Exclusive Ndue

Meragukan-Nya?

Pernah tidak kalian berpikir bahwa Allah belum atau tidak juga mengabulkan apa yang diharapkan dan dipanjatkan selama ini? Saya pernah. Bahkan sangat sering saya berpikir seperti itu. Selalu saja saya menganggap kalau Allah tidak sayang dengan saya, atau saya yang memang tidak pantas menjadi seseorang yang disayang oleh-Nya? Astagfirullah..

Pemikiran yang sedemikian itu salah, bahkan salah kaprah. Senyatanya Allah sama sekali tidak pernah meninggalkan kita. Allah tahu yang mana yang baik dan yang tidak. Karena sejatinya Allah menyayangi hamba-Nya dan segala sesuatu yang menjadi ciptaan-Nya. Hanya saja, Allah sedang menguji apakah mereka bersungguh-sungguh menginginkannya atau hanya sekedar ambisi saja. Allah maha mengetahui segala-galanya di alam semesta ini.

Belakangan saya menyadari bahwa keragu-raguan saya akan Allah seharusnya tidaklah membuat saya serapuh ini. Setiap harinya saya dilanda perasaan ragu akan tiap-tiap keputusan yang saya ambil. Keputusan yang tidak melulu melibatkan kisah percintaan saya, tetapi juga perjalanan liburan saya setahun kedepan, karir saya kedepan, atau banyak dari mimpi-mimpi saya yang belum juga terwujud. Mimpi-mimpi itu bahkan saya menggantungkannya dalam angan yang tidak lagi bisa saya raih. Semua sirna begitu saja, entah saya sedang dilanda perasaan apa saat ini atau saat itu.

Dua tahun yang lalu tepatnya saya keluar dari pekerjaan yang membesarkan saya selama 7 tahun ini. Dan saya menganggur selama 2 bulan. Masa-masa yang sangat tidak menyenangkan karena saya benar-benar tidak memiliki pemasukan darimanapun. Semua yang ditawarkan hanyalah isapan jempol belaka, semua palsu. Diujung titik lemah saya, saya menangis dalam sujud dan do’a. Saya benar-benar rapuh dan ingin sekali bekerja. Bahkan apapun pekerjaan itu saya akan ambil, asalkan saya bisa keluar rumah setiap hari dan berpamitan dengan Mama untuk bekerja.

Dan saya mendapatkan pekerjaan itu. Tetapi, saya tidak mengambilnya karena adanya syarat penahanan ijazah. Saya kurang setuju perihal tersebut. Jadilah saya menganggur lagi. Kemudian saya sudah pasrahkan mimpi bekerja diperusahaan yang sekiranya saya impi-impikan 10 tahunan ini. Allah merangkul saya, Allah memeluk saya dalam setiap kepedihan itu. Allah hanya ingin mengajarkan kepada saya tentang bersyukur bekerja, bersyukur berkendara, bersyukur akan kesibukan yang ada, bersyukur tentang memiliki, bersyukur bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja, bersyukur akan ruangan dingin, bersyukur bahwa saya tidak perlu berjalan ke tempat saya bekerja, dan banyak hal bersyukur lainnya yang memang seharusnya saya benar-benar syukuri.

Setelah saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai, saya merasa tangan saya selalu digenggam oleh-Nya. Saya takut kehilangan-Nya. Satu-satunya tempat saya meminta. Beberapa bulan setelahnya saya bisa melunasi hutang terbesar dalam kehidupan saya yakni KPR atas kepemilikan rumah yang di Sepatan. Hutang yang notabene harus lunas 17 tahun kemudian, akhirnya dalam jangka 3 tahun dari ketetapan waktu 20 tahun seharusnya bisa selesai. Alhamdulillah.

Tetapi, saya tetap saja menjadi seseorang yang selalu meminta kepada Allah. Saya percaya Allah menampung setiap keinginan dan do’a saya dalam sebuah wadah atau saya sebut proposal yang kemudian saya sematkan menjadi Proposal Do’anya Ndue. Banyak hal yang saya tuliskan di proposal tersebut dan satu persatu Allah mengirimkan persetujuan-Nya dan mewujudkan do’a-do’anya saya. Alhamdulillah.

Pernah suatu waktu dalam beberapa hari di dua tahun yang lalu saya berimajinasi, membayangkan saya menjadi seorang pengantin. Tidak pernah saya bayangkan akan menjadi seorang pengantin di gedung mewah dan pakaian yang mewah. Saya hanya berimajinasi menjadi pengantin dengan acara khusu’ dan banyak do’a penuh kebaikan untuk saya dipanjatkan ke Allah. Dan saya membayangkan setiap prosesi adat yang ada. Saya kemudian menangis. Imajinasi tersebut sangatlah emosional. Saya menyadari membayangkan siapa wali nikah saya aja menjadi hal yang emosional untuk saya. Semenjak Bapak meninggal tahun 2011, saya seperti kehilangan separuh kehidupan saya. Rasanya sakit itu tidak juga menghilang dari kehidupan saya. Saya kemudian berpikir apabila masih ada Bapak pasti seseorang yang nantinya meminta kepada Bapak untuk menikahi saya adalah orang yang benar-benar berhati baik dan memiliki keyakinan yang luar biasa karena berani meminta ke Bapak. Dan saya masih tidak tahu siapa pria tersebut.

Saya kemudian ragu kembali.. Apakah memang ada seseorang yang seperti itu? Atau apakah Mama nantinya akan mengikhlaskan saya menjadi istri seseorang yang hebat itu? Keraguan yang banyak itu membuncah setiap waktunya.

Pada akhirnya saya menyadari bahwa hal yang ragu-ragu itu tidak baik. Allah akan memudahkan jalannya saya bertemu dengan seseorang itu. Allah akan membantu saya dan menemukan saya dengan orang tersebut. Dan semoga Allah sang Maha Kuasa menyayangi saya lebih dari sebelumnya. Karena tidak seharusnya saya ragu akan Allah. Meragukan Dia adalah dosa terbesar dalam kehidupan saya.

Saat ini ada secercah harapan, atau sedikit harapan atas keragu-raguan itu. Semoga saja Allah mengerti apa yang saya rasakan saat ini. Keraguan dan ketakutan itu dihapuskan digantikan oleh harapan dan kemudahan seterusnya.

Karena saya sayang Allah, saya cinta Allah, dan saya percaya Allah menyayangi dan mencintai saya lebih. Saya benar-benar ketakutan akan kehilangan cinta-Nya..

Cintai saya ya Allah.. peluklah saya dalam setiap keragu-raguan ini dan ketakutan ini. Kelak tulisan ini akan saya buka kembali untuk mengingatkan bahwa tidak seharusnya saya meragukan Allah dalam keadaan apapun. 🙂

 

Regards,

 

Ndue.

Read Me Leave comment

Ndue Visit : Pantai Nguyahan, Ngrenehan, Ngobaran – Jogjakarta

Pantai Nguyahan Jogja..

Pantai menjadi salah satu tujuan yang wajib dikunjungi ketika saya berlibur di kampung halaman. Klaten tidak memiliki pantai, jadi kalau saya mudik ke Klaten yah harus menempuh perjalanan selama satu atau bahkan 5 jam untuk mencapai sebuah pantai. Tergantung jarak dari pantai itu sendiri. Dan liburan Desember 2016 kemarin akhirnya saya dan keluarga precils memutuskan untuk berlibur ke pantai yanga da di Gunung Kidul Jogjakarta. Pantai ini menjadi unik karena namanya semua serba –ng- depannya. Mungkin akan sulit diingat untuk teman-teman dari luar daerah, karena pantainya yang belum familiar seperti Parang Tritis atau Baron yang juga ada di Jogjakarta.

Serasa pantai milik sendiri ya..

Empat sampai lima tahun yang lalu saya selalu mengunjungi kawasan pantai yang ada di Jogjakarta yakni kawasan Krakal, Kukup, Sepanjang, Drini, atau Indrayanti. Saat itu pantai-pantai ini masih sepi pengunjung. Belakangan saya mendengar update cerita dari Bulik dan Paklik bahwa pantai ini sudah dimasuki Bus-Bus besar yang akhirnya terkadang macet total karena jalannya yang sempit dan belum memadai. Sehingga langganan tujuan kepantai beralih ke lokasi-lokasi yang tidak macet atau kita sengaja menghindari macet.

Tadinya saya ingin pergi ke pantai Parang Tritis untuk bermain motor pasir disana sama Paklik dan precilsnya. Tetapi, karena diramalkan disana akan ramai orang, jadilah kami memutar arah menuju jalan lain untuk mencapai pantai yang konon belum ramai orang. Tadinya kami mau menuju kearah pantai Ngeden, tetapi berubah arah juga sampailah pada kesepakatan kami menuju ke arah Pantai Ngobaran. Karuan saja kalau pantai ini belum seterkenal pantai lainnya di Jogjakarta karena menurut saya rambu-rambu petunjuk arahnya belum terpampang banyak dan masih membingungkan untuk jalan kesananya.

Cihuy! bahagia.

Berbekal arahan dari GPS dan Waze, dan setelah tidak dipercaya oleh Paklik dan Bulik karena jalan yang diarahkan melalui jalan sempit dan seperti memang diarahkan menuju jalan yang tidak benar. Saya hanya berdoa semoga setelahnya ditemukan jalan besar yang tidak membingungkan. Dan tara.. entah didaerah mana, intinya ketemu juga jalan ke arah pantai Ngobaran tersebut.

Pada dasarnya Paklik ini jiwa petualang, karena Paklik dulunya sehari-harinya muterin jalan dikawasan Gunung Kidul atau sampai ke Pacitan untuk mencari nafkah. Paklik saya ini termasuk pekerja keras yang tidak malu untuk muterin jalanan sekedar menawarkan barang dagangannya. Makanya saya bahagia bisa jalan-jalan sama dia dan keluarganya. Karena saya bisa percaya dia mengerti jalannya, dan dia pasti bahagia karena bisa piknik sekeluarga. Jadi ya winwin solution gitu lah ya. Hahaha. *dikeplak

Mengenai letak dari pantai ini sendiri saya kurang paham daerahnya. Hanya saya ini masih ada di kawasan Jogjakarta. Pantai ini hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan motor, mobil, dan bus-bus menengah kebawah saja. Karena jalanannya masih belum mumpuni untuk bus besar. Maka dari itu pantai ini masih sepi dari pengunjung.

Precil Chandra dan Papan Selancarnya..

Yang menarik dari pantai ini adalah terbagi menjadi 3 jenis pantai. Harga masuk tiketnya sendiri hanya sekali membayar di gerbang utama. Kalau tidak salah mengingat harganya Rp. 5.000,- untuk satu orang dewasa. Dan dengan nominal segitu kita sudah bisa menikmati 3 pantai yang menjadi satu wilayah. Hanya saja kalau kesana menggunakan kendaraan pribadi ada biaya tambahan untuk parkir dimasing-masing pantai ya.

Tujuan pertama, Pantai Nguyahan.

Nah ini menanti ombak..

Pantai ini menurut saya aman dari ombak yang besar. Karena sepanjang saya singgah di pantai ini tidak ditemukan ombak yang mengkhawatirkan. Mungkin saja karena saya pada saat sampai disini jam 12 siang jadi air lautnya masih tenang. Mungkin berbeda kalau saya sampainya pada saat menjelang sore ombak akan pasang.

Disini Chandra dan Fendy bermain dengan surfing board alias papan selunjur ala kadarnya alias abal-abal. Hahaha. Papan ini hanya bisa dinaiki oleh bocah-bocah yang usianya gak lebih dari 10 tahun dengan berat badan tertentu. Kalau keberatan sedikit yah papannya gak bisa mengapung. Dengan bermodalkan Rp. 10.000,- saja bisa menyewa papan ini sepuasnya. Tidak ada batasan waktu dalam peminjaman papan ini. Kemarin Chandra sama Fendy cukup bermain 2 jam saja. Itupun karena Chandra nangis dan minta udahan. Chandra nangis karena papannya terbalik kesapu ombak dan dia kaget. Jadilah dia nangis gerung-gerung. =))

Habis ketawa dia nangis dong =))

Sambil melihat precils pada main ombak tidak ada salahnya saya mengambil foto-foto disekitaran bibir pantai ini. Karena apabila kita jalan ke barat sedikit saja, kita bisa temui banyak bebatuan karang yang eksotis untuk berfoto.

 

 

 

 

Waktunya jam 2 siang dan saatnya beralih ke Pantai Ngobaran.

Didepan gerbang Pantai Ngobaran

Pantai ini sendiri seperti menjadi lokasi wisata sekaligus religi. Karena dijumpai Pura dan beberapa patung yang ada dikawasan ini. Setiap patungnya menceritakan tentang karakter manusia yang ada di dunia ini. Dan sayangnya juga saya tidak mengambil satu persatu foto dari patung-patung tersebut. Masuk kepantai ini sendiri nantinya akan ditawari oleh penjaja foto langsung jadi. Tidak ada salahnya untuk membeli cetakan fotonya. Karena hanya berbekal 15 ribu saja kita bisa mendapatkan cetakan foto setara dengan 10R. Walaupun hasil print-printnanya tidak sebagus yang ada di studio, percayalah hasilnya tidak mengecewakan.

 

Dan pantai terakhir, Pantai Ngerenehan.

Disini model pantainya seperti ini..

Kalau dipantai ini sendiri kalian bisa menemukan semacam pangkalan dari perahu-perahu nelayan yang sedang diparkir. Mungkin pantai ini setara dengan Baron yang ditemukan banyak penjual ikan-ikan olahan dari hasil tangkapan para nelayan. Di pantai ini juga ada wisata semacam naik perahu menggunakan pelampung untuk membelah laut dan pantai. Karena saya pernah trauma tercebur ke laut pada saat banana boat dengan Mama tempo hari di pulau tidung, jadilah saya ketakutan dan sama sekali tidak ingin mencoba permainan ini. Cukuplah saya menjadi penonton setia yang menyaksikan orang-orang bermain permainan ini.

Setelah mampir berfoto-foto saja, dan membeli semacam hiasan rumah yang berisik kalau kena angin itu =)) akhirnya kami memutuskan pulang ke Klaten.

Dan perjalanan pulang kurang lebih 2 jam karena mungkin saja kesasar pada saat pulang. Karena saya tinggal tidur saja. =))

Piknik murah dan vitamin sea itu ya ke pantai Jogja. Karena Jogja selalu saja istimewa dimata para pengunjungnya. Selalu ada cerita ketika di Jogja. Jadi ingin segera pulang ke kotamu, Jogja Istimewa. 🙂

Dan saya lupa ketiga patung ini menggambarkan apa ya..

Sama Chandra di sekitaran Pantai Ngobaran mau lihat Pura..

Jadilah manusia yang berbudi pekerti dan welas asih..

Spot Foto yang ada di Pantai Ngobaran

Karang yang ada di Pantai Nguyahan.

Santai kayak di Pantai :p

 

Read Me Leave comment

2016 Hotel Kaleidoskop – Ndueisndue

Halaman pertama di tahun 2017 resmi di mulai. Banyak harapan atau yang mereka sebut resolusi disetiap tahun barunya. Belakangan saya mulai memahami baiknya tidak terlalu mengumbar resolusi di media social yang akhirnya memancing pendapat baik ataupun tidak baik. Jadi, saya lebih baik menyimpannya dalam bentuk catatan yang bisa sewaktu-waktu saya buka. Tentu saja catatan itu saya sendiri yang menyimpannya dan membukanya di penghujung tahun.

Seperti halnya tahun 2016 kemarin, banyak hal terjadi secara luar biasa. Tidak pernah terbayangkan atau terpikirkan bahwa kejadian-kejadian tersebut terjadi. Walau masih berstatus single yang belum juga menikah sampai akhir tahun 2016, tetapi di tahun 2016 juga saya akhirnya menikah lagi dengan sebuah property dalam bentuk akad kredit. Hal yang menyenangkan karena Allah selalu memberikan yang diperlukan oleh hamba-Nya yang percaya akan kebesaran dan kesempurnaan-Nya. Alhamdulillah.

Cerita tentang kehidupan yang terjadi ditahun 2016 mungkin bisa di baca disebagian blog ini. Karena tulisan kali ini saya ingin menuliskan tentang hotel-hotel yang menjadi persinggahan sementara di tahun 2016, yiay! Walaupun ada beberapa bulan yang sempat absen tidak menginap di hotel, tetapi 2016 menjadi tahun yang luar biasa karena saya diberikan rezeki yang lebih baik dibandingkan tahun 2015. Jadilah ada tulisan tentang hotel 2016 kaleidoskop versi saya alias ndueisndue hihihi. Baiklah mari kita mulai.

  1. Januari 2016 – Hotel Zest Airport Hub Bandara Soekarno Hatta
Sharing-Twin Room Zest Hotel

Sharing-Twin Room Zest Hotel

Ini menjadi sebuah rezeki yang tidak terduga ketika saya dikabari Mama untuk menemani menjadi pemandu wisata yang menginap di hotel dekat Bandara yang ada di Tangerang Banten ini. Namanya hotel Zest yang baru opening beberapa waktu lalu (saat itu). Mama dan Mba Arie menawari saya menginap disana, pastinya saya terima dengan senang hati. 01 Januari 2016 saya menginap semalam disana untuk menemani Mama yang menjemput tamunya Mba Arie dari Umroh dan Turki. Yippy!

Zest Hotel sendiri memberikan nuansa segar dengan warna hijau menjadi dominannya. Lokasinya sendiri dekat dengan Bandara dan ada shuttle bis setiap jamnya untuk mengantar jemput penumpang. Jadinya, yang ingin istirahat transit dalam jangka waktu yang lama mungkin bisa singgah di hotel ini. Zest merupakan satu management dengan Swissbell yang ada disana. Jadi hotel ini gandeng. Room ratenya juga standar kok. Jadi silahkan singgah, ya!

 

  1. Februari 2016 – Crowne Hotel Semarang
Room Deluxe In Crowne Plasa

Room Deluxe In Crowne Plasa

Nah ini menjadi rezeki yang berlimpah juga dari Allah untuk saya. Februari 2016 saya mendapat tugas untuk stock tacking atau bisa juga disebut stock opname untuk factory yang ada di Semarang Jawa Tengah. Saya bermalam di hotel bintang 4 ini selama 4 hari 3 malam. Karena saking luasnya ruangan yang saya peroleh dihari kedua dan ketiga saya tidak bisa tidur karena kangen sama Mama. Hahaha.

Untuk hotel ini room ratenya lumayan lah ya menurut saya. Tetapi melihat fasilitas dan lokasinya yang strategis wajar saja kalau harganya lumayan. Dibawah hotel ini mall Paragon alias Simpang Limanya semarang. Nah.. selama saya menginap disini, saya belajar membuat kreasi waffle coklat keju setiap harinya. Barulah di hari ketiga kreasi saya itu menjadi hal yang sempurna. Yes!

 

  1. Maret 2016 – Holiday Inn Resort di Pantai Senggigi Lombok & Vila Ombak Resort di Gili Trawangan Lombok
Ini kamar kita :D Alhamdulillah ya sesuatu. Harga tidak mengecewakan.

Ini kamar kita 😀 Alhamdulillah ya sesuatu. Harga tidak mengecewakan.

Bulan yang menjadi sangat luar biasa untuk saya dan Mba Titis. Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun gagal mengunjungi pulau ini, dan juga setelah merayu-rayu dengan ganasnya akhirnya Mba Titis pasrah mengikuti saya untuk mau diajak ke Lombok.

Disebelah saya sudah terlelap. Sudahlah saya akan menjaga kamu, Beb.. Hahaha. Ini kamar yang ada di Vila Ombak Resort. Bagus banget ya??

Disebelah saya sudah terlelap. Sudahlah saya akan menjaga kamu, Beb.. Hahaha.
Ini kamar yang ada di Vila Ombak Resort. Bagus banget ya??

Lombok NTT? Iyaaaa!! Liburan dong kesana. Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Mama saya yang menyediakan liburan menyenangkan ini. Liburan yang menurut saya sangat mahal karena ternyata yang dipilihkan adalah paketan bulan madu. Saat itu kami jomblo ngenes gitu, gengs! Hahaha. Makanya ketika saya mendapati kami menikmati resort yang harganya luar biasa bikin miris itu kita ketawa cekikikan. Sarapan romantis, makan malam yang luar biasa romantis dipinggir pesisir pantai, dan makan siang yang aduh… benar-benar bikin meleleh. Menikmati sunset bersama dengan sepedaan berdua, rasanya semua masalah, cicilan hutang *eh menghilang sudah. Ya Allah, terima kasih atas semua kebahagiaan ini. Dan Mama tentunya. I love you Mom..

 

 

Room Rate Holiday Inn Resort perkamar permalamnya : start from Rp. 2.000.000,-

Room Rate Vila Ombak Resort perkamar permalammnya : start from Rp. 2.500.000,-

 

  1. April 2016 – Hotel Newton Bandung
Saya masih mencari dimana foto selain ini dan tetap tidak ketemu. hahaha. Okelah foto ini di lantai 5 hotel Newton.

Saya masih mencari dimana foto selain ini dan tetap tidak ketemu. hahaha. Okelah foto ini di lantai 5 hotel Newton.

Menginap dihotel ini juga sebenarnya tidak terencana sebelumnya. Ada undangan pernikahan dari Mba Yoan salah satu rekan kerja dari Toray, dan karena acaranya malam juga karena saya tidak punya akomodasi kendaraan mobil dan tempat untuk menginap, dan hasil rayu-rayu dari atasan saya yaitu Ibu Okta, jadilah kami menginap di Hotel Newton yang ada di Bandung. Hotel ini sendiri sebenarnya tidak dekat dengan mana-mana. Tetapi, didepan hotel ini ada factory outlet dimana baju-bajunya murah-murah. Dan karuan saja akhirnya saya ikutan belanja. Hahaha. Room rate dari hotel ini ya standar lah ya.. bisa dicek juga sama kalian sendiri ya.

 

 

 

  1. Mei 2016 – Hotel Sapadia Cirebon
Twin Share Sapadia. Ada Ndue dan Mommy disana. :D

Twin Share Sapadia. Ada Ndue dan Mommy disana. 😀

Nah.. kali ini saya mendapatkan rezeki juga dari Allah dan tentunya Mama tercinta. Ada undangan dari Agent Cirebon perihal pengenalan Cirebon sebagai tempat wisata yang siap bersaing dengan kota-kota lainnya. Jadilah kami berangkat ke Cirebon menggunakan kereta api. Mama sendiri menyukai kota ini setelah Desember 2015 kita pernah berkunjung ke kota ini. Tetapi bertemu dengan Agent-Agent Tour dari seluruh Indonesia itu selalu menyenangkan. Dan saya bisa melihat dan merasakan betapa Mama saya itu keren karena dia punya rekanan dan bergaul dengan orang-orang hebat dari seluruh agent tour se-Indonesia.

Hotel Sapadia ini juga menyenangkan, kok. Apalagi sarapan yang disajikan. Percayalah masakannya enak! Mama saya saja yang biasanya selalu datar setiap diajak sarapan merasakan betapa enaknya masakan dari hotel ini. Well, room rate hotel ini menurut saya murah. Tetapi, lokasinya memang sedikit jauh dari mana-mana ya.. Kalau kalian ke Cirebon, silahkan mengunjungi hotel ini ya!

 

  1. November 2016 – The Porcelain Hotel – Singapore
Ini juga udah yang deluxe yah. Hiks.

Ini juga udah yang deluxe yah. Hiks.

Berhubung Bulan Juni adalah puasa jadinya saya tidak menginap dimana-mana. Bulan July adalah Lebaran jadi saya fokus mudik. Bulan Agustus, September saya juga tidak kemana-mana karena saya sedang menyiapkan sebuah Liburan terjauh saya (Lintas Negara). Oktober saya juga tidak kemana-mana selain mudik ke makam Bapak dan akad kredit jadilah November 2016 saya pergi ke Singapore. Yaaaaakkk Singapura temans. Setelah saya merencanakan liburan ini dengan Cory hampir 5 bulan lamanya, kami sepakat untuk meng-issued The Porcelain Hotel menjadi pilihan untuk menginap 2 malam disana.

Menurut kami, harganya tergolong mahal dengan rate SGD 130 dengan nilai tukar Rp.9.485/malamnya *hiks. Tetapi, karena lokasinya yang benar-benar dekat dengan MRT di Chinatown Singapore jadilah kami tidak terlalu merasakan harganya. Juga, menurut Mama dan rekan-rekan saya yang pernah ke Singapore harga segitu dengan kamar yang diperoleh adalah sudah bagus. Dan harga segitu belum dapat sarapan teman-teman. Jadi, berbangga dan bahagialah hotel di Indonesia murah-murah, bagus-bagus, banyak pilihannya dan tersedia sarapan juga. Tetaplah Indonesia memang terbaik.

 

  1. Desember 2016 – Sakanti Hotel Malioboro – Jogjakarta
Deluxe Roomnya Sakanti. Luas ya? Silahkan singgah :D

Deluxe Roomnya Sakanti. Luas ya? Silahkan singgah 😀

Hotel terakhir yang menjadi persinggahan saya adalah Sakanti Malioboro Jogja. Saya memang terlahir di Klaten, katakanlah di paling ujung desanya Klaten sampai-sampai Signal saja saya selalu susah dapatnya kalau mudik. Jogja sebenarnya sebelahnya Klaten tetapi jarak tempuh menggunakan sepeda motor adalah 2 jam. Dan hal yang mustahil ketika saya harus mengunjungi Jogja tanpa menginap. Walaupun sama-sama satu daerah tetapi saya bisa merasakan perbedaan waktu yang luar biasa bedanya. Di rumah saya Klaten wayah Maghrib alias jam 6 sore setara dengan jam 10 malam. Dan ketika saya di Jogja jam 8 Malam, pas saya pulang sampai rumah jam 10 malam itu setara dengan jam 2 malam. Sepiiii dan seperti semua sudah terlelap. Makanya saya putuskan saja untuk menginap di Jogjakarta.

Tiket dan pilihan hotel sudah saya putuskan dari Bulan Juli 2016. Artinya saya sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari perihal liburan kali ini. Dan berkat bantuan Mama juga akhirnya saya mendapati hotel rekanan dari kantornya yakni Sakanti Malioboro. Room rate yang standar menjadikan saya mantap untuk memilih hotel ini. Sarapannya lengkap, ada kolam renangnya juga. Dan kalau galau di malam hari bisa ke Tugu Jogja dengan jalan kaki karena saking dekatnya. Menyenangkanlah kalau melihat dari lokasinya. Dari sekian yang menyenangkan dari hotel ini ada satu hal yang menjadikan saya berani complaint  ke pihak Sakanti. Tetapi semua sudah diatasi dengan mereka secara baiknya meminta maaf kepada saya. Yah, semoga saja masukan dari saya bisa menjadi pembenahan yang lebih baik lagi untuk Sakanti.

Jadi 2016 saya mendapati kesempatan istimewa untuk merasakan pengalaman bermalam di hotel yang ada di Indonesia juga di Singapura. Semoga tahun 2017 nantinya saya bisa merasakan atau diberikan kesempatan juga rezeki untuk singgah di lebih banyak hotel lagi. Dan semenjak tahun 2016 saya memantapkan diri untuk merubah konten blog ini menjadi perjalanan traveling saya juga akun Instagram saya berubah konten menjadi seorang traveler. Terima kasih 2016 untuk kesempatan dan pengalaman yang ada.

Tidak ada kata perpisahan untuk tahun 2016, karena 2016 akan selalu menjadi bagian yang luar biasa dikehidupan saya. Dan saya siap menyambut halaman perhalaman yang ada di tahun 2017.

 

Regards,

sign

Read Me Leave comment

Ndue Visit Candi Plaosan Lor, Klaten – Jawa Tengah

Nah ini, saya suka. Terima kasih yaaa ngambil fotonya keren :D

Nah ini, saya suka. Terima kasih yaaa ngambil fotonya keren 😀

Setelah akhirnya kepala migrain 2 mingguan karena blog yang tidak bisa kebuka akhirnya bisa login dan menulis lagi dong ya! Yiayy. Well, kali ini saya menuliskan perjalanan liburan 2 minggu lalu mengunjungi Klaten sebagai tanah kelahiran saya dan kemudian ke Jogja. Liburan natal dan tahun baru kali ini saya tidak pergi kemana-mana jadilah saya memutuskan untuk mengisi waktu dengan menulis dan berjualan. Hahaha.

Akhir-akhir ini saya berbahagia karena bisa menemukan partner in trip yang bisa memenuhi keinginan saya untuk banyak mengoleksi foto-foto dengan saya sadar bahwa saya alay bahkan terkadang lebay. Tapi, kalau tidak begitu tidak akan terasa asyik mengunjungi tempat yang dimaksud. Makanya saya berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada rekan-rekan yang menjadi teman dalam mengoleksi foto-foto traveling saya selama setahun ini. Dan kali ini saya berterima kasih kepada Mas Muchlis yang menemani saya berburu foto di tempat sekeren ini yang ada di Klaten. Saya bangga karena peninggalan sejarah yang sangat bagus ini.

Ini kepanasan ceritanya. Tapi, awannya keren, kan? :D

Ini kepanasan ceritanya. Tapi, awannya keren, kan? 😀

Berbekal dari salah satu rekan saya di Jakarta yang ternyata mengunjungi tempat ini duluan sebelum saya, yakni Pak Agil yang menjadi idola untuk saya dan Mba Chacha godain setiap email-emailan dengan beliau, saya langsung memutuskan merubah jalur perjalanan saya yang tadinya ketika sampai di Klaten langsung ke Candi Ratu Boko, saya meminta Mas Muchlis untuk memasukkan Candi Plaosan Lor ini menjadi tujuan utama kita. Dan, ternyata perubahan jalur ini berbuah manis. Lokasinya nyaman, merasa ada banyak cinta di lokasi ini, dan sepi. Saya tidak tahu kenapa bisa sesepi itu, apakah karena kami yang kepagian atau memang Candi ini tidak terlalu terkenal? Dan jawabannya adalah benar dua-duanya.

Awannya mendukung foto ini jadi keren.

Awannya mendukung foto ini jadi keren.

Sebenarnya Candi Plaosan Lor ini masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Kalau ke arah Prambanan silahkan mampir ke Candi Plaosan untuk melihat dan merasakan bagaimana aura cinta di kawasan Candi ini. Saya sendiri tadinya tidak tahu kenapa ketika mengunjungi kawasan Candi ini rasanya nyaman dan tentram. Ternyata, ketika saya membaca sejarahnya ternyata Candi Plaosan Lor ini adalah candi yang dibangun atas dasar cinta beda agama. Dan, Candi ini terbagi menjadi 2 bagian utara dan selatan. Jadi saya simpulkan untuk selanjutnya apabila ingin berkunjung ke suatu tempat baiknya membaca ulasannya dulu jadi ketika saya berada di tempat itu tidak bertanya-tanya tentangnya. Hahaha.

Saya sendiri mengakui kalau Candi Plaosan Lor ini memang tidak se-terkenal seperti Candi Prambanan atau Borobudur. Konon, kalau berkunjung kesini pas sunset lebih bagus lagi. Dan saya penasaran, suatu saat saya mau ke Candi ini ketika Sunset kalau begitu :p. Candi Plaosan Lor ini jauh dari penginapan ataupun kendaraan umum lainnya. Sehingga kalau menuju tempat ini silahkan menggunakan kendaraan pribadi saja. Jalanannya bagus kok, tenang saja.

Tempatnya keren, kan? Eh orangnya juga keren, kan?

Tempatnya keren, kan? Eh orangnya juga keren, kan?

Saya berangkat dari rumah yang ada di Cawas, Klaten menuju lokasi Candi kira-kira 45 menit. Sempat bingung dengan lokasinya tetapi tidak perlu khawatir. Handphone saat ini sudah canggih, tanyakan saja kepada aplikasi penunjuk arah, dan cling! Kamu akan sampai di Candi Plaosan Lor. Hahaha. Sepanjang jalan saya dibuat kagum karena kalau di Jawa itu jalanan yang menunggu kendaraan untuk melewatinya, sepi dan tenang.

Sampai di Candi Plaosan Lor jam 10.00 kemudian membayar retribusi untuk masuk sebesar Rp. 6.000,- untuk berdua. Saya dan Mas Muchlis tertawa cekikikan, ternyata biaya masuknya murah sekali dan lokasinya seriusan bagus untuk mengambil foto dengan gaya super dan sangat alay. Baiklah mari kita menjelajahi Candi ini.

Kemarin saya tidak tahu kalau disana ada jasa Bapak-Bapak yang menjadi guide untuk menjelaskan sejarah Candi ini. Mungkin, karena kami hanya berdua saja saat itu si Bapak-Bapak tidak menawarkan jasanya. Kami barulah tahu kalau ada rombongan yang datang mereka menjajakan jasanya untuk bercerita mengenai Candi tersebut. Saya tahu karena pada saat kami berteduh karena hujan mereka bercerita tentang tips yang mereka dapatkan. Saya sedih dan menyesal kenapa tadi tidak bertanya atau meminta mereka bercerita. Jadi teman-teman apabila selanjutnya kesana mohon dibantu Bapak-Bapaknya untuk menggunakan jasa mereka, ya! Saya sendiri berjanji apabila dikemudian mendapatkan kesempatan untuk kesana lagi, saya akan meminta bantuan mereka walaupun secara sejarah bisa dicari di aplikasi pencari informasi, tetapi merekalah informasi hidup yang sebenarnya. 😉

2 candi, 2 cinta yang berbeda..

2 candi, 2 cinta yang berbeda..

Walaupun secara langsung bisa dilihat reruntuhan yang ada. Tetapi, reruntuhan itu menjadi saksi bahwa dulu pernah ada kehidupan ditempat ini. Dulu pernah ada cinta di tempat ini. Dan tempat ini sekarang berada ditengah-tengah jalan raya juga sawah yang membentang. Singgahlah ketempat Candi Plaosan Lor ini, maka kalian akan merasakan cinta dan liburan sesungguhnya. 🙂

Candi ini kalau di lihat secara detail sudah banyak rekonstruksi yang ada. Tetapi, saya salut akan kepedulian Pemerintah dan Pengelola akan perbaikan-perbaikan yang ada. Semoga para wisatawan yang hadir bisa menjaga kebersihan juga di lingkungan ini. Karena kemarin kami temui beberapa bungkus makanan terselip diantara Candi. Huft. Kalau bukan kita generasi penerus yang menjaga dan melestarikannya mau siapa lagi?

Karena keterbatasan waktu yang ada. Saya menyudahi perjalanan kali ini di jam 11.30 untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta. Sebelum sampai ke Jogja, saya menuju ke lokasi selanjutnya yakni Candi Ratu Boko. Perjalanan ke Candi Ratu Boko saya tuliskan di postingan berbeda setelah ini ya.

Mari menabung untuk liburan lagi. Selamat bertraveling temans!

Regards,

sign

 

 

Ini ceritanya foto sok cool gitu. Eh habis itu kehujanan. Hahaha.

Ini ceritanya foto sok cool gitu. Eh habis itu kehujanan. Hahaha.

 

Okeh saya kelihatan alaynya :))

Okeh saya kelihatan alaynya :))

Dibelakang Candi utama, melihat candi-candi yang ada di belakang..

Dibelakang Candi utama, melihat candi-candi yang ada di belakang..

Stupa dan Saya.

Stupa dan Saya.

Saya meresapi setiap perasaan yang ada di belakang Candi ini..

Saya meresapi setiap perasaan yang ada di belakang Candi ini..

candid of me. :|

candid of me. 😐

Yang tersisa diantara keruntuhan...

Yang tersisa diantara keruntuhan…

Candi pendukung ada di sekitaran candi utamanya..

Candi pendukung ada di sekitaran candi utamanya..

Read Me Leave comment

Ndue Visit Singapore Part 2 – St. Andrews, Image Of Singapore and Maddame Tussauds

Being a tourist in China Town..

Being a tourist in China Town..

Menyambung tulisan sebelumnya yakni part 1 ada disini, perjalanan kali ini berlanjut hari ke dua saya dan Cory mengunjungi Gereja St. Andrews dan Sentosa Island. Yiay!

Seharusnya kalau melihat jadwal yang disepakati antara saya dengan Cory, bahwa mengunjungi St. Andrews adalah di hari pertama. Tetapi, karena dari Jakarta saja sudah delay karena pesawatnya tidak berangkat ontime juga karena cuaca buruk jadilah semua berbeda dari jadwal. Akhirnya, saya baru bisa menepati janji untuk menemani rekan saya beribadah itu di hari kedua. Dan sebisa mungkin pagi-pagi berangkatnya untuk mengatur waktu supaya semua bisa dilewati dengan baik.

Morning In The Chinatown

Morning In The Chinatown

Karena bangun pagi yang juga kesiangan seharusnya kami bangun jam 06.00. Tetapi karena kelelahan semalam tgif jalan hampir 3 jam, barulah kami bangun jam 07.00. Setelah mandi, sarapan dan beberes kami siap di jam 08.30. Sebelum berangkat saya meminta Cory untuk sedikit hunting foto di kawasan Chinatown. Lokasi dimana kami menginap. Chinatown masih pagi dan banyak toko belum buka. Tetapi, Chinatown selalu menjadi tempat yang unik untuk berfoto. Makanya kami menyempatkan foto untuk beberapa saat sebelum turun ke MRT Station yang ada di Chinatown.

Cory in MRT Chinatown

Cory in MRT Chinatown

Setelah puas berfoto, kami berjalan ke MRT station untuk ke arah City Hall. Kami bertemu dengan rombongan tante-tante dari Indonesia yang ternyata disini mereka dekat dengan kami. Walau tidak menyebutkan secara pasti mereka tinggal dimana, tetapi saya dan Cory sudah bisa menebak rumah mereka disini ada dimana. Mereka menawari kami untuk ikut menyebrang ke Malaysia, tetapi kami menolaknya karena liburan kami hanya sampai besok saja. Suatu saat nanti kalau berjodoh kami pasti akan bertemu lagi. Dan bertemu dengan orang Indonesia di Negara Singapura adalah hal yang menyenangkan. Rasanya, saya sudah rindu dengan rumah.

Berbekal print out rute map MRT, kami mulai mengerti sistem kerja MRT, arah, juga tempat untuk transit. Untuk menuju ke Gereja St. Andrews, kami harus menuju ke MRT City Hall dan Gereja tersebut dekat dengan Stasiun MRT. Baiklah, dari Chinatown kami harus transit di Outram Park untuk kemudian mencari jalur hijau ke arah City Hall. Untuk menggunakan transportasi MRT kaki kalian harus dibiasakan untuk berjalan yah temans. Karena yaitu tadi Singapura mengajarkan kita untuk melangkah dan melangkah lagi.

Interior St. Andrews Church.

Interior St. Andrews Church.

Kami sampai di City Hall dan ikuti saja jalan keluar ke St. Andrews. Dan tara.. gerejanya ada di depan mata. Selama 2 bulanan ini saya hanya bisa mengamati dari media google, dan sekarang bisa di depan mata itu haduuh, rasanya like a dream come true. Setelah berkeliling dan ragu apakah Gerejanya bisa digunakan untuk ibadah, kami memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun dari luar terlihat ornamen pernikahan yang akan digelar, tetapi gereja masih sepi saat itu dan kami berhasil masuk. Selama Cory berdo’a, saya mengamatinya. Saya berkeliling melihat gereja ini, dan benar saja St. Andrews benar-benar megah dan saya merinding melihat keindahannya.

St. Andrews Chruch.

St. Andrews Chruch.

Selesai dari St. Andrews saya berjalan kearah National Gallery Singapore. Indonesia juga ada, letaknya di seberang stasiun Gambir. Nah, kami berjalan menyelusuri jalanan yang ada di St. Andrews street sampai akhirnya kami bertemu dengan semacam festival penulis yang ada di Singapore. Saya menyempatkan untuk berfoto dilokasi tersebut. Ya, karena ini acara festival penulis makanya suasananya dibuat senyaman mungkin. Kami tidak berlama-lama disana karena harus mengejar waktu untuk ke Sentosa Island.

Festival Writers in Singapore..

Festival Writers in Singapore..

Yap, Sentosa Island. Kesana ngapain? Yah banyak. Disana ada yang namanya Universal Studio tempat wahana kalau di Indonesia mungkin kayak Dunia Fantasi. Hanya saja, ini versi kerennya karena wahana-wahananya katanya bikin deg-degan jantung juga tidak mudah dilupakan karena kecanggihan juga sarana bikin jantungan. Tetapi kami tidak ke Universal Studionya, kami ingin ke Madame Tussauds, Images of Singapore, dan Tiger Sky Tower.

Dari MRT City Hall kami harus ke MRT HarbourFront. Saya lupa transit di MRT mana yah yang jalannya jauhnya gak karu-karuan. Kemudian saya menyadari bahwa setiap transit MRT memang jalannya jauh. Hahaha. Okeh, dari HarbourFront menuju ke Sentosa Island harus menggunakan Sentosa Express. Kereta yang menurut saya hampir sama dengan Sky Train yang ada di Bandara Changi. Gerbangnya hanya ada 2 saja. Nah, dari HarbourFront keluar menuju Vivo City nanti ikuti saja arahnya. Kalau ke Sentosa Express ada di Level 3 alias lantai 3 yah temans.

Pertamanya saya melihat antrean untuk pembelian tiket Sentosa Express gak karu-karuan ruamenya. Saya kemudian melihat semacam papan pengumuman bahwa ada beberapa kartu yang bisa digunakan juga untuk naik Sentosa Express. Dan saya tersenyum bahagia karena saya melihat logo tersebut juga ada di logo kartu MRT yang kami miliki. Berbekal tingkat keyakinan yang tinggi saya menanyakan ke petugas disana.

National Gallery Singapore..

National Gallery Singapore..

“Excuse me, Sir. I’d like to ask about ticket if we’re using Sentosa Express to Madame Tussauds”

“Okay, let me check your card. Oh, it can use in here. Please go ahead tap your card in machine and dont forget for stop in Imbiah Station”

“Thank you. How much one tap for use Sentosa Express, Sir?”

“4 SGD. Have a nice trip!”

“Thank you, Sir.”

Dan akhirnya kami senyum sumringah. Hanya dengan 4 SGD kami bisa menuju Sentosa Express untuk memulai liburan di Sentosa Island. Jadi kalau kalian ingin ke Universal Studio kalian bisa turun di stasiun pertama yaitu Waterfront. Tetapi, kalau kalian mau ke Madame Tussauds, Images of Singapore, dan Tiger Sky Tower kalian turun di stasiun kedua yaitu Imbiah Station.

Dan setelah turun di Imbiah Station kami harus melewati Merlion Plaza dulu. Baru deh naik 4 eskalator dan langsung disambut oleh karpet merahnya Madame Tussauds. Yiay! Oh ya. Saya beli paketan tiket masuk untuk Madame Tussauds dan Images Of Singapore yaitu SGD 38.

Apa itu Images Of Singapore?

Before we're entry in Images Of Singapore.

Before we’re entry in Images Of Singapore.

Semacam drama yang diperankan oleh manusia atau orang secara langsung untuk menceritakan bagaimana sejarah dari Negara Singapura. Drama tersebut dimulai dengan Ladies and Gentlement dengan nada pemeran teater yang sudah kawakan. Dan kalian seperti ada di dalam cerita tersebut. Sayangnya, saat pertunjukan berlangsung tidak diperbolehkan berfoto atau merekam.

Selama pertunjukan, kalian akan melewati ruang-demi ruang untuk melihat sejarahnya Negara Singapura itu sendiri. Menyenangkan rasanya. Semuanya diceritakan secara detail menggunakan Bahasa Inggris oleh orang-orang yang sesuai dengan sejarahnya. Pada saat pertama kali ditemukan diperankan oleh orang keturunan Cina, Melayu dan India. Semua alat-alat yang digunakan disini juga canggih-canggih. Intinya selama pertunjukan belangsung saya menikmati semuanya dengan terpana saking kerennya. Hahaha. Dan pertunjukan berakhir dengan kita menaiki boat untuk berkeliling diatas air melihat apa-apa saja yang ada di Singapore.

Kemudian kita ketempat yang selama ini saya impikan yakni Madame Tussauds.

Apa itu Madame Tussauds?

Red Carpet in Madame Tussauds.

Red Carpet in Madame Tussauds.

Duplikat dari orang-orang yang terkenal yang ada di seluruh dunia ini dengan menggunakan seni patung lilin untuk membuatnya. Sebenarnya tujuan saya kesini ingin sekali melihat yang namanya Tante Jolie sama Om Pitt tetapi kedua patung itu sedang maintenance saat saya datang. Huft. Katanya sedang proses pemisahan. Halah!

Dan saya seperti mimpi bertemu *eh melihat yang namanya Hritik Roshan. Yahampun saya suka banget sama dia atau bahkan terobsesi banget sama yang namanya Hritik Roshan dari saya SD. Melihat dia walau hanya patung saja sudah cukup membuat saya deg-degan rasanya. Duh, dia benar-benar tampan. *meleleh

Baiklah, kami menemui banyak tokoh-tokoh yang terbuat dari lilin disini. Dan yang bikin saya takjub adalah adanya patung Bapak Presiden pertama Republik Indonesia yakni Bapak Soekarno yang menyapa kami di pintu masuk Madame Tussauds. Sebuah kehormatan untuk bisa melihat dan menyapa langsung Bapak Soekarno melihat detail senyum, gigi, dan guratan-guratan yang ada di wajah Pak Karno. Saya bahagia!

Karena di Madame Tussauds sedang ada patung spesial Ratu Elizabeth kami di foto oleh petugasnya menggunakan kameranya dan kamera saya. Nanti kalau sudah selesai mengunjungi Madame Tussauds didepan pintu keluar ada penukaran tiket itu. Kalau saya mau membeli fotonya yah silahkan, kalau tidak juga tidak apa-apa.

Di Madame Tussauds kalian bisa menemukan dari tokoh Negarawan, Atlit, Artis, Pahlawan, dan banyak patung-patung lainnya. Saya menyukai semuanya dan saya mau memeluk mereka satu-satu. *plak!

Okeh setelah selesai saatnya saya keluar dan menukarkan tiket yang tadi diberikan oleh petugasnya. Saya tersihir oleh petugas souvenirnya yang rupanya mirip dengan Nicky Tirta. Ganteng dan senyumnya itu loh Masya Allah ada ya ciptaan Allah setampan itu. Hahaha. Tetapi harga dari cetakan langsung fotonya itu gak banget. SGD 20 per foto dengan frame kacanya. Tetapi kalau mengambil 2 kami mendapatkan diskon menjadi SGD 30 dapat dua foto. Jadi, yasudahlah karena Masnya tampan dan Cory mau saya membeli foto tersebut dan foto tersebut akhirnya nongkrong cantik di meja kerja kantor saya. Foto itu mengingatkan saya tentang menabung dan berlibur lagi kedepannya. Yiay!

Perjalanan ke Tiger Sky Towernya akan saya lanjutkan kemudian ya..

To be continued…

Icon of Madame Tussauds..

Icon of Madame Tussauds..

Sama-sama kerennya. Oke kan? :p

Sama-sama kerennya. Oke kan? :p

Halo Om.. Aku ngefans sama Om..

Halo Om.. Aku ngefans sama Om..

Mr. Jacky Chan.

Mr. Jacky Chan.

Ah.. I Adore You Hritik Roshan!!! I Love you..

Ah.. I Adore You Hritik Roshan!!! I Love you..

Bapak Presiden Pertama Indonesia. Soekarno.

Bapak Presiden Pertama Indonesia. Soekarno.

WIth Queen Elizabeth..

WIth Queen Elizabeth..

Sama Kakek..

Sama Kakek..

Sama si Tante Seksiy :p

Sama si Tante Seksiy :p

Cantik yang mana? :p

Cantik yang mana? :p

Berasa di Hawaii..

Berasa di Hawaii..

Tante Katty..

Tante Katty..

King Pop, MJ!

King Pop, MJ!

Kata temen saya. saya kayak ayam jambul disini. *hiks

Kata temen saya. saya kayak ayam jambul disini. *hiks

Lets talk about life, Oprah..

Lets talk about life, Oprah..

Dont stop the music DJ!

Dont stop the music DJ!

Lets make people laugh

Lets make people laugh

We're the winner, Ali~

We’re the winner, Ali~

 

Gaya foto beginian pegel banget ternyata :|

Gaya foto beginian pegel banget ternyata 😐

Kayak Ibu Negara..

Kayak Ibu Negara..

 

Siap Laksanakan Tugas Pak!

Siap Laksanakan Tugas Pak!

:D

😀

Hello Mr. Obama..

Hello Mr. Obama..

Ah... Liburan...

Ah… Liburan…

Keren ya!

Keren ya!

Sky in National Gallery Singapore..

Sky in National Gallery Singapore..

Its Singapore!

Its Singapore!

Kakak kece ini di Jalan St. Andrews.

Kakak kece ini di Jalan St. Andrews.

Read Me Leave comment

Apa Kabar Stasiun Bandung? 4 Tahun Kemudian…

Stasiun Bandung kini..

Stasiun Bandung kini..

Apa kabar Stasiun Bandung hari ini? banyak perubahan yang membuatmu semakin cantik saja. Membuatmu menjadi salah satu tempat yang akan selalu di kenang dalam kenangan oleh mereka yang pernah singgah.

Hari ini setelah 4 tahun atau bahkan hampir 5 tahun lamanya tidak menyambangimu saya masih merasakan kenangan-kenangan kehidupan yang pernah saya lalu ditempat ini hampir 5 tahun berlalu. Saya masih bisa merasakan cerita kehidupan itu bergulir.
Tidak pernah ada yang salah atau disalahkan atas apa yang pernah terjadi. Sepahit apapun cerita yang terjadi kepada saya, rasa manis juga pernah saya rasakan. Manis yang kemudian menjadi pahit. Indah yang kemudian berakhir pedih. Semua yang pernah ditawarkan oleh cerita kehidupan ini adalah kenangan yang benar-benar pengalaman yang baik untuk dikenang.
Disetiap sudut Stasiun Bandung mempunyai cerita sendiri untuk saya. Bandung pernah menjadi suatu tempat dimana saya bisa bermimpi untuk menjadi salah satu bagian diantara banyak penduduknya. Bandung pernah menjadi tempat dimana malam-malam penuh cahaya indah itu saya lalui hingga mentari terik menyapa saya. Bandung pernah menjadi rumah kedua saya, dimana setiap liburan saya menghabiskan waktu disini.

Sampai akhirnya perjalanan saya menuju dan meninggalkan Bandung haruslah berakhir. Saya menyadari bahwa saya benar-benar tidak akan bisa menjadi bagian dari kehidupan disini. Bahwa cerita yang terjadi dan harapan akan cerita itu berakhir bahagia adalah hal yang mustahil. Tidak ada kamu dan juga tidak Bandung lagi saat itu.

Sampai akhirnya, beberapa kali saya singgah di Bandung untuk cerita-cerita yang baru. Dimana saya menemukan keluarga dan kenangan baru selama di Bandung. Saya menyadari bahwa Bandung saja bisa berubah menjadi lebih baik, kenapa cerita saya harus tetap terpaku? Saya yang harus berani untuk memulai cerita yang lebih baik lagi dengan kenangan-kenangan yang baru lagi.

Walau tidak lagi saya temui kamu di Bandung, ditempat yang sama yakni di Stasiun Bandung. Tetapi, saya menemui ada Mama saya yang akhirnya berkesempatan untuk menemani saya bersama dengan rekan Mama. Dan saya menyadari bahwa kenangan juga cerits baru saya kali ini lebih menyenangkan. Karena Mama akan menjadi satusatunya tempat cinta sejati itu benar adanya. Bahwa kasih sayang yang sejati dan tulus adalah dari Mama kepada anaknya. Walau anaknya pernah pergi dari kehidupannya, dia siap memeluk dalam keadaan apapun. Mama adalah cinta yang tidak pernah padam.
Apa kabar Bandung 4 tahun kemudian?
ditulis di atas kereta api Eksekutif Argo Parahyangan. Perjalanan menuju Jakarta dari Bandung.
19.25-20.00 || 03 Desember 2016.

sign

Read Me Leave comment

Ndue Visit Singapore – Part 1

Afternoon in Singapore..

Afternoon in Singapore..

Perjalanan ke Singapura itu akhirnya terjadi dan berlalu juga. Perjalanan yang dimulai ketika saya mencoba untuk iseng menghubungi salah satu sahabat yang baru mempunya paspor untuk diajak melancong ke Negara tetangga.

-July 2016-

“Cor, Lost in Singapore, yu?”

Menunggu jawabannya dengan penuh rasa deg-degan takut-takut ditolak. Setelah hampir setengah jam berlalu, jawaban itu akhirnya datang juga.

“Hayuk. Kapan?”

“Tahun depan mau?”

“Kelamaan keleus..”

“Lah kita kan harus prepare. Kalau jatah cuti gue siy masih banyak. Lah elu gimanose?”

“Sehari aja cuti mah bisa coi, santai aja.”

“Oke niy kita fix ke Singapore?”

“Yoi.”

Berang-berang bawa berkat. Yuuk mari kita berangkat :D

Berang-berang bawa berkat. Yuuk mari kita berangkat 😀

Dan secepat itu juga dia memberikan foto paspornya untuk dipercayakan kepada saya untuk meng-issued­ tiket yang akan kita beli. Sebenarnya ajakan ini saya juga lontarkan kepada rekan-rekan alumni Mercubuana yang lain. Tetapi, tetap saja tidak ada jawaban pasti yasudahlah akhirnya saya memutuskan untuk mengissued tiket hari itu juga. Walaupun saya pernah membeli tiket dengan mengissued  sendiri, tetapi pengalaman membeli tiket ke luar Negeri itu adalah hal yang baru dan luar biasa rasanya.

Untuk tiket sendiri setelah saya diskusikan dengan Cory, dia menyetujui dengan budget tiket yang ada. PP CGK-SIN-CGK dibawah 1 juta rupiah. Walau saya tahu jam terbang dan pulangnya kurang sesuai, tetapi budget inilah yang masuk di kami. Akhirnya di bulan July 2016 kami sudah mempunyai tiket ke Singapura untuk keberangkatan di 11-13 Nopember 2016.

Tiket yang kami peroleh adalah CGK-SIN 11 Nopember 2016 dengan Air Asia jam 11.00, dan SIN-CGK 13 Nopember 2016 Jam 10.00 dengan Tiger Air. Harga untuk tiket tersebut sebesar Rp. 860.000,- saja. Harga yang menurut saya lumayan terjangkau untuk pergi ke Negara Tetangga yang selalu diimpikan selama ini. Mama saya sendiri belum saya kasih tahu karena Mama belum percaya kalau saya sudah dewasa dengan bisa bepergian kesana-kesini dengan cara melancong alias backpacker abal-abal.

Kalau ditanya perihal budget uang yang harus disiapkan untuk liburan kali ini saya tidak bisa menjawab berapa pastinya. Yang saya lakukan adalah selama saya sudah mempunyai tiket Insya Allah dipastikan saya tetap akan jalan untuk pergi liburan dengan mengambil cuti 1 hari. Hidup di Negara yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan bagaimana keadaannya adalah tantangan tersendiri untuk kemudian bisa saya jalani tanpa adanya bantuan keluarga atau kerabat yang bisa ditanyakan selama saya berada di Singapura.

Selama bulan Juli sampai dengan keberangkatan setiap harinya saya mencari dimana sekiranya saya bisa menginap selama di Singapura. Tanpa ada bayangan dan bahkan mulai merasa ketakutan kalau-kalau saya tersesat dan bagaimana jadinya kalau saya hilang di sana. Dan ketakutan itu seharusnya tidak pernah terjadi selama kita percaya saja bahwa liburan ini akan menyenangkan.

Mendekati hari keberangkatan, saya berkordinasi dengan Cory untuk penginapan dan apa yang akan kita lakukan dan kemana saja kita selama di Singapura dengan keterbatasan waktu yang ada. Bersyukur saya mempunyai partner seperti Cory. Yang apapun saya pikirkan dan ajukan ke dia, dia mengiyakan dengan legowo. Kalaupun ada ketidakcocokan arah diantara kami, dia berusaha untuk mengutarakannya. Sehingga perjalanan ke Singapura dengannya adalah hal yang menyenangkan dan mungkin tidak akan terlupakan sampai kapanpun.

Setelah 3 tahun akhirnya kita jalan-jalan juga..

Setelah 3 tahun akhirnya kita jalan-jalan juga..

Semoga akan banyak tempat yang bisa kita datangi selanjutnya yah, Kakak!

Akhirnya perjalanan itu dimulai. Dari awal kami sepakat untuk tidak mempunyai paketan kuota selama kami di Singapura. Jadi, kami hanya mengandalkan wifi hotel atau tempat-tempat lainnya. Tujuan kami adalah fokus selama liburan. Walaupun kami tahu bahkan akan membuat khawatir banyak orang, tetapi kesepakatan ini sudah di deal dari awal. Dan yiay, menghemat budget juga siy sebenarnya :p

Changi International Airport!

Changi International Airport!

Setelah ada delay pesawat dari Jakarta, dan cuaca buruk di Singapura sehingga posisi pesawat holding alias berputar-putar di udara, dan juga akhirnya saya merasakan yang namanya pesawat batal landing sehingga kami merasakan kondisi pesawat yang naik lagi karena adanya insiden dibawah. Barulah jam 15.00 waktu Singapura (perbedaan 1 jam dengan WIB) kami berhasil landing di Changi International Airport.

Karena kehausan saya langsung ke water station alias air keran yang bisa diminum. Banyak orang yang saya ceritakan menganggap air tersebut sebenarnya air yang aduh gak usah diceritain ya :p intinya yang saya rasakan airnya beneran segar. Jadi saya mengisi 2 botol untuk bekal perjalanan ini.

Beneran deh melakukan perjalanan ke luar Negeri tanpa bekal pengalaman itu adalah hal yang susah diceritakan. Tingkat kebingungannya banget. Hahahaha. Saya bahkan di bandara saja bertanya lebih dari 5 kali. Intinya yang dilakukan pertama kali adalah keluar dulu dari Imigrasi. Karena Air Asia mendarat di Terminal 1 dan saya keluar dari Changi harus naik MRT jadinya saya harus ke Terminal 3 dulu. Untuk ke terminal 3 saya naik yang namanya Sky Train ke Terminal 2, barulah saya melanjutkan ke Terminal 3.

Sampai juga di MRT terminal 3.

Sampai juga di MRT terminal 3.

Udah ketemu yang namanya MRT aja saya udah bahagia luar biasa. Jadi saya ke tiket office untuk membeli tiket perjalanan kami dan deposit selama kami berada di Singapura. Biaya kartunya SGD 5, dengan deposit kartu kami isi SGD 12 untuk 3 hari.

Sebelum kami ke Singapura, kami sudah menyiapkan print rute MRT untuk bekal kami selama berjalan di Singapura. Rute ini tidak terlepas sama sekali dari genggaman kami seperti halnya cinta yang tidak pernah terlepas dari genggaman kami.. *eh

Rute pertama yang dituju adalah Orchard. Kami ke Orchard untuk menukarkan tiket masuk Madame Tussauds dan sekitarnya untuk besok pergi ke Sentosa Island. MRT di Singapura ini semacam kereta bawah tanah yang membuat saya takjub akan kecepatan, dan sistem transportasinya. Saya mengingat-ingat pesan teman saya bahwa selama di MRT harusnya tertib mengutamakan yang keluar dulu baru yang masuk. Tenang saja, jarak MRT satu dengan yang lainnya tidak lama. Jadi jangan takut untuk tidak kebagian MRT.

Dan benar saja, MRT tidak pernah membuat kami menunggu lama. Paling lama 5 menit saja. Tetapi, selama di MRT Station kalian harus mengerti mana-mana jalan keluarnya sehingga tidak berputar terlalu jauh.

Salahnya kami di Orchard kemarin adalah salah berbelok yang menyebabkan kami berjalan terlalu jauh. Singapura juga mengajarkan saya bahwa berjalan kaki sampai kaki memar pun tidak menimbulkan efek berbahaya untuk kehidupan. Malahan kaki saya semakin kuat melangkah. Setelah berjalan tersesat hampir 3 KM dan kami kembali ketempat MRT tadi. Saya bertanya lagi dimana letak Lucky Plasa, akhirnya ketemu. Karena waktu yang terlalu mepet saya berjalan cepat untuk bisa mendapatkan tiketnya dan besok bisa jalan ke Sentosa Island.

Waktu sudah jam 17.00 Waktu Singapura, saya sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan. Saya menyerah untuk kemudian mengajak Cory untuk check-in di hotel dan meluruskan kaki. Penyesalan pertama adalah, kami tidak singgah di Ice Cream Orchard. Mungkin lain waktu kami akan singgah.

Ngaca dulu kak. Ternyata kita kece ya :D

Ngaca dulu kak. Ternyata kita kece ya 😀

Dari Orchard ke Chinatown kami menggunakan MRT. Kami menginap di The Porcelain Hotel Chinatown. Setelah juga tersasar karena tidak adanya GPS atau tempat bertanya, kami bertemu dengan pasangan yang sedang berjalan. Dengan bahasa pas-pasan saya memberanikan diri untuk bertanya..

“Excuse Me. Very sory to disturbing you. I just confuse to find my hotel. This is my hotel can you help me to find the way for take me to the hotel?”

“Yes, sure! Don’t worry. Absolutelly we don’t know your hotel. But wait a moment. I will open my phone to find your hotel”

Duh.. rasanya saya pengen nangis meleleh. Baik banget ini pasangan. *hiks*

“Okeh i found your hotel. Youre in wrong way. Just go a head untul you find mosque street. And your hotel near this street. Just remember 2 turn from this way. Dont turn in the first, second turn, just go. And your hotel is in here.”

Duh. Rasanya saya pengen memeluk Mba cantik ini. Pasangan Mas sama Mbanya ini sampai bela-belain buka handphone dan berusaha untuk membantu kami menemukan dimana hotelnya.

“Thank you very much Miss and Sir, Youre such a kind person with humble heart for help us. Very sorry for stop your way and disturbing you. Thank you very much nice to meet you.”

“Sure. Nice to meet you and enjoy your holiday in Singapore”

“See you!”

Dan kami berpisah. Akhirnya hotel yang selama ini hanya bisa disaksikan dengan gambar di google bisa jadi kenyataan. Duh.. like a dream come true. Sampai di hotel kami checkin dengan paspor kami setelah mendapatkan ruangan di lantai 2 dan melihat kamarnya yang sedang-sedang saja dari segi luasnya. Jadilah saya menurunkan 2 tas dan menyelonjorkan kaki.

Di chinatown street food..

Di chinatown street food..

Juga mengabari Mama, Titis, Masnya dan keluarga di rumah kalau kami sudah sampai di Singapura dengan selamat. Dan sudah dihotel untuk mendapatan koneksi. Waktu istirahat kami cukup 1 jam untuk kemudian mencari makanan di sekitaran Chinatown, juga untuk melanjutkan perjalanan malam untuk mencapai Garden By The Bay Sands Singapura.

Tanpa perbekalan arah kemanapun.. hanya berbekal MRT dan tulisan arah dari Mba Soraya. Terima kasih Mba Aya yang sudah memberikan arahan untuk ke Garden By The Bay Sands.

Mari Makan.

Mari Makan.

Dari Chinatown untuk ke Garden By The Bay, kami naik MRT menuju ke Bayfront. Dan di Singapura itu setiap kita keluar MRT di hadapkan dengan pusat perbelanjaan. Setelah saya menyasar kesana-kemari tidak menemukan jalanan dimana itu Garden By The Bay, setelah hampir menyerah kami keluar dari Mall. Betapa takjub, merindingnya ketika saya melihat keatas, saya menemukan bangunan yang selama ini saya lihat di google dan menjadi icon Singapura. Yah, bangunan itu bernama Marina Bay Sands. Saya melongo melihat keatas. Betapa itu bangunan tinggi dan luas sekali. Sampai-sampai saya seperti tersihir akan keindahannya. Subhanallah..

Lalu saja berjalan mengelilingi gedung tersebut. Bermimpi naik keatasnya saja saya tidak berani. Akhirnya, saya kelelahan melihat Merlion Park diseberang nan jauh disana. Tidak mungkin rasanya saya menggapainya. Sampai akhirnya saya penasaran dimana letaknya Garden By The Bay, dan pas diujung bangunan itu saja melihat taman berwarna itu dibelakang dari Gedung marina By Sands itu sendiri.

Lalu kami memutuskan turun kebawah. Dan dibawah banyak keluarga bermain pokemon go. Kami sempat ragu untuk melewati bawah jalan layang yang gelap. Tetapi saya yakinkan ke Cory bahwa semua akan aman dan baik-baik saja. Dan bersyukurnya dia mau untuk mengikuti saya kemanapun saya mengajaknya. Walau kaki rasanya sudah tidak karuan karena berjalan lebih dari 2 jam lamanya. Kami masih kuat!

Dan warna tiang-tiang biru tersebut sudah di depan mata. Sampailah kita ditempat yang saya impikan selama ini. Saya bahagia! Sangat bahagia!

Duduk-duduk santai di atas telur naga kalau kata Cory sambil membicarakan perjalanan hari ini, perjalanan besok, perjalanan nantinya, dan kehidupan. Semua dibicarakan dalam suasana yang tenang dikelilingi pepohonan. Syahdu rasanya..

Diperjalanan malam itu kami bertemu 2 orang dari Jerman. Mereka minggu depan ingin mengunjungi Indonesia tepatnya di Bali dan Lombok untuk 14 hari di Indonesia. Saya mengucapkan selamat dan semoga liburannya bisa menyenangkan selama mereka di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai tempat yang tidak terlupakan.

Perjalanan malam itu berakhir setelah akhirnya kami dari Bayfront ke Chinatown menggunakan MRT. Hari pertama menyenangkan dengan perjalanan malam dari jam 6 sore sampai jam 11 malam waktu Singapura non stop berjalan.

Perjalanan hari pertama saya tafsirkan 15 KM dengan berjalan kaki. Perjalanan hari kedua akan berlanjut besok. Dan saya akan melanjutkan cerita hari kedua selama di Singapura.. 😀

Oh ya.. buat yang mau lihat foto-foto perjalanan kami bisa mengunjungi Instagram saya ya. Ada di @ndueisndue. 😀

To be continued…

The way for enjoy this life is enjoy your time with the best people in your life.

The way for enjoy this life is enjoy your time with the best people in your life.

Ceritanya TGIF di Singapore :D

Ceritanya TGIF di Singapore 😀

Garden by the bay!

Garden by the bay!

Mrt card edition Iron Man..

Mrt card edition Iron Man..

More closer..

More closer..

Garden by the bay!

Garden by the bay!

Pic by me. :D

Pic by me. 😀

Hello from Singapore..

Hello from Singapore..

Di jembatan penuh warna..

Di jembatan penuh warna..

Di mall bayfront

Di mall bayfront

Dibawah Marina Bay Sands.

Dibawah Marina Bay Sands.

 

Read Me Leave comment

How To Prepare Your Holiday

Holiday lagi? iya dong! ayo liburan lagi..

Holiday lagi? iya dong! ayo liburan lagi..

Hai, akhirnya saya menuliskan tentang yang namanya holiday atau bahasa gaulnya anak sekarang mah traveling terus yang melakukan dengan label gaul namaya traveler    . Nah, kali ini saya akan membagikan tips atau sedikit pengalaman mengenai yang namanya holiday. Baiklah, sebenarnya diusia saya sekian ini menjadi traveler belum terlalu ketinggalan yah. Yang namanya liburan mah tidak mengenal batasan usia, kan? Jadi syah-syah saja apabila saya baru merasakan hasil dari bekerja untuk kemudian saya gunakan untuk berlibur sekedar refreshing dari kejenuhan aktivitas yang ada.

Well, saya sendiri bisa dikatakan midle traveler alias bukan seseorang yang berlibur dengan melulu kelas yang bagus, karena terkadang saya juga menganggarkan untuk low budget dalam berlibur. Intinya, saya harus bisa datang ke suatu tempat yang dituju dulu, baru nanti menganggarkan budget yang akan dikeluarkan.

Dalam waktu dekat ini contohnya, saya Insya Allah akan berlibur ke Negara tetangga. Semoga rencana perjalanan yang saya rencanakan dari jauh-jauh hari bisa terlaksana dengan apiknya tanpa mleset dari itenary yang ada. Syukur-syukur saya bisa mendapatkan hasil foto yang bagus lagi untuk kemudian saya bagikan di media sosial saya.

Oh ya, mungkin sebagian teman-teman followers saya di Instagram saya berpikir bahwa akhir-akhir ini media sosial saya tersebut hasil fotonya bagus-bagus. Alhamdulillah, setidaknya saya memang menargetkan adanya perubahan di akun tersebut. Dulunya saya masih belum tahu benang merah atau tema dari media sosial saya tersebut apa, dan ditahun 2016 ini saya fokus untuk mengisinya dengan perjalanan saya selama liburan. Walaupun, hasilnya itu-itu saja, tetapi yang namanya mengeksplore Indonesia atau pulau-pulau di dalamnya adalah Surga yang tidak bisa digantikan keindahannya.

Baiklah, kembali ke tips bagaimana untuk menyiapkan liburan yang baik. Berikut saran dari saya:

  1. Hunting tiket dari jauh-jauh hari.

Ya, saya suka sekali yang namanya mencari tiket dari jauh-jauh hari. Karena harganya berbeda dengan ketika kita membeli tiket secara dadakan. Mungkin, bagi sebagian orang merasa bahwa membeli tiket secara dadakan terkadang lebih murah, tetapi menurut pengalaman saya itu sama saja gambling alias takutnya malah kena harga mahal. Untuk tiket liburan kali ini saya sudah mencarinya dari bulan Juli 2016 lalu artinya sudah 4 bulan lamanya, kemudian untuk tiket liburan bulan Mei 2017 saya sudah beli dari bulan Oktober 2016 artinya 7 bulan lamanya, dan bahkan saya sudah punya tiket mudik lebaran Juni 2017 yang saya beli dari bulan July 2017 artinya 11 bulan berselang.

 

  1. Namanya juga tiket murah, jangan kecewa sama jam terbangnya.

Ini yang saya alami untuk tiket liburan ke Negara tetangga dalam waktu dekat ini. Ketika orang-orang pada menanyakan budget tiket dan setelah saya ceritakan berapa harganya juga jadwal terbangnya, mereka hanya bisa menyayangkan kenapa berangkatnya tidak sore, kenapa harus pagi? Yah, namanya juga tiket murah bisa dapat jam terbang dan kursi yang masih available saja sudah bersyukur. Yang penting kita berangkat liburan dan have fun!

Yesterday, All my trouble seems so fay away - The Beatles - Yesterday

Yesterday, All my trouble seems so fay away – The Beatles – Yesterday

 

  1. Jangan terburu-buru memutuskan mencari hotel untuk menginap

Ini hal yang membuat saya rancu dan kemudian menjadi tergesa-gesa dalam memutuskan hotel daerah mana yang saya akan singgahi untuk menginap selama liburan nanti. Jangan khawatir kehabisan hotel kalau bukan di high season seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri. Kamar hotel masih banyak tersedia untuk disinggahi, jadi bisa lebih santai dalam memilih dan menentukan lokasinya. Kalau mau yang strategis, yang sedikit legowo mengeluarkan budget yang lebih, yang penting bisa kemana-mana menggunakan transportasi umum dan merasakan yang namanya liburan. Yiay!

 

  1. Susun rencana liburanmu se-epik mungkin jangan standar sama yang lain

Saya mempunyai teman berlibur yang sepemikiran dengan saya. Ketika banyak orang mengunderestimated jadwal liburan kami karena tidak berkunjung kesuatu tempat dari icon Negara tersebut, saya hanya bisa tersenyum dan akan membuktikannya dengan ternyata mengunjungi tempat atau bahkan gang-gang kecil untuk eksplore lokasi tersebut asyik juga, kok! Bahkan, ketika saya pernah mengunjungi tempat bernama Museum Galery Indonesia, banyak rekan-rekan yang kemudian menyanjung bahwa foto saya bagus dan akhirnya mereka tertarik untuk berkunjung juga. Setelah itu kita saling bertukar foto. Asyik, kan?

 

  1. Buat daftar apa-apa saja yang harus dibawa saat liburan

Aduh iniannya kayaknya ketinggalan deh! Nah ini kalimat yang sering banget saya lontarkan ketika saya sampai di tempat tujuan. Entah topi, tas, sunblock atau hal kecil lainnya pasti ada saja yang ketinggalan. Gak sampai mati gaya siy, tapi kan jadi kurang bergaya kalau ada yang ketinggalan apalagi bisa menambah penampilan kita jadi lebih kece. Makanya, mulai dari sekarang saya selalu membuat daftar apa-apa saja yang harus saya bawa di handphone saya dalam aplikasi bernama notes.

 

  1. Kameranya jangan dilupakan, ya!

Dua kali saya mengalami yang namanya kameranya low bat padahal acara atau pemandangannya lagi bagus-bagusnya. Duh, saya Cuma bisa misuh-misuh alias ngedumel gak udah-udahan. Jadinya gagal total untuk menambahkan koleksi foto dalam liburanya. Jadi, sebelum berangkat ada baiknya malam hari kamu cek bagaimana kondisi kamera dan chargernya untuk tidak kebahisan dan biar menambah kece gambar yang kamu ambil, ya!

 

  1. Sabar untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik

Saya termasuk orang yang riwil dan banyak request perihal hasil foto. Kalau hasilnya gak bagus yah saya minta diulang entah sampai berapa kali sampai hasilnya bagus, dong! Hahaha. Saya akui saja memang begitu keadaannya. Jadi saya selalu meminta maaf kepada teman traveling saya untuk mengambil ulang gambar yang bagus untuk kemudian yang terbaik di bagikan di media sosial yang ada.

 

Nah, itu sebagian pengalaman yang bisa saya bagikan di blog ini. Setelah berlibur saya akan update blog ini dengan cerita liburan yang saya rasakan, ya! Jadi selamat menabung dan mari berlibur, yiay!

 

Regards,

sign

Read Me 2 Comments

Terima Kasih Kartu Ajaib (Kartu Kredit)

Terima kasih BCA.

Terima kasih BCA.

Tiga tahun belakangan ini saya seperti seseorang yang kecanduan dengan kartu kredit. Rasanya kartu ini membuat hidup saya menjadi lebih mudah lagi. Seperti halnya ketika saya ingin memiliki sebuah handphone baru, tanpa pikir panjang pergilah saya ke outlet untuk membeli handphone tersebut tanpa mengeluarkan biaya dimuka. Dan menyenangkannya adalah saya bisa menggunakan alat tersebut baru sebulan sampai jangka waktu tertentu saya harus mengangsur ke Bank untuk tagihan tersebut.

Well, terlihat lebih mudah dan menggiurkan, bukan?

Ya, pada awalnya sangat-sangat menggiurkan. Bahkan, saya berlomba-lomba dengan rekan saya untuk mengoleksi kartu-kartu tersebut dari Bank mana saja yang sekiranya bisa memberikan limit kredit yang banyak juga banyak diskonan dan promo dari Bank tersebut.

Hasilnya? Saya terjebak dalam kemudahan-kemudahan dan banyaknya promo-promo tersebut. Saya menjadi seseorang yang kemudian merasa bahwa penghasilan yang saya terima setiap bulannya hanya numpang lewat saja karena membayar cicilan dari tagihan-tagihan tersebut.

Sebenarnya menggunakan kartu kredit ini ada sisi baik dan buruknya. Baiknya kalau keadaan darurat seperti saya kemarin harus dilakukan operasi pencabutan gigi geraham dan uangnya belum memadai, saya bisa menggunakan kartu ini untuk kemudian diangsur dengan suku bunga 0% selama periode yang ditentukan oleh pihak Rumah Sakit dan juga Banknya tersebut. Jadi pada saat saya dioperasi yawis saya ndak pusing memikirkan bagaimana nanti saya membayarnya. Saya hanya perlu menambahkan list tambahan untuk pembayaran cicilan di budget pengeluaran saya bulan tersebut dan beberapa bulan selanjutnya.

Sisi buruknya adalah ketika banyaknya promo cicilan 0%, tangan, mata, dan hati saya ingin terus-terusan terpuaskan dengan belanja sana-sini, makanan, baju atau apapun juga yang bisa dibeli dengan menggesek saja kartu ini. Awalnya sedikit demi sedikit, tetapi pada saat diakumulasikan dan menjadi jumlah cicilan bulanan angkanya menjadi luar biasa banyaknya. Jadilah saya terkesima dengan jumlah yang harus dibayarkan.

Sampai akhirnya pada bulan Agustus dan September kemarin saya memutuskan untuk menutup dan membayar saja sisa cicilan saya untuk kartu-kartu ajaib ini. Kenapa harus dilunasi? Tadinya saya merasa terberatkan dengan denda pinalty yang saya harus bayarkan karena ada beberapa transaksi cicilan yang harus dibayarkan lunas. Tetapi mengingat manfaat kedepannya saya lebih bahagia karena merasakan penghasilan saya tidak untuk membayar cicilan lagi, maka dengan legowo akhirnya saya harus merogoh tabungan untuk membayar sisa dari dua kartu tersebut.

Kembali lagi ke pertanyaan kenapa harus ditutup kartu kreditnya? Nanti kalau ada keperluan mendesak lagi bagaimana?

Baiklah, begini saya akan menjawab. Pengalaman adalah guru yang baik. Dengan pengalaman 3 tahun menggunakan kartu kredit adalah waktu yang cukup untuk saya belajar hidup lebih berguna lagi. Saya lebih baik menabung dengan menyisihkan uang yang biasanya saya gunakan untuk membayar cicilan tersebut.

Caranya? Saya membuka satu akun tabungan lagi di Bank. Saya sengaja tidak menggunakan ATM yang bisa diambil kapanpun. Jadi, saya minta ke Mba Tellernya untuk membukakan saya tabungan dengan buku saja. Sehingga tangan saya tidak gatel untuk mencet tombol tarik tunai di ATM. Hasilnya? Alhamdulillah, dua bulan ini menyenangkan. 😀

Terima kasih BNI.

Terima kasih BNI.

Kalaupun nanti kedepannya saya ada kebutuhan mendesak maka saya bisa langsung jalan ke Bank mengisi form penarikan tunai untuk kemudian saya gunakan uangnya untuk kebutuhan mendesak tersebut. Ingat, kalau punya hutang kan harus di prioritaskan pembayarannya. Karena kalau telat atau berhenti pembayarannya, nama kita bisa menjadi buruk atau bahkan black list di sistem Bank Indonesia. Kalau sudah begini kita sendiri yang repot karena kedepannya apabila ada urusan dengan kredit kendaraan ataupun rumah tidak akan berhasil. Jadi, likuiditasmu adalah kredibilitasmu. Gak mau dong yah namanya jadi buruk di sistem Bank Indonesia? Pastinya.

Terus, saya juga lama-lama kena syndrome malu gitu. Jadi terkesan barang atau makanan yang saya makan itu mevvah (bahasa anak sekarang slengehan dari mewah) padahal statusnya itu berhutang ke Bank. *duh. Dengan menutup kartu begini saya bisa merasakan diri saya kembali ke saya sebelumnya. Dimana seperti bahasa yang Mama sering katakan nerimo ing pandum  alias menerima saja apa yang menjadi bagiannya. Karena Allah sudah menakar rezeki seseorang sesuai porsinya.

Walaupun harus diakui pada saat penutupan karu kredit ini ketika kita konfirmasi dengan Banknya akan ada suara lembut dan manis yang akan menggetarkan kembali untuk tidak menutup kartunya, percayalah itu hanya cobaan. Kalian ingat-ingat saja suara itu akan berubah menjadi sangar dan keras apabila kalian menghutang di Bank tersebut. Jadi, jangan mudah tergoda.

Setelah dikonfirmasi bahwa kartu sudah lunas dan ditutup permanen langkah selanjutnya adalah menggunting kartu tersebut sehingga tidak digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunting saja seperti kalian menggunting kisah masa lalu *eh. Dan setelah beberapa hari kerja, telephone kembali ke Customer Service kartu kredit tersebut untuk meminta sebuah surat yang menyatakan bahwa nama kita sudah lunas dan tidak ada hutang-piutang lagi dengan pihak Bank tersebut. (saya jadi ingat masih ada satu bank yang belum memberikan surat tersebut. Okeh sip besok saya akan follow up kembali).

Ada suatu rasa kelegaan yang luar biasa ketika kartu-kartu tersebut berhasil dilunasi. Rasa bahagia akan menyambut penghasilan di bulan selanjutnya tanpa dipotong cicilan. Bahagia karena kita bisa membuktikan bahwa kita bisa dengan menabung bukan berhutang. Bahagia karena kita diajarkan untuk hidup hemat bukan boros dan berfoya-foya.

Tapi kan banyak promonya kalau menggunakan kartu kredit? Iya, saya paham. Tetapi, ingatlah kembali itu hanya godaan. Sesuatu yang menggoda itu adalah kesusahan terselubung, jadi jangan mudah tergoda, ya!

 

Regards,

sign

Read Me 3 Comments

Alhamdulillah KPR (lagi).

Mommy pertama kali survey tepat di hari ulang tahun saya. I love you, Mom.

Mommy pertama kali survey tepat di hari ulang tahun saya. I love you, Mom.

Tulisan kali ini bukan perihal Kumpulan Penggemar Rini yang juga saya singkat menjadi KPR. Karena dari pertama kali masuk kerja di Toray, saya selalu merasa bak seorang artis yang mempunyai banyak fans. Mungkin juga, itu karena tingkat halusinasi atau imajinasi saya yang berlebih sehingga saya merasa menjadi idola dan bahkan memberikan nama untuk para penggemar saya yakni KPR (Kumpulan Penggemar Rini) *okeh lupakan*

Alhamdulillah, tidak ada yang bisa saya ucapkan selain kalimat syukur yang tidak terhingga atas bingkisan atau hadiah manis yang Allah berikan kepada saya dan keluarga saya. Entah pikiran dari mana yang akhirnya membantu saya meyakinkan bahwa saya harus memiliki sebuah komitmen jangka panjang lagi dengan lembaga bernama Bank.

Alhamdulillah Sah di depan pengembang, Notaris, dan Bank.

Alhamdulillah Sah di depan pengembang, Notaris, dan Bank.

Menyambung tulisan saya sebelumnya yang disini, acara akad kredit yang dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Oktober 2016 kemarin berjalan dengan lancar dan nikmat. Saya datang didampingi oleh Mama tercinta yang selalu setia menemani setiap perjalanan saya dalam membeli sebuah rumah. Saya selalu berusaha merayunya untuk memberikan restu dan do’a agar dikemudian hari saya dimudahkan dalam rezeki dan keyakinan untuk bisa memenuhi angsuran setiap bulannya selama beberapa tahun lamanya.

Baiklah, cerita tentang KPR kali ini berawal dari sini..

Pada umumnya apabila kalian sudah menetapkan untuk membeli sebuah rumah melalui Kredit Kepemilikan Rumah yang dilakukan pertama kali adalah melakukan survey lokasi atas rumah tersebut. Jangan mudah tergiur dengan selebaran, poster, spanduk yang ada di sepanjang jalan atau yang ditemui melalui mesin pencarian. Karena saat ini banyak pembangunan yang dilakukan oleh banyak juga developer di daerah perbatasan Jakarta yakni Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor.

Setelah dilakukan survey apakah lokasinya sesuai dengan harapan atau tidak? Maksudnya adalah bagaimana kondisi perumahan yang kelak akan menjadi rumah masa depan. Apakah sudah maju kawasannya dengan banyak ditemui penjual atau kios-kios disekitaran komplek atau ternyata masih sepi dan juga masih dalam tahap pembangunan juga. Saran saya, baiknya memilih lokasi yang dekat dengan transportasi umum baik kereta maupun bus.

Mommy kelelahan. Okeh, enjoy this journey, Mom!

Mommy kelelahan. Okeh, enjoy this journey, Mom!

Kemudian, dilihat dulu siapa pengembangnya. Apakah pengembangnya termasuk salah satu pengembang yang mempunyai reputasi baik dan banyaknya bank yang bekerjasama dengannya atau hanya salah satu diantaranya. Maksudnya, secara reputasi baik tetapi ternyata tidak banyak memiliki rekanan bank, sehingga sebagai pembeli kita mau-tidakmau harus mengikuti aturan main dari bank tersebut baik dari suku bunga ataupun kebijakan lainnya. Dan jangan sampai kalian tergiur dengan rumah yang terlihat baik tetapi pengembangnya masih diragukan yah, temans. Karena menurut pengalaman rekan saya pernah pembangunanya mandek alias berhenti begitu saja tanpa adanya kejelasan. Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan dari permasalahan tersebut, karena saya sudah lost contact dengan yang bersangkutan. Jadi ini point yang harus benar-benar di perhatikan.

Apabila 3 point diatas sudah klik ke hati, di lihat lagi harga jual dari rumah tersebut. Apakah masih bisa masuk di penghasilan yang diterima setiap bulan, atau malah memang tidak bisa masuk sama sekali. Namanya juga kredit, pasti pengembangnya juga memberikan kelonggaran dalam hal down payment alias uang muka yang dibayarkan. Biasanya kalau pengembangnya tidak memberikan promo uang muka yang dibayarkan haruslah 30% dari nilai jual rumah tersebut. Tetapi, kalau beruntung pengembangnya biasanya memberikan promo uang muka hanya 10% saja dari harga jual rumah tersebut. Seperti halnya rumah kedua ini, saya beruntung mendapatkan promo 10% uang muka dari harga jual di hari terakhir saya beli rumah tersebut.

Dan selama proses pembayaran booking fee alias tanda jadi juga uang muka, siap-siap ke proses selanjutnya seperti ini..

Setelah dilakukannya pembayaran dua point diatas, kalian harus juga jalan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses pengajuan KPR ke bank rekanan dari pengembang tersebut. Nah, kalau pengembangnya memiliki banyak rekanan bank mereka akan memberikan data-data tersebut untuk kemudian bank-bank terkait mengolahnya dan menilai apakah pembeli rumah tersebut lolos menjadi debiturnya atau tidak. Jangan lupa untuk selalu menghubungi pengembangnya untuk menanyakan di bank mana saja nama kalian dimasukkan untuk menjadi debitur dari bank tersebut, ya!

Suatu saat nanti kita akad lagi yah, Mom. Amiin.

Suatu saat nanti kita akad lagi yah, Mom. Amiin.

KPR kedua ini berbeda dengan KPR pertama saya dulu. Kalau yang pertama saya hanya dimasukkan ke satu bank rekanan saja yakni BTN. Setelah menunggu hampir 4 bulan lamanya barulah saya mendapatkan SPK atas peminjaman sejumlah uang untuk KPR rumah tersebut. Proses surveynya sendiri menurut saya terlalu lama, karena hampir 4 bulan lamanya saya menanti kepastian yang tidak berujung. Mungkin, saya dulu masih polos sehingga tidak mencari tahu proses KPR di bank-bank lain selain BTN. Ketika keputusan SPK tersebut keluar, saya harus berlapang dada menerima 20 tahun alias 240 bulan berhutang ke BTN dengan suku bunga yang aduhai…. membuat saya tidak bisa tidur nyenyak. *okeh ini lebay*

Bersyukur BTN ada kebijakan angsuran ekstra, dan saya pernah menulisnya juga di blog ini, ya!

Nah, KPR kedua ini saya yang menentukan diantara 3 bank ini, manakah yang memberikan kepastian dari suku bunga, ataupun keuntungan dari jangka waktu yang diberikan oleh bank-bank tersebut. Alhamdulillah, dari 3 bank yang diberikan oleh pengembang, semuanya bersedia untuk meminang saya menjadi debiturnya. Dan memilih salah satu diantaranya sebenarnya bukan keputusan yang mudah, karena mungkin juga ini rasanya memilih calon pasangan hidup untuk jangka waktu yang panjang. Harus ada yang diputuskan dan dipilih. *masih edisi lebay*

Pertama yang menyetujuinya adalah CIMB Niaga, hanya saja saya tidak berjodoh dengan bank ini karena jangka waktu yang menurut saya terlalu lama. Yakni 240 bulan alias 20 tahun lamanya. Memikirkannya saja saya pilu. Saya mencoba merayu dengan merubah menjadi maksimal 10 tahun, tetapi memang tidak berjodoh karena beberapa persyaratan yang saya tidak mau penuhi karena memang seharusnya tidak perlu saya penuhi.

Bank kedua yang menyetujui saya adalah Mandiri. Hanya saja saya masih tidak berjodoh dengan bank ini karena jangka waktunya juga. 12 tahun alias 144 bulan lamanya. Ketika saya mencoba untuk bernegosiasi, ternyata memang keputusan dari penilainya sudah tidak bisa diganggu gugat. Jadilah saya harus merelakan Mandiri untuk tidak berjodoh dengan saya.

Dan Bank harapan terakhir saya adalah BCA. Sejujurnya, saya tidak terlalu berharap karena BCA sendiri memberikan keputusannya paling lama. Bukan perihal waktu proses dari KPR tersebut, melainkan proses dari pengembang menyerahkan data saya sampai dengan hasilnya keluar. Setelah saya mencoba follow up dari BCA, dan meyakinkan bahwa saya adalah seseorang yang bisa hidup dengan gaya hidup hemat karena juga masih single dan Bank dimana saya menerima upah bulanan adalah BCA, dengan tidak terlalu lama ada kabar bahagia bahwa pengajuan KPR saya diterima dengan jangka waktu yang sesuai dengan saya ajukan dan harapkan. Yiay! Betapa saya bahagia karenanya. Banyak rekan yang mengunder estimated bahwa BCA akan menyetujui pemberian kredit dari pengajuan saya tersebut, mengingat penghasilan saya tidak sesuai dengan perhitungan KPR yang ada. Tetapi, dengan keyakinan dan do’a seorang Ibu Alhamdulillah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Tidak lupa untuk selalu bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah.

Setelah SPK dari bank yang kita harapkan sudah turun, langkah selanjutnya adalah melunasi sisa uang muka dan biaya untuk akad kredit. Kalau saya hitung-hitung jeda waktu saya dari survey, down payment, sampai akad kredit hanyalah 2,5 bulan lamanya. Seharusnya apabila mengikuti jadwal yang ada 5 bulan baru bisa akad kredit. Alhamdulillah saya bisa lebih cepat. 🙂

Nah.. setelah akad kredit, kita harus memahami posisi dari bangunan dan dokumen rumah tersebut. Akad kredit yang saya lakukan kemarin tetap didepan Notaris, Pihak Bank, dan Pengembangnya. Tetapi, karena bangunannya belum selesai maka proses akad kredit kemarin hanyalah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum ditandatanganinya proses Akad Jual Beli (AJB) dan pemecahan sertifikatnya. Nah.. 2 tahun lagi setelah bangunanya selesai, barulah ketemu dengan 3 pihak tersebut untuk dilakukannya AJB dan pembayaran pajak juga lain-lainnya. Jadi, menabung lagi sebesar 20% dari harga rumahnya untuk proses ini (kurang lebihnya sebesar 20%).

Kalau berbicara membeli rumah memang kesannya tidak pernah berhenti biaya ini-itunya. Tetapi, investasi yang pasti dan untuk bekal masa depan memang baiknya di properti, bukan fesyen yang gonta-ganti dan menghabiskan banyak uang. Jadi selamat menabung, dan mulailah menabung di hari menabung nasional hari ini! Semangat, ya!

Mari kita makan-makan, Mom! Terima kasih yaaaa Mommy yang cantik untuk semuanya :D

Mari kita makan-makan, Mom! Terima kasih yaaaa Mommy yang cantik untuk semuanya 😀

Bismillahirohmanirrohim, Saya menikah denganmu didepan Notaris, Bank, dan Pengembang untuk mengesyahkanmu, menjadi rumahku kelak. Barakallah, Barakallah, Barakallah.. dan saya merinding mengucapkan kalimat ini pada saat menandatangani setiap lembar perjanjian tersebut.

Walaupun belum dipinah oleh seseorang calon suami saya kelak, tetapi menikah dengan property seperti ini saja saya sudah deg-degan. Semoga kelak calon suamiku, kamu bisa meminang dan mengesyahkanku sebagai istrimu yang setia di dunia maupun akhirat. Amiiiin..

Terima kasih saya ucapkan kepada:

  1. Allah SWT atas semua nikmat yang tidak terhingga.
  2. Mama untuk setiap do’a dan waktunya dalam menemani saya dan mendukung saya selama ini.
  3. Simbok dan Pak Tuwo yang selalu merestui atas setiap pilihan saya.
  4. Susi yang selalu mendengarkan cerita tentang mimpi-mimpi saya.
  5. Titis saudara yang juga pacar untuk galau dan ceritanya.
  6. Toray selaku perusahaan yang memudahkan urusan saya.
  7. Ibu Okta, Mba Riska, Dan semua rekan kerja Toray untuk kesabarannya mendengarkan rayuan saya.
  8. Asmaralda Putri yang memberikan informasi perihal rumah ini.
  9. Mas Ibnu yang dengan sabarnya mendengarkan cerita kegalauan, dan kebingungan atas pilihan-pilihan yang harus diambil setiap malamnya. Juga terima kasih atas saran yang diberikan.
  10. co dan team untuk pelayanan yang menyenangkan.
  11. Ibu Heny dan Ibu Maryana dari BizHome Residence atas bantuannya.
  12. Bank BCA atas pelayanan dan kepercayaannya kepada saya menjadi debiturnya.
  13. CIMB Niaga dan Mandiri, semoga berjodoh dilain kesempatan. Terima kasih atas kerjasamanya.
  14. Dan masih banyak pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terima kasih semuanya, ya!

 

Tetaplah bermimpi, walau banyak orang nyinyir akan pilihan kita. Haters gonna be haters. Semangat!

 

Jakarta, 31 Oktober 2016 11.07 PM

Regards,

sign

 

 

I Love You, Mom..

I Love You, Mom..

Read Me Leave comment