Believer.

Pernah gak kalian merasakan kepasrahan akan kehidupan ini? Pasrah yang sesungguhnya. Pasrah yang kemudian menjadi ikhlas. Ikhlas menerima akan apa yang terjadi dikehidupan ini. Ikhlas yang kemudian menjadi tulus. Tulus berbuat apaapun itu untuk menjadikan diri kita kuat dan menjalani kehidupan ini dengan seyogyanya.

Saya pernah. Saya mencoba akan menjalani rasa itu. Dan kehidupan ini dengan apapun yang ditawarka oleh kehidupan ini.

Kemudian saya mendapati dan setuju akan lagi Believer dari Imagine Dragon. Pertama kali saya mendengarkan lagu ini saya langsung terhipnotis. Apa yang dikatakan dalam lagu ini benar adanya. Karena adanya sakit itu kita semua menjadi percaya. Yakin bahwa apa yang mereka anggap kita tidak mampu, nyatanya kita akan mampu menghadapinya. Dan mewujudkan apa yang menjadi jawaban atas impian kita. Jawaban atas ambisi kita. Semua itu karena keyakinan.

Saya menemukan quotes seperti ini;

When we’re waiting, God is working.

Dan itu yang terjadi pada saya saat ini. Saat ini saya sedang diambang pilihan tersulit dalam kehidupan saya. Harus memilih diantara salah satu yang harus terbaik dalam kehidupan saya. Salah sedikit, saya akan jatuh kemudian saya akan sulit bangkit kembali.

Tepat hari ini, 3 tahun lalu saya resmi menjadi pengangguran. Pengangguran dimana saya sudah frustasi karena aplikasi lamaran saya tidak juga berkunjung ada jawaban. Saya merasakan keputus-asaan yang luar biasa karena dunia kerja itu butuh persaingan dan tingkat keberuntungan yang tidak semua orang bisa. Saya mulai berandai-andai kapan saya bisa bekerja di sebuah gedung yang pasti, dan memiliki ID card. Kalau mimpi saya dianggap sederhana sekali buat kalian, tapi masa pengangguran 2 bulan tanpa kepastian adalah hal yang tidak bisa dianggap mudah. Cicilan rumah harus tetap berjalan, pemasukan tidak ada. Saya harus memikirkan bagaimana saya harus menghabiskan uang untuk hal-hal yang penting karena kebutuhan saya banyak yang tidak bisa berhenti begitu saja.

Seperti kalimat diatas, disaat saya dalam titik pasrah dan sudah tidak lagi ada uang untuk pembayaran cicilan rumah selanjutnya, ajaib, aplikasi lamaran saya yang saya anggap gagal karena saya datang terlambat, interview menggunakan bahasa Inggris, ternyata berbuah manis. Perusahaan tersebut mau meng-interview lanjutan. Dan secara ajaib pula, tidak sampai 2 hari saya dinyatakan diterima. Alhamdulillah berkah Ramadhan.

3 tahun lalu, pertama kali saya bekerja di sebuah gedung. Beralamatkan Jenderal Sudirman. Impian setiap pelajar. Impian setiap perantau. Impian saya dari 10 tahun yang lalu, atau kalau dihitung sekarang impian 13 tahun yang lalu.

3 tahun berlalu. Kali ini tanpa tujuan dan kepasrahan yang saya tuliskan bulan September 2017 saya dalam titik pasrah akan kehidupan yang begini-begini saja. Entah titik jenuh, atau sayanya yang bermasalah.

Kali itu saya ngoyo ngelamar pekerjaan lagi, tapi memang belum berjodoh. Tidak adanya panggilan kerja untuk saya. Baiklah, saya paham. Saya mulai menyadari bahwa sudahlah memang disini tempat saya menghabiskan hari-hari kerja entah sampai kapan.

Mei 2018, setelah adanya hal yang menurut saya lucu bin ajaib. Mau bagaimanapun, saya tetap harus menerimanya. Saya ingat, saya menerimanya dengan bahagia, pasrah, ikhlas dan tulus. Saya tertawa karena bagaimanapun sudah diputuskan seperti itu.

Tetapi, Allah bekerja dengan caranya yang misterius. Entah darimana dan bagaimana akhirnya ada tawaran dan saya mencoba. Ajaib, saya dinyatakan diterima. Dan dengan tanggung jawab baru, dengan segala keputusan ada di saya. Dulu saya susah mencari pekerjaan, dan sekarang ini pekerjaan menunggu kepastian saya.

Ya Allah.. Alhamdulillah.

Dan saat ini saya dalam proses pengunduran diri dari Perusahaan yang menjadi bagian hidup terbaik saya selama 3 tahun ini. Perusahaan yang mana sudah menjadikan diri saya lebih baik lagi. Saya belajar berbahasa asing disini, saya belajar traveling sampai ke Hong Kong karena di Perusahaan ini.

Memilih stay atau tetap resign bukanlah suatu hal yang mudah. Tetapi pilihan itu tetap harus saya tentukan. Semoga apa yang sudah saya yakini hari ini adalah keputusan yang tidak salah. Semoga ketika saya membuka catatan ini beberapa waktu kedepan atau beberapa tahun kedepan, saya kemudian tersenyum karena saya pernah ada disituasi saya tidak doyan makan, tidak bisa tidur 2 hari, perasaan saya tidak nyaman 2 hari ini, dan esok adalah keputusan final.

Saya harus tetap melanjutkan hidup. Saya harus berusaha dengan pengalaman baru. Looking forward. All memories created is part of my life. Everytime I can remember, but this opportunity and challenges never come twice. Perhaps that I choose with my heart is never wrong. Bismillah.

Believer. And don’t stop for dreaming and believe. God working when you’re waiting. But always do your best. God works with mysterious way.

Jakarta, 27 Mei 2018.

Ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *