Posted on

Ndue’s Visit – Gumaya Tower Hotel Semarang (Oct, 2017)

Pada saat saya menginap di Gumaya, saya masih belum berhijab. Jadi harap dimaklumi lihat saja isi ceritanya. Sebagian foto sudah saya putuskan untuk tidak diposting. Karena bagaimanapun setiap manusia memiliki kehidupan masa lalunya. Dan mungkin tulisan pembuka ini akan saya gunakan beberapa kali untuk penulisan perjalanan saya.

Ke Semarang lagi? Iya. Secara mengejutkan kali ini saya mendapatkan giliran untuk berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Karena saya sendiri berasal dari Klaten, maka ke Semarang pun rasanya saya sedang pulang kampung semua tidak terasa asing. Karena juga beberapa waktu lalu saya dengan Mba Titis menjelajahi Semarang jadi hampir beberapa lokasi ditempat ini menjadi seperti kenangan yang diputar kembali.

Tujuan saya ke Semarang kali ini bukan untuk berlibur. Tetapi saya mendapatkan tugas atau bisnis trip dari kantor untuk mengaudit pabrik kami yang ada di Semarang. Saya selalu bahagia mendapatkan kesempatan ini. Selain menambah pengalaman, hal yang menyenangkan adalah saya selalu bertegur sapa dengan karyawan-karyawan yang biasa saya panggil Emak karena mereka sudah Ibu-Ibu. Bertukar cerita dengan mereka adalah sesuatu yang menyenangkan karena mereka selalu bercerita bahwa selalu tidak bisa tidur kalau sudah ada kata-kata auditor mau datang untuk mengaudit pabrik. Hahaha.

Biasanya kalau ke Semarang saya menginap di hotel yang berada tepat di jalan simpang lima. Yap, apalagi kalau bukan Crowne Plaza Semarang. Hotel yang selalu membuat saya gagal move on. Karena di hotel ini akses kemana-mana sangatlah mudah. Contoh ingin ke Mall yah tinggal turun kebawah karena Crowne berada tepat diatas Paragon Mall Semarang. Tapi karena ingin merasakan hotel yang lainnya diputuskan untuk mencoba hotel lainnya yang sejenis dengan Crowne.

Night in Gumaya..

Sejujurnya tidak perlu hotel dengan budget yang mewah. Karena saya pernah menginap di Hotel Ibis Budget waktu sama Mba Titis. Prinsip saya ketika pergi traveler adalah perjalanannya bukan tempat tidur (hotel)nya. Tetapi karena mengikuti standar perusahaan dan Alhamdulillah jadi bisa merasakan hotel mewah. 😀

Pilihan jatuh ke Gumaya. Pada saat saya menanyakan dengan sales personnya ternyata jenis ruangan di Gumaya ini tidak seperti hotel yang lainnya. Sempat rada malu juga siy, karena di Gumaya kamar paling standarnya bernama Deluxe bukan Superrior. Hahaha. Jadi yah harap dimaklumi lah ya karena kan kebiasaannya seperti itu.

Lokasi Gumaya 1,5 KM dari jalan simpang lima, artinya kalau saya mau sekedar jalan ke Mall saya harus berjalan menyelusuri sepanjang 1,5 KM tersebut. Tapi, kalau ndak mau repot-repot yaudah tinggal turun ke lobby dan lihat di depan hotel sudah ada bejejer taksi bluebird tinggal duduk manis dan sampai di Paragon Mall.

Menurut saya Gumaya kalau saya review dari kamar saya setuju bahwa kamar di Gumaya lebih luas dan ketika saya melihat kamar mandinya, saya langsung jatuh cinta sama bathupnya. Pikiran saya kemudian menerawang saya akan menggunakan bathup ini ketika mandi pagi dan malam. Tetapi, pada kenyataannya saya hanya bisa menggunakan di malam hari. Karena saking nyamannya saya selalu bangun mepet dipagi hari. Daripada saya terlambat lebih baik saya korbankan tidak berendam di bathup  setiap pagi.

Rasanya seperti ndak mau move on ya..
Kalau ndak bisa berendam saya memilih mandi manual saja. 😐

Saya menginap 3 malam di Gumaya. Kamarnya sama sekali tidak ada kendala yang saya temui. Atau hawa-hawa spooky tidak ada. Karena sinar dari lampu-lampu yang ada di kamar terang benderang. Dan di saklar yang mengatur mau di matikan atau hidupkan main lightnya juga ada. Bisa diatur sesuai kebutuhan masing-masing.

Cermin buat dandan. @_@

Welcome drink di Gumaya berbeda dengan yang ada di Crowne. Kalau di Crowne minumannya sudah ada di depan lobby. Jadi kalau haus yah langsung minum aja. Nah saya baru ngeh kalau di Gumaya ada minuman ini ketika saya buka dan cermati amplop kunci kamar saya. Resepsionisnya gak menginfokan bahwa sistem di Gumaya welcome drinknya berbentuk voucher dan bisa ditukarkan di lounge yang ada di lobby. Dan dari 3 voucher yang saya peroleh sesuai dengan malam saya menginap di Gumaya, hanya saya gunakan 1 kali. Sisanya saya kembalikan ke resepsionisnya soalnya saya tahunya juga belakangan. 🙁

Nyobain welcome drink di malam kedua. Adanya orange juice dan apple juice, jadi saya pilih yang orange.

Kalau dari segi makanan di restaurantnya saya bisa memfavoritkan suatu hotel keren banget atau keren aja itu dari adanya spot jamu. Hahaha. Wis yakben wong saya wong ndeso jadi saya selalu ngincer yang ada spot jamunya. Sayangnya Gumaya ndak ada. Jadi setiap saya sarapan rasanya kurang bergairah gitu. *halagh.

Karena saya berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 11 malam setiap harinya jadi saya ndak bisa merasakan swimming poolnya. *sedih~

Baiklah, saatnya saya memberikan penilaian final untuk Gumaya. Oh ya saya curhat sedikit ya, saya sebenarnya juga pernah menulis tentang Crowne Plaza Semarang di blog saya ini. Tetapi karena tempo hari ada virus masuk, jadi semua hilang kereset. Saya mau nulis lagi juga udah rada males. Hahaha. Jadi yang berlalu biarlah berlalu.

Wafflenya ndak bisa kayak biasanya. Dan smile in eggnya mbleber. Hiks.

Okay, now my time for give final point of plus and minus in Gumaya

Plusnya                                : Kamar luas, bathupnya di design cantik, lemari penyimpanan pakaiannya bagus, ada taksi blue bird di lobby, makanan buat sarapannya lumayan banyak dan beragam. Dan air mineral botolnya disediakan cukup banyak 4 botol seharinya.

Minusnya            : Restaurantnya entah kenapa nuansanya gelap, makanan untuk sarapannya rasanya makanan berat semua, staffnya masih perlu dilatih untuk lebih legowo dan senyum, saya ndak nemuin setrikaan dimana apa sayanya yang gak nemu, ya?,  lokasinya jauh dari simpang lima atau lawang sewu. Kejunya tidak ada untuk saya biasa kreasi sarapan dengan waffle, dan cokelat cairnya itu menurut saya seperti bukan cokelat tapi susu cokelat cair soale kurang pekat.

Hari ketiga udah mati gaya. Jadi sarapan sepengennya aja.

 

Regards,

Ndue.

 

Review ini jujur dari curahan hati, tidak dibayar atau bebayar. 🙂

Gumaya Tower Hotel

Alamat: Jalan Gajah Mada No.59-61, Kembangsari, Semarang Tengah, Kembangsari, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50133

Telepon: (024) 3551999

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *