Berbicara Resolusi 2018

Semoga juga bisa punya sawah. Amin 😀 😀

Apa kabar 10 hari pertama di tahun 2018? Bagaimana kehidupan awal tahun 2018? Menyenangkan, kah? Bahagia, kah?

Kalau cerita saya di 10 hari pertama ini luar biasa seperti permen bermacam-macam rasanya. Yah, namanya juga hidup. Kalau dilanda perasaan dan cerita yang ngedatar bisa dikatakan ada yang salah dengan kehidupan kalian. Maka, carilah kebahagiaan dan kesedihan lainnya. Eh!

Tahun 2018 saya awali dengan berangkat ke kantor sangat telat. Salah perhitungan membuat saya akhirnya kalah dalam waktu yang disiplin. Bagaimana tidak, alih-alih berharap penumpangnya sepi, malah ada antrean mengular untuk masuk ke dalam halte dan beberapa delay dari transportasi kesayangan saya yang biasanya selalu ada dalam hitungan menit, kini jadi menjadi puluhan menit. Karuan saja, 2018 saya buka dengan luar biasa payah untuk kedisiplinan saya sendiri.

Well, tahun 2018 ada yang baru dari blog saya. Setelah yang selama dua tahunan memiliki domain dengan nama saya pribadi, akhirnya saya merasakan jatuh cinta lagi dengan rumah pribadi saya ini. Blog yang dulunya pernah menjadi alat penjual kebutuhan seks entah virus dari mana datangnya, akhirnya dengan ketulusan hati saya menghapus semua postingan dari tahun 2015 sampai pertengahan 2017 dan memulainya dengan cerita yang baru.

Akhir-akhir ini saya menjadi seseorang yang berambisi dan lebih memiliki kekuatan cita-cita yang sesungguhnya. Kalau berbicara batasan tahun untuk mencapai target atau resolusi adalah hal karangan belaka. Karena target hidup itu ada yang tidak bisa dibatasi dalam ukuran 1 tahun saja waktunya. Jadi sebenarnya ketika saya menuliskan resolusi 2018 rasanya saya sendiri membacanya risoles di 2018. Hahaha. Ndak jelas, wis. Sudahlah, jangan terlalu serius gitu bacanya. Kan baru awal tahun. Cerita seriusnya nanti-nanti saja, ya!

Kalau diminta menuliskan breakdown apa saja yang mau saya wujudkan di tahun 2018 ini yah buanyak sekali. Saking banyaknya saya tidak bisa menceritakan semuanya disini. Apalagi kalau sampai ada pertanyaan, jadi 2018 sudah pasti mau menikah? Yaudah langsung matiin kamera atau dadah-dadah terus bilang sorry, no comment. Walau bukan selebritas papan kelas atas sananya lagi, tetapi perihal menikah itu bukan siapa yang dulu-duluan mewujudkannya. Tetapi jodohnya memang sudah tertulis demikian. Lagian, kalau saya belum siap untuk menikah yaudah jangan dipaksakan, nanti malah bubar ujungnya, ya toh?

Karena blog ini nantinya akan bertema food, place, nature and city. Jadi yang sekiranya saya akan bagikan disini adalah yang sesuai dengan tema blog ini saja, ya. Yang mana kalian bisa mengikuti perkembangan dari target saya di awal tahun ini. Tetapi kalau saja masih ada yang belum selesai ditahun ini jangan bersedih hati, masih ada tahun depan. Ini hanya untuk mengingatkan PR menulis mana yang belum selesai.

Wis ndak perlu bertele-tele mari saya langsung tuliskan beberapa informasi yang nantinya saya akan bagikan dan semoga bermanfaat untuk kita bersama. 😀

Apa saja target saya di tahu 2018 ini?

  1. Berhubung masa paspor saya habis September 2018 ini, jadi saya mau berusaha perpanjang paspor dengan usaha sendiri walau kemarin sudah di coba gagal, saya tetap berusaha tanpa bantuan okeh katakanlah ‘Agen’. Jadi kalau sudah mentok dan frustasi barulah saya menyerah.
  2. Semoga tahun ini saya bisa ke Belitong. Kota dimana Lintang dan Ikal menjadikan saya sebagai pemimpi sejak membaca buku Andrea Hirata di tahun 2008. 10 tahun dari impian itu semoga saya bisa ke kota Laskar Pelangi.
  3. Semoga tahun ini saya bisa ke beberapa Negara Asia. Tidak mengulang untuk ke Singapore atau Malaysia lagi karena mereka Negara tetangga kita. Semoga ada kesempatan untuk ke Negara Vietnam, Kamboja, dan Thailand.
  4. Semoga tahun ini saya bisa ke tempat dimana umat Muslim memimpikannya. Tempat dimana saya bisa berziarah ke makam Rasulullah SAW.
  5. Semoga tahun ini saya bisa ke Labuan Bajo
  6. Semoga tahun ini saya bisa pergi ke Bali lagi. Tempat dimana saya tidak pernah merasakan bosan dan selalu bisa ke Bali lagi.
  7. Semoga tahun ini saya bisa menabung lebih banyak lagi sehingga kegiatan bernama HUTANG KPR itu segera berkurang. Hahaha.
  8. Semoga saya bisa berlibur ke beberapa tempat yang ada di Indonesia lainnya.

 

Ternyata, harapan saya banyak juga, ya! Semua itu saya Amiinkan satu-persatu. Karena tahun 2018 baru saja dimulai, dan saya sudah siap menyambut setiap cerita di tahun ini. Semoga selain harapan-harapan diatas, akan ada banyak cerita baik bahagia maupun cobaan yang menjadikan saya sebagai manusia yang lebih baik lagi.

Karena saya menyadari bahwa saya hanyalah seseorang yang berambisi dan bisa saja keliru karena mengikuti nafsu. Semoga saya diberikan kemudahan-kemudahan juga untuk mewujudkan harapan-harapan saya diatas.

Yang pasti, terwujud atau tidaknya hanya Allah yang berhak memutuskan. Dan saya selalu mengajukan harapan-harapan itu melalui do’a yang saya selalu sebutkan proposal do’a untuk menunggu antrean kapan Allah bisa menyetujui setiap proposal do’a yang saya ajukan kepada-Nya.

Jadi, kalian sudah membuat resolusi 2018 juga, kah?

One thought on “Berbicara Resolusi 2018”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.