Konsisten Menabung atau Mengangsur?

Malam ini saya sedang dalam mood yang bagus. Bagus karena saya sedang bahagia dimana akhirnya saya berhasil menginstall aplikasi WordPress di handphone ini. Dari beberapa hari belakangan ini saya mendadak keingetan bahwasannya dulu saya menulis tanpa batasan sama sekali. Tidak peduli bagaimana content blog saya nantinya, saya akan tetap menulis. Mau jadi cerita fiksi, thriller, atau curhatan random saja seperti saat ini.

Karena pada dasarnya mau blog saya di domain ini atau di domain saya yang sudah bertahun-tahun dan berkali-kali saya ganti, ndueisndue tetaplah seorang perempuan yang dipenuhi banyak cerita galau dalam hidupnya. Jangan khawatir, semua akan berakhir bahagia. Amiin.

Well, pernah gak kalian dengar pertanyaan seperti ini;

Mendingan nabung atau berhutang sehingga kita punya komitmen?

Continue reading “Konsisten Menabung atau Mengangsur?”

Kegalauan Lavina

Setelah hampir 2 tahun lamanya Lavina menemani saya berlibur ke beberapa Negara tetangga dan tentunya juga Indonesia, saya memutuskan untuk mengupgrade keadaannya. Lavina saya ibaratkan teman baik atau sahabat saya. Lavina juga butuh di perbaiki atau didandani supaya lebih elok lagi. Setelah juga harapan yang pernah saya tuliskan ketika menutup tahun 2017 lalu, dimana impian saya tahun ini diberikan rezeki yang tidak disangka untuk menambah kecantikan Lavina, maka saya putuskan hari ini untuk bertanya atau check up Lavina di tempat yang seharusnya.

Perasaannya gimana? Yah galau sama gundah. Sama halnya ketika saya harus pergi ke dokter rasanya gak karuan. Bedanya, Lavina adalah barang yang mudah tergerus oleh waktu. Tergantung kuatan mana yang membayar. Sedangkan untuk menggantikan Lavina adalah hal yang tidak mungkin untuk saya.

Continue reading “Kegalauan Lavina”

Berbicara Resolusi 2018

Semoga juga bisa punya sawah. Amin 😀 😀

Apa kabar 10 hari pertama di tahun 2018? Bagaimana kehidupan awal tahun 2018? Menyenangkan, kah? Bahagia, kah?

Kalau cerita saya di 10 hari pertama ini luar biasa seperti permen bermacam-macam rasanya. Yah, namanya juga hidup. Kalau dilanda perasaan dan cerita yang ngedatar bisa dikatakan ada yang salah dengan kehidupan kalian. Maka, carilah kebahagiaan dan kesedihan lainnya. Eh!

Tahun 2018 saya awali dengan berangkat ke kantor sangat telat. Salah perhitungan membuat saya akhirnya kalah dalam waktu yang disiplin. Bagaimana tidak, alih-alih berharap penumpangnya sepi, malah ada antrean mengular untuk masuk ke dalam halte dan beberapa delay dari transportasi kesayangan saya yang biasanya selalu ada dalam hitungan menit, kini jadi menjadi puluhan menit. Karuan saja, 2018 saya buka dengan luar biasa payah untuk kedisiplinan saya sendiri.

Continue reading “Berbicara Resolusi 2018”

There’s Always Hello for 2017

Hello 2017,

Saya luar biasa berbahagia bisa terus beriringan dan bersama denganmu. Terima kasih, ya! Kalau saja kamu menanyakan kenapa saya harus berterima kasih? Karena banyak hal luar biasa yang terjadi selama saya dan kamu bersama setahun kemarin. Tiga ratus enam puluh lima hari lamanya akhirnya saya bisa membuka dan menutup tahun bersamamu. Dan banyak kenangan dan kebahagiaan yang tercipta selama kita beriringan setahun ini.

Continue reading “There’s Always Hello for 2017”

Ndue’s Journey to Desa Wisata Cibuntu (Kuningan) and Cirebon (August, 2017)

Pada saat saya berkunjung ke Cirebon, saya masih belum berhijab. Jadi harap dimaklumi lihat saja isi ceritanya. Sebagian foto sudah saya putuskan untuk tidak diposting. Karena bagaimanapun setiap manusia memiliki kehidupan masa lalunya. Dan mungkin tulisan pembuka ini akan saya gunakan beberapa kali untuk penulisan perjalanan saya yang lain.

Panorama Cibuntu – Kuningan Jawa Barat. * * Sabtu, 26 Agustus 2017. Saya dan rekan-rekan 1 team accounting berkesempatan mengunjungi desa wisata Cibuntu. * * Menginap di salah satu homestay terbaik yang ada di Cibuntu bernama Teratai dari kakeknya @rizqa_melia selain homestaynya bersih dan cantik, lokasinya juga sangat strategis. * * Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apa yang menarik dari desa ini sehingga banyak homestay yang disini. Dan terjawab sudah ketika pagi hari kami menelusuri tempat-tempat yang ada di kawasan desa ini. * * Penduduknya ramah dan luar bergotong-royong, banyak hasil olahan yang bisa dijual. Suasana pegunungan yang sejuk, kawasan purbakala, mata air kahuripan, dan air terjunnya. * * Sejuk dan suasananya candu untuk saya datang kembali. Semoga ada kesempatan lain waktu untuk saya berkunjung kembali. * * #kuningan #cibuntu #traveler #traveling #panorama #mountain #holiday #traveling #traveler #jalanjalan #trip #likeforlike #sunrise #green #trip

A post shared by NDue 'Rini Astuti Handayani' (@ndueisndue) on

Cirebon adalah tempat ke empat dalam urutan tempat yang paling saya rindukan untuk kembali. Yang pertama tentulah Klaten, kemudian Yogyakarta, Bali, dan Cirebon. Berkunjung ke Cirebon saya seperti kembali ke kampung halaman sendiri. Kota dimana semua akses transportasi bisa masuk dan kota dimana semua makanan untuk berkuliner dengan rasa yang nikmat dan harga yang sangat-sangat wajar dikantong.

Continue reading “Ndue’s Journey to Desa Wisata Cibuntu (Kuningan) and Cirebon (August, 2017)”

Ndue’s Visit – Gumaya Tower Hotel Semarang (Oct, 2017)

Pada saat saya menginap di Gumaya, saya masih belum berhijab. Jadi harap dimaklumi lihat saja isi ceritanya. Sebagian foto sudah saya putuskan untuk tidak diposting. Karena bagaimanapun setiap manusia memiliki kehidupan masa lalunya. Dan mungkin tulisan pembuka ini akan saya gunakan beberapa kali untuk penulisan perjalanan saya.

Ke Semarang lagi? Iya. Secara mengejutkan kali ini saya mendapatkan giliran untuk berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Karena saya sendiri berasal dari Klaten, maka ke Semarang pun rasanya saya sedang pulang kampung semua tidak terasa asing. Karena juga beberapa waktu lalu saya dengan Mba Titis menjelajahi Semarang jadi hampir beberapa lokasi ditempat ini menjadi seperti kenangan yang diputar kembali.

Continue reading “Ndue’s Visit – Gumaya Tower Hotel Semarang (Oct, 2017)”

Ndue’s Visit to Ragunan Zoo (Jakarta) with The Trips.

Libur telah tiba, Libur telah tiba, hatiku gembira!

Bulan Desember tahun ini dibuka dengan long weekend dan diakhiri dengan long weekend juga di akhir bulan. Semua orang pasti bersuka cita karena aktivitas yang biasanya dikerjakan akan mengalami off pada hari libur tersebut. Sebutlah saya tanpa inisial apapun. Saya yang bekerja sebagai buruh sangat menikmati setiap yang namanya libur panjang. Biasanya saya habiskan waktunya untuk menonton film-film yang siap di tonton, atau membaca beberapa novel yang sudah saya koleksi dari beberapa waktu yang lalu. Dan harapan saya beberapa waktu kedepan semoga saya menjadi seorang blogger yang kece untuk selalu bisa menulis di halaman blog ini.

Kemarin, hari Jum’at tanggal 1 Desember 2017 bertepatan dengan Maulid Nabi saya dan beberapa rekan saya menyusun liburan hemat dan sehat untuk menghabiskan seharian bersama. Rasanya kalau sudah berkumpul dengan sahabat waktu itu berjalan begitu saja. Cepat sekali. Rasanya baru bertemu pagi ini, tetapi tahu-tahu sudah jam 9 malam dan waktunya pulang kemudian berpisah lagi.

Continue reading “Ndue’s Visit to Ragunan Zoo (Jakarta) with The Trips.”

Jalan-Jalan Ke Banyuwangi, Kamu Harus Main Ke Tempat Ini.

Beberapa tahun belakangan, pariwisata Banyuwangi menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Jika dulu dikenal sebagai kota persinggahan dari Jawa menuju ke Bali, sekarang Banyuwangi sudah menjadi tujuan wisata utama para wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Ada banyak tempat liburan yang bisa kamu datangi di Banyuwangi. Lokasi-lokasi yang dulu belum dieksplore dengan baik, sekarang sudah dipercantik dan sangat layak untuk dikunjungi. Serunya, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah tidak perlu menempuh perjalanan darat yang lama lagi dari Surabaya.

Sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi. Kamu tinggal membeli tiket pesawat Sriwijaya Air jurusan Banyuwangi, dan liburan pun dimulai.

Nah, beberapa tempat yang wajib kamu datangi di Banyuwangi bisa kamu kulik di bawah ini.

Gunung Ijen

source:nationalgeographic.co.id

Gunung ini memiliki kawah dengan air yang menghijau cantik di puncaknya. Di siang hari, pemandangan kawah dan para penambang belerang sungguh menarik untuk dinikmati. Dan ketika matahari sudah terbenam, api biru yang ada di sekitar kawah menjadi pemandangan luar biasa yang tidak akan kamu temui di tempat lain.

Pantai G-Land

source:@jungleroombali – instagram

Pantai ini dikenal penduduk sekitar dengan nama Pantai Plengkung, dan tenar karena ombaknya yang amat besar. Pada bulan-bulan tertentu, Pantai Plengkung ramai dengan para peselancar yang mengasah kemampuan mereka.

Kamu bisa menikmati aksi para peselancar kelas dunia ketika ada pertandingan internasional di sana. Pertandingan selancar ini rutin digelar, dan biasanya diikuti para peselancar papan atas yang sudah terkenal.

Pantai Teluk Ijo

source:@muse_nugroho – instagran

Atau yang juga dikenal dengan nama Green Bay, adalah sebuah pantai yang memiliki air jernih kehijauan yang amat cantik. Pasir di pantai ini pun bersih, dengan pepohonan rindang di tepiannya, tempat sempurna untuk melepaskan lelah setelah sibuk dengan berbagai aktivitas.

Baca juga : Ndue’s Journey to Gumuk Pasir Parang Tritis – Jogjakarta

 Pulau Tabuhan

Menyeberang dari Banyuwangi, sebuah pulau kecil dengan pasir putih yang amat cantik sudah menunggumu. Semua pantai di Pulau Tabuhan punya karakter yang senada, pasir putih bersih dengan air laut yang amat jernih. Ombaknya pun tenang, cocok buat berenang atau melakukan snorkeling.

Jawatan Benculuk

source:reresapan.com

Ingin menghirup udara segar dari pepohonan rindang dan berusia ratusan tahun, Jawatan Benculuk adalah tempat yang sempurna. Hutan ini sangat rindang, dengan pepohonan yang dijaga kelestariannya sampai sekarang. Dan begitu masuk ke sana, kamu akan merasa seolah sedang berada di negeri dongeng, dengan pepohonan raksasa disekitarmu.

Perkebunan Kopi Kalibendo

source:wisatajatim.info

Tidak hanya sekedar kebun kopi yang menghampar luas, perkebunan ini juga memiliki sungai dengan air super jernih yang mengalir deras di tengah-tengahnya. Sungai ini diapit dengan batu-batuan raksasa dan dihias dengan taman-taman indah di sekitarnya. Kamu bisa bermain dan berenang di sungainya, selama mau menjaga kebersihan sekitar.

Baca juga : Ndue’s Journey to Danau Biru Cisoka – Tangerang

Taman Nasional Baluran

source;balurannationalpark.web.id

Mulai dari padang savana yang mirip seperti di Afrika, sampai pantai dengan pasir putih dan lautan yang cantik dengan pemandangan alam luar biasa. Semuanya ada di Taman Nasional Baluran dan wajib banget dikunjungi kalau jalan-jalan di Banyuwangi.

Dengan kemudahan akses transportasi, jalan-jalan ke Banyuwangi sudah bukan hal yang susah lagi. Tiket pesawat Sriwijaya Air pun mudah dicari, dan tak jarang memberikan diskon untuk penerbangan ke Kota Osing ini.

Masih ada banyak lagi tempat liburan di Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi. Jadi tunggu apa lagi, pesan tiket pesawat Sriwijaya Air mu sekarang, dan yuk berangkat ke Banyuwangi.

 

Regards,

 

Ndue 🙂

Sebuah Pertanyaan Tentang Ndue Berhijab..

Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam hidup ini..

Its a new look for me…

Entah saya harus bercerita atau menulis dari mana perihal postingan ini. Bukan perihal perjalanan liburan yang menyenangkan. Tetapi tulisan ini bercerita tentang perjalanan kehidupan saya untuk menghabiskan sisa umur saya di dunia ini. sound so akward, yes? Percayalah, semua terjadi begitu saja atau bisa dibilang saya sudah memikirkan dari jauh-jauh hari. Saya sendiri bingung bagaimana mengatakannya apabila ada pertanyaan, Kok bisa?

Okay.Kali ini saya akan menuliskan dari banyak pertanyaan yang pernah ditanyakan ke saya perihal perubahan ini.

 

–Sejak kapan mulai berubah menjadi berhijab?

Pertanyaan yang sering sekali di tanyakan ke saya. Saya bahagia luar biasa atas pertanyaan ini. Karena bagaimanapun nada yang tersirat dari lontaran pertanyaan ini semua menjadi bentuk perhatian yang luar biasa berharga buat saya. Semua mencinta saya. Saya menganggapnya seperti itu. Terima kasih yah semuanya!

Tetapi, saya baru saja menggunakan hijab ini. Baru seminggu yang lalu. Hari Sabtu saya sudah mencoba menggunakannya seharian dan Alhamdulillah kendala tidak ditemui. Dan saya merasakan betapa saya berubah menjadi lebih tenang. Minggu saya lepas kembali ketika menghadiri salah satu undangan acara ulang tahun. Ketika melepasnya saya merasakan kehilangan. Seperti halnya saya melepaskan seseorang, itu yang saya rasakan. Dan saya patah hati.

Lalu, saya memantapkan hati untuk menggunakannya kembali. Kali ini bukan untuk percobaan. Tetapi saya harus meyakini untuk menggunakannya permanen. Dan saya harus berkomitment akan hal itu. Karuan saja, Senin saya menggunakan ke kantor semua orang memandangi saya, menanyakan hal ini, dan yang membuat saya terharu adalah beberapa rekan saya menyalami dan memeluk saya sebagaimana mereka menyayangi saya lebih dan mereka berbahagia karena saya akhirnya berubah untuk menutup sebagian aurat di kepala saya. Dan saya menangis bukan karena saya sedih. Tetapi, saya menangis karena lingkungan dimana saya berada mereka mendukung saya dengan segala keputusan saya ini. Terima kasih ya sekali lagi semuanya!

 

–Kenapa kok memutuskan berhijab?

Walau saya bukan seorang aktris papan atas yang menjadi panutan penggemarnya. Tetapi saya juga punya banyak alasan untuk menjawab alasan saya berhijab karena apa.

Allah telah menyentuh hati saya paling dalam beberapa tahun ini. Banyak hal yang berubah dan terjadi dalam kehidupan ini. Semua itu tidak bisa saya jabarkan satu persatu dalam tulisan ini. Tetapi dengan kepergian orang-orang di sekitar saya menjadi hal yang kemudian saya pikirkan. Alangkah bahagianya kalau saya juga menjadi lebih baik untuk kemudian nantinya sudah giliran saya untuk kembali ke rumah Allah untuk selama-lamanya. Walaupun saya tidaklah baik dan tentu saja tidak sempurna, tetapi semoga ketika waktu itu tiba saya sudah menjadi lebih baik lagi.

Bapak saya sudah meninggalkan kami dari tahun 2011. Tahun yang sangat berat untuk saya lalui dan saya sadari bahwa dia sudah tidak ada untuk selama-lamanya. Selama itu juga saya berusaha menghapuskan duka dalam hidup saya dengan perbanyak tertawa dengan orang-orang sekitar saya. Saya melupakannya dengan belajar lagi dan lagi. Sampai saya harus bisa membunuh waktu yang sepi dan saya tidak lagi kepikiran Bapak saya. Semua itu berhasil saya lakukan.

Sampai ketika ada beberapa orang yang mengingatkan saya. Bahwa apa yang saya dapati di dunia ini tidak akan sebanding dengan yang akan kita tinggalkan. Bapak saya pasti bersedih hatinya karena melihat saya di dunia ini tidak lagi berbakti dengan baik. Hidup saya masih urakan gak karuan dan saya juga belum memperbaiki diri saya sendiri. Allah pasti menegur Bapak saya disana. Dan Bapak saya akan makin bersedih hatinya karena semua kecantikan, kesexyan yang ada di dunia ini semua akan sia-sia saja ketika kita menghadap Allah. Karena itu benar adanya. Dan saya kemudian beberapa kali bertemu dengan Bapak saya dalam mimpi yang bermuram durja hatinya. Dan memang ini sudah waktunya untuk saya berubah semoga apa yang saya pilih dan pikirkan bukan hal yang salah. Semoga saja.

 

–Beneran dari hati apa hanya ikutan trend berhijab saja?

Kebetulan saya serumah dengan Susi. Keponakan saya yang sudah berhijab dari dia SMP. Sampai saat ini susi sudah kuliah semester tiga. Perannya dalam kehidupan saya akhir-akhir ini banyak. Selain Mama yang mendukung saya untuk berhijab, Susi juga memiliki peran penting dalam keputusan ini. Dia jadi seksi konsultasi saya perihal hijab apa yang bisa saya gunakan, dan bagaimana yang bagus membentuk hijab di wajah saya. Dan Alhamdulillah dia anak yang baik walau kadang saya akui sikap saya menyebalkan terhadapnya, dia tetap saja baik terhadap saya. Terima kasih banyak yah, Sus..

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Bahwasannya Allah telah menyentuh hati, pikiran, dan jiwa saya dengan sedemikiannya. Allah menyayangi saya dengan caranya yang tidak bisa saya jelaskan. Banyak keajaiban-Nya dan cinta-Nya atas segala kuasa yang ada di dunia saya dan dunia ini.

Terkadang apa yang pernah kita rencanakan dan harapkan bisa saja tidak terjadi. Selama Allah memberikan petunjuk maka ikuti saja. Sejujurnya ada rencana besar untuk kehidupan saya di tahun 2017. Tetapi rencana itu tidak akan terlaksana. Entah dimulai darimana tetapi saya memutuskan dan juga saya merasakan petunjuk Allah kalau di teruskan tidak akan baik kedepannya. Dan sekali lagi, Allah menyayangi saya tanpa batas.

Pertanyaan ini sejujurnya paling susah saya jawab. Karena semua ini waktu yang membuktikan. Semoga saja saya tetap bisa mempertahankan kehormatan diri saya dengan segala apa yang saya kenakan setiap waktunya. Amiin.

Tahun 2017 banyak hal yang saya lalui. Ada kebahagiaan karena banyak mimpi dan target saya bisa dilalui dengan baik dan menyenangkan. Allah memberikan kemudahan dan rezeki yang tidak pernah putus, Alhamdulillah. Dan ada juga kesedihan karena banyak hal yang membuat saya sakit hati entah karena ada kebencian atau apapun itu. Semua sudah berlalu dan akan menjadi penutup yang manis untuk tahun 2017 ini.

 

–Berarti sudah persiapan pakaian dan hijabnya juga dong?

Saya percaya rezeki Allah tidak akan putus apabila kita berbuat kebaikan. Saya spontan saja minggu kemarin. Teman saya mendukung niat saya dengan mengatakan bahwa selama seminggu saya memiliki pakaian dan hijab pasti bisa. Dan karuan saja saya selalu menyiapkan apa yang saya harus kenakan besok dan seterusnya. Karena setelah saya cek lemari pakaian saya, semua pakaian kerja maupun kaos biasa adalah lengan pendek. Jadi saya menggunakan yang seadanya dulu sampai saya harus mengumpulkan satu persatu. Dan saya lagi mencoba dan semangat untuk mengumpulkannya. Sampai nanti saya punya koleksi yang lumayan banyak. Hahahaha.

 

–Beneran udah yakin memangnya?

Dan kalimat ini berulang dipertanyakan. Sejujurnya saya kadang masih suka sedih melihat koleksi pakaian saya, atau rambut saya yang selalu saya warnai. Tetapi, begitu saya menggunakan kembali hijab ini, semua rasanya begitu menenangkan. Saya menjadi pribadi yang berbeda. Ketika saya naik Transjakarta atau transportasi umum sebagai moda transportasi saya kekantor, semua itu terasa aman. Karena tidak lagi dipandang aneh atau dipandang yang gimana-gimana. 🙂

Insya Allah saya yakin atas pilihan saya.

Walau banyak pertanyaan yang harus dijawab. Tetapi, tidak semua pertanyaan itu harus terjawab juga. Karena pertanyaan yang satu terjawab akan menimbulkan banyak pertanyaan lain. Jadi, semoga pertanyaan-pertanyaan yang ada tetaplah menjadi kalimat tanya yang saling menjadi perhatian ungkapan sayang.

Terima kasih tidak terhingga untuk kalian semua yang senantiasa mendukung dan menyayangi saya sedemikiannya. Terima kasih untuk telah menjadi keluarga, sahabat, rekan, musuh, dan saingan yang luar biasa. Percayalah, tanpa kalian hidup saya tidak akan berwarna dan menyenangkan seperti saat ini.

Saya menyayangi kalian semua. 🙂

Regards,

Ndue.

Ndue’s Journey to Jakarta Aquarium Neo Soho (2017)

Ada yang pernah denger atau berencana main ke Jakarta Aquarium? Tadinya saya berpikir ini semacam pameran aquarium yang ada di salah satu mall di Jakarta Barat yaitu Neo Soho. Dari awal tahun 2017 saya sudah mulai mengintip apa saja yang ditawarkan oleh Jakarta Aquarium, tetapi karena di rasa harganya lumayan jadi saya urungkan niat untuk main ke lokasi ini.

Welcome board in Neo Soho

Tetapi, setelah melihat beberapa review yang menarik tentang tempat ini, jadilah akhirnya saya mengunjungi tempat ini dua minggu lalu. Setelah juga melihat review tersebut dengan membandingkan tempat bernuansa yang sama di Sea World Ancol, rasanya tidak adil kalau saya harus mengurungkan niat itu lagi. Jakarta Aquarium itu jelas berbeda dengan yang ada di Sea World walaupun temanya hampir sama.

Untuk tiket masuk yang regular dibandrol dengan harga 175 Ribu dan apabila ingin merasakan pertunjukan 5 Dimensinya maka tiketnya dinamanya menjadi premium dengan harga 225 ribu untuk satu orangnya. Pasti banyak yang bilang, kok harganya lumayan, ya? Yah wajar aja, temans. Karena lokasinya di Mall jadi kalian ndak perlu bayar tiket masuk lainnya lagi seperti kalau ke Sea World ketika masuk kita harus membayar tiket masuk di gerbang ancolnya. Semakin banyak yang masukdalam sekeluarga, maka makin kerasa juga mahalnya siy, ya..

Rasanya mau nyelam di air ini..

Selain itu juga biaya perawatan satwanya membutuhkan biaya yang tidak murah. Terlihat dari ragam satwa yang lumayan lengkap disini dan juga perawatan untuk alat-alatnya bisa dibayangkan biayanya tidak murah. Yang menarik di Jakarta Aquarium ini setiap tempat satwa diberikan ipad untuk menunjukkan informasi hewan apa dan bagaimana cerita dari populasinya. Jadi selain liburan bisa menambah wawasan bagi anak-anak atau juga usia dewasa.

Yang menjadi hal pertama kali menarik perhatian saya adalah Nemo dan Dori. Yap, sebagai penggemar berat mereka saya harus mencari mereka terlebih dahulu baru kemudian saya ingin melihat satwa yang lainnya. Saya lupa kalau di Sea World apakah ada Nemo, tapi disini Nemo dan Dori dari ukuran kecil sampai yang menurut saya besar ada. Lengkap dengan warna yang sesuai dengan filmnya. Dan tentunya mereka gemas-menggemaskan saya luar biasa. Andai saja saya bisa membawa mereka ke rumah, saya mau menjadi anteran yang pertama untuk menjadi orang yang bisa membawa Nemo ataupun Dori kerumah. Yah ampun, they succeed stole my heart. They so cute.

the legend. 🙂

Kemudian yangmenjadi perhatian saya selanjutnya adalah Piranha. Iya ikan yang konon mematikan ini juga mempunyai spot tersendiri untuk dinamai Piranha Spot. Ketika saya mengamati ikan-ikan ini kenapa mereka tenang sekali ya. Saya jadi kepikiran bagaimana mereka bisa menjadi brutal bahkan mematikan? Apakah Piranha ini akan menjadi agresif dengan sesuatu yang pergerakannya juga secara refleks dan spontan, ya? Selama 10 menit saya mengamati, dan saya jadi terhipnotis akan ketenangan yang diberikan oleh Piranha-Piranha ini.

blue woman.

Oh ya, waktu saya membeli tiket di depan petugasnya memberikan informasi kalau weekend di jam 13, 15 dan 17, ada pertunjukkan yang menggabungkan aksi panggung dengan trik ilusi dan tarian bawah air berjudul Pearl Of The South Sea. Karena saya datang di jam 13.30 maka saya terlambat untuk pertunjukan yang pertama. Jadi saya menyaksikan yang di jam 15 saja. Lokasi pertunjukkannya sendiri ada di depan teater 5 Dimensi dekat dengan pintu keluar. Pertunjukkan ini aman untuk anak kecil, lho. Jangan khawatir karena sebelum pertunjukkannya petugasnya memberikan semacam informasi bahwa akan ada suara yang keras dan asap yang keluar sehingga para orang tua wajib untuk menjaga anak-anaknya. Dan ketika pertunjukkannya berlangsung saya sangat siap menyaksikannya. Jujur, saya aja yang udah segede ini masih kagum akan si putri duyungnya atau mermaid gimana mereka yang masih anak-anak, ya? Pertunjukkan ini keren! Beneran deh, kalian harus menyempatkan untuk melihatnya.

Very nice perform and its a honour for me to took a picture with all cast in this show 🙂

Kalau mengenai cerita theater 5 Dimensinya saya tidak mau cerita, ya. :p takutnya nanti saya spoiler. Intinya seru dan juga kerasa dingin luar biasa. Deg-degan juga, siy. Tapi menyaksikan pemandangan bawah laut yang sangat luar biasa itu rasanya kalau tidak sekalian membeli tiket yang premium rugi juga. Jadi sekalian saja beli tiket yang terusan.

Area Jakarta Aquarium dibagi menjadi 2 lantai. Ketika masuk itu saya namakan lantai atas. Di lantai ini satwanya beragam dari yang hidup di air maupun yang hidup di darat seperti ular, bunglon, katak, kura-kura dan banyak lagi. Dan ada yang menggemaskan yakni berang-berang. Ada yang pernah atau menjadi fansnya Narnia? Pasti kalian makin kesengsem sama hewan lincah ini. Dan dibawah kandang berang-berang bisa buat foto karena semacam ada lorong kacanya. Dan yang membuat saya makin bahagia lorongnya muat atau bahkan saya bisa bergerak bebas, itu tandanya badan saya gak gede-gede banget, kok. Hahahaha!

Di lorong berang-berang..

Turun ke lantai bawah langsung di sambut dengan aquarium raksasa yang instagramable. Buat saya di lantai bawah ini semua tempat bisa menjadi lokasi apik untuk diambil fotonya. Dan saya paling suka mengambil foto dengan backlight. Walaupun mungkin bagi sebagian orang gelap gak kelihatan wajahnya atau gimana. Tapi, buat saya itu semacam refleksi wajah yang eksotik. Makanya stock foto saya banyak di lokasi ini dan belum banyak yang saya upload di Instagram. Jadi sabar saja yah semua my fans, Hahaha.

looking at you, Nemo…

Kalau ada yang bilang ada batasan waktu ketika main di lokasi ini, saya tidak merasakan adanya peraturan itu. Karena ketika saya membeli tiket, saya pastikan kepada petugas yang didepan apakah benar? Ternyata tidak ada batasan waktu saya bisa leluasa bermain di dalam hingga Jakarta Aquarium tutup jam 22. Jadinya saya kemarin puas-puasin disana saja. Mungkin kalau ada ide foto prewed disana juga keren, kok. Tapi prewednya pakai hape saja jangan pakai flash jadi hasilnya nanti backlight and exotic. Seriously im being fan of backlight photos. Entah sejak kapan karena menurut saya memang keren.

M for your intial and Me.

Akhirnya setelah menunjukkan hampir jam 6 sore, saya memutuskan untuk menyudahi kebersamaan dan perjalanan saya bersama Jakarta Aquarium. Karena saya ada jadwal acara selanjutnya. Rasanya sedih juga berpisah dengan seluruh satwa yang ada disana. Semuanya keren-keren banget. Ubur-ubur yang mengingatkan saya dengan Patrick dan Spongebob dan semua hewan yang saya pernah lihat ketika saya memainkan game mancing di handphone saya dulu. Akan ada waktunya untuk berpisah juga. Suatu saat saya pasti kembali untuk mengunjungi kalian kembali. 🙂

Jadi sudah ada rencana untuk ke Jakarta Aquarium?

Regards,

Ndue.

Red Jellyfish. And i took this pic with my phone only. Instagramble 🙂
I still can see you…
backlight blue..
youre totally stole my heart~
Aquarium di lantai bawah