Perpanjang E-Paspor dengan Sistem Antrian Online

Berbekal pengalaman di Imigrasi Surakarta bulan Desember 2017 lalu, pada saat saya mengantar Kakek saya untuk membuat paspor sudah di instruksikan bahwa pengambilan nomor antrian sudah diterapkan sistem antrian online, jadilah pengalaman berharga tersebut saya jadikan patokan untuk perpanjang paspor di Jakarta.

Sebenarnya paspor saya habis masa berlakunya September 2018 dimana saya masih bisa gunakan sampai dengan bulan Maret 2018 untuk bisa digunakan ke Luar Negeri. Karena masih kurang 6 bulan dari masa berlakunya habis, maka paspor saya masih bisa digunakan. Tetapi saya tidak ada jadwal pergi ke Luar Negeri lagi 3 bulan kedepan.

Saya memang ada rencana untuk jalan-jalan ke Luar beberapa waktu kedepan. Karena harus issued tiket menggunakan paspor yang berlaku sampai dengan keberangkatan ditambah 6 bulan masa berlakunya, dipastikan paspor saja tidak bisa digunakan. Jadi saya harus segera perpanjang paspor.

Salah satu resolusi saya ditahun 2018 seperti yang pernah saya tuliskan disini di point pertama tertuliskan bahwa saya harus bisa berusaha perpanjang paspor online dengan usaha saya sendiri tanpa bantuan ‘agent’ yang mana Mama saya meragukan keberhasilan saya itu merupakan tantangan tersendiri. Jadilah saya makin bersemangat untuk berusaha.

Memang benar adanya bulan simpatik yang diadakan beberapa imigrasi di Indonesia pada bulan Desember-Januari 2018 kemarin. Sistem antriannya walk in yang menurut saya tadinya gak ribet. Hasilnya zonk! Saya pernah ke Gandaria City sengaja sampai jam 5.30 sudah sampai, masih gelap. Dan hasilnya semua petugas keamanan disana memberitahukan antrian dengan kuota 200 orang sudah habis. Padahal kalau dilihat dari daftar pengantri yang ada mah…. ah sudahlah. Intinya saya ndak mau lagi nyoba di Mall-Mall karena entah itu antrean pada mulai jam berapa. Sudah jadi pembicaraan umum akan keanehannya.

Ditengah keputusasaan saya akan sistem bulan simpatik paspor yang gagal total, dengan sistem online yang juga ribetnya gak karu-karuan, saya mulai frustasi.

Saya mulai membaca informasi di Internet, kalau aplikasi antrian online bisa di download di android yang memudahkan untuk mendapatkan barcode atas antrian dengan nama si pemohon. Karena saya hanya punya sistem Ios jadilah saya meminta bantuan Syifa rekan sekantor saya dan Mama yang bisa download aplikasinya. Setelah di ikutin instruksinya, saya mendapatkan tanggal antrian sebulan kedepan yakni 13 Februari 2018.

Karena saya merasa itu terlalu lama, jadi saya batalkan saja. Dan saya membaca lagi bagaimana saya bisa mendapatkan nomor antrean untuk Kantor (Kanim) Jakarta Selatan. Perbandingan nyata antar Kanim di Jakarta yang paling aktif hanyalah Jakarta Selatan. Thanks to admin yang selalu merespon atas pertanyaan yang ada. Dan antrean baru dibuka di jam 8 di hari yang sama atau jam 5 sore di hari Jum’at untuk ke Mal Pelayanan Publik di hari weekend.

Jadi yang mau cuti, bisa gambling dapat nomor antrean atau enggak. Silahkan mencoba dan berusaha.

Setelah perjuangan yang berat karena system down dan mantengin selama 2 jam, keluarlah antrean yang bisa saya klik harinya. Saat itu hari Jum’at dan saya baru dapat di hari Senin pagi jam 10.

Saat pembuatan paspor tiba, dan saya berangkat pagi-pagi menuju Kanim Jaksel. Naik apa? Transjakarta kebanggaan Jakarta, dong.

Dari Kalideres saya ambil jurusan ke Pulogadung. Saya turun di Monas untuk transit menuju ke Ragunan. Bersyukur sekarang ada rute Monas – Ragunan via apapun sampai ke halte Imigrasi. Dan langsung turun didepan kantornya.

Prosedurnya bagaimana? Mudah sekali. Saya breakdown dibawah ini, ya.

1. Datang ke Imigrasi membawa barcode antrian online. Bisa dari handphone atau printout.

2. Langsung menuju ke lantai 2. Mengantri di check in counter.

3. Disaat pengantrean nanti petugasnya menanyakan perpanjang atau baru. Kalau perpanjang siapkan copy ktp dan paspor lama.

4. Petugas akan mencetak nomor antrian yang akan dipanggil menurut antrian di layar. Sebagai informasi, bahwa nomor antrian ini sudah sesuai dengan barcode dan nama pemohon jadi tidak mungkin tertukar.

5. Menunggu antrian kita dipanggil dan dengarkan baikbaik loket berapa nanti kita akan di wawancara dan di foto.

6. Sesi wawancara dan pengambilan foto. Pada saat di sesi ini kita wajib menunjukkan paspor asli dan ektp atau suket asli. Nantinya paspor lama akan diambil petugas dan dikembalikan pada saat pengambilan.

7. Petugas akan memberikan barcode untuk pembayaran melalui bank dan untuk pengecekan sudah selesai atau belum paspor kita melalui aplikasi Whatsapp. Canggih betul rupanya sistem sekarang ini, ya!

8. Pulang. Kembali ke Kantor dan bayar via ATM ke penerimaan Negara. Disarankan via ATM saja daripada internet banking takutnya ada delay.

9. Mengecek via Whatsapp apakah paspor kita sudah selesai atau masih dalam proses sampai dengan 4-5 hari kerja.

10. Setelah ada info selesai, ke Kanim Jaksel lagi untuk pengambilan paspor baru dan selesai prosesnya. Mudah, kan?

Hanya saja prakteknya memang di Kanim Jaksel pada saat saya check in tidak sesuai dengan harapan. Tadinya saya mengira sistemnya sama dengan tiket yang ketika scan barcode yang ada sudah otomatis keluar nomor antriannya. Tetapi, mesin saat itu yang beroperasi hanya satu. Dan petugasnya keteter diserbu banyak orang. Jadilah sempat ricuh dan suasananya tidak kondusif. Saya mengantre 4 orang saja stuck selama 45 menit. Luar biasah.

Apa saja dokumen yang perlu dibawa? Okay silahkan diperhatikan, ya!

1. E-KTP atau Suket yang belum berE-KTP asli, dan copy kertas A4 jangan dipotong. Biarkan utuh dikertas A4.

2. Paspor yang lama asli. Ini juga di copy A4 utuh.

Karena dikhawatirkan diperlukan data yang lain, kalian bisa bawa dokument dibawah ini asli dan copy A4, ya.

1. Ijazah

2. Kartu Kelurga

3. Akta kelahiran

4. Surat Nikah bagi yang sudah menikah

Berapa biaya yang diperlukan?

1. Paspor biasa 48 halaman Rp. 355.000,-

2. E-paspor 48 halaman Rp. 655.000,-

Saya pilih yang mana? Karena saya mempunyai mimpi yang besar untuk mengunjungi Negeri Sakura dengan bebas Visa, maka saya memilih E-Paspor. Beda 300 ribu tidak apaapa daripada saya menyesal dikemudian hari. Ya, gak?

Bersyukur saya bekerja di Perusahaan yang luar biasa pengertiannya. Ketika saya meminta izin Alhamdulillah dipermudah. Jadi dari awal saya antri paspor sampai pengambilannya, diberikan kemudahan dan tanpa harus cuti. Yipppiyy!

Sistem Pemerintah saat ini memang sudah canggih dan memudahkan. Hanya saja, baiknya antrian dibuka sehari sebelumnya sehingga untuk pegawai yang mau mengajukan cuti sudah memiliki kepastian dan tidak penuh harapan apalagi harapan palsu. *eh

Semoga 5 tahun kedepan ketika saya perpanjang paspor sudah tidak adalagi drama pengambilan nomor seperti sekarang ini. Semoga saja. 🙂

Ada yang bingung dan mau dipertanyakan? Silahkan tinggalkan comment dibawah, ya!

Regards,

Ndueisndue.

6 thoughts on “Perpanjang E-Paspor dengan Sistem Antrian Online”

    1. Hai Mba.. kalau sudah ada data paspor lama apalagi sudah terdaftar nomor KTPnya sama, baiknya perpanjang saja Mba. Walau sudah kadaluarsa, tapi masih bisa, Mba.

    1. Dear Mba Yunita, wah saya kayaknya lupa yah menambahkan nomor whatsappnya. Wait yah saya edit postingan ini. Silahkan di cek di postingan ini yah Mba..

    1. Hai Mba CHrista..
      Bisa diwakilkan Mba.

      Bawa bukti bayar, surat kuasa materai, sama bukti rekap paspornya yah Mba.
      sama KTP yang mewakili..

      Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *