lebih sayang dan lebih teliti untuk jajan dan mengeluarkan uang lagi.

Oh ya, saya barusan ditabrak sama orang entah dia mabok atau ngantuk. Ngomongnya ngawur gituh, padahal saya lagi dijalan yang benar terus di orang ini nyebrang dan nabrak saya gitu, dong. Kadang dijalan yang benar aja masih suka salah, gimana di jalan yang salah, ya? Hufets! Resiko dijalan, kalau gak ditabrak yah nabrak udah gitu aja.

Jadi gini, pertanyaan yang sering banget mampir ke saya..

Kamu kok bisa udah KPR, punya Kartu Kredit, dan masih bisa jalan-jalan?

Iyah bisalah, pasti! Selama ada niat. Niat dijalan yang benar itu tadi, bukan dijalan yang salah dengan jadi simpenan om-om. *eh.

Dari awal saya bekerja, saya banyak belajar dan becermin dari Mama dan Bapak saya. Mereka bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya dengan profesi yang bisa dikatakan bukan impian banyak orang. Apapun profesinya mereka terima dan kerjakan dengan ikhlas. Selama menghasilkan gaji, selama bisa menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Jadi, nilai tabungan atau investasi mereka habis untuk menginvestasikan diri saya sendiri.

Jadi disaat saya lulus, waktunya saya membalas kebaikan orang tua saya dengan memberikan tabungan saya sebaik-baiknya untuk mereka. Dan yang pertama kali saya lakukan adalah membeli rumah. Kredit dengan cara KPR.

Dari cara itu, saya bisa memiliki rumah untuk kehidupan tua saya atau mama nantinya. Jadi saya langsung mencari rumah walaupun jauh dari Jakarta, tetapi lingkungan dan bangunannya saya pilihkan yang baik untuk jangka waktu yang lama.

Jadi dari nilai gaji yang kita terima, para pekerja muda, para peraih mimpi, yuk kita berinvestasi secara bijak dan pintar. Gimana caranya?

1. Membayar KPR

Untuk hal ini, berikan porsi 30-40% dari nilai gaji yang diperoleh. Kalau belum ada cicilan KPR kalian bisa alokasikan nilai prosentasi gaji kamu itu sebagai uang muka. Jadi pada saat beli rumah, kalian udah gak bingung lagi mau bayar uang muka pakai dana dari mana lagi. Dengan begini, kalian sudah menunjukkan sikap dewasa dan bisa membuktikan diri kalian komitmen terhadap hutang Bank dengan jangka waktu yang panjang.

2. Asuransi Diri Sendiri

Kalian mungkin bisa jadi dapat perusahaan dimana untuk nilai kesehatan sudah ada tunjangan (Allowance) atau budget dari kebijakan perusahaan pertahunnya untuk karyawan itu senilai berapa. Tetapi, sakit itu mahal banget. Mau ada tunjangan tak berbatas, atau nilai budget yang ada, kalau sakit sampai dirawat di ICU atau rawat inap itu biayanya mahal banget. Makanya menyisihkan 10% untuk nilai asuransi diri sendiri itu sangat diperlukan.

Selain BPJS, kalian bisa memilih banyak produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Banyak loh sekarang produk asuransi yang bagus dan murah. Sesuai dengan kebutuhan kalian. Juga, asuransi ini bisa buat jaga-jaga peninggalan ke ahli waris kamu. Ini juga penting, jadi kalian bisa tetap memberikan hal yang baik untuk hal terburuk dalam kehidupan kalian.

3. Liburan!

Ini hal yang paling penting. Sisihkan uang 20% kamu untuk hal ini. Semua pekerja pasti memiliki titik jenuh dan ini kalau tidak bisa diobatin kalian bisa stress. Jadi walaupun di kantor ada fasilitas gathering kalian harus menyisihkan uang untuk kehidupan diri kalian sendiri.

Walau terkesan spele, liburan dengan budget murah-meriah juga banyak. Keliling museum di Jakarta, Pantai, Jogja, atau Indonesia bagian timur.

Mau keluar Negeri juga bisa. Semua itu karena niat. Saya dan teman-teman biasanya menabung dulu untuk kemudian liburan. Jadi setiap bulan kami memang menerapkan 20% dari gaji kami untuk liburan. Hasilnya? Cek Instagram saya, saya bahagia dan awet muda! Hahaha.

4. Fashion dan Kartu Kredit

Kalau hal ini saya sisihkan 15% saja untuk keperluan ini. Saya bukan typical orang orang yang suka belanja baju setiap bulannya. Kalau kartu kredit biasanya saya gunakan untuk membeli pulsa dan paketan data karena banyak promonya. Sisanya untuk makan atau promo-promo lainnya.

Oh ya, saya lagi mengkoleksi apapun yang berhubungan dengan Hulk. Dan ini yang menguras budget saya nih. Tapi mulai bulan kemarin saya menekan budget ini. Sisanya ternyata bisa saya tabungkan. Jadi hal ini bisa dianggarkan tetapi kalau tidak digunakan yah bisa dialokasikan untuk tabungan.

5. Hidup dan Tabungan

Porsi ini adalah hal terpenting. Gak makan gak hidup. Bersyukur Mama saya masih berusaha memasak dan saya bisa membawa bekal makanan setiap hari.

Selama saya kerja kemarin 3 tahun dikawasan yang mereka bilang elite, saya bisa dikategorikan sangat-sangat low budget untuk makan. Setiap hari, dengan lauk apapun, saya bawa. Bersyukur juga teman-teman banyak yang membawa bekal, jadi kami bisa bertukar makanan. Saya tidak bawa bekal hanya pas gajian saja, karena sudah ada janjian untuk makan siang diluar.

Tabungan yang saya maksudkan adalah tabungan dua hal. Yang komitmen seperti tabungab berjangka atau apapun nama produknya itu. Jadi ini semacam arisan yang disetorkan setiap bulan, dan satu tahun kemudian cair.

Atau tabungan darurat yang sewaktu-waktu bisa diambil kalau ada kasus yang darurat. Saya gak bisa menabung ini, karena saya anaknya gak betah kalau ada saldo tabungan. Jadi saya pakai opsi satu. Tabungan berjangka. Dan saya sudah sukses ditahun pertama. Ini saya lagi jalan tahun kedua. Doain saya, ya!

Selebihnya kalau kalian tepat dengan maping gambar saya diatas, pasti semua keinginan terwujud. Jadi saya masih berusaha supaya ada satu tanda panah lagi, yakni cicilan KKB. Semoga dua atau tiga tahun kemudian terlaksana, ya! Jadi mari kita generasi muda menabung dengan cermat.

Generasi muda, generasi penerus bangsa, mari kita menjadi pekerja muda yang membanggakan dan berguna.

Semangat!

Regards,

Ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.