Mudahnya Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Dengan E-Filing

After finish training. 🙂 thank you everyone!

Semua yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak alias NPWP sudah tahu pasti bahwa pada bulan Februari – Maret adalah waktunya untuk laporan SPT Tahunan. Sedangkan untuk perusahaan batas waktunya adalah April. Kecuali memang ada beberapa perusahaan yang tahun fiskalnya tidak Januari-Desember pasti berbeda pelaporannya tidak di bulan April.

Baiklah, saya tidak akan membahas laporan SPT Tahunan Badan. Melainkan SPT Tahunan Orang Pribadi saja. Karena saya profesinya hanya sebagai pegawai swasta, ah ini mah kekerenan kalau meng-klaim­ sebagai profesi. Wis gini aja, karena saya hanyalah buruh abal-abal, makanya kewajiban saya hanyalah lapor SPT Tahunan Orang Pribadi saja.

Dulu, pada saat saya menyusun skripsweet alias skripsi entah kenapa saat itu saya memilih judul mengenai E-Filing atau pelaporan pajak secara online yang real time tanpa harus mengantre seperti masa-masa dulu yang menurut saya harus membutuhkan banyak usaha untuk mengantre dan itupun bukan jaminan diterima karena biasanya ditolak ada kurang dokument atau pengisian yang salah. Kalau sudah begitu rasanya trauma pengen ke Kantor Pajek buat laporan. Ya, kan?

Sampai akhirnya dikeluarkan aplikasi E-Filing, tetapi tahun 2015 untuk pelaporan tahun 2014 saja masih belum setenar dan keharusan seperti sekarang ini. Sempat frustasi karena dulu nyari Kantor Pajek buat penelitian itu susahnya yah ampun, sampai akhirnya saya dibantu oleh rekan sekampus saya dengan ini sial Pak F, terima kasih banyak Bapak yang akhirnya memberikan kesempatan untuk saya meneliti perihal E-Filing dimana hasilnya saat itu wajib pajak masih belum memahami E-Filing.

Dan akhirnya, setelah saya selesai skripsi. Tahun selanjutnya kebijakan itu seperti dayung bersambut. E-Filing diharuskan untuk pegawai swasta yang pelaporan pajaknya menggunakan formulir 1770-SS (sangat sederhana) dan 1770-S (sederhana). Sedangkan untuk formulir pengusaha/wiraswasta yakni 1770 masih diberikan kebebasan untuk lapor secara manual. Tetapi tahun 2017 ini saya mendapatkan info bahwa semua sudah harus lapor E-Filing, ya? Kecuali 1770 yang sudah datang ke kantor pajak itu tidak apa-apa diterima, tetapi tahun depan harus tetap E-Filing. Menurut infonya siy gitu..

Kemudian apa perbedaan atas formulir SPT Orang Pribadi tersebut?

  1. 1770 SS adalah untuk pegawai swasta yang penghasilan bruto setahunnya kurang dari 60 Juta.
  2. 1770 S adalah untuk pegawai swasta yang penghasilan bruto setahunnya lebih dari 60 juta sampai tidak terbatas
  3. 1770 adalah untuk orang pribadi yang memiliki usaha atau sebagai profesional yang metode perhitungannya dengan menggunakan Norma sesuai dengan Peraturan Dirjen Pajak atau pembukuan dengan mencantumkan laporan laba rugi dalam setahun berjalan.
Thank you class!

Kemudian, menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk mengisi dan memberikan training atas pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi di kantor. Kemudian, setiap tahunnya menjadi pengalaman yang sangat bahagia atas kesempatan yang ada.

Kalau ada yang bertanya seperti ini:

Kamu emang udah paham banget apa pengisian SPTnya?

Ini kalau saya jawab serius sebenarnya saya juga masih belajar. Karena dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di setiap pertemuan itu adalah ilmu yang baru untuk saya. Dengan penuh semangat untuk meyakinkan audiences bahwa saya harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dan untuk menyelesaikan setiap kasus yang ada.

Mungkin itu yang dirasakan Dokter, ya?

Mungkin saja. Karena disaat semua peserta menyimak, dan mengikuti alur adalah hal yang luar biasa membahagiakan bagi saya. Walau kesempatan ini hanya satu tahun sekali, dan mungkin terkesan spele karena tinggal klik-klik saja tetapi untuk sebagian peserta yang pernah merasakan bagaimana lapor pajak secara mengantre itu mengapresiasi atas kinerja Pemerintah yang memudahkan untuk laporan online hanya dengan 1 jam atau bahkan kurang dari 1 jam selesai.

Kenapa saya harus lapor pajak? Kan sudah dipotong oleh Perusahaan?

Ya, benar. Karena itulah kewajiban kita melaporkan kepada Pemerintah, bahwa sebagai pekerja kita sudah dipotong dengan bukti dan isian yang menyatakan Perusahaan tempat kita bekerja sudah memotong kewajiban kita. Saatnya kita melaporkan ke Pemerintah bahwa penghasilan kita selama satu tahun ini digunakan untuk apa. Living Cost sudah pasti. Investasi? Bisa saja. Justru dari laporan tahunan begini kita bisa mengevaluasi bagaimana bijak atau borosnya kita sebagai penerima penghasilan? Kalau bijak, pasti akan ada tambahan nilai harta dan hutang, tetapi kalau kita boros maka uangnya habis untuk biaya hidup sehingga nilai harta dan hutang tidak akan bertambah.

Bagaimana pengisiannya?

Sangat mudah. Kalian hanya tinggal buka saja website. www.djponline.pajak.go.id nantinya kalian langsung diminta memasukkan nomor NPWP dan password yang ada. Sebelumnya jangan lupa minta EFIN kepada kantor pajak terdekat untuk diterbitkan EFIN (Electronic Filing Identic Number) 10 digit seumur hidup NPWP kita untu kemudian di aktivasi di websiter tersebut dan masukkan email yang digunakan untuk pelaporan pajak kita.

Diusahakan passwordnya yang mudah. Sehingga apabila dibuka webnya hanya setahun sekali langsung ingat. Kalau saya selalu menggunakan satu password untuk beberapa aplikasi. Walaupun sebenarnya itu riskan tetapi itu yang membantu saya untuk selalu ingat. Kalau kalian gimana?

Selebihnya kalian tinggal pilih buat SPT dan diisikan sesuai bukti potong yang ada. Sampai akhirnya memasukkan token dan selesai dengan klik submit.

Setelah di cek email ada bukti penerimaan SPT Elektronik, kalian sudah dinyatakan sebagai wajib pajak yang baik dan patuh. Selamat mencoba, ya! Jangan malas lapor pajak ini sudah online sangat mudah.

Atau kalau kalian bingung bisa tinggalkan pertanyaan dibawah ini, ya! Selamat mencoba. 🙂

Regards,

Ndueisndue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *