Posted on

Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 2 – Victoria Park, Causeway Bay, Dim Sum Canteen Islamic Center

Diantara Tram Ding-Ding.. Icon of Hong Kong.

…sambungan dari part 1 sebelumnya. Silahkan bisa di lihat disini.

Hong Kong serasa di Indonesia? Tentu bisa dan ada. Hari kedua saya di HK adalah hari minggu. Rencana pagi dan siang ini random saja, karena belum tersusun secara pasti. Barulah pada sore dan malam hari kami sudah ada jadwal mau kemana-mananya. Jadi karena juga pagi ini kami bangun kesiangan, ikuti saja jejak kaki melangkah. Walaupun masih random kami sudah memiliki beberapa opsi yang bisa diambil untuk tetap disinggahi selama kami di HK.

Lets start this second day, Kak! enjoy HK.

Baiklah, pertama kali saya merengek untuk ke Victoria Park. Sebuah taman yang ada di daerah Causeway Bay. Taman ini terkenal dengan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengadakan pertemuan, atau semacam temu kangen, atau juga bisa dikatakan bahasa kekiniannya gathering. Tadinya rencana kami mau ke kedutaan Republik Indonesia yang ada di Hong Kong. Setelah tanya sana-sini tidak juga bertemu, jadi dipastikan kami menuju ke arah Victoria Park saja.

Tahun 2010, Victoria Park pernah menjadi terkenal dengan film apik dari Lola Amaria yang juga berjudul Minggu Pagi di Victoria Park. Duh, dulu ya saya kepengen banget ke lokasi ini. Dan 7 tahun kemudian saya berhasil mewujudkannya. Im so happy!

Untuk mencapai ke Victoria Park, kami naik MTR dari Tsim Sha Tsui kemudian menuju ke arah Causeway Bay. Setelah turun disana, ikuti saja arah ke Victoria Park untuk mengetahui pintu mana yang mau dituju. Atau, kalau kalian ndak mau repot yasudah tanya saja sama orang-orang disana yang kebanyakan juga orang Indonesia yang menuju ke taman tersebut.

Sepanjang jalan kaki dengan mereka, saya kok merasa tidak asing di Negara ini, ya? Entah kenapa, rasanya welcoming banget. Apakah karena memang orang-orang Indonesia terkenal dengan ramahnya termasuk juga saya lho ya! Hahaha. Tapi, saya merasa tidak asing dan tentunya, im not alone in this country. Mereka yang berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dengan di bagi-bagi menjadi beberapa bahasa daerah lagi. Duh, ini siy bukan di HK rasanya.

Lapangan basket yang ada di seberang Victoria Park.

Saya berjalan menyelusuri taman ini. Sepanjang jalan, mereka menggelar tikar-tikar atau alas untuk duduk dan bertukar cerita. Sayup-sayup saya dengarkan kebanyakan bercerita perihal ‘majikan’ atau bagaimana situasi mereka bekerja. Tidak jarang juga mereka berbagi resep masakan, makanan, atau bahkan saya lihat ada yang sedang mengulek sambal rujak untuk dimakan bersama. Seketika saya mellow keingetan Mama dan masakan sambalnya yang luar biasa ngangenin itu. *mulai lebay lagi*

Minggu pagi di Victoria Park, Ndue..

Semua yang duduk disana diatur oleh petugas seperti keamanannya. Jadi tidak ada yang sembarangan gelar di jalan, atau buang sampah sembarangan. Semuanya tertib dan alangkah menyenangkannya berada di sini. Tidak jarang juga saya ditawari makanan oleh mereka. Melihat pejuang devisa Negara ini entah kenapa hati saya sedih. Mereka harus bertahan jauh dari sanak saudara untuk beradu nasib disini. Dan mungkin saja dengan caranya seperti ini mereka bisa menghilangkan sedikit rasa rindu untuk Negara Indonesia dan terlebih keluarga mereka. Stay strong yah, Mba.. your family must proud of you!

Setelah berkeliling di Victoria Park, selanjutnya kami sepakat untuk makan siang dulu. Walaupun masih tergolong pagi karena disana jam 12 siang setara dengan jam 11 di Indonesia, jadilah kami menelusuri jalanan di Causeway Bay. Sekalian kalau ada yang jual waffle atau egg tart kami mau beli. Sayangnya, kamu tidak menemukan makanan yang harus dibeli saat kami berada di HK. *sedih

Victoria Park, HK.

Cory menyiapkan jadwal selanjutnya dengan sangat matang ternyata. Dia sudah menyiapkan kisi-kisi untuk menuju tempat makan yang halal tersebut. Saya dan dia sepakat harus cari makanan halal selama kami di HK. Dan Cory dari entah dua bulan sebelumnya atau bahkan lebih dia sudah berburu video atau daftar makanan yang harus dicoba. Luar biasa teman saya yang satu itu.

Baiklah, kami harus makan dim sum halal dan juga we should eat and visit this place untuk hari ini. Nama makanannya adalah dim sum di kantin Masjid Ammar and Osman Ramju Islamic Centre. Namanya lumayan rumit, ya! Dan juga menuju ke lokasi ini tergolong rumit menurut saya.

Tanpa koneksi dan maps hanya berbekal insting, kali ini si Cory luar biasa usahanya untuk bisa ke lokasi ini. Dengan persiapan screenshot dari petunjuk arah yang kita cari selama di hotel karena adanya wi-fi disana. Dan dengan berbekal tanya sana-sini akhirnya bisa bertemu juga. Rasanya bahagia luar biasa.

Well, jadi gimana petunjuk arahnya, Ndue?

Okay gini, yang pertama dituju adalah MTR Causeway Bay dan kemudian turun di Wan Chai. Setelah dari Wan Chai, cari pintu exit A3. Keluar di pintu kami hanya terdiam terpaku melihat keramaian yang ada didepan mata. Tujuan kami adalah Masjid itu aja dulu yang bisa ditanya ke pengunjung di sekitar stasiun MTR ini. Dari beberapa orang yang ditanya hasilnya nihil.

Keluar MTR Wan Chai. Saking galaunya foto aja udah hayuk~

Sampai akhirnya kami bertemu dengan Mba Dian. Kami berkenalan dengannya sepanjang dari Wan Chai sampai ke Masjid. Mba Dian yang mengantarkan kami. Tadinya Mba Dian juga tidak yakin apakah Masjid yang dituju untuk bertemu pengajiannya adalah yang sama dengan tujuan kami. Dan Alhamdulillah ternyata sama.

Patokannya sevel untuk ke islamic center.

Jadi dari keluar A3, menyebrang sekali untuk ke stasiun Tram Ding-Ding. Selama di HK kalian wajib banget nyobain transport ini lho, gengs. Karena ini transportnya yang juga jadi icon dari HK itu sendiri. Dan pastinya kalau ada film-film yang shooting di HK pasti ada adegan transport ini kelihatan.

Didalam Tram Ding-Ding..

Naik Tram Ding-Ding nomor 43-E di O’brien Road, dan hanya dua stasiun dari pemberhentian tersebut baru kalian turun ya. Supaya lebih yakin kalian turunnya di nomor 47-E di Tonochy Road. Dan kalian harus jalan dulu sebelum menemukan Masjid ini. Setelah turun di 47-E, kalian nyebrang nanti ada lapangan basket yang main kokoh-kokoh kesukaannya Cory. Hahaha. Nah, naik tangga di samping lapangan basket tersebut. Terus nyebrang jalan lagi dan jalan aja disebelahnya Sevel sampai kalian jalan buntu kemudian belok kekiri. Nah, masjidnya ada di situ.

Mari nyebrang..
Alhamdulillah sampai juga. Ada Ndue, ada Saya di depan Masjid ini.

Walaupun hari minggu tetapi Masjid tidak terlalu ramai. Kami berpisah dengan Mba Dian di depan Masjid. Kami berterima kasih dan bersalaman sambil mengucapkan semoga ada kesempatan untuk bertemu lagi di Indonesia ataupun di HK dikemudian hari. Oh ya, Mba Dian sudah dua tahun di HK dan sedang mengajukan cuti untuk kembali ke Indonesia. Semoga saja dipermudah yah, Mba.

Kami masuk pintu masjid yang paling kanan. Mungkin celana saya kependekan atau ada yang aneh dengan penampilan kami sehingga semua memandang kami. Tetapi, berlalu begitu saja setelah kami lemparkan senyum ke mereka. Kantinnya sendiri ada di lantai 5, silahkan naik lift saja.

Didepan pintu masuk kantin islamic center – lantai 5.

Sedih adalah ketika saya bisa di Masjid tetapi karena siklus bulanan jadi tidak bisa sholat disini. 🙁

Sampai di lantai 5, kami dihampiri waitressnya dan menanyakan berapa orang. Karena kami hanya berdua langsung mendapatkan tempat makan. Dan tiba saatnya memesan dim sumnya, sejujurnya saya bingung karena bahasa kami rada ndak nyambung. Jadi saya hanya menunjukkan angka yang mana saja yang mau kami order. Di buku menu ada kok harganya. Karena menurut kami ini harga murah untuk makan di HK, jadi saya selaku juru pesan memesan dengan banyaknya. Hahaha.

Tenang, kalau gak habis bisa dibungkus, kok. Hanya saja biasa untuk take awaynya adalah HK 1 dolar, alias 1.720 kalau di tukar dengan mata uang IDR. Rasa dim sumnya enak banget ternyata. Apalagi yang model bakso goreng, Duh! Rasanya kayak gak mau move one. Kali ini saya minumnya soft drink Coca Cola, rasanya segar banget. Gak tau kenapa rasanya beda banget sama yang ada di Jakarta. Beneran rasanya nyegerin dan bikin ketagihan.

Karena ada beberapa dim sum yang gak habis, kami bungkus sisanya. Dan terima kasih banyak lho Kak Cory yang sudah membawakan sepanjang hari walau di akhir hari sempat ragu mau dibuang atau tidak. Ternyata pas di buka aromanya tidak bau, jadi masih dibawa pulang dan kami bisa panaskan dengan microwave yang ada di kulkas. Alhamdulillah.

Lagi ditugasin Nyonyah Cory buat order makanan..
Makanannya datang. yiay!

Dan total makan kami disana adalah HKD 141 dengan exchange IDR 1.720 per 1 dolarnya. Jadi silahkan di konversikan. 😀

Mari makan..
Wajah bahagia…

Benar adanya, belum afdol ke HK kalau belum ke dua tempat sepanjang pagi dan siang ini. Waktu makan sudah selesai, saatnya kami kembali ke MTR Central untuk melanjutkan perjalanan sore-malam selanjutnya. Karena perjalanan sore-malam ini menyenangkan dan panjang untuk diceritakan, saya akan melanjutkan kemudian, ya! Harap bersabar 😀

Wait for next post, ya!

Itenary lengkapnya juga saya tuliskan setelah hari kedua ini closed, ya! Di postingan selanjutnya. Kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan tulis dicomment yah, gengs!

Regards,

Ndue.

Full of colour.. Ah.. can’t move on from this Country..
Ini daftar harga dan makanan yang kita pesan..

One thought on “Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 2 – Victoria Park, Causeway Bay, Dim Sum Canteen Islamic Center

  1. […] tulisan sebelumnya bagian – pertama dan kedua. Silahkan di klik masing-masing link untuk […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *