Exclusive Ndue

Ndue Visit Semarang, Jawa Tengah (Maret, 2017)

Disalah satu bangunan Lawang Sewu yang sudah di renovasi.

Akhirnya bisa menuliskan perjalanan singkat mengunjungi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tercinta. Yakni Semarang, yuhuw… liburan kita. Sebenarnya perjalanan ini terjadi di bulan Maret 2017 kemarin. Tetapi, karena blog saya sedang sakit dan sembuh juga akhirnya setelah dirawat beberapa waktu ini. Hanya saja, masih ada beberapa sakit yang tertinggal. Sehingga masih perlu tahap penyembuhan selanjutnya.

Perjalanan ini tercetus karena saya dari dulu penasaran sama Semarang. Dan menurut saya kota ini menjadi sejarah atau saksi bagaimana dulu orang tua saya pernah mencoba peruntungannya walaupun tidak berhasil di kota ini. Jadilah saya bertekad bersungguh-sungguh untuk menyinggahi kota ini. Setelah juga mencari rekan partner yang bisa menemani saya, akhirnya bersinggah jugalah ke saudara saya dan selalu menjadi teman berkeliling kota walau baru Medan dan Lombok yakni Mba Titis.

Didepan Klenteng

Perjalanan kali ini bertemakan traveler yang berbudget sangat pas-pasan. Jadinya jangan berharap untuk mendapatkan perjalanan mevvah seperti yang dilakukan di Medan dan Lombok tempo hari.  Dan setelah mencapai kesepakatan dengan Mba Titis, saya membagi tugas dengannya. Bagian Tiket, Hotel menjadi bagian saya. Dan bagian Transportasi juga driver di Semarang adalah tugasnya Mba Titis. Jadilah kami bertugas sesuai pembagian tersebut.

Dengan moda transportasi kereta ekonomi Tawang Jaya yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen jam 23.00 dan akan sampai di Stasiun Semarang Poncol jam 06.00 Pagi. Saya janjian dengan Mba Titis di Stasiun Pasar Senen jam 21.00. Kesepakatan pertama sebelum kami berangkat ke Semarang adalah kami harus makan malam di sekitaran pinggiran dari Stasiun Pasar Senen. Memasuki Stasiun Pasar Senen seakan membuka kenangan saya 5 tahun lalu ditempat ini. Terakhir saya ke Stasiun Pasar Senen adalah 5 tahun lalu ketika saya harus mudik dikarenakan Bapak kritis. Maka dari itu bukannya saya tidak mau ke Stasiun ini, hanya saja saya takut mengingat kenangan sedih itu.

Dan ini menjadi pengalaman saya kembali setelah hampir lebih dari 12 tahun lamanya tidak naik kereta ekonomi. Kereta api Indonesia telah melakukan banyak perbaikan dan naik kereta ekonomi juga menjadi hal yang menyenangkan saat ini. Sudah ada AC dan juga tidak serusuh seperti dulu lagi.

Welcome to Sam Poo Kong!

Selama perjalanan Jakarta-Semarang, saya memanfaatkan waktu 6-7 jam tersebut untuk beristirahat karena besok akan melakukan perjalanan seharian. Dan ketika saya terbangun ternyata kereta sudah melambat dan kami tiba di Stasiun Semarang Poncol.

Setelah membasuh wajah, moles gincu di bibir supaya kelihatan gak terlalu pucat dan supaya juga gak kelihatan kalau belum mandi siy, berangkatlah kami ketempat janjian untuk mengambil kendaraan motor yang disewa selama 2 hari. Jarak antara stasiun dengan lokasi pengambilan motor adalah 1KM. Lumayan lah untuk olahraga dipagi hari.

Lokasi pertama yang dituju adalah Lawang Sewu, tetapi sepertinya kepagian atau kami yang tidak tahu dimana letak parkir juga pintu masuknya. Jadinya kami mbablas ke arah Klenteng Sam Poo Kong. Dan ini pilihan yang tepat karena disana masih sepi belum banyak pengunjung yang datang.

Red Angle in Sam Poo Kong

Berbekal tiket seharga Rp. 10.000,- per orang kami masuk dan mulai berfoto-foto. Kami menulusuri jejak-jejak peninggalan bersejarah yang ada di Klenteng ini. Dan iseng bertanya kalau mau meminjam baju ala-ala chinese gitu berapa tarifnya. Dan makjang Rp. 90.000,- s.d Rp. 150.000,- per 2-3 kali pose. Hahaha.

Dan setelah puas mengelilingi Klenteng ini juga karena sudah diserbu oleh rombongan tour dari kota lain, kami bergegas untuk berkunjung ke Lawang Sewu kembali. Dan untuk parkir motor yang ada di Lawang Sewu itu letaknya di gang sebelah gedungnya. Biasanya tukang parkirnya manggilin buat parkir disana. Dengan tiket berbekal Rp. 10.000,- per orang kami masuk dan mengunjungi banyak spot foto yang Instagramable untuk di posting ke media sosial kami.

Smile like every sorrow will go..

Lawang Sewu sendiri memiliki sejarah dari peninggalan Belanda di eranya dulu. Konon bangunan ini menjadi tempat pemerintahan pada era Belanda masih menjajah Indonesia. Diluar dari cerita horor yang santer terdengar atau bahkan pernah ada acara uji nyali dan penampakannya tertangkap oleh kamera dan acara tersebut mendapatkan penghargaan. Tetapi Lawang Sewu adalah tempat yang wajib kalian kunjungi apabila ke Semarang. Terlebih lagi, Lawang Sewu saat ini sudah direnovasi sehingga menambah kesan yang lebih cantik lagi. 🙂

Percaya ndak? Saya sampai ketiduran di perpustakaan Lawang Sewu. Saking sepoy-sepoynya udara yang ada disini. Saya izin sama Mba Titis untuk sekedar menyandarkan kepala ke meja, dan saya bermimpi bertemu Noni Belanda yang cantik disini. Mungkin karena saking ngefansnya sama Lawang Sewu dan dari dulu pengen banget mampir kesini. Jadinya kayak like a dream come true. Makanya sampai kebawa mimpi gitu.

Setelah waktu menunjukkan jam 13.00 siang, saatnya menuju ke hotel dan mandi. Karena saya belum mandi dari kemarin sore, sehingga badan saya panas, lengket ndak karuan. Eh di jalan ketemu sama yang jualan tahu gimbal. Mampir beli, dan ya ampun rasanya enak banget. Dulu waktu kecil saya di Klaten, saya sering beli makanan ini. Tapi sekarang ndak pernah lagi karena yang jualan udah ndak jual lagi, dan juga saya sudah di Jakarta. Huhuhu.

Dan kami menuju ke hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Di Semarang, banyak banget hotel yang bisa kalian pilih. Dan kali ini saya memilih hotel Ibis Budget Tendean. Karena budget yang masuk ke kantong kami, dan karena juga lokasi yang dekat dengan stasiun jadinya di pastikan hotel ini yang terpilih. Tidak perlu khawatir, menurut saya hotel ini murah tapi bukan juga murahan. Juga bukan hotel yang digunakan untuk pasangan yang bukan muhrimnya. Kebanyakan yang menginap disini adalah keluarga.

Icon Semarang

Yah wajar aja kalau kamarnya ndak terlalu besar. Tapi, dengan model budget dan juga kamar mandinya unik banget. Serasa mandi di tabung gitu. Hahaha. Dari jam 14.00 s.d jam 16.00 kami beristirahat dan baru melanjutkan perjalanan menuju Leker Paimo dan Masjid Agung.

Dan tujuan selanjutnya adalah Leker Paimo. Leker ini lumayan terkenal di Semarang. Saya sendiri dipesan sama rekan kerja saya, kalau ke Semarang jangan lupa untuk mampir ke Leker Paimo. Sebenarnya banyak Leker yang ada di Semarang. Tetapi, yang terkenal ya Leker Paimo itu sendiri. Jadi Leker Paimo itu semacam d’creepes versi keringnya. Cuma, banyak pilihan dan murah meriah. Ngantrenya yah lumayan lama. Jangan dibayangkan Leker Paimo itu restauran atau tempat nongkrong, tetapi Leker Paimo itu ya hanya jajanan pasar aja gitu. Hahaha. Dan kami cukup membayar Rp. 9.000,- saja untuk mendapatkan 4 Leker.  Demi mendapatkan Leker ini kami mengantre setengah jam lamanya.

Kemudian, kami menikmati sunset yang ada di Masjid Agung. Subhanallah, Nikmat Allah mana lagi yang hendak kami dustakan. Semua yang kami impikan selama ini bisa terwujud di hari ini. Dan bersyukur kami bisa melaksanakan sholat Maghrib disana. Semua terasa lengkap. Alhamdulillah.

Malamnya saya K.O temans. Entah kenapa saya sakit perut yang teramat. Padahal bukan periodenya. Tetapi rasanya gak karuan sampai acara untuk mejeng di simpang lima gagal total. Karena saya harus beristirahat dari jam 7 malam sampai jam 9 malam. Baru deh seperti keajaiban datang gitu aja. Mba Titis bangunin saya untuk bertemu dengan teman SD dan SMPnya dia. Bahkan sampai di kota lain pun dia masih tetap bisa bertemu teman-temannya. Luar biasa ya saudara saya satu-satunya itu. Hahaha.

Ruangan Ibis Budget Tendean, Semarang

Akhirnya kami berkunjung ke tempat temannya Mba Titis, dan ditlaktir makan malam dong. Alhamdulillah. 🙂 karena waktunya sudah larut malam, kami harus kembali ke hotel untuk beristirahat.

Kemudian pagi datang juga, dan kami bergegas sarapan juga langsung packing untuk persiapan check out. Sebelum berangkat ke Jakarta dengan kereta Tawang Jaya yang akan berangkat dari Semarang Poncol jam 2 dan sampai jakarta jam 8 malam. Sebelum berangkat kami berkunjung di Kawasan Kota Lama yang juga ada Gereja Bleduknya. Di depan Gereja sekarang menjadi taman yang enak dikunjungi karena anginnya sepoy-sepoy dan sejuk banget.

Welcome drink!

Dan terima kasih kepada temannya Mba Titis yang membekali kami makan siang juga cemilan untuk menemani kami sepanjang perjalanan. Ternyata benar adanya, menikmati pemandangan laut utara yang berdekatan dengan jalur kereta adalah suatu keindahan tersendiri. Alhamdulillah. Perjalanan ke Semarang kemarin memberikan banyak kenangan juga perjalanan yang tidak terlupakan. Bahwa disetiap tempat yang dikunjungi, tidak akan pernah bisa menyangka akan bertemu dengan orang-orang yang bahkan tidak pernah dipikirkan sebelumnnya.

Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya.

Untuk lengkap fotonya bisa dikunjungi di Instagram saya, ya!

Detail biaya perjalanan kali ini untuk 2 orang:

  1. Tiket PP Tawang Jaya 480.000,-
  2. Hotel + Sarapan Rp. 300.000,-
  3. Sewa Motor 2 Hari Rp. 140.000,-
  4. Konsumsi Rp. 150.000,-
  5. Parkir + Tiket masuk Rp. 100.000,-
  6. Transportasi dari Stasiun Senen ke ruman Rp. 100.000,-
  7. Oleh-Oleh Rp. 400.000,-

Nyobain jadi era-era tempo doeloe

Gereja Bleduk, Semarang

Ini mereka temenan dari SD, SMP, sampai berkeluarga gini. Keren ya..

 

Read Me Leave comment

Ndueisndue.com Come Back!

Akhirnya blog saya tercinta ndueisndue.com kembali lagi. Setelah akhirnya kemarin ada oknum atau siapapun yang menghack dengan situs aduh maaf bagaimana ya menuliskannya, intinya dengan situs yang gak karuan nggenahnya alias situs dewasa.

Masalah blog saya ini ketahuan pas saya iseng cek link memories di facebook yang muncul setiap tahunnya. Ketika saya buka di handphone langsung menuju situs yang ndak karuan nggenahnya itu, alias tidak jelas.

Iseng saya coba buka di laptop dan malah lebih parah, gambar-gambar porno itu langsung saja menghiasi layar. Karuan saja saya cek di laptop saya, kalau saya iseng bukanya di laptop kantor, bisa-bisa saya langsung kena sp atau teguran karena saya ter-indikasi membuka situs gak karuan itu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. *hiks *kudu piye..

Akhirnya misuh-misuh gak karuan, gak jelas uring-uringannya, dan parahnya perubahan emosi dan kelabilan yang drastis ini pengaruh juga kehubungan saya sama masnya. Alhasil dia yang kena saya omelin setiap harinya. Huhuhu. Saya kejam sepertinya, maaf ya..

Saya hanya sedih dan kecewa. Kenapa disaat saya memperpanjang domain saya, disaat saya lagi sibuk closingan, sibuk buat laporan, dan ada masalah spele yakni blog saya kena hack situs porno. Tidak ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain kata, kamfred!

Hahaha. Walau rada saru siy ya, tapi ya mau gimana lagi namanya juga sudah kesal karen rasanya masalah datang gitu aja. Tapi kan.. adanya masalah itu ya suatu proses pendewasaan. Bener gak?

Nah, sampai akhirnya emosi saya gak karuan gitu saya nantangin masnya yang sebelumnya sama sekali ndak kenal dunia perblogingan, dan saya maksain diri supaya masnya itu bisa mengerti dan menyelesaikan masalah blog ini sesegera mungkin. *saya egois ya?

Dan.. tarraaaaaa. Terima kasih banyak untuk Mas Ibnu yang sudah membantu memulihkan blog ini dari sakitnua. Sudah membantu mengaktifkan kembali ndueisndue.com tidak ada kata lain selain terima kasih banyak. 🙂

Insya Allah, saya akan aktif kembali menulis blog ini. Karena salah satu penyebab virus masuk ke blog saya adalah karena tidak pernah terupdatenya blog ini. Jadi, salah satu meminimalisasikan hacker masuk ya dengan sering-sering ditengokin, biar yang mampir kerumah ini bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat, bukan malah situs dewasa gitu. Huft.

Jadi, saya mau nyiapin tulisan lagi ya untuk update perjalanan selanjutnya. Keep waiting ya!
Regards,

Ndue.

 

 

Read Me Leave comment

Keliling Jakarta Dengan Bus City Tour

Gedung di kawasan Karet

Mencari sesuatu yang berbeda dan gratis tanpa membayar di Jakarta apakah masih ada? Bisa dong. Mari sini saya kenalkan dengan Bus bertingkat yang kita sebut Bus City Tour. Yiay! Jadi saya juga baru merasakan yang namanya bus yang ada di Jakarta dengan tarif 0 Rupiah alias gratis. Hahaha.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah Busnya ini rutenya kemana saja? Tadinya saya juga masih bingung mengenai Bus ini. Selama ini saya hanya mendengarkan cerita dari rekan kerja. Jadi memang dari dulu penasaran untuk merasakan keliling Jakarta menggunakan Bus yang ada di Jakarta ini.

Masih di Karet

Yang perlu dipahamin adalah lambang dari bus ini adalah berbentuk bulat melingkar. Ternyata lambang ini menceritakan bahwa rute dari City Tour ialah mengelilingi kawasan monas. Hanya tergantung kita mau ke arah tujuan mana.

Jalan-jalan kali ini saya ditemani oleh Mas Ibnu. Akhirnya dia berkunjung juga ke Jakarta setelah 10 tahun lamanya tidak kesini. Karena dia ingin jalan-jalan melihat yang namanya Ibu Kota, jadilah saya mengajak dia kedaerah Jakarta Pusat. Tadinya saya mau mengajaknya keliling tempat sejarah seperti Museum Nasional, Monumen Nasional dan Gallery Nasional. Tetapi, karena pas muter kearah Senayan saya menemukan Bus tingkat ini, jadilah rute yang ada berubah total.

Apabila bertemu Bus ini parkir di depan Ratu Plaza maka rutenya adalah Dukuh Atas, Museum Nasional dan berakhir di Istiqlal jadi yang mau belanja di Pasar Baru atau mau main-main ke Museum Nasional bisa menggunakan Bus ini. Kalau hari libur dari arah Senayan sepertinya sepi tidak seperti Bus tujuan ke Kota Tua.  Dan kami termasuk penumpang yang beruntung kemarin karena bisa naik ke Bus Tingkat dengan posisi paling depan. Jadi bisa menikmati Jakarta dengan gedung-gedung pencakar langit yang sesungguhnya. Sebagai pengganti rasa kecewa karena naik TransJakarta sebelumnya yang sangat padat dan uyel-uyelan.

Bingung mau ngambil foto

Dari Senayan kami turun di Istiqlal. Disana kami temui banyak massa sedang berorasi untuk salah satu Calon Gubernur Jakarta. Hmm.. jadi kami seperti tersesat. Seharusnya kalau kami tadi mau melanjutkan perjalanan ke Kota Tua, kami bisa berhenti di Museum Nasional dan berpindah ke arah Kota Tua. Tapi, yasudah pengalaman saja. Hahaha.

Setelah berjalan ke arah Pecenongan, kami melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta ke arah Museum Nasional. Tujuannya sebenarnya hanya satu, ingin ngadem karena kepanasan. *eh. Dengan berbekal bayar Rp. 10.000,- untuk dua orang kami melihat-lihat koleksi sejarah yang ada di Museum ini. Sebenarnya dulu saya pernah kesini sama Cory, hanya saja posisinya waktu itu sedang ada pameran Pak Habibie, jadinya ruame banget. Berbeda dengan kunjungan saya kemarin yang cenderung sepi dan terlihat beberapa tourist yang terlihat begitu mengagumi peninggalan bersejarah ini.

Hallo Mpok Siti.. Eh City tour maksudnya 😀

Lantai perlantai kami telusuri. Dan bagian paling menyenangkan adalah di Lantai 4. Tempat keramik dan perhiasan. Tetapi, disini tertulis keras dilarang mengambil foto yah teman-teman. Jadi sebagai pengunjung kita diharuskan patuh akan aturan tersebut. Karena menikmati museum itu tidak harus melulu dengan foto semua bisa diresapi dan masuk ke indera penglihatan juga. Dan Indonesia memang keren juga kaya akan peninggalan sejarahnya.

Barulah dilantai 3 saya menyerah karena kekuatan kaki saya tidak bisa dipaksakan. Kunjungan ke Museum Nasional berakhir. Sekedar informasi saja untuk yang mau beribadah sholat, musholanya ada di basement. Dan musholanya dingin juga bersih. Lama-lama disana juga gak keberatan sayanya. Hahaha. Alhamdulillah.

Setelah keluar dari Museum Nasional saya melihat antrean bus kearah Kota Tua sepi. Jadilah saya lari dan mengajak Mas Ibnu untuk naik ke Bus tersebut. Dan melihat jalanan disekitaran Gunung Sahari, Glodok, Kota Tua seperti menghempaskan saya jauh ke kawasan kota tua tempoe doeloe. Seperti kehidupan yang kekal bahkan tidak pernah lekang oleh zaman.

Sampailah kami di Kota Tua. Hanya singgah sebentar karena kami melihat waktu yang tidak bisa lama-lama disini. Dan harus kembali ke Monumen Nasional Lagi. Kalau kembali ke tujuan semula, Bus City Tour ada di depan gedung BNI 46 ya. Jadi beruntung juga kita kemarin langsung bisa masuk tanpa mengantre panjang.

Bundaran Monas – Patung Kuda

Sesampainya di Monas, jalan-jalan hari ini berakhir. Senja berakhir dengan indahnya sore itu. Dan saatnya saya berpisah dengan rekan perjalanan kali ini. Semoga perjalanan kemarin berkesan, ya! Dan sampai jumpa lagi di Kota Jakarta.

Terima kasih untuk Jakarta yang selalu berbenah diri dan mempunyai fasilitas umum sekeren, senyaman, dan sebersih ini. 🙂

Efek cahaya kok ini…

Cory mana cory….

 

 

Di museum Nasional

Ciyee yang main

 

 

For Better Jakarta

 

 

Read Me 1 Comment

Meragukan-Nya?

Pernah tidak kalian berpikir bahwa Allah belum atau tidak juga mengabulkan apa yang diharapkan dan dipanjatkan selama ini? Saya pernah. Bahkan sangat sering saya berpikir seperti itu. Selalu saja saya menganggap kalau Allah tidak sayang dengan saya, atau saya yang memang tidak pantas menjadi seseorang yang disayang oleh-Nya? Astagfirullah..

Pemikiran yang sedemikian itu salah, bahkan salah kaprah. Senyatanya Allah sama sekali tidak pernah meninggalkan kita. Allah tahu yang mana yang baik dan yang tidak. Karena sejatinya Allah menyayangi hamba-Nya dan segala sesuatu yang menjadi ciptaan-Nya. Hanya saja, Allah sedang menguji apakah mereka bersungguh-sungguh menginginkannya atau hanya sekedar ambisi saja. Allah maha mengetahui segala-galanya di alam semesta ini.

Belakangan saya menyadari bahwa keragu-raguan saya akan Allah seharusnya tidaklah membuat saya serapuh ini. Setiap harinya saya dilanda perasaan ragu akan tiap-tiap keputusan yang saya ambil. Keputusan yang tidak melulu melibatkan kisah percintaan saya, tetapi juga perjalanan liburan saya setahun kedepan, karir saya kedepan, atau banyak dari mimpi-mimpi saya yang belum juga terwujud. Mimpi-mimpi itu bahkan saya menggantungkannya dalam angan yang tidak lagi bisa saya raih. Semua sirna begitu saja, entah saya sedang dilanda perasaan apa saat ini atau saat itu.

Dua tahun yang lalu tepatnya saya keluar dari pekerjaan yang membesarkan saya selama 7 tahun ini. Dan saya menganggur selama 2 bulan. Masa-masa yang sangat tidak menyenangkan karena saya benar-benar tidak memiliki pemasukan darimanapun. Semua yang ditawarkan hanyalah isapan jempol belaka, semua palsu. Diujung titik lemah saya, saya menangis dalam sujud dan do’a. Saya benar-benar rapuh dan ingin sekali bekerja. Bahkan apapun pekerjaan itu saya akan ambil, asalkan saya bisa keluar rumah setiap hari dan berpamitan dengan Mama untuk bekerja.

Dan saya mendapatkan pekerjaan itu. Tetapi, saya tidak mengambilnya karena adanya syarat penahanan ijazah. Saya kurang setuju perihal tersebut. Jadilah saya menganggur lagi. Kemudian saya sudah pasrahkan mimpi bekerja diperusahaan yang sekiranya saya impi-impikan 10 tahunan ini. Allah merangkul saya, Allah memeluk saya dalam setiap kepedihan itu. Allah hanya ingin mengajarkan kepada saya tentang bersyukur bekerja, bersyukur berkendara, bersyukur akan kesibukan yang ada, bersyukur tentang memiliki, bersyukur bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja, bersyukur akan ruangan dingin, bersyukur bahwa saya tidak perlu berjalan ke tempat saya bekerja, dan banyak hal bersyukur lainnya yang memang seharusnya saya benar-benar syukuri.

Setelah saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai, saya merasa tangan saya selalu digenggam oleh-Nya. Saya takut kehilangan-Nya. Satu-satunya tempat saya meminta. Beberapa bulan setelahnya saya bisa melunasi hutang terbesar dalam kehidupan saya yakni KPR atas kepemilikan rumah yang di Sepatan. Hutang yang notabene harus lunas 17 tahun kemudian, akhirnya dalam jangka 3 tahun dari ketetapan waktu 20 tahun seharusnya bisa selesai. Alhamdulillah.

Tetapi, saya tetap saja menjadi seseorang yang selalu meminta kepada Allah. Saya percaya Allah menampung setiap keinginan dan do’a saya dalam sebuah wadah atau saya sebut proposal yang kemudian saya sematkan menjadi Proposal Do’anya Ndue. Banyak hal yang saya tuliskan di proposal tersebut dan satu persatu Allah mengirimkan persetujuan-Nya dan mewujudkan do’a-do’anya saya. Alhamdulillah.

Pernah suatu waktu dalam beberapa hari di dua tahun yang lalu saya berimajinasi, membayangkan saya menjadi seorang pengantin. Tidak pernah saya bayangkan akan menjadi seorang pengantin di gedung mewah dan pakaian yang mewah. Saya hanya berimajinasi menjadi pengantin dengan acara khusu’ dan banyak do’a penuh kebaikan untuk saya dipanjatkan ke Allah. Dan saya membayangkan setiap prosesi adat yang ada. Saya kemudian menangis. Imajinasi tersebut sangatlah emosional. Saya menyadari membayangkan siapa wali nikah saya aja menjadi hal yang emosional untuk saya. Semenjak Bapak meninggal tahun 2011, saya seperti kehilangan separuh kehidupan saya. Rasanya sakit itu tidak juga menghilang dari kehidupan saya. Saya kemudian berpikir apabila masih ada Bapak pasti seseorang yang nantinya meminta kepada Bapak untuk menikahi saya adalah orang yang benar-benar berhati baik dan memiliki keyakinan yang luar biasa karena berani meminta ke Bapak. Dan saya masih tidak tahu siapa pria tersebut.

Saya kemudian ragu kembali.. Apakah memang ada seseorang yang seperti itu? Atau apakah Mama nantinya akan mengikhlaskan saya menjadi istri seseorang yang hebat itu? Keraguan yang banyak itu membuncah setiap waktunya.

Pada akhirnya saya menyadari bahwa hal yang ragu-ragu itu tidak baik. Allah akan memudahkan jalannya saya bertemu dengan seseorang itu. Allah akan membantu saya dan menemukan saya dengan orang tersebut. Dan semoga Allah sang Maha Kuasa menyayangi saya lebih dari sebelumnya. Karena tidak seharusnya saya ragu akan Allah. Meragukan Dia adalah dosa terbesar dalam kehidupan saya.

Saat ini ada secercah harapan, atau sedikit harapan atas keragu-raguan itu. Semoga saja Allah mengerti apa yang saya rasakan saat ini. Keraguan dan ketakutan itu dihapuskan digantikan oleh harapan dan kemudahan seterusnya.

Karena saya sayang Allah, saya cinta Allah, dan saya percaya Allah menyayangi dan mencintai saya lebih. Saya benar-benar ketakutan akan kehilangan cinta-Nya..

Cintai saya ya Allah.. peluklah saya dalam setiap keragu-raguan ini dan ketakutan ini. Kelak tulisan ini akan saya buka kembali untuk mengingatkan bahwa tidak seharusnya saya meragukan Allah dalam keadaan apapun. 🙂

 

Regards,

 

Ndue.

Read Me Leave comment

Ndue Visit : Pantai Nguyahan, Ngrenehan, Ngobaran – Jogjakarta

Pantai Nguyahan Jogja..

Pantai menjadi salah satu tujuan yang wajib dikunjungi ketika saya berlibur di kampung halaman. Klaten tidak memiliki pantai, jadi kalau saya mudik ke Klaten yah harus menempuh perjalanan selama satu atau bahkan 5 jam untuk mencapai sebuah pantai. Tergantung jarak dari pantai itu sendiri. Dan liburan Desember 2016 kemarin akhirnya saya dan keluarga precils memutuskan untuk berlibur ke pantai yanga da di Gunung Kidul Jogjakarta. Pantai ini menjadi unik karena namanya semua serba –ng- depannya. Mungkin akan sulit diingat untuk teman-teman dari luar daerah, karena pantainya yang belum familiar seperti Parang Tritis atau Baron yang juga ada di Jogjakarta.

Serasa pantai milik sendiri ya..

Empat sampai lima tahun yang lalu saya selalu mengunjungi kawasan pantai yang ada di Jogjakarta yakni kawasan Krakal, Kukup, Sepanjang, Drini, atau Indrayanti. Saat itu pantai-pantai ini masih sepi pengunjung. Belakangan saya mendengar update cerita dari Bulik dan Paklik bahwa pantai ini sudah dimasuki Bus-Bus besar yang akhirnya terkadang macet total karena jalannya yang sempit dan belum memadai. Sehingga langganan tujuan kepantai beralih ke lokasi-lokasi yang tidak macet atau kita sengaja menghindari macet.

Tadinya saya ingin pergi ke pantai Parang Tritis untuk bermain motor pasir disana sama Paklik dan precilsnya. Tetapi, karena diramalkan disana akan ramai orang, jadilah kami memutar arah menuju jalan lain untuk mencapai pantai yang konon belum ramai orang. Tadinya kami mau menuju kearah pantai Ngeden, tetapi berubah arah juga sampailah pada kesepakatan kami menuju ke arah Pantai Ngobaran. Karuan saja kalau pantai ini belum seterkenal pantai lainnya di Jogjakarta karena menurut saya rambu-rambu petunjuk arahnya belum terpampang banyak dan masih membingungkan untuk jalan kesananya.

Cihuy! bahagia.

Berbekal arahan dari GPS dan Waze, dan setelah tidak dipercaya oleh Paklik dan Bulik karena jalan yang diarahkan melalui jalan sempit dan seperti memang diarahkan menuju jalan yang tidak benar. Saya hanya berdoa semoga setelahnya ditemukan jalan besar yang tidak membingungkan. Dan tara.. entah didaerah mana, intinya ketemu juga jalan ke arah pantai Ngobaran tersebut.

Pada dasarnya Paklik ini jiwa petualang, karena Paklik dulunya sehari-harinya muterin jalan dikawasan Gunung Kidul atau sampai ke Pacitan untuk mencari nafkah. Paklik saya ini termasuk pekerja keras yang tidak malu untuk muterin jalanan sekedar menawarkan barang dagangannya. Makanya saya bahagia bisa jalan-jalan sama dia dan keluarganya. Karena saya bisa percaya dia mengerti jalannya, dan dia pasti bahagia karena bisa piknik sekeluarga. Jadi ya winwin solution gitu lah ya. Hahaha. *dikeplak

Mengenai letak dari pantai ini sendiri saya kurang paham daerahnya. Hanya saya ini masih ada di kawasan Jogjakarta. Pantai ini hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan motor, mobil, dan bus-bus menengah kebawah saja. Karena jalanannya masih belum mumpuni untuk bus besar. Maka dari itu pantai ini masih sepi dari pengunjung.

Precil Chandra dan Papan Selancarnya..

Yang menarik dari pantai ini adalah terbagi menjadi 3 jenis pantai. Harga masuk tiketnya sendiri hanya sekali membayar di gerbang utama. Kalau tidak salah mengingat harganya Rp. 5.000,- untuk satu orang dewasa. Dan dengan nominal segitu kita sudah bisa menikmati 3 pantai yang menjadi satu wilayah. Hanya saja kalau kesana menggunakan kendaraan pribadi ada biaya tambahan untuk parkir dimasing-masing pantai ya.

Tujuan pertama, Pantai Nguyahan.

Nah ini menanti ombak..

Pantai ini menurut saya aman dari ombak yang besar. Karena sepanjang saya singgah di pantai ini tidak ditemukan ombak yang mengkhawatirkan. Mungkin saja karena saya pada saat sampai disini jam 12 siang jadi air lautnya masih tenang. Mungkin berbeda kalau saya sampainya pada saat menjelang sore ombak akan pasang.

Disini Chandra dan Fendy bermain dengan surfing board alias papan selunjur ala kadarnya alias abal-abal. Hahaha. Papan ini hanya bisa dinaiki oleh bocah-bocah yang usianya gak lebih dari 10 tahun dengan berat badan tertentu. Kalau keberatan sedikit yah papannya gak bisa mengapung. Dengan bermodalkan Rp. 10.000,- saja bisa menyewa papan ini sepuasnya. Tidak ada batasan waktu dalam peminjaman papan ini. Kemarin Chandra sama Fendy cukup bermain 2 jam saja. Itupun karena Chandra nangis dan minta udahan. Chandra nangis karena papannya terbalik kesapu ombak dan dia kaget. Jadilah dia nangis gerung-gerung. =))

Habis ketawa dia nangis dong =))

Sambil melihat precils pada main ombak tidak ada salahnya saya mengambil foto-foto disekitaran bibir pantai ini. Karena apabila kita jalan ke barat sedikit saja, kita bisa temui banyak bebatuan karang yang eksotis untuk berfoto.

 

 

 

 

Waktunya jam 2 siang dan saatnya beralih ke Pantai Ngobaran.

Didepan gerbang Pantai Ngobaran

Pantai ini sendiri seperti menjadi lokasi wisata sekaligus religi. Karena dijumpai Pura dan beberapa patung yang ada dikawasan ini. Setiap patungnya menceritakan tentang karakter manusia yang ada di dunia ini. Dan sayangnya juga saya tidak mengambil satu persatu foto dari patung-patung tersebut. Masuk kepantai ini sendiri nantinya akan ditawari oleh penjaja foto langsung jadi. Tidak ada salahnya untuk membeli cetakan fotonya. Karena hanya berbekal 15 ribu saja kita bisa mendapatkan cetakan foto setara dengan 10R. Walaupun hasil print-printnanya tidak sebagus yang ada di studio, percayalah hasilnya tidak mengecewakan.

 

Dan pantai terakhir, Pantai Ngerenehan.

Disini model pantainya seperti ini..

Kalau dipantai ini sendiri kalian bisa menemukan semacam pangkalan dari perahu-perahu nelayan yang sedang diparkir. Mungkin pantai ini setara dengan Baron yang ditemukan banyak penjual ikan-ikan olahan dari hasil tangkapan para nelayan. Di pantai ini juga ada wisata semacam naik perahu menggunakan pelampung untuk membelah laut dan pantai. Karena saya pernah trauma tercebur ke laut pada saat banana boat dengan Mama tempo hari di pulau tidung, jadilah saya ketakutan dan sama sekali tidak ingin mencoba permainan ini. Cukuplah saya menjadi penonton setia yang menyaksikan orang-orang bermain permainan ini.

Setelah mampir berfoto-foto saja, dan membeli semacam hiasan rumah yang berisik kalau kena angin itu =)) akhirnya kami memutuskan pulang ke Klaten.

Dan perjalanan pulang kurang lebih 2 jam karena mungkin saja kesasar pada saat pulang. Karena saya tinggal tidur saja. =))

Piknik murah dan vitamin sea itu ya ke pantai Jogja. Karena Jogja selalu saja istimewa dimata para pengunjungnya. Selalu ada cerita ketika di Jogja. Jadi ingin segera pulang ke kotamu, Jogja Istimewa. 🙂

Dan saya lupa ketiga patung ini menggambarkan apa ya..

Sama Chandra di sekitaran Pantai Ngobaran mau lihat Pura..

Jadilah manusia yang berbudi pekerti dan welas asih..

Spot Foto yang ada di Pantai Ngobaran

Karang yang ada di Pantai Nguyahan.

Santai kayak di Pantai :p

 

Read Me Leave comment

2016 Hotel Kaleidoskop – Ndueisndue

Halaman pertama di tahun 2017 resmi di mulai. Banyak harapan atau yang mereka sebut resolusi disetiap tahun barunya. Belakangan saya mulai memahami baiknya tidak terlalu mengumbar resolusi di media social yang akhirnya memancing pendapat baik ataupun tidak baik. Jadi, saya lebih baik menyimpannya dalam bentuk catatan yang bisa sewaktu-waktu saya buka. Tentu saja catatan itu saya sendiri yang menyimpannya dan membukanya di penghujung tahun.

Seperti halnya tahun 2016 kemarin, banyak hal terjadi secara luar biasa. Tidak pernah terbayangkan atau terpikirkan bahwa kejadian-kejadian tersebut terjadi. Walau masih berstatus single yang belum juga menikah sampai akhir tahun 2016, tetapi di tahun 2016 juga saya akhirnya menikah lagi dengan sebuah property dalam bentuk akad kredit. Hal yang menyenangkan karena Allah selalu memberikan yang diperlukan oleh hamba-Nya yang percaya akan kebesaran dan kesempurnaan-Nya. Alhamdulillah.

Cerita tentang kehidupan yang terjadi ditahun 2016 mungkin bisa di baca disebagian blog ini. Karena tulisan kali ini saya ingin menuliskan tentang hotel-hotel yang menjadi persinggahan sementara di tahun 2016, yiay! Walaupun ada beberapa bulan yang sempat absen tidak menginap di hotel, tetapi 2016 menjadi tahun yang luar biasa karena saya diberikan rezeki yang lebih baik dibandingkan tahun 2015. Jadilah ada tulisan tentang hotel 2016 kaleidoskop versi saya alias ndueisndue hihihi. Baiklah mari kita mulai.

  1. Januari 2016 – Hotel Zest Airport Hub Bandara Soekarno Hatta
Sharing-Twin Room Zest Hotel

Sharing-Twin Room Zest Hotel

Ini menjadi sebuah rezeki yang tidak terduga ketika saya dikabari Mama untuk menemani menjadi pemandu wisata yang menginap di hotel dekat Bandara yang ada di Tangerang Banten ini. Namanya hotel Zest yang baru opening beberapa waktu lalu (saat itu). Mama dan Mba Arie menawari saya menginap disana, pastinya saya terima dengan senang hati. 01 Januari 2016 saya menginap semalam disana untuk menemani Mama yang menjemput tamunya Mba Arie dari Umroh dan Turki. Yippy!

Zest Hotel sendiri memberikan nuansa segar dengan warna hijau menjadi dominannya. Lokasinya sendiri dekat dengan Bandara dan ada shuttle bis setiap jamnya untuk mengantar jemput penumpang. Jadinya, yang ingin istirahat transit dalam jangka waktu yang lama mungkin bisa singgah di hotel ini. Zest merupakan satu management dengan Swissbell yang ada disana. Jadi hotel ini gandeng. Room ratenya juga standar kok. Jadi silahkan singgah, ya!

 

  1. Februari 2016 – Crowne Hotel Semarang
Room Deluxe In Crowne Plasa

Room Deluxe In Crowne Plasa

Nah ini menjadi rezeki yang berlimpah juga dari Allah untuk saya. Februari 2016 saya mendapat tugas untuk stock tacking atau bisa juga disebut stock opname untuk factory yang ada di Semarang Jawa Tengah. Saya bermalam di hotel bintang 4 ini selama 4 hari 3 malam. Karena saking luasnya ruangan yang saya peroleh dihari kedua dan ketiga saya tidak bisa tidur karena kangen sama Mama. Hahaha.

Untuk hotel ini room ratenya lumayan lah ya menurut saya. Tetapi melihat fasilitas dan lokasinya yang strategis wajar saja kalau harganya lumayan. Dibawah hotel ini mall Paragon alias Simpang Limanya semarang. Nah.. selama saya menginap disini, saya belajar membuat kreasi waffle coklat keju setiap harinya. Barulah di hari ketiga kreasi saya itu menjadi hal yang sempurna. Yes!

 

  1. Maret 2016 – Holiday Inn Resort di Pantai Senggigi Lombok & Vila Ombak Resort di Gili Trawangan Lombok
Ini kamar kita :D Alhamdulillah ya sesuatu. Harga tidak mengecewakan.

Ini kamar kita 😀 Alhamdulillah ya sesuatu. Harga tidak mengecewakan.

Bulan yang menjadi sangat luar biasa untuk saya dan Mba Titis. Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun gagal mengunjungi pulau ini, dan juga setelah merayu-rayu dengan ganasnya akhirnya Mba Titis pasrah mengikuti saya untuk mau diajak ke Lombok.

Disebelah saya sudah terlelap. Sudahlah saya akan menjaga kamu, Beb.. Hahaha. Ini kamar yang ada di Vila Ombak Resort. Bagus banget ya??

Disebelah saya sudah terlelap. Sudahlah saya akan menjaga kamu, Beb.. Hahaha.
Ini kamar yang ada di Vila Ombak Resort. Bagus banget ya??

Lombok NTT? Iyaaaa!! Liburan dong kesana. Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Mama saya yang menyediakan liburan menyenangkan ini. Liburan yang menurut saya sangat mahal karena ternyata yang dipilihkan adalah paketan bulan madu. Saat itu kami jomblo ngenes gitu, gengs! Hahaha. Makanya ketika saya mendapati kami menikmati resort yang harganya luar biasa bikin miris itu kita ketawa cekikikan. Sarapan romantis, makan malam yang luar biasa romantis dipinggir pesisir pantai, dan makan siang yang aduh… benar-benar bikin meleleh. Menikmati sunset bersama dengan sepedaan berdua, rasanya semua masalah, cicilan hutang *eh menghilang sudah. Ya Allah, terima kasih atas semua kebahagiaan ini. Dan Mama tentunya. I love you Mom..

 

 

Room Rate Holiday Inn Resort perkamar permalamnya : start from Rp. 2.000.000,-

Room Rate Vila Ombak Resort perkamar permalammnya : start from Rp. 2.500.000,-

 

  1. April 2016 – Hotel Newton Bandung
Saya masih mencari dimana foto selain ini dan tetap tidak ketemu. hahaha. Okelah foto ini di lantai 5 hotel Newton.

Saya masih mencari dimana foto selain ini dan tetap tidak ketemu. hahaha. Okelah foto ini di lantai 5 hotel Newton.

Menginap dihotel ini juga sebenarnya tidak terencana sebelumnya. Ada undangan pernikahan dari Mba Yoan salah satu rekan kerja dari Toray, dan karena acaranya malam juga karena saya tidak punya akomodasi kendaraan mobil dan tempat untuk menginap, dan hasil rayu-rayu dari atasan saya yaitu Ibu Okta, jadilah kami menginap di Hotel Newton yang ada di Bandung. Hotel ini sendiri sebenarnya tidak dekat dengan mana-mana. Tetapi, didepan hotel ini ada factory outlet dimana baju-bajunya murah-murah. Dan karuan saja akhirnya saya ikutan belanja. Hahaha. Room rate dari hotel ini ya standar lah ya.. bisa dicek juga sama kalian sendiri ya.

 

 

 

  1. Mei 2016 – Hotel Sapadia Cirebon
Twin Share Sapadia. Ada Ndue dan Mommy disana. :D

Twin Share Sapadia. Ada Ndue dan Mommy disana. 😀

Nah.. kali ini saya mendapatkan rezeki juga dari Allah dan tentunya Mama tercinta. Ada undangan dari Agent Cirebon perihal pengenalan Cirebon sebagai tempat wisata yang siap bersaing dengan kota-kota lainnya. Jadilah kami berangkat ke Cirebon menggunakan kereta api. Mama sendiri menyukai kota ini setelah Desember 2015 kita pernah berkunjung ke kota ini. Tetapi bertemu dengan Agent-Agent Tour dari seluruh Indonesia itu selalu menyenangkan. Dan saya bisa melihat dan merasakan betapa Mama saya itu keren karena dia punya rekanan dan bergaul dengan orang-orang hebat dari seluruh agent tour se-Indonesia.

Hotel Sapadia ini juga menyenangkan, kok. Apalagi sarapan yang disajikan. Percayalah masakannya enak! Mama saya saja yang biasanya selalu datar setiap diajak sarapan merasakan betapa enaknya masakan dari hotel ini. Well, room rate hotel ini menurut saya murah. Tetapi, lokasinya memang sedikit jauh dari mana-mana ya.. Kalau kalian ke Cirebon, silahkan mengunjungi hotel ini ya!

 

  1. November 2016 – The Porcelain Hotel – Singapore
Ini juga udah yang deluxe yah. Hiks.

Ini juga udah yang deluxe yah. Hiks.

Berhubung Bulan Juni adalah puasa jadinya saya tidak menginap dimana-mana. Bulan July adalah Lebaran jadi saya fokus mudik. Bulan Agustus, September saya juga tidak kemana-mana karena saya sedang menyiapkan sebuah Liburan terjauh saya (Lintas Negara). Oktober saya juga tidak kemana-mana selain mudik ke makam Bapak dan akad kredit jadilah November 2016 saya pergi ke Singapore. Yaaaaakkk Singapura temans. Setelah saya merencanakan liburan ini dengan Cory hampir 5 bulan lamanya, kami sepakat untuk meng-issued The Porcelain Hotel menjadi pilihan untuk menginap 2 malam disana.

Menurut kami, harganya tergolong mahal dengan rate SGD 130 dengan nilai tukar Rp.9.485/malamnya *hiks. Tetapi, karena lokasinya yang benar-benar dekat dengan MRT di Chinatown Singapore jadilah kami tidak terlalu merasakan harganya. Juga, menurut Mama dan rekan-rekan saya yang pernah ke Singapore harga segitu dengan kamar yang diperoleh adalah sudah bagus. Dan harga segitu belum dapat sarapan teman-teman. Jadi, berbangga dan bahagialah hotel di Indonesia murah-murah, bagus-bagus, banyak pilihannya dan tersedia sarapan juga. Tetaplah Indonesia memang terbaik.

 

  1. Desember 2016 – Sakanti Hotel Malioboro – Jogjakarta
Deluxe Roomnya Sakanti. Luas ya? Silahkan singgah :D

Deluxe Roomnya Sakanti. Luas ya? Silahkan singgah 😀

Hotel terakhir yang menjadi persinggahan saya adalah Sakanti Malioboro Jogja. Saya memang terlahir di Klaten, katakanlah di paling ujung desanya Klaten sampai-sampai Signal saja saya selalu susah dapatnya kalau mudik. Jogja sebenarnya sebelahnya Klaten tetapi jarak tempuh menggunakan sepeda motor adalah 2 jam. Dan hal yang mustahil ketika saya harus mengunjungi Jogja tanpa menginap. Walaupun sama-sama satu daerah tetapi saya bisa merasakan perbedaan waktu yang luar biasa bedanya. Di rumah saya Klaten wayah Maghrib alias jam 6 sore setara dengan jam 10 malam. Dan ketika saya di Jogja jam 8 Malam, pas saya pulang sampai rumah jam 10 malam itu setara dengan jam 2 malam. Sepiiii dan seperti semua sudah terlelap. Makanya saya putuskan saja untuk menginap di Jogjakarta.

Tiket dan pilihan hotel sudah saya putuskan dari Bulan Juli 2016. Artinya saya sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari perihal liburan kali ini. Dan berkat bantuan Mama juga akhirnya saya mendapati hotel rekanan dari kantornya yakni Sakanti Malioboro. Room rate yang standar menjadikan saya mantap untuk memilih hotel ini. Sarapannya lengkap, ada kolam renangnya juga. Dan kalau galau di malam hari bisa ke Tugu Jogja dengan jalan kaki karena saking dekatnya. Menyenangkanlah kalau melihat dari lokasinya. Dari sekian yang menyenangkan dari hotel ini ada satu hal yang menjadikan saya berani complaint  ke pihak Sakanti. Tetapi semua sudah diatasi dengan mereka secara baiknya meminta maaf kepada saya. Yah, semoga saja masukan dari saya bisa menjadi pembenahan yang lebih baik lagi untuk Sakanti.

Jadi 2016 saya mendapati kesempatan istimewa untuk merasakan pengalaman bermalam di hotel yang ada di Indonesia juga di Singapura. Semoga tahun 2017 nantinya saya bisa merasakan atau diberikan kesempatan juga rezeki untuk singgah di lebih banyak hotel lagi. Dan semenjak tahun 2016 saya memantapkan diri untuk merubah konten blog ini menjadi perjalanan traveling saya juga akun Instagram saya berubah konten menjadi seorang traveler. Terima kasih 2016 untuk kesempatan dan pengalaman yang ada.

Tidak ada kata perpisahan untuk tahun 2016, karena 2016 akan selalu menjadi bagian yang luar biasa dikehidupan saya. Dan saya siap menyambut halaman perhalaman yang ada di tahun 2017.

 

Regards,

sign

Read Me Leave comment

Ndue Visit Candi Plaosan Lor, Klaten – Jawa Tengah

Nah ini, saya suka. Terima kasih yaaa ngambil fotonya keren :D

Nah ini, saya suka. Terima kasih yaaa ngambil fotonya keren 😀

Setelah akhirnya kepala migrain 2 mingguan karena blog yang tidak bisa kebuka akhirnya bisa login dan menulis lagi dong ya! Yiayy. Well, kali ini saya menuliskan perjalanan liburan 2 minggu lalu mengunjungi Klaten sebagai tanah kelahiran saya dan kemudian ke Jogja. Liburan natal dan tahun baru kali ini saya tidak pergi kemana-mana jadilah saya memutuskan untuk mengisi waktu dengan menulis dan berjualan. Hahaha.

Akhir-akhir ini saya berbahagia karena bisa menemukan partner in trip yang bisa memenuhi keinginan saya untuk banyak mengoleksi foto-foto dengan saya sadar bahwa saya alay bahkan terkadang lebay. Tapi, kalau tidak begitu tidak akan terasa asyik mengunjungi tempat yang dimaksud. Makanya saya berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada rekan-rekan yang menjadi teman dalam mengoleksi foto-foto traveling saya selama setahun ini. Dan kali ini saya berterima kasih kepada Mas Muchlis yang menemani saya berburu foto di tempat sekeren ini yang ada di Klaten. Saya bangga karena peninggalan sejarah yang sangat bagus ini.

Ini kepanasan ceritanya. Tapi, awannya keren, kan? :D

Ini kepanasan ceritanya. Tapi, awannya keren, kan? 😀

Berbekal dari salah satu rekan saya di Jakarta yang ternyata mengunjungi tempat ini duluan sebelum saya, yakni Pak Agil yang menjadi idola untuk saya dan Mba Chacha godain setiap email-emailan dengan beliau, saya langsung memutuskan merubah jalur perjalanan saya yang tadinya ketika sampai di Klaten langsung ke Candi Ratu Boko, saya meminta Mas Muchlis untuk memasukkan Candi Plaosan Lor ini menjadi tujuan utama kita. Dan, ternyata perubahan jalur ini berbuah manis. Lokasinya nyaman, merasa ada banyak cinta di lokasi ini, dan sepi. Saya tidak tahu kenapa bisa sesepi itu, apakah karena kami yang kepagian atau memang Candi ini tidak terlalu terkenal? Dan jawabannya adalah benar dua-duanya.

Awannya mendukung foto ini jadi keren.

Awannya mendukung foto ini jadi keren.

Sebenarnya Candi Plaosan Lor ini masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Kalau ke arah Prambanan silahkan mampir ke Candi Plaosan untuk melihat dan merasakan bagaimana aura cinta di kawasan Candi ini. Saya sendiri tadinya tidak tahu kenapa ketika mengunjungi kawasan Candi ini rasanya nyaman dan tentram. Ternyata, ketika saya membaca sejarahnya ternyata Candi Plaosan Lor ini adalah candi yang dibangun atas dasar cinta beda agama. Dan, Candi ini terbagi menjadi 2 bagian utara dan selatan. Jadi saya simpulkan untuk selanjutnya apabila ingin berkunjung ke suatu tempat baiknya membaca ulasannya dulu jadi ketika saya berada di tempat itu tidak bertanya-tanya tentangnya. Hahaha.

Saya sendiri mengakui kalau Candi Plaosan Lor ini memang tidak se-terkenal seperti Candi Prambanan atau Borobudur. Konon, kalau berkunjung kesini pas sunset lebih bagus lagi. Dan saya penasaran, suatu saat saya mau ke Candi ini ketika Sunset kalau begitu :p. Candi Plaosan Lor ini jauh dari penginapan ataupun kendaraan umum lainnya. Sehingga kalau menuju tempat ini silahkan menggunakan kendaraan pribadi saja. Jalanannya bagus kok, tenang saja.

Tempatnya keren, kan? Eh orangnya juga keren, kan?

Tempatnya keren, kan? Eh orangnya juga keren, kan?

Saya berangkat dari rumah yang ada di Cawas, Klaten menuju lokasi Candi kira-kira 45 menit. Sempat bingung dengan lokasinya tetapi tidak perlu khawatir. Handphone saat ini sudah canggih, tanyakan saja kepada aplikasi penunjuk arah, dan cling! Kamu akan sampai di Candi Plaosan Lor. Hahaha. Sepanjang jalan saya dibuat kagum karena kalau di Jawa itu jalanan yang menunggu kendaraan untuk melewatinya, sepi dan tenang.

Sampai di Candi Plaosan Lor jam 10.00 kemudian membayar retribusi untuk masuk sebesar Rp. 6.000,- untuk berdua. Saya dan Mas Muchlis tertawa cekikikan, ternyata biaya masuknya murah sekali dan lokasinya seriusan bagus untuk mengambil foto dengan gaya super dan sangat alay. Baiklah mari kita menjelajahi Candi ini.

Kemarin saya tidak tahu kalau disana ada jasa Bapak-Bapak yang menjadi guide untuk menjelaskan sejarah Candi ini. Mungkin, karena kami hanya berdua saja saat itu si Bapak-Bapak tidak menawarkan jasanya. Kami barulah tahu kalau ada rombongan yang datang mereka menjajakan jasanya untuk bercerita mengenai Candi tersebut. Saya tahu karena pada saat kami berteduh karena hujan mereka bercerita tentang tips yang mereka dapatkan. Saya sedih dan menyesal kenapa tadi tidak bertanya atau meminta mereka bercerita. Jadi teman-teman apabila selanjutnya kesana mohon dibantu Bapak-Bapaknya untuk menggunakan jasa mereka, ya! Saya sendiri berjanji apabila dikemudian mendapatkan kesempatan untuk kesana lagi, saya akan meminta bantuan mereka walaupun secara sejarah bisa dicari di aplikasi pencari informasi, tetapi merekalah informasi hidup yang sebenarnya. 😉

2 candi, 2 cinta yang berbeda..

2 candi, 2 cinta yang berbeda..

Walaupun secara langsung bisa dilihat reruntuhan yang ada. Tetapi, reruntuhan itu menjadi saksi bahwa dulu pernah ada kehidupan ditempat ini. Dulu pernah ada cinta di tempat ini. Dan tempat ini sekarang berada ditengah-tengah jalan raya juga sawah yang membentang. Singgahlah ketempat Candi Plaosan Lor ini, maka kalian akan merasakan cinta dan liburan sesungguhnya. 🙂

Candi ini kalau di lihat secara detail sudah banyak rekonstruksi yang ada. Tetapi, saya salut akan kepedulian Pemerintah dan Pengelola akan perbaikan-perbaikan yang ada. Semoga para wisatawan yang hadir bisa menjaga kebersihan juga di lingkungan ini. Karena kemarin kami temui beberapa bungkus makanan terselip diantara Candi. Huft. Kalau bukan kita generasi penerus yang menjaga dan melestarikannya mau siapa lagi?

Karena keterbatasan waktu yang ada. Saya menyudahi perjalanan kali ini di jam 11.30 untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta. Sebelum sampai ke Jogja, saya menuju ke lokasi selanjutnya yakni Candi Ratu Boko. Perjalanan ke Candi Ratu Boko saya tuliskan di postingan berbeda setelah ini ya.

Mari menabung untuk liburan lagi. Selamat bertraveling temans!

Regards,

sign

 

 

Ini ceritanya foto sok cool gitu. Eh habis itu kehujanan. Hahaha.

Ini ceritanya foto sok cool gitu. Eh habis itu kehujanan. Hahaha.

 

Okeh saya kelihatan alaynya :))

Okeh saya kelihatan alaynya :))

Dibelakang Candi utama, melihat candi-candi yang ada di belakang..

Dibelakang Candi utama, melihat candi-candi yang ada di belakang..

Stupa dan Saya.

Stupa dan Saya.

Saya meresapi setiap perasaan yang ada di belakang Candi ini..

Saya meresapi setiap perasaan yang ada di belakang Candi ini..

candid of me. :|

candid of me. 😐

Yang tersisa diantara keruntuhan...

Yang tersisa diantara keruntuhan…

Candi pendukung ada di sekitaran candi utamanya..

Candi pendukung ada di sekitaran candi utamanya..

Read Me Leave comment

Ndue Visit Singapore Part 2 – St. Andrews, Image Of Singapore and Maddame Tussauds

Being a tourist in China Town..

Being a tourist in China Town..

Menyambung tulisan sebelumnya yakni part 1 ada disini, perjalanan kali ini berlanjut hari ke dua saya dan Cory mengunjungi Gereja St. Andrews dan Sentosa Island. Yiay!

Seharusnya kalau melihat jadwal yang disepakati antara saya dengan Cory, bahwa mengunjungi St. Andrews adalah di hari pertama. Tetapi, karena dari Jakarta saja sudah delay karena pesawatnya tidak berangkat ontime juga karena cuaca buruk jadilah semua berbeda dari jadwal. Akhirnya, saya baru bisa menepati janji untuk menemani rekan saya beribadah itu di hari kedua. Dan sebisa mungkin pagi-pagi berangkatnya untuk mengatur waktu supaya semua bisa dilewati dengan baik.

Morning In The Chinatown

Morning In The Chinatown

Karena bangun pagi yang juga kesiangan seharusnya kami bangun jam 06.00. Tetapi karena kelelahan semalam tgif jalan hampir 3 jam, barulah kami bangun jam 07.00. Setelah mandi, sarapan dan beberes kami siap di jam 08.30. Sebelum berangkat saya meminta Cory untuk sedikit hunting foto di kawasan Chinatown. Lokasi dimana kami menginap. Chinatown masih pagi dan banyak toko belum buka. Tetapi, Chinatown selalu menjadi tempat yang unik untuk berfoto. Makanya kami menyempatkan foto untuk beberapa saat sebelum turun ke MRT Station yang ada di Chinatown.

Cory in MRT Chinatown

Cory in MRT Chinatown

Setelah puas berfoto, kami berjalan ke MRT station untuk ke arah City Hall. Kami bertemu dengan rombongan tante-tante dari Indonesia yang ternyata disini mereka dekat dengan kami. Walau tidak menyebutkan secara pasti mereka tinggal dimana, tetapi saya dan Cory sudah bisa menebak rumah mereka disini ada dimana. Mereka menawari kami untuk ikut menyebrang ke Malaysia, tetapi kami menolaknya karena liburan kami hanya sampai besok saja. Suatu saat nanti kalau berjodoh kami pasti akan bertemu lagi. Dan bertemu dengan orang Indonesia di Negara Singapura adalah hal yang menyenangkan. Rasanya, saya sudah rindu dengan rumah.

Berbekal print out rute map MRT, kami mulai mengerti sistem kerja MRT, arah, juga tempat untuk transit. Untuk menuju ke Gereja St. Andrews, kami harus menuju ke MRT City Hall dan Gereja tersebut dekat dengan Stasiun MRT. Baiklah, dari Chinatown kami harus transit di Outram Park untuk kemudian mencari jalur hijau ke arah City Hall. Untuk menggunakan transportasi MRT kaki kalian harus dibiasakan untuk berjalan yah temans. Karena yaitu tadi Singapura mengajarkan kita untuk melangkah dan melangkah lagi.

Interior St. Andrews Church.

Interior St. Andrews Church.

Kami sampai di City Hall dan ikuti saja jalan keluar ke St. Andrews. Dan tara.. gerejanya ada di depan mata. Selama 2 bulanan ini saya hanya bisa mengamati dari media google, dan sekarang bisa di depan mata itu haduuh, rasanya like a dream come true. Setelah berkeliling dan ragu apakah Gerejanya bisa digunakan untuk ibadah, kami memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun dari luar terlihat ornamen pernikahan yang akan digelar, tetapi gereja masih sepi saat itu dan kami berhasil masuk. Selama Cory berdo’a, saya mengamatinya. Saya berkeliling melihat gereja ini, dan benar saja St. Andrews benar-benar megah dan saya merinding melihat keindahannya.

St. Andrews Chruch.

St. Andrews Chruch.

Selesai dari St. Andrews saya berjalan kearah National Gallery Singapore. Indonesia juga ada, letaknya di seberang stasiun Gambir. Nah, kami berjalan menyelusuri jalanan yang ada di St. Andrews street sampai akhirnya kami bertemu dengan semacam festival penulis yang ada di Singapore. Saya menyempatkan untuk berfoto dilokasi tersebut. Ya, karena ini acara festival penulis makanya suasananya dibuat senyaman mungkin. Kami tidak berlama-lama disana karena harus mengejar waktu untuk ke Sentosa Island.

Festival Writers in Singapore..

Festival Writers in Singapore..

Yap, Sentosa Island. Kesana ngapain? Yah banyak. Disana ada yang namanya Universal Studio tempat wahana kalau di Indonesia mungkin kayak Dunia Fantasi. Hanya saja, ini versi kerennya karena wahana-wahananya katanya bikin deg-degan jantung juga tidak mudah dilupakan karena kecanggihan juga sarana bikin jantungan. Tetapi kami tidak ke Universal Studionya, kami ingin ke Madame Tussauds, Images of Singapore, dan Tiger Sky Tower.

Dari MRT City Hall kami harus ke MRT HarbourFront. Saya lupa transit di MRT mana yah yang jalannya jauhnya gak karu-karuan. Kemudian saya menyadari bahwa setiap transit MRT memang jalannya jauh. Hahaha. Okeh, dari HarbourFront menuju ke Sentosa Island harus menggunakan Sentosa Express. Kereta yang menurut saya hampir sama dengan Sky Train yang ada di Bandara Changi. Gerbangnya hanya ada 2 saja. Nah, dari HarbourFront keluar menuju Vivo City nanti ikuti saja arahnya. Kalau ke Sentosa Express ada di Level 3 alias lantai 3 yah temans.

Pertamanya saya melihat antrean untuk pembelian tiket Sentosa Express gak karu-karuan ruamenya. Saya kemudian melihat semacam papan pengumuman bahwa ada beberapa kartu yang bisa digunakan juga untuk naik Sentosa Express. Dan saya tersenyum bahagia karena saya melihat logo tersebut juga ada di logo kartu MRT yang kami miliki. Berbekal tingkat keyakinan yang tinggi saya menanyakan ke petugas disana.

National Gallery Singapore..

National Gallery Singapore..

“Excuse me, Sir. I’d like to ask about ticket if we’re using Sentosa Express to Madame Tussauds”

“Okay, let me check your card. Oh, it can use in here. Please go ahead tap your card in machine and dont forget for stop in Imbiah Station”

“Thank you. How much one tap for use Sentosa Express, Sir?”

“4 SGD. Have a nice trip!”

“Thank you, Sir.”

Dan akhirnya kami senyum sumringah. Hanya dengan 4 SGD kami bisa menuju Sentosa Express untuk memulai liburan di Sentosa Island. Jadi kalau kalian ingin ke Universal Studio kalian bisa turun di stasiun pertama yaitu Waterfront. Tetapi, kalau kalian mau ke Madame Tussauds, Images of Singapore, dan Tiger Sky Tower kalian turun di stasiun kedua yaitu Imbiah Station.

Dan setelah turun di Imbiah Station kami harus melewati Merlion Plaza dulu. Baru deh naik 4 eskalator dan langsung disambut oleh karpet merahnya Madame Tussauds. Yiay! Oh ya. Saya beli paketan tiket masuk untuk Madame Tussauds dan Images Of Singapore yaitu SGD 38.

Apa itu Images Of Singapore?

Before we're entry in Images Of Singapore.

Before we’re entry in Images Of Singapore.

Semacam drama yang diperankan oleh manusia atau orang secara langsung untuk menceritakan bagaimana sejarah dari Negara Singapura. Drama tersebut dimulai dengan Ladies and Gentlement dengan nada pemeran teater yang sudah kawakan. Dan kalian seperti ada di dalam cerita tersebut. Sayangnya, saat pertunjukan berlangsung tidak diperbolehkan berfoto atau merekam.

Selama pertunjukan, kalian akan melewati ruang-demi ruang untuk melihat sejarahnya Negara Singapura itu sendiri. Menyenangkan rasanya. Semuanya diceritakan secara detail menggunakan Bahasa Inggris oleh orang-orang yang sesuai dengan sejarahnya. Pada saat pertama kali ditemukan diperankan oleh orang keturunan Cina, Melayu dan India. Semua alat-alat yang digunakan disini juga canggih-canggih. Intinya selama pertunjukan belangsung saya menikmati semuanya dengan terpana saking kerennya. Hahaha. Dan pertunjukan berakhir dengan kita menaiki boat untuk berkeliling diatas air melihat apa-apa saja yang ada di Singapore.

Kemudian kita ketempat yang selama ini saya impikan yakni Madame Tussauds.

Apa itu Madame Tussauds?

Red Carpet in Madame Tussauds.

Red Carpet in Madame Tussauds.

Duplikat dari orang-orang yang terkenal yang ada di seluruh dunia ini dengan menggunakan seni patung lilin untuk membuatnya. Sebenarnya tujuan saya kesini ingin sekali melihat yang namanya Tante Jolie sama Om Pitt tetapi kedua patung itu sedang maintenance saat saya datang. Huft. Katanya sedang proses pemisahan. Halah!

Dan saya seperti mimpi bertemu *eh melihat yang namanya Hritik Roshan. Yahampun saya suka banget sama dia atau bahkan terobsesi banget sama yang namanya Hritik Roshan dari saya SD. Melihat dia walau hanya patung saja sudah cukup membuat saya deg-degan rasanya. Duh, dia benar-benar tampan. *meleleh

Baiklah, kami menemui banyak tokoh-tokoh yang terbuat dari lilin disini. Dan yang bikin saya takjub adalah adanya patung Bapak Presiden pertama Republik Indonesia yakni Bapak Soekarno yang menyapa kami di pintu masuk Madame Tussauds. Sebuah kehormatan untuk bisa melihat dan menyapa langsung Bapak Soekarno melihat detail senyum, gigi, dan guratan-guratan yang ada di wajah Pak Karno. Saya bahagia!

Karena di Madame Tussauds sedang ada patung spesial Ratu Elizabeth kami di foto oleh petugasnya menggunakan kameranya dan kamera saya. Nanti kalau sudah selesai mengunjungi Madame Tussauds didepan pintu keluar ada penukaran tiket itu. Kalau saya mau membeli fotonya yah silahkan, kalau tidak juga tidak apa-apa.

Di Madame Tussauds kalian bisa menemukan dari tokoh Negarawan, Atlit, Artis, Pahlawan, dan banyak patung-patung lainnya. Saya menyukai semuanya dan saya mau memeluk mereka satu-satu. *plak!

Okeh setelah selesai saatnya saya keluar dan menukarkan tiket yang tadi diberikan oleh petugasnya. Saya tersihir oleh petugas souvenirnya yang rupanya mirip dengan Nicky Tirta. Ganteng dan senyumnya itu loh Masya Allah ada ya ciptaan Allah setampan itu. Hahaha. Tetapi harga dari cetakan langsung fotonya itu gak banget. SGD 20 per foto dengan frame kacanya. Tetapi kalau mengambil 2 kami mendapatkan diskon menjadi SGD 30 dapat dua foto. Jadi, yasudahlah karena Masnya tampan dan Cory mau saya membeli foto tersebut dan foto tersebut akhirnya nongkrong cantik di meja kerja kantor saya. Foto itu mengingatkan saya tentang menabung dan berlibur lagi kedepannya. Yiay!

Perjalanan ke Tiger Sky Towernya akan saya lanjutkan kemudian ya..

To be continued…

Icon of Madame Tussauds..

Icon of Madame Tussauds..

Sama-sama kerennya. Oke kan? :p

Sama-sama kerennya. Oke kan? :p

Halo Om.. Aku ngefans sama Om..

Halo Om.. Aku ngefans sama Om..

Mr. Jacky Chan.

Mr. Jacky Chan.

Ah.. I Adore You Hritik Roshan!!! I Love you..

Ah.. I Adore You Hritik Roshan!!! I Love you..

Bapak Presiden Pertama Indonesia. Soekarno.

Bapak Presiden Pertama Indonesia. Soekarno.

WIth Queen Elizabeth..

WIth Queen Elizabeth..

Sama Kakek..

Sama Kakek..

Sama si Tante Seksiy :p

Sama si Tante Seksiy :p

Cantik yang mana? :p

Cantik yang mana? :p

Berasa di Hawaii..

Berasa di Hawaii..

Tante Katty..

Tante Katty..

King Pop, MJ!

King Pop, MJ!

Kata temen saya. saya kayak ayam jambul disini. *hiks

Kata temen saya. saya kayak ayam jambul disini. *hiks

Lets talk about life, Oprah..

Lets talk about life, Oprah..

Dont stop the music DJ!

Dont stop the music DJ!

Lets make people laugh

Lets make people laugh

We're the winner, Ali~

We’re the winner, Ali~

 

Gaya foto beginian pegel banget ternyata :|

Gaya foto beginian pegel banget ternyata 😐

Kayak Ibu Negara..

Kayak Ibu Negara..

 

Siap Laksanakan Tugas Pak!

Siap Laksanakan Tugas Pak!

:D

😀

Hello Mr. Obama..

Hello Mr. Obama..

Ah... Liburan...

Ah… Liburan…

Keren ya!

Keren ya!

Sky in National Gallery Singapore..

Sky in National Gallery Singapore..

Its Singapore!

Its Singapore!

Kakak kece ini di Jalan St. Andrews.

Kakak kece ini di Jalan St. Andrews.

Read Me Leave comment

Apa Kabar Stasiun Bandung? 4 Tahun Kemudian…

Stasiun Bandung kini..

Stasiun Bandung kini..

Apa kabar Stasiun Bandung hari ini? banyak perubahan yang membuatmu semakin cantik saja. Membuatmu menjadi salah satu tempat yang akan selalu di kenang dalam kenangan oleh mereka yang pernah singgah.

Hari ini setelah 4 tahun atau bahkan hampir 5 tahun lamanya tidak menyambangimu saya masih merasakan kenangan-kenangan kehidupan yang pernah saya lalu ditempat ini hampir 5 tahun berlalu. Saya masih bisa merasakan cerita kehidupan itu bergulir.
Tidak pernah ada yang salah atau disalahkan atas apa yang pernah terjadi. Sepahit apapun cerita yang terjadi kepada saya, rasa manis juga pernah saya rasakan. Manis yang kemudian menjadi pahit. Indah yang kemudian berakhir pedih. Semua yang pernah ditawarkan oleh cerita kehidupan ini adalah kenangan yang benar-benar pengalaman yang baik untuk dikenang.
Disetiap sudut Stasiun Bandung mempunyai cerita sendiri untuk saya. Bandung pernah menjadi suatu tempat dimana saya bisa bermimpi untuk menjadi salah satu bagian diantara banyak penduduknya. Bandung pernah menjadi tempat dimana malam-malam penuh cahaya indah itu saya lalui hingga mentari terik menyapa saya. Bandung pernah menjadi rumah kedua saya, dimana setiap liburan saya menghabiskan waktu disini.

Sampai akhirnya perjalanan saya menuju dan meninggalkan Bandung haruslah berakhir. Saya menyadari bahwa saya benar-benar tidak akan bisa menjadi bagian dari kehidupan disini. Bahwa cerita yang terjadi dan harapan akan cerita itu berakhir bahagia adalah hal yang mustahil. Tidak ada kamu dan juga tidak Bandung lagi saat itu.

Sampai akhirnya, beberapa kali saya singgah di Bandung untuk cerita-cerita yang baru. Dimana saya menemukan keluarga dan kenangan baru selama di Bandung. Saya menyadari bahwa Bandung saja bisa berubah menjadi lebih baik, kenapa cerita saya harus tetap terpaku? Saya yang harus berani untuk memulai cerita yang lebih baik lagi dengan kenangan-kenangan yang baru lagi.

Walau tidak lagi saya temui kamu di Bandung, ditempat yang sama yakni di Stasiun Bandung. Tetapi, saya menemui ada Mama saya yang akhirnya berkesempatan untuk menemani saya bersama dengan rekan Mama. Dan saya menyadari bahwa kenangan juga cerits baru saya kali ini lebih menyenangkan. Karena Mama akan menjadi satusatunya tempat cinta sejati itu benar adanya. Bahwa kasih sayang yang sejati dan tulus adalah dari Mama kepada anaknya. Walau anaknya pernah pergi dari kehidupannya, dia siap memeluk dalam keadaan apapun. Mama adalah cinta yang tidak pernah padam.
Apa kabar Bandung 4 tahun kemudian?
ditulis di atas kereta api Eksekutif Argo Parahyangan. Perjalanan menuju Jakarta dari Bandung.
19.25-20.00 || 03 Desember 2016.

sign

Read Me Leave comment

Ndue Visit Singapore – Part 1

Afternoon in Singapore..

Afternoon in Singapore..

Perjalanan ke Singapura itu akhirnya terjadi dan berlalu juga. Perjalanan yang dimulai ketika saya mencoba untuk iseng menghubungi salah satu sahabat yang baru mempunya paspor untuk diajak melancong ke Negara tetangga.

-July 2016-

“Cor, Lost in Singapore, yu?”

Menunggu jawabannya dengan penuh rasa deg-degan takut-takut ditolak. Setelah hampir setengah jam berlalu, jawaban itu akhirnya datang juga.

“Hayuk. Kapan?”

“Tahun depan mau?”

“Kelamaan keleus..”

“Lah kita kan harus prepare. Kalau jatah cuti gue siy masih banyak. Lah elu gimanose?”

“Sehari aja cuti mah bisa coi, santai aja.”

“Oke niy kita fix ke Singapore?”

“Yoi.”

Berang-berang bawa berkat. Yuuk mari kita berangkat :D

Berang-berang bawa berkat. Yuuk mari kita berangkat 😀

Dan secepat itu juga dia memberikan foto paspornya untuk dipercayakan kepada saya untuk meng-issued­ tiket yang akan kita beli. Sebenarnya ajakan ini saya juga lontarkan kepada rekan-rekan alumni Mercubuana yang lain. Tetapi, tetap saja tidak ada jawaban pasti yasudahlah akhirnya saya memutuskan untuk mengissued tiket hari itu juga. Walaupun saya pernah membeli tiket dengan mengissued  sendiri, tetapi pengalaman membeli tiket ke luar Negeri itu adalah hal yang baru dan luar biasa rasanya.

Untuk tiket sendiri setelah saya diskusikan dengan Cory, dia menyetujui dengan budget tiket yang ada. PP CGK-SIN-CGK dibawah 1 juta rupiah. Walau saya tahu jam terbang dan pulangnya kurang sesuai, tetapi budget inilah yang masuk di kami. Akhirnya di bulan July 2016 kami sudah mempunyai tiket ke Singapura untuk keberangkatan di 11-13 Nopember 2016.

Tiket yang kami peroleh adalah CGK-SIN 11 Nopember 2016 dengan Air Asia jam 11.00, dan SIN-CGK 13 Nopember 2016 Jam 10.00 dengan Tiger Air. Harga untuk tiket tersebut sebesar Rp. 860.000,- saja. Harga yang menurut saya lumayan terjangkau untuk pergi ke Negara Tetangga yang selalu diimpikan selama ini. Mama saya sendiri belum saya kasih tahu karena Mama belum percaya kalau saya sudah dewasa dengan bisa bepergian kesana-kesini dengan cara melancong alias backpacker abal-abal.

Kalau ditanya perihal budget uang yang harus disiapkan untuk liburan kali ini saya tidak bisa menjawab berapa pastinya. Yang saya lakukan adalah selama saya sudah mempunyai tiket Insya Allah dipastikan saya tetap akan jalan untuk pergi liburan dengan mengambil cuti 1 hari. Hidup di Negara yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan bagaimana keadaannya adalah tantangan tersendiri untuk kemudian bisa saya jalani tanpa adanya bantuan keluarga atau kerabat yang bisa ditanyakan selama saya berada di Singapura.

Selama bulan Juli sampai dengan keberangkatan setiap harinya saya mencari dimana sekiranya saya bisa menginap selama di Singapura. Tanpa ada bayangan dan bahkan mulai merasa ketakutan kalau-kalau saya tersesat dan bagaimana jadinya kalau saya hilang di sana. Dan ketakutan itu seharusnya tidak pernah terjadi selama kita percaya saja bahwa liburan ini akan menyenangkan.

Mendekati hari keberangkatan, saya berkordinasi dengan Cory untuk penginapan dan apa yang akan kita lakukan dan kemana saja kita selama di Singapura dengan keterbatasan waktu yang ada. Bersyukur saya mempunyai partner seperti Cory. Yang apapun saya pikirkan dan ajukan ke dia, dia mengiyakan dengan legowo. Kalaupun ada ketidakcocokan arah diantara kami, dia berusaha untuk mengutarakannya. Sehingga perjalanan ke Singapura dengannya adalah hal yang menyenangkan dan mungkin tidak akan terlupakan sampai kapanpun.

Setelah 3 tahun akhirnya kita jalan-jalan juga..

Setelah 3 tahun akhirnya kita jalan-jalan juga..

Semoga akan banyak tempat yang bisa kita datangi selanjutnya yah, Kakak!

Akhirnya perjalanan itu dimulai. Dari awal kami sepakat untuk tidak mempunyai paketan kuota selama kami di Singapura. Jadi, kami hanya mengandalkan wifi hotel atau tempat-tempat lainnya. Tujuan kami adalah fokus selama liburan. Walaupun kami tahu bahkan akan membuat khawatir banyak orang, tetapi kesepakatan ini sudah di deal dari awal. Dan yiay, menghemat budget juga siy sebenarnya :p

Changi International Airport!

Changi International Airport!

Setelah ada delay pesawat dari Jakarta, dan cuaca buruk di Singapura sehingga posisi pesawat holding alias berputar-putar di udara, dan juga akhirnya saya merasakan yang namanya pesawat batal landing sehingga kami merasakan kondisi pesawat yang naik lagi karena adanya insiden dibawah. Barulah jam 15.00 waktu Singapura (perbedaan 1 jam dengan WIB) kami berhasil landing di Changi International Airport.

Karena kehausan saya langsung ke water station alias air keran yang bisa diminum. Banyak orang yang saya ceritakan menganggap air tersebut sebenarnya air yang aduh gak usah diceritain ya :p intinya yang saya rasakan airnya beneran segar. Jadi saya mengisi 2 botol untuk bekal perjalanan ini.

Beneran deh melakukan perjalanan ke luar Negeri tanpa bekal pengalaman itu adalah hal yang susah diceritakan. Tingkat kebingungannya banget. Hahahaha. Saya bahkan di bandara saja bertanya lebih dari 5 kali. Intinya yang dilakukan pertama kali adalah keluar dulu dari Imigrasi. Karena Air Asia mendarat di Terminal 1 dan saya keluar dari Changi harus naik MRT jadinya saya harus ke Terminal 3 dulu. Untuk ke terminal 3 saya naik yang namanya Sky Train ke Terminal 2, barulah saya melanjutkan ke Terminal 3.

Sampai juga di MRT terminal 3.

Sampai juga di MRT terminal 3.

Udah ketemu yang namanya MRT aja saya udah bahagia luar biasa. Jadi saya ke tiket office untuk membeli tiket perjalanan kami dan deposit selama kami berada di Singapura. Biaya kartunya SGD 5, dengan deposit kartu kami isi SGD 12 untuk 3 hari.

Sebelum kami ke Singapura, kami sudah menyiapkan print rute MRT untuk bekal kami selama berjalan di Singapura. Rute ini tidak terlepas sama sekali dari genggaman kami seperti halnya cinta yang tidak pernah terlepas dari genggaman kami.. *eh

Rute pertama yang dituju adalah Orchard. Kami ke Orchard untuk menukarkan tiket masuk Madame Tussauds dan sekitarnya untuk besok pergi ke Sentosa Island. MRT di Singapura ini semacam kereta bawah tanah yang membuat saya takjub akan kecepatan, dan sistem transportasinya. Saya mengingat-ingat pesan teman saya bahwa selama di MRT harusnya tertib mengutamakan yang keluar dulu baru yang masuk. Tenang saja, jarak MRT satu dengan yang lainnya tidak lama. Jadi jangan takut untuk tidak kebagian MRT.

Dan benar saja, MRT tidak pernah membuat kami menunggu lama. Paling lama 5 menit saja. Tetapi, selama di MRT Station kalian harus mengerti mana-mana jalan keluarnya sehingga tidak berputar terlalu jauh.

Salahnya kami di Orchard kemarin adalah salah berbelok yang menyebabkan kami berjalan terlalu jauh. Singapura juga mengajarkan saya bahwa berjalan kaki sampai kaki memar pun tidak menimbulkan efek berbahaya untuk kehidupan. Malahan kaki saya semakin kuat melangkah. Setelah berjalan tersesat hampir 3 KM dan kami kembali ketempat MRT tadi. Saya bertanya lagi dimana letak Lucky Plasa, akhirnya ketemu. Karena waktu yang terlalu mepet saya berjalan cepat untuk bisa mendapatkan tiketnya dan besok bisa jalan ke Sentosa Island.

Waktu sudah jam 17.00 Waktu Singapura, saya sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan. Saya menyerah untuk kemudian mengajak Cory untuk check-in di hotel dan meluruskan kaki. Penyesalan pertama adalah, kami tidak singgah di Ice Cream Orchard. Mungkin lain waktu kami akan singgah.

Ngaca dulu kak. Ternyata kita kece ya :D

Ngaca dulu kak. Ternyata kita kece ya 😀

Dari Orchard ke Chinatown kami menggunakan MRT. Kami menginap di The Porcelain Hotel Chinatown. Setelah juga tersasar karena tidak adanya GPS atau tempat bertanya, kami bertemu dengan pasangan yang sedang berjalan. Dengan bahasa pas-pasan saya memberanikan diri untuk bertanya..

“Excuse Me. Very sory to disturbing you. I just confuse to find my hotel. This is my hotel can you help me to find the way for take me to the hotel?”

“Yes, sure! Don’t worry. Absolutelly we don’t know your hotel. But wait a moment. I will open my phone to find your hotel”

Duh.. rasanya saya pengen nangis meleleh. Baik banget ini pasangan. *hiks*

“Okeh i found your hotel. Youre in wrong way. Just go a head untul you find mosque street. And your hotel near this street. Just remember 2 turn from this way. Dont turn in the first, second turn, just go. And your hotel is in here.”

Duh. Rasanya saya pengen memeluk Mba cantik ini. Pasangan Mas sama Mbanya ini sampai bela-belain buka handphone dan berusaha untuk membantu kami menemukan dimana hotelnya.

“Thank you very much Miss and Sir, Youre such a kind person with humble heart for help us. Very sorry for stop your way and disturbing you. Thank you very much nice to meet you.”

“Sure. Nice to meet you and enjoy your holiday in Singapore”

“See you!”

Dan kami berpisah. Akhirnya hotel yang selama ini hanya bisa disaksikan dengan gambar di google bisa jadi kenyataan. Duh.. like a dream come true. Sampai di hotel kami checkin dengan paspor kami setelah mendapatkan ruangan di lantai 2 dan melihat kamarnya yang sedang-sedang saja dari segi luasnya. Jadilah saya menurunkan 2 tas dan menyelonjorkan kaki.

Di chinatown street food..

Di chinatown street food..

Juga mengabari Mama, Titis, Masnya dan keluarga di rumah kalau kami sudah sampai di Singapura dengan selamat. Dan sudah dihotel untuk mendapatan koneksi. Waktu istirahat kami cukup 1 jam untuk kemudian mencari makanan di sekitaran Chinatown, juga untuk melanjutkan perjalanan malam untuk mencapai Garden By The Bay Sands Singapura.

Tanpa perbekalan arah kemanapun.. hanya berbekal MRT dan tulisan arah dari Mba Soraya. Terima kasih Mba Aya yang sudah memberikan arahan untuk ke Garden By The Bay Sands.

Mari Makan.

Mari Makan.

Dari Chinatown untuk ke Garden By The Bay, kami naik MRT menuju ke Bayfront. Dan di Singapura itu setiap kita keluar MRT di hadapkan dengan pusat perbelanjaan. Setelah saya menyasar kesana-kemari tidak menemukan jalanan dimana itu Garden By The Bay, setelah hampir menyerah kami keluar dari Mall. Betapa takjub, merindingnya ketika saya melihat keatas, saya menemukan bangunan yang selama ini saya lihat di google dan menjadi icon Singapura. Yah, bangunan itu bernama Marina Bay Sands. Saya melongo melihat keatas. Betapa itu bangunan tinggi dan luas sekali. Sampai-sampai saya seperti tersihir akan keindahannya. Subhanallah..

Lalu saja berjalan mengelilingi gedung tersebut. Bermimpi naik keatasnya saja saya tidak berani. Akhirnya, saya kelelahan melihat Merlion Park diseberang nan jauh disana. Tidak mungkin rasanya saya menggapainya. Sampai akhirnya saya penasaran dimana letaknya Garden By The Bay, dan pas diujung bangunan itu saja melihat taman berwarna itu dibelakang dari Gedung marina By Sands itu sendiri.

Lalu kami memutuskan turun kebawah. Dan dibawah banyak keluarga bermain pokemon go. Kami sempat ragu untuk melewati bawah jalan layang yang gelap. Tetapi saya yakinkan ke Cory bahwa semua akan aman dan baik-baik saja. Dan bersyukurnya dia mau untuk mengikuti saya kemanapun saya mengajaknya. Walau kaki rasanya sudah tidak karuan karena berjalan lebih dari 2 jam lamanya. Kami masih kuat!

Dan warna tiang-tiang biru tersebut sudah di depan mata. Sampailah kita ditempat yang saya impikan selama ini. Saya bahagia! Sangat bahagia!

Duduk-duduk santai di atas telur naga kalau kata Cory sambil membicarakan perjalanan hari ini, perjalanan besok, perjalanan nantinya, dan kehidupan. Semua dibicarakan dalam suasana yang tenang dikelilingi pepohonan. Syahdu rasanya..

Diperjalanan malam itu kami bertemu 2 orang dari Jerman. Mereka minggu depan ingin mengunjungi Indonesia tepatnya di Bali dan Lombok untuk 14 hari di Indonesia. Saya mengucapkan selamat dan semoga liburannya bisa menyenangkan selama mereka di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai tempat yang tidak terlupakan.

Perjalanan malam itu berakhir setelah akhirnya kami dari Bayfront ke Chinatown menggunakan MRT. Hari pertama menyenangkan dengan perjalanan malam dari jam 6 sore sampai jam 11 malam waktu Singapura non stop berjalan.

Perjalanan hari pertama saya tafsirkan 15 KM dengan berjalan kaki. Perjalanan hari kedua akan berlanjut besok. Dan saya akan melanjutkan cerita hari kedua selama di Singapura.. 😀

Oh ya.. buat yang mau lihat foto-foto perjalanan kami bisa mengunjungi Instagram saya ya. Ada di @ndueisndue. 😀

To be continued…

The way for enjoy this life is enjoy your time with the best people in your life.

The way for enjoy this life is enjoy your time with the best people in your life.

Ceritanya TGIF di Singapore :D

Ceritanya TGIF di Singapore 😀

Garden by the bay!

Garden by the bay!

Mrt card edition Iron Man..

Mrt card edition Iron Man..

More closer..

More closer..

Garden by the bay!

Garden by the bay!

Pic by me. :D

Pic by me. 😀

Hello from Singapore..

Hello from Singapore..

Di jembatan penuh warna..

Di jembatan penuh warna..

Di mall bayfront

Di mall bayfront

Dibawah Marina Bay Sands.

Dibawah Marina Bay Sands.

 

Read Me Leave comment