Posted on

Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 1 ( August, 2017 )

Welcome greeting in Hong Kong International Airport. Welcome!

Seperti yang pernah saya janjikan sebelumnya bahwa saya akan menuliskan perjalanan saya ke Hong Kong, dan inilah postingan pertama saya. Postingan ini rencananya akan saya buatkan sambung-menyambung untuk  beberapa post dikemudian hari. Jadi tetap saya optimis akan menyelesaikannya.

Kenapa Hong Kong? Dan kenapa pas summer holiday? Kan kalau panas mah di Indonesia juga sering, gak musim dingin aja?

Duh, ini semacam pertanyaan yang banyak di lontarkan beberapa rekan saya yang kemudian menimbulkan efek ciut untuk melanjutkan perjalanan ini. Tetapi, semakin Cory dan tentunya Instagram Discover Hong Kong mengupdate perihal summer festival yang akan diadakan di Hong Kong dan Macau, saya makin bersemangat untuk menyelesaikan misi liburan yang luar biasa mahal (menurut saya) dan menyenangkan kali ini.

Discover Hong Kong. Im ready~

Berbekal tiket buruan hasil mendapatkan bonus bekerja selama tahun 2016 lalu, dan melalui pertemuan yang random gitu saja dengan Cory, tercetuslah ide gila buat issued tiket liburan ke Hong Kong (selanjutnya saya singkat HK saja, ya!) dan sejujurnya saya malah pengennya melancong ke Thailand yang menurut beberapa rekan dan bloger menceritakan bahwa Thailand lebih murah dan makananannya lebih enak. Terlebih, saya hobi sekali membeli teh Thailand alias Thai Tea jadi rasanya saya ingin merasakan minuman ini di Negara asalnya.

Tetapi ada keraguan di Cory. Sehingga terputuskan untuk membeli tiket Garuda PP ke HK yang juga disepakati bulan Agustus 2017. Tiket kami beli dari akhir Desember 2016. Pada saat mengissued tiket tersebut saya mengajukan request apabila ke HK haruslah mengunjungi Disney Land. Jadi, sepakat mengenai tiket, waktu keberangkatan, dan lokasi yang dituju.

Wajah bahagia sebelum boarding time..

Kenapa ke HK harus summer? Jujur saya juga tidak mengerti musim di HK saat itu. Saya mempertimbangkan kalau di Agustus 2017 saya sudah aman tabungannya. Karena saya ini hanyalah pegawai yang menerima bayaran di akhir bulan dan mendapatkan tunjangan di hari raya Idul Fitri, makanya bisa saya sisihkan sebagian untuk membayar Disney Land dan uang saku disana. Yah itu tadi semua random saja.

Setelah semua itenary dan perlengkapan di siapkan. Tibalah tanggal 12 Agustus 2017 hari Sabtu tepatnya. Cory menjemput saya didepan gang, maklum anak gang bukan anak komplek. Saya diantar oleh Mama sambil memastikan anaknya ini akan terbang jauh sekali dan keadaannya baik-baik saja saat berpisah.

Proses check in dan bagasi sudah semua selesai, saatnya menunggu dipanggil oleh petugas untuk memasuki gate yang diinstruksikan sebelumnya. Berhubung kami berangkatnya Agustus 2017, jadi penerbangan Internasional Garuda Indonesia sudah menggunakan terminal 3 dengan Gate A.

Ciri khas Terminal 3 niy. 😀

Jadwal penerbangan kami adalah 10.10 dan sampai di Hong Kong International Airport (HKIA) jam 16.10 dengan waktu tempuh 5 jam dan adanya perbedaan waktu dimana HK 1 jam lebih cepat daripada Indonesia. Dan sejujurnya, dengan perbedaan waktu 1 jam saja, saya lebay dengan merasakan jetlag. Percayalah, saya lebay.

Selama penerbangan cuacanya luar biasa cerah. Tidak terjadi guncangan yang berarti. Pesawat kami penuh dan sebagian besar penumpangnya adalah Warga Indonesia yang menjadi pekerja di HK. Disebelah saya ibu-ibu yang baik dan heran karena saya dikatakan niat banget ke HK hanya untuk liburan bukan bekerja. Tetapi, saya merasakan ‘rumah’ di perjalanan ini. Ibu-Ibu ini menceritakan bagaimana mereka di kontrak selama dua tahun dan baru bisa kembali ke Indonesia. Saya mendadak mellow mendengar ceritanya. Selama satu jam mengudara semua hening dan saya ikutan hening jadinya saya tertidur satu jam untuk menghilangkan kantuk.

Saya terbangun karena pembagian sarung tangan dan makan siang. Karena penerbangan ini merupakan penerbangan yang jauh dan membutuhkan waktu 5 jam, maka disediakan bantal, selimut, sarung tangan, penutup mata dan telinga. Penerbangan ini dibuat senyaman mungkin.

Jam 16.10 kami sampai di HKIA. Hal pertama yang dilakukan adalah menuju imigrasi dan mencari dimana letak bagasi sesuai penerbangan kami. Setelah mendapatkan visa on arrival yang mendapatkan waktu tinggal di HK selama 29 hari, kamu menuju tempat pengambilan bagasi dengan melihat papan informasi. Entah kenapa, waktu yang digunakan untuk mengambil bagasi kami lebih dari 45 menit lamanya.

Langit Hong Kong. Subhanallah. 🙂

Seperti biasanya ketika saya dan Cory ngebolang adalah tidak pernah membeli kuota disana. Kami hanya mengandalkan insting dan bertanya kesana-kemari. Setelah juga bekal membaca blog untuk liburan kali ini setidaknya saya ada gambaran perihal transportasi yang digunakan. Karena kami backpakeran jadi semuanya menggunakan alat transportasi umum. Nah, untuk mendapatkan transportasi ke Tsim Sha Tsui tempat kami menginap tinggal mengikuti petunjuk yang mengarah ke bus stasiun. HK ramah akan turis, dimana-mana ada petunjuk yang jelas dan banyaknya tourist information.

Kami langsung mencari ‘pangkalan’ bus dengan nomor A21 yang menuju ke Tsim Sha Tsui dengan tarif HKD 33 saja. Di bus stasiun HKIA sudah ada barisan antrean sesuai dengan nomor bus. Jadi tidak perlu bingung nyasar. Untuk membayarnya bisa dengan kartu Octopus yang kami beli di HKIA seharga HKD 150 dengan deposit HKD 50 dan saldo HKD 100. Okeh, berangkatlah kita ke Tsim Sha Tsui dengan bus Cityflyer yang super keren ini. Jarak antara Airport dengan Tsim Sha Tsui East adalah 45 menitan jadi bisa sambil tidur atau menikmati pemandangan yang keren ini.

Octopus Card..

Kami turun di Tsim Sha Tsui East dan rada kebingungan juga menjadi dimana Chungking Manshion. Gedung ini sama tingginya dengan gedung-gedung yang bejejer megah di Tsim Sha Tsui. Kami rada kebingungan dimana  posisinya. Karena kami bawa-bawa koper jadi banyak orang yang menawarkan jasa penginapan di gedung ini. Beruntungnya Cory ngeh kalau di depannya ini adalah gedung yang kami cari. Untuk penginapan disini sangat strategis walaupun banyak reviewer bilang kurang layak, tapi dengan budget seadanya kami menginap 4 hari disini semoga saja tidak sehoror yang ada di review.

Penginapan kami ada di Blok D dengan lantai 16. Memang suasana pada saat masuk ke gedung ini rada horor. Tetapi, selama kita bisa jaga diri, jaga barang bawaan semua akan aman-aman saja. Dan bersyukur juga kami menginap di lantai paling atas sehingga kalau mau turun pasti mendapatkan lift. Oh iya, disini sistem liftnya ganjil atau genap, jadi kalian harus memperhatikan kalian menginapnya di lantai ganjil atau genap.

Penginapan kami menyenangkan. Proses check in yang tidak bertele-tele, resepsionisnya bisa berbahasa inggris fasih, dan yang terpenting ruangannya bersih dan sesuai dengan prediksi saya. Walaupun sempit tidak seperti hotel di Indonesia, tetapi dengan uang yang dibayarkan dan fasilitas yang kami dapatkan lebih dari cukup. Oh ya terpenting kamar kami dekat dengan microwave dan pengisian air minum gratis. Alhamdulillah, apalagi saya harus banyak-banyak minum air putih disana takut dehidrasi, dan air putih disana seharga HKD 9 dengan rate 1.720 per 1 HKD. Luar biasa mahalnya. 😐

Mungkin perihal penginapan ini akan saya tuliskan terpisah untuk detailnya, ya!

Satu lantai biasanya ada beberapa nama penginapan. Kami ada di Australian 🙂

Kami memutuskan untuk beristirahat sambil mandi dan mengupdate social media kami. Tepat jam 19.45 kami keluar hotel dan memutuskan melihat Pulse Summer Festival yang ada di Tsim Sha Tsui atau disekitaran Pelabuhan Harbour. Jadi pertunjukan malam ini sekitaran 8 menit per-sesi untuk membangunkan Naga dan menceritakan sejarah HK. Seriously man, this show is very entertaining. Every light gave me effect so adorable. Tidak pernah saya merasakan warna-warni semeriah ini dan ditambah suasana syahdu di Pelabuhan Harbour, membuat saya tidak kuasa menahan tetesan air mata haru. Saya yang biasanya melihat di mesin pencarian, dan selama ini bermain monopoli hanya membaca lokasi dimana harus membayar sewa kepada mereka yang memiliki pelabuhan ini. Malam itu, saya merasakan, menginjakkan kaki saya di Negara Hong Kong yang jauh dari Mama dan Indonesia. Alhamdulillah, dan semua ini saya bayar dengan jerih payah sendiri. Nikmat Allah mana lagi yang hendak saya dustakan?

Mau nangis terharus T_T
Pulse Festival Tsim Sha Tsui. Hong Kong~

Cory itu anaknya suka kepo IG HK untuk tempat dan makanan apa saja yang harus diburu. Tak luput malam itu, ada uncle penjaja es krim yang ada di sekitaran pelabuhan. 1 es krim seharga 10HKD. its mean if you exchange in IDR 17.200,- for one cup ice cream cone. Dan antrenya itu yah ampun deh banyak juga peminatnya. Rasanya gimana, Ndue? Standar aja siy menurut saya. Hahaha. Enakan es krim M**.

Waktu menunjukkan pukul 21.30, mau kemana kita? Saya tidak mau pulang gitu aja ke Hotel. Saya kesini untuk menjelajahi tiap tempatnya. Jadi kami sepakati untuk ke Ladies Market yang ada di sekitaran Mong Kok. Rada ragu juga apakah masih pada buka atau tidak, dan sampai sana sudah sebagian bergegas untuk tutup. Yasudahlah, kami hanya berkeliling sebentar mencari oleh-oleh gantungan kunci dan tempelan kulkas. Dan kalau belanja di Ladies Market harus pintar-pintar menawar, ya! Tawarlah dari separuh harganya, jangan langsung membeli dengan deal harga yang mereka lontarkan. Namanya juga pasar, kalian berhak menawar.

Mong Kok malam itu luar biasa meriahnya. Disetiap pertemuan jalan-jalan yang ada di sudut kota ini dipenuhi orang-orang dengan atraksinya. Mereka, sebagian melakukan senam. Sebagian melakukan atraksi dengan kemampuan kungfu ataupun bernyanyinya. Mereka, menghibur semua pengunjung dengan menyumbangkan sebagian uangnya. Dan beneran saya gak bisa move on dengan gemerlap lampu dan tulisan yang nyala-nyala di sudut kota ini. Semua sempurna dan saya kini mengakui dan menyetujui kenapa HK disebutnya Las Vegasnya Asia. Semuanya disini menarik perhatian, dan keren buat foto atau instagramble.

Kami pulang tepat jam 23.00 dan baru ingat belum makan malam. Makan terakhir adalah dipesawat tadi jam 12.00. Sudah 11 jam perut kami belum terisi lagi. Karena bingung mau makan apa, akhirnya kami kembali dulu ke Tsim Sha Tsui dan mencari tempat makan yang buka 24 jam. Ketemulah kami pada tempat makan bernama MCD. Gak bisa move on ternyata. Habisnya adanya hanya ini di jam 23.30 penyelamat perut kita.

Makanan dari GA 860 siang itu.

Oh ya di MCD HK ternyata sistemnya self service dan saya kena teguran karena lama ordernya dari antrean di belakang. Ng.. nganu gimana saya mau cepat ordernya lha wong saya sendiri bingung gimana memilihnya dan mengoperasikan menunya. Sampai akhirnya si Bapaknya tadi terdiam karena saya bilang sorry it was my first time for using this machine. Step by step I should read carefully. Because, if I click and wrong its mean that I should pay and eat this food. Dan si Bapaknya memaklumi, mungkin karena bahasa saya juga yang ala kadarnya jadinya yaudah dia pasrah saja. Nah, saya memilih menunya Burger, Kentang, Minum. Setelah semua konfirm, langkah selanjutnya tetap ke kasir untuk bayar menggunakan uang cash. Sebenarnya, bisa juga pada saat finish my order tadi langsung pay by credit card or octopus ada pilihannya. Tetapi, saya pikir uang HKD lebih simple. Setelah membayar, antre lagi dibagian pengambilan makanan. Menunggu nomor order dipanggil dan langsung deh makan. Oh ya, di MCD HK jangan berharap saus melimpah, ya!

Jam menunjukkan 00.45 waktunya pulang ke penginapan dan siap-siap untuk rencana hari esok. Terima kasih ya Allah untuk waktu dan pengalaman luar biasa di hari pertama pertualangan kami di HK. Sampai penginapan pun kami harus mandi dan beberes. Waktu untuk siap-siap tidur adalah jam 2 pagi sebelum menutup mata, tidak lupa kami mengucap syukur atas rezeki dan kesempatan yang luar biasa hari kemarin.

Dan perjalanan ke dua di HK berlanjut setelah ini, ya.

Kesimpulan itenary hari pertama.

  1. Soetta – HKIA
  2. HKIA – Tsim Sha Tsui
  3. Pulse Festival – Mong Kok – Ladies Market
  4. Dinner MCD – Tsim Sha Tsui – Hotel

Regards,

Ndue.

Mikir keras. Mak, anakmu ini ternyata jenius, Mak…
Mong Kok.
Ladies Market.
Es Krim buruan si Cory.
Bahagia. Alhamdulillah, Banget.

One thought on “Ndue’s Journey to Hong Kong – Day 1 ( August, 2017 )

  1. […] tulisan sebelumnya bagian – pertama dan kedua. Silahkan di klik masing-masing link untuk […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *