Posted on

Perpanjang SIM C Beda Domisili dengan Online Mudah dan Murah

Yiayy SIMnya telah selesai dicetak. Alhamdulillah.

Kemarin, saya merasa menjadi perempuan yang luar biasa keren. Bagaimana tidak, saya berhasil memperpanjang masa aktif SIM C saya yang berbeda domisili dengan usaha saya sendiri tanpa bantuan calo ataupun teman yang mendampingi. Intinya saya benar-benar usaha sendiri dari -0- sampai dengan berhasil memperpanjang SIM C tersebut.

SIM C saya sebelumnya dikeluarkan oleh Polres Jawa Tengah, karena domisili saya sebelumnya adalah di Klaten. Dan dengan entah perasaan apa ini namanya, saya harus merelakan SIM saya berpindah domisili menjadi Metro Jaya, karena domisili saya saat ini adalah di Jakarta Barat. Berat hati untuk meninggalkan kependudukan di Klaten yang asri itu, tapi apa daya, kehidupan saya sudah berpindah sedari puluhan tahun di Jakarta. Jadi, nikmati saja lah.

Awalnya saya sempat dilanda perasaan bingung. Bagaimana bisa saya memperpanjang SIM tersebut di SATPAS DAAN MOGOT. Karena minimnya informasi itulah yang membuat saya juga frustasi sedemikiannya memikirkan proses dan biaya yang harus saya keluarkan. Saya sudah mulai berpikir dari bulan Mei kemarin tentang kira-kira proses dan biaya yang harus saya siapkan untuk memperpanjangnya.

 

Sampai pada titik saya mendapati inspirasi dari social media benar memang bahwa selama kita berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya, tidak malas, dan gunakan social media tepat pada kegunaannya, banyak informasi yang bisa saya dapatkan untuk prosedurnya seperti apa dalam hal perpanjang SIM C saya tersebut.

Informasi yang saya peroleh adalah bahwa untuk perpanjang SIM C beda domisili tersebut diperlukan adanya surat mutasi atau pindah domisili yang dikeluarkan dari domisili saya sebelumnya, yakni Klaten ditujukan ke Jakarta Barat. Kemudian baru bisa diperpanjang di Jakarta untuk SIM saya tersebut.

Sampai kemudian, saya menyempatkan mampir ke Polres Klaten pada saat mudik kemarin dengan menyiapkan fotocopy SIM dan KTP yang sudah E-KTP. Dan hasilnya nihil. Karena sistem dari Polri saat ini sudah luar biasa canggih, informasi yang saya peroleh tersebut sudah tidak terupdate. Lantas saya meminta solusi kepada petugas Polres yang sangat baik tersebut, bahwa dengan mendaftar secara langsung di SATPAS DAAN MOGOT, atau dengan cara mendaftarkan diri secara online di website POLRI bisa langsung perpanjang tanpa surat mutasi lagi.

Baiklah, saya mulai mempelajari kembali apa yang namanya daftar online dan mudah tersebut. Usaha yang diperlukan adalah jangan pernah malas membaca dan mencari tahu tentang informasi yang ada di website POLRI tersebut. Jadi saya runutin bagaimana –step by step- yang tertulis disana. Dan tidak ketinggalan dokumen apa-apa saja yang perlu disiapkan. Bersyukurnya, saya langsung gerak cepat, sehingga SIM C bisa diperpanjang online selama masa berlakunya belum habis. Kalau yang sudah habis masa berlakunya gimana? Saya juga kurang paham, coba kalian cari informasinya lagi ya.

ID Card – setiap peserta yang masuk. Wajib digunakan, ya!

Nah, setelah saya mengisi formulir yang ada di website tersebut, dan nomor registrasi online sudah dikirimkan via email yang saya tuliskan pada isian tersebut langkah selanjutnya adalah membayar biaya perpanjang SIM C tersebut. Pembayarannya sendiri bisa dilakukan di ATM BRI, atau teller BRInya langsung, atau juga bisa secara langsung pada saat kalian datang ke SATPASnya. Waktu itu saya coba bayar pakai ATM BRI di luar jam kerja dan datanya tidak ditemukan. Saya sempat curiga apakah ada yang salah atau tidak dalam hal mengisi nomor registrasinya tetapi, paginya saya coba sebelum berangkat ke SATPAS dan dengan ajaibnya ketika saya ketikkan nomor registrasi tersebut langsung muncul nama saya, keterangan perpanjang apa, dan biaya yang harus dibayarkan yakni cukup Rp. 75.000,-

Pada saat mengisi pilihan lokasi pengambilan SIM saya cari informasi dulu apakah SATPAS DAAN MOGOT buka atau tidak di hari sabtu. Bersyukur SATPAS DAAN MOGOT buka di hari sabtu, bergegaslah saya untuk ke lokasi yang dituju. Karena pertimbangannya Sabtu pasti ramai karena banyak pekerja yang memanfaatkan waktunya untuk datang ke lokasi ini. Jadi dari rumah saya berangkat pukul 07.45.

 

Lagi-lagi, saya sarankan untuk memudahkan dan tidak shock melihat antrean mengular yang ada di lokasi baiknya disiapkan dulu dokumen apa-apa saja yang perlu dibawa. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya perihal persiapan yang harus disiapkan. Atau pada saat mendapatkan email registrasi dari Polri, disebutkan juga dokumen yang dibawa. Diantaranya:

  1. Fotocopy KTP dan KTP asli yang sudah E-KTP
  2. Fotocopy SIM dan SIM asli
  3. Surat keterangan Sehat

Untuk point 1 dan 2 mungkin tidak menjadi hal yang membingungkan, tetapi untuk point 3 bagaimana? Di website online Polri juga ada pilihan dokter yang direkomendasikan untuk suratnya menjadi rujukan pada saat perpanjang SIM. Dan saya manfaatkan klinik yang ada di Jakarta Barat tersebut untuk meminta SKSnya. Sebenarnya di SATPAS DAAN MOGOT juga ada dokternya untuk dimintai SKSnya tetapi, kuat-kuatkanlah kekuatan kalian, karena antreannya bikin orang mules duluan, saking panjangnya. Prinsipnya saya adalah, tidak apa-apa mengantre beberapa pasien di Klinik tersebut, karena kan mengantrenya duduk dan dingin ada Acnya. Jadi sampai di SATPAS semua dokumen sudah siap tinggal menuju loket perpanjang SIM.

Saya juga merasa jenius atas prinsip saya tersebut diatas. Karena pada saat datang ke Kantor SATPAS saya diberikan identitas peserta ujian di pintu masuk. Jangan bingung bagaimana selanjutnya, tanyakan petugas yang ada. Bapak-Bapaknya disana banyak yang standby dan ramah juga membantu. Nyatanya saya tidak tersesat diantara banyak orang tadi hanya bermodalkan muka melas dan banyak bertanya. Karena, saya juga tidak mau tersesat dijalan. Hahaha.

Formulir yang harus diisi.

Setelah dicek dokumentnya lengkap, saya dirujuk ke loket No. 21, 22 dan 23. Yang bacaannya Perpanjang SIM diatas loket tersebut. Betapa bahagianya saya dilayani oleh Bapak yang ramah dan baik yang juga tetangga di kampung halaman. Intinya saya bahagia. Dari Bapak ini saya dijelaskan, walaupun sudah daftar online, saya perlu ke bank BRI untuk meminta formulir untuk diisi. Oh ya, siapkan juga alat tulis ya. Kalaupun tidak membawa, di luaran banyak yang jualan 1 setnya kayaknya 5ribuan sudah dapat bulpoint dan pensil.

Selesai mengisi formulir, saya harus mengcopy bukti pembayaran via atm tersebut. Bingung juga rasanya harus dimana saya fotocopynya. Lagi-lagi jangan malu bertanya, ketemu Bapak yang bertugas dikasih tahu petunjuk arahnya. Dan sempat shock ketika tahu harga perlembar copynya adalah Rp. 1.000,- *okeh saya kelihatan pelit ya* hahahaha.

Balik lagi ke Loket 21 dan ketemu Bapak yang baik tadi. Setelah minta izin untuk menyisir rambut saya dipersilahkan. Tidak lama prosesnya saya dirujuk ke bilik untuk pengambilan foto. Kebetulan saat itu tidak antre, jadi saya bebas memilih yang mana saja. Saya masih bahagia dan saya juga berpamitan ke Bapak tetangga tadi, berterima kasih sebesar-besarnya atas kesabarannya melayani saya.

Setelah berfoto, langsung diarahkan ke loket no. 30 diluar gedung. Tidak antre juga disana. Hanya butuh waktu tidak sampai 3 menit nama saya dipanggil. Dan jadilah SIM C atas nama saya dengan keluaran dari POLDA METRO JAYA. Dan lebih bahagia lagi ketika Bapak petugas di loket 30 juga orang Klaten. Wah, intinya saya bahagia luar biasa dan kecemasan-kecemasan akan adanya kesulitan di lapangan tidak terbukti sama sekali. Alhamdulillah. Saya keluar di pintu keluar dan mengembalikan ID Card peserta ujian tadi ke Bapak yang bertugas disana. Saya kemudian bahagia meng-update IG story saya dan menceritakan bahwa semua berjalan dengan sempurna dan tanpa memakan waktu yang lama. Karena total saya di SATPAS hanya kirakira 40 menitan saja sudah selesai. Yiayyyy.

Oh ya, dan ini rincian biayanya, yah.

  1. Surat Keterangan Sehat dari Klinik yang tertera di Web Polri Rp. 15.000,-
  2. Biaya perpanjang SIM C Rp. 75.000,-
  3. Fotocopy struk ATM di SATPAS Rp. 1.000,-
  4. Fotocopy SIM dan KTP saya stock 10 lembar Rp. 5.000,-
  5. Parkir di SATPAS Rp. 2.000,-

Total biaya yang dikeluarkan Rp. 98.000,- saja. Saya bersorak-sorak bahagia.

Intinya, guys. Jangan pernah malas membaca dan mencari informasi. Juga jangan mau jadi generasi yang instant yang apa-apa akan selesai dengan sendirinya dan cepat. Kalian harus berusaha mencoba. Karena kalau tidak pernah mencoba, kalian tidak pernah tahu rasanya berhasil atas usaha yang kalian lakukan. Dan terima kasih kepada POLRI yang sudah mempermudah pelayanan ke masyarakan dengan adanya sistem Online. Semoga POLRI dan Indonesia akan lebih maju dan berjaya.

Sampai jumpa 5 tahun kemudian!

 

Regards,

Ndue.